Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : MEDIA MATRASAIN

KARAKTERISTIK ARSITEKTUR MENARA MASJID SEBAGAI SIMBOL ISLAM DARI MASA KE MASA Sutrisno, Anjar F.; Prijadi, Rachmat
MEDIA MATRASAIN Vol 10, No 2 (2013)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menara Masjid merupakan bangunan yang tinggi menjulang keatas yang merupakan simbol dari peradaban Islam yakni sebagai penanda kehadiran dan keberadaan Islam di suatu tempat. Sebagai bagian dari simbol peradaban, menara dibangun oleh umat Islam karena memiliki fungsi yang amat penting, yakni sebagai tempat untuk mengumandangkan adzan. Secara umum terdapat lima bentuk dan gaya menara masjid yaitu menara klasik, menara variasi, menara segi empat, menara spiral, dan menara silinder. Sedangkan tipe ciri – ciri menara yang ada di Indonesia antara lain, Menara dengan gaya menarakulkul Bali, Menara yang mendapat pengaruh Portugis, Menara yang mendapat pengaruh Belanda dengan bentuk seperti mercusuar, Menara yang mendapat pengaruh gaya Hadramaut (Arab), dan Menara yang mendapat pengaruh India.Kata Kunci : Menara, Masjid, bentuk.
PENGARUH PERMUKAAN JALUR PEDESTRIAN TERHADAP KEPUASAN & KENYAMANAN PEJALAN KAKI DI PUSAT KOTA MANADO Prijadi, Rachmat; Sangkertadi, .; Tarore, Raymond D. Ch.
MEDIA MATRASAIN Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakManado sebagai kota wisata dan kota jasa perdagangan, memerlukan fasilitas pedestrian yang nyaman agar menyenangkan bagi wisatawan maupun warganya. Fakta menunjukkan bahwa di bagian pusat kota Manado, pedestrian nampak belum nyaman dipakai oleh para pejalan kaki karena beberapa hal. Diantaranya adalah penggunaan material pelapis pedestrian yang kurang tepat seperti kondisinya yang terlalu licin, mudah rusak, tampilannya kurang menarik serta penyelesaian konstruksi yang beresiko mengganggu kelancaran gerak pengguna, atau mengganggu kenyamanan bagi pejalan kaki.Tulisan ini fokus pada hasil penelitian mengenai dua hal, pertama adalah pengungkapan kondisi fisik jalur pedestrian ditinjau terhadap resiko gangguan kenyamanan gerak bagi pejalan kaki, pada “siang hari”. Kedua untuk mendapatkan respon dari pengguna tentang “tingkat kepuasan” dari pejalan kaki terhadap kualitas material pelapis pedestrian. Lokasi kajian meliputi bagian pusat kota dan juga merupakan area wisata belanja. Metode yang di gunakan adalah campuran cara kualitatif dan kuantitatif. Temuan studi ini meliputi dua hal, yakni pengungkapan adanya 4 skala tingkat kepuasan pejalan kaki, dan pengungkapan bahwa di area studi, respon pengguna menunjukkan skala antara “kurang puas/kurang nyaman” dan “agak puas/ agak nyaman”. Hanya sedikit yang merasa puas dan juga sangat sedikit yang menyatakan tidak puas.Diharapkan bahwa hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pengembangan teori bagi perancangan pedestrian dan masukan bagi pembangunan arsitektur kota Manado.Kata kunci :  pedestrian, trotoir, pusat kota, tekstur, warna, tingkat kepuasan gerak
REAKTUALISASI RAGAM ART DECO DALAM ARSITEKTUR KONTEMPORER Gunawan, D. Enjelina K.; Prijadi, Rachmat
MEDIA MATRASAIN Vol 8, No 1 (2011)
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakArsitektur adalah bagian dari kebudayaan manusia,berkaitan dengan berbagai segi kehidupan antara lain : seni,teknik,ruang/tata ruang, geografis,sejarah. Oleh karna itu beberapa batasan dan pengertian tentang arsitektur,tergantung dari segi mana memandangnya. Dari segi seni, arsitektur adalah seni bangunan termaksud didalamnya bentuk dan ragam hias. Perkembangan arsitektur dunia sejalan dengan perkembangan budaya berbagai bangsa semakin kompleks, rumit dan cepat karna adanya percampuran, saling pengaruh dan perubahanperubahan. Oleh karna itu semakin sulit menentukan batasan social-budaya. Dalam hal ini arsitektur art deco menjadi batasan secara filosofis,sejarah, dan asalnya. Berdasarkan uraian diatas dapat diketahui bahwa arsitektur berkembang dari masa kemasa dalam kurun waktu sejak manusia pertama hingga sekarang,diseluruh muka bumi luas tak terbatas. Pada kehidupan saat ini yang bersifat lebih modern dan teknologi,dunia arsitektur pun melahirkan bentuk desain yang semakin modern yang dikenal dengan sebutan arsitektur kontemporer. Arsitektur kontemporer menonjolkan bentuk unik, diluar kebiasaan, atraktif, dan sangat komplek. Sehingga dalam penulisan ini diberi batasan bagaimana mereaktualisasikan ragam art deco dalam arsitektur modern.Kata kunci : art deco, reaktualisasi, modern
RE-DESAIN LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS II DI KOTA TOMOHON DENGAN METODE PENDEKATAN PERANCANGAN ARSITEKTUR PARADOKS Van Rate, Yeremi Y. R; Wuisang, Cynthia Erlita Virgin; Prijadi, Rachmat
MEDIA MATRASAIN Vol. 19 No. 2 (2022): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/matrasain.v19i2.46389

Abstract

Di era revolusi 4.0 kecanggihan teknologi saat ini dimanfaatkan dengan secara optimal dan di gunakan oleh masyarakat terlebih juga anak-anak. Era ini merupakan peralihan generasi yaitu generasi Z dan generasi Alfa. Generasi Z adalah anak dengan kelahiran pada tahun 1990 - 2015 dan generasi Alpha adalah anak dengan kelahiran dimulai pada tahun 2015. Teknologi memberikan berbagai manfaat dan pengaruh yang baik maupun buruk. Salah pemanfaatan teknologi tersebut justru memberikan dampak negatif bagaikan “boomerang” bagi anak-anak seperti terjadinya cyberbullying, penyebaran video pornografi, penipuan (hoax) dan masih banyak lagi. Dari isu permasalahan, tujuan dari perancangan ini yaitu menghadirkan sebuah Lembaga Pembinaan Khusus Anak sebagai wadah yang layak bagi anak bermasalah (konflik hukum atau sosial), tempat mereka dibina dan didik di era revolusi 4.0 dimana kegiatan pembinaan terkait pemanfaatan teknologi pada saat ini secara layak dan semestinya sehingga dapat menjadikan anak-anak cerdas, terampil dalam berkarya serta menghadirkan ruang wadah aktivitas dengan sarana dan fasilitas yang memadai sehingga dapat membuktikan kepada masyarakat bahwa anak didik bisa terlatih kreatif, telaten dan bisa diterima kembali di lingkungan masyarakat. Metode yang digunakan dalam perancangan ini yaitu metode “glassbox” dengan mempertimbangkan Data objek, analisa, sintesis serta luaran. Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II di Kota Tomohon, salah satu lembaga pemasyarakatan anak di Sulawesi Utara. Berdasarkan survey, pembinaan dari segi pendidikan, layanan kegiatan pembelajaran, ruang berinteraksi belum teroptimalisasikan. terkait dengan paradoks seperti pertentangan antara hukum dan kebebasan, Penggunaan tema Arsitektur Paradoks digunakan sebagai acuan karena paradoks identik dengan bertentangan, berbeda, berubah dari sekitar atau yang ada. Kata Kunci – Pembinaan, Anak, Arsitektur, LPKA, Tomohon. Abstract In the era of revolution 4.0, technological sophistication is currently optimally utilized and used by the public, especially children. This era is a generation transition, namely the Z generation and the Alpha generation. Generation Z are children born between 1990 - 2015 and Generation Alpha are children born starting in 2015. Technology provides various benefits and influences, both good and bad. Incorrect use of this technology actually has a negative impact like a "boomerang" for children such as cyberbullying, the spread of pornographic videos, fraud (hoaxes) and many more. From the problem issues, the purpose of this design is to present a Special Child Development Institution as a suitable place for troubled children (legal or social conflicts), where they are fostered and educated in the 4.0 revolution era where coaching activities are related to the use of technology at this time in a proper and appropriate manner. should be so that it can make children smart, skilled at work and present a space for activities with adequate facilities and facilities so that they can prove to the community that students can be trained creatively, painstakingly and can be accepted back into society. The method used in this design is the "glassbox" method by considering object data, analysis, synthesis and output. Class II Child Special Development Institution in Tomohon City, one of the children's correctional institutions in North Sulawesi. Based on the survey, coaching in terms of education, service learning activities, interaction space has not been optimized. related to paradoxes such as the conflict between law and freedom, the use of the theme of Paradox Architecture is used as a reference because paradox is synonymous with contradictory, different, changing from around or existing. Keywords – Development, Children, Architecture, LPKA, Tomohon.
PEMETAAN GAS RUMAH KACA DI KOTA MANADO Palar, Mawar Sharon; Sangkertadi, Sangkertadi; Prijadi, Rachmat
MEDIA MATRASAIN Vol. 21 No. 2 (2024): MEDIA MATRASAIN
Publisher : Department of Architecture, Engineering Faculty - Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanasan global dan perubahan iklim disebabkan oleh gas-gas rumah kaca seperti CO2, CH4, dan NOx yang menyerap dan memancarkan radiasi inframerah, menyebabkan peningkatan suhu global. Aktivitas manusia seperti industri, pertanian, deforestasi, dan penggunaan energi fosil menyebabkan peningkatan emisi gas tersebut. Pencemaran udara menurut Undang-Undang Nomor 23 tahun 1997 pasal 1 ayat 12 mengenai Pencemaran Lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya. Kota Manado, sebagai ibu kota Sulawesi Utara, memiliki peran penting dalam konteks perubahan iklim dan dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat setempat. Peningkatan aktivitas manusia, pertumbuhan populasi, dan perkembangan ekonomi telah berkontribusi pada peningkatan emisi gas rumah kaca di kota tersebut. Dengan pertumbuhan penduduk sebesar 0,31 persen dan kepadatan penduduk mencapai 2.934 penduduk/km2, aktivitas kegiatan yang memicu naiknya konsentrasi GRK juga meningkat. Pemahaman yang lebih baik tentang pola emisi gas rumah kaca di Manado menjadi kunci dalam upaya mengurangi dampak perubahan iklim dan melindungi lingkungan serta kesejahteraan masyarakat lokal. Penelitian ini diharapkan memberikan wawasan penting bagi pemerintah daerah, dan masyarakat untuk merancang kebijakan yang berkelanjutan serta berkontribusi pada upaya global dalam mengatasi perubahan iklim.