Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Instalasi Perpipaan Air Bersih Yenni Arnas; KGS. M. Ismail; Ego Widoro; Oka Fatra; Ika Endrawijaya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Vol 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.152 KB)

Abstract

Air merupakan sumber utama dalam kehidupan, namun penyediaan oleh PDAM belum menjangkau ke seluruh masyarakat. Atas dasar hal ini maka masyarakat dalam penyediaan air diantaranya menggunakan air tanah dengan cara sedot mandiri oleh masing-masing rumah tangga, tempat ibadah, sarana umum, kantor swasta, kantor pemerintah dan lainnya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terhadap bangunan Musholah Sekolah SD Islam An-Nabil Kelurahan Babakan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang – Banten dan Musholah Al Ikhlas Ibnu Rosyad Kelurahan Babakan, Kecamatan yang masih terdapat fasilitas sistem instalasi air bersih. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melakukan beberapa hal yang akan menjadi solusi permasalahan fasilitas belum memenuhi standar, yaitu: (a) melakukan pengeboran sumur yang akan menjadi sumber air bersih; (b) melakukan perhitungan kebutuhan air bersih yang menjadi dasar untuk menentukan kapasitas dan jenis pompa, tempat penampungan air (dilengkapi dengan sensor pelampung sebagai media kontrol on/off pompa); dan (c) sistem instalasi perpipaan air bersih yang akan berfungsi sebagai proses distribusi air bersih dari sumber kepada pengguna, sehingga mewujudkan system instalasi air bersih sesuai Stnadar Nasional Indonesia (SNI).
Instalasi Perpipaan Air Bersih Yenni Arnas; KGS. M. Ismail; Ego Widoro; Oka Fatra; Ika Endrawijaya
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Vol 1 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air merupakan sumber utama dalam kehidupan, namun penyediaan oleh PDAM belum menjangkau ke seluruh masyarakat. Atas dasar hal ini maka masyarakat dalam penyediaan air diantaranya menggunakan air tanah dengan cara sedot mandiri oleh masing-masing rumah tangga, tempat ibadah, sarana umum, kantor swasta, kantor pemerintah dan lainnya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan terhadap bangunan Musholah Sekolah SD Islam An-Nabil Kelurahan Babakan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang – Banten dan Musholah Al Ikhlas Ibnu Rosyad Kelurahan Babakan, Kecamatan yang masih terdapat fasilitas sistem instalasi air bersih. Dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini melakukan beberapa hal yang akan menjadi solusi permasalahan fasilitas belum memenuhi standar, yaitu: (a) melakukan pengeboran sumur yang akan menjadi sumber air bersih; (b) melakukan perhitungan kebutuhan air bersih yang menjadi dasar untuk menentukan kapasitas dan jenis pompa, tempat penampungan air (dilengkapi dengan sensor pelampung sebagai media kontrol on/off pompa); dan (c) sistem instalasi perpipaan air bersih yang akan berfungsi sebagai proses distribusi air bersih dari sumber kepada pengguna, sehingga mewujudkan system instalasi air bersih sesuai Stnadar Nasional Indonesia (SNI).
Peningkatan Kualitas Publikasi dan Pengembangan Karier Inspektur Penerbangan melalui Pelatihan Karya Tulis Ilmiah untuk Direktorat Navigasi Penerbangan Dian Anggraini Purwaningtyas; Imam Sonhaji; Nawang Kalbuana; Khoirul Anam; Ego Widoro
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langit Biru Vol 4 No 01 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM) Langir Biru
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/jpkm.v4i01.720

Abstract

Capacity building that supports the career of aviation inspectors, one of which is by writing papers. The need for partners, namely the Directorate of Aviation Navigation, will increase the competence of navigation inspectors to write papers, so scientific writing training is held. This activity is carried out for 5 days with lecture and practice methods. there are 5 main materials that are the subject of discussion and 9 sub-topics and added with practice. Of the 25 participants, 95% stated that it was useful and 100% succeeded in making the manuscript and submitting the article. Further assistance is needed so that participants can conduct research or studies and publish written works in reputable journals
Low Compression in the Cylinder of Aircraft Piston Engine Due to Gas Leakage Ego Widoro; Bhima Sakti Arrafat; Ryan Okta Ramadhani; Renaldi Rizki Purba
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 18 No 3 (2025): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v18i3.1336

Abstract

Piston-prop aircraft are typically used in general aviation and consist of an internal combustion engine paired with a propeller. The combustion chamber in the cylinder must remain leak-proof during the compression and power strokes to maximize power output. Leakage in the combustion chamber is one of the factors that cause failure to reach peak pressure during the compression stroke. This study focuses on low compression in the cylinder of the aircraft piston engine due to gas leakage, failing to reach peak pressure. Three experienced aircraft maintenance engineer license holders were involved in the interview for this study. Most frequently occur in valves, particularly in exhaust valves due to carbon deposits accumulating around the valve face. Second, piston leaks are indicated by too large side clearance of compression piston rings or in-line compression piston ring gaps, and finally, although leaks are rarely found in the spark plug area, it is still recommended to check this area when performing a compression check. Further research can be conducted using quantitative research to determine the frequency of occurrence. It can also be done with intensive research involving laboratories to find out the cause.
Perancangan Housing Antena Automatic Dependent Surveillance-Broadcast Model Mikrostrip Blade pada Pesawat Piper Warrior-III Andyo Reynaldy; Ego Widoro; Muhamad Faridh Al Farisy; Nurdin
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9179

Abstract

Pesawat latih Piper PA-28-161 Warrior III yang dioperasikan Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug telah dilengkapi sistem Automatic Dependent Surveillance–Broadcast (ADS-B) hasil modifikasi non-pabrikan yang menurut laporan teknisi dan penerbang kerap mengalami malfunction, sementara rancangan housing antena yang spesifik bagi karakteristik fuselage pesawat tersebut belum tersedia. Penelitian ini dilakukan karena penambahan komponen eksternal pada permukaan pesawat menuntut perlindungan mekanik tanpa mendegradasi pancaran sinyal pada frekuensi kerja 1090 MHz, sekaligus berpotensi menambah gaya hambat aerodinamis. Tujuan penelitian adalah menentukan lokasi pemasangan yang paling sesuai, merancang geometri housing tipe blade, dan menguji kelayakan aerodinamis rancangan tersebut. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model pengembangan ADDIE. Penentuan lokasi dilakukan melalui triangulasi kualitatif atas kajian manual instalasi Avidyne AXP340, observasi struktur belly fuselage, dan wawancara tiga ahli avionik, sedangkan kelayakan aerodinamis diuji melalui simulasi Computational Fluid Dynamics (CFD) ANSYS Fluent dengan model turbulensi SST k-ω. Metode tersebut dipilih karena memungkinkan evaluasi kuantitatif medan aliran tanpa pengujian fisik yang mahal dan memakan waktu. Hasil triangulasi menetapkan lokasi pemasangan pada belly fuselage sedekat mungkin dengan centerline. Simulasi pada kecepatan 68,333 m/s menunjukkan varian swept angle 45° menghasilkan drag force 0,9189 N dengan drag coefficient 1,5002 atau 1,61% lebih rendah daripada varian 30° (0,9339 N; 1,5247), disertai wall shear stress dan skin friction coefficient 7,37% lebih rendah serta tekanan maksimum permukaan 1.307,83 Pa berbanding 1.584,31 Pa. Varian 45° karenanya ditetapkan sebagai rancangan akhir yang direkomendasikan. Penelitian lanjutan disarankan mencakup analisis struktural, pengujian karakteristik elektromagnetik, dan validasi terowongan angin.
Perancangan Housing Antena Satellite Communication Model Dome Pesawat Piper Seneca-V di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug Mohamad Abrori Ibrahim; Ego Widoro; Muhamad Faridh Al Farisy
Journal of Education Technology Information Social Sciences and Health Vol. 5 No. 2 (2026): September 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetish.v5i2.9199

Abstract

Penerapan Satellite Communication (SATCOM) pada pesawat berbadan kecil masih terbatas, termasuk pada armada Politeknik Penerbangan Indonesia Curug. Kondisi tersebut mendorong perancangan housing pelindung untuk antena microstrip penerima SATCOM yang tetap memenuhi kebutuhan perlindungan, aerodinamika, struktur, dan transparansi elektromagnetik. Penelitian ini bertujuan menentukan lokasi pemasangan yang optimal, merancang housing antena model dome, serta menguji kelayakan desain dari aspek aerodinamika. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D), dengan penentuan lokasi melalui triangulasi studi literatur, observasi, dan wawancara ahli, sedangkan proses desain menggunakan VDI 2221 dan evaluasi aerodinamika menggunakan Computational Fluid Dynamics (CFD) pada ANSYS Fluent. Hasil menunjukkan bahwa upper fuselage merupakan lokasi yang paling sesuai. Dua desain housing dikembangkan, yaitu Tipe 1 Flat Top dan Tipe 2 Cambered, dengan material komposit dan ketebalan 5 mm. Tipe 1 menghasilkan drag coefficient 5,5618 dan drag force 3,4066 N, sedangkan Tipe 2 menghasilkan 6,9336 dan 4,2958 N. Dengan demikian, kedua desain layak secara aerodinamika pada ruang lingkup simulasi, tetapi Tipe 1 lebih direkomendasikan karena menghasilkan hambatan lebih rendah dan wake yang lebih stabil. Penelitian lanjutan disarankan mencakup fabrikasi, pengujian struktur, ground test, dan flight test.
Rancangan Alat Bench Test Inlet Cowl Thermal Anti-Icing Pressure Switch Dengan Pressure 65 PSI Pada Pesawat Boeing 737-300 di Asia Cargo Airlines Ghefira Rosallie Salsabiela Setiawan; Ego Widoro; A. Nugroho Budi R
Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer Vol. 6 No. 1 (2026): Maret : Jurnal Teknik Mesin, Elektro dan Ilmu Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/teknik.v6i1.8530

Abstract

The reliability of aircraft ice protection systems is crucial for flight safety, especially at high altitudes with extreme temperatures. One vital component is the inlet cowl thermal anti-icing pressure switch on the Boeing 737-300, which monitors bleed air pressure and activates the cockpit indicator at 65 ± 3 PSI. At Asia Cargo Airlines, functional checks are still conducted manually using jumper wires, masking tape, and a 28V DC lamp, requiring three technicians, being inefficient, and carrying significant risks. This study aims to design a dedicated bench test device for precise, safe, and standard-compliant inspection of the pressure switch. The research employed a Research and Development (R&D) method combined with the systematic engineering design approach VDI 2221, including clarification, conceptual design, embodiment, and detailed design stages. The developed tool consists of a pressure system (¼ inch hose, ball valve, pressure gauge up to 100 PSI) and an electrical system (3-pin connector, 24V DC supply, indicator lamp). Test results show that the device operates within the specified range of 62–68 PSI without leakage or malfunction. Validation by three expert evaluators rated the device as “highly feasible” with scores above 85%. The tool proved more efficient, safe, and faster, requiring only one technician and reducing test time from 30 to 15 minutes, thereby enhancing safety and maintenance efficiency for the Boeing 737-300.