Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pengaruh Plastisizer Terhadap Elastisitas dan Kelenturan Edible Film Deska Syiami; Retty Handayani; Aji Najihudin
Jurnal Kesehatan Madani Medika (JKMM) Vol 12 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Madani Medika
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Madani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.371 KB) | DOI: 10.36569/jmm.v12i2.190

Abstract

Edible film merupakan lapisan tipis yang akan segera melarut setelah kontak dengan air liur. Komponen penyusun edible film terdapat zat aktif, polimer dan plastisizer yang dapat meningkatkan elastisitas, mengurangi kerapuhan dan meningkatkan fleksibilitas edible film, serta terdapat bahan tambahan lainnya. Plasticizer merupakan bahan organik yang berat molekul nya rendah dan memiliki titik didih yang tinggi. Tujuan dari review artikel ini yaitu untuk mengetahui pengaruh konsentrasi plastisizer terhadap elastisitas edible film. Metode yang digunakan dalam pembuatan review artikel ini adalah studi pustaka. Pencarian pustaka melalui website terpercaya dengan berbagai kata kunci yang terkait dengan review artikel seperti edible film dan plasticizer. Formulasi edible film yang diambil dari 6 pustaka terdiri dari konsentrasi sorbitol 0,8%, 2%, 20% dan konsentrasi gliserol 0,7%, 4%, 15%. Karakteristik edible film meliputi tensile stregth, elongation dan young modulus. Formulasi edible film pada konsentrasi plastisizer sorbitol 20% dan gliserol 15% merupakan edible film paling elastis. Semakin tinggi konsentrasi plasticizer maka edible film semakin elastis.
REVIEW ARTIKEL: SOLID LIPID NANOPARTICLES (SLN) METODE DAN KARAKTERISTIK Ilhanni Khoerunisa; Aji Najihudin; Siti Hindun
Jurnal Insan Farmasi Indonesia Vol 3 No 2 (2020): Jurnal Insan Farmasi Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan ISFI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36387/jifi.v3i2.548

Abstract

Solid Lipid Nanoparticles are composed of active substances, solid fats, water and surfactants. SLN has advantages by having a small particle size of 50-1000 nm and a large absorption efficiency value of 40-100%. SLN has a homogeneous particle size with a IP value that is closed to zero. One of the methods used to produce SLN is HSH/ High pressure homogeneity where the process uses pressure to produce small particle size. The HSH/ High-speed homogeneity method uses stirring speed as a parameter in the manufacture of nanoparticles. Solvent emulsification method does not use high temperatures in the homogeneity process. The most important SLN characteristics are particle size and entrapment efficiency values. These characteristics are strongly influenced by large concentration of solid fat and surfactants. The greater amount of the surfactant used, the smaller the particle size and the increasing value of the trap efficiency. If the solid fat concentration used is greater, the particle size will be as larger, but the absorption efficiency value will be greater because the fat will provide more space for the active substance to be entrapped.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK dan FRAKSI KULIT BATANG TRENGGULI (Cassia fistula L) DENGAN METODE DPPH Aji Najihudin; Anis Chaerunisaa; Anas Subarnas
Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology Vol 4, No 2 (2017)
Publisher : Indonesian Journal of Pharmaceutical Science and Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.972 KB) | DOI: 10.15416/ijpst.v4i2.12354

Abstract

Kulit batang trengguli (Cassia fistula L) mengandung senyawa yang bersifat antioksidan yang dapat ditentukan dengan metode peredaman radikal bebas 1,1-Difenil-2- Pikrilhidrazil (DPPH). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adanya peredaman radikal bebas DPPH oleh ekstrak etanol kulit batang trengguli (EEKBT), fraksi Etil asetat (FEAKBT), fraksi n-Heksan (FnHKBT), fraksi air (FAKBT) dan vitamin C sebagai pembanding. Identifikasi golongan senyawa dilakukan dengan penapisan fitokimia. Fraksinasi dilakukan dengan metode ekstraksi cair-cair dengan tingkat kepolaran yang berbeda. Aktivitas antioksidan dilakukan dengan peredaman warna radikal bebas DPPH menggunakan spektrofotometri UVVis. Penelitian menunjukkan bahwa Fraksi etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling baik dengan nilai IC50 3,980 μg/ml dibandingkan vitamin C 4,716 μg/ml. Sedangkan nilai IC50 ekstrak etanaol, fraksi n-heksan, fraksi air adalah 10,613 μg/ml, 38,904 μg/ml dan 7,636 μg/ml terhadap peredaman warna DPPH.Kata kunci: Antioksidan, Cassia fistula, Fraksinasi, metode DPPH
FORMULASI DAN UJI AKTIVITAS GEL EKSTRAK DAUN JERUK MANIS (Citrus x aurantium L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Siti Hindun; Aji Najihudin; Siva Hamdani; Framesti Frisma Sriarumtias; Fajar Fauzi Abdullah
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 2 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i2.2824

Abstract

Jerawat merupakan penyakit kulit yang menyerang lebih dari 85% kalangan remaja di seluruh dunia. Penyebab terjadinya jerawat yaitu bakteri Propionibacterium acnes (P. acnes).  Tujuan dari penelitian eksperimental ini yakni untuk membuat formulasi dan menganalisis aktivitas gel ekstrak daun jeruk manis terhadap bakteri P. acnes. Ekstrak daun jeruk manis diekstraksi kemudian dilakukan formulasi gel menggunakan gelling agent karbopol dengan berbagai konsentrasi 0,5%, 1%, 1,5%, dan 2%. Selanjutnya, dilakukan uji kestabilan dan aktivitas terhadap bakteri Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji stabilitas sediaan menunjukkan bahwa formulasi gel dengan karbopol 2% dan konsentrasi ekstrak 20% merupakan yang paling stabil dibanding formulasi lainnya serta memiliki aktivitas daya hambat terhadap bakteri P. acnes kategori lemah dengan zona hambat 1,8 mm. Berdasarkan hasil dari penelitian ini, sediaan gel ekstrak daun jeruk manis memiliki aktivitas daya hambat terhadap bakteri P. acnes penyebab jerawat. Lebih jauh, tanaman ini dapat digunakan sebagai alternatif pengobatan untuk mengatasi jerawat.
FORMULASI DAN EVALUASI TABLET HISAP EKSTRAK ETANOL DAUN CINCAU HIJAU (Premna oblongata Miq) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Aji Najihudin; Doni Anshar Nuari; Deby Caroline; Framesti Prisma Sriarumtias
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 11, No 1 (2021): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v11i1.2665

Abstract

Daun cincau merupakan bagian tanaman yang umumnya digunakan secara tradisional yaitu dijadikan agar-agar, namun cara tradisional tersebut menyebabkan pembuatan dan kegunaan daun cincau menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu, perlu adanya pemikiran suatu formulasi untuk mengolah bahan alam menjadi bentuk sediaan yang dapat digunakan secara praktis. Telah dilakukan penelitian tentang tablet hisap dari ekstrak etanol daun cincau hijau (Premna oblongata Miq) sebagai antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah membuat tablet hisap ekstrak etanol daun cincau hijau (Premna oblongata Miq) yang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia dan memiliki aktivitas antioksidan. Tablet hisap dibuat dengan menggunakan metode granulasi basah dan dilakukan variasi pengisi manitol-sukrosa dari ketiga formula yaitu pada konsentrasi F1 (75%:25%), FII (50%:50%), dan FIII (25%:75%). Evaluasi tablet hisap meliputi uji organoleptik, keseragaman bobot, keseragaman ukuran, friabilitas, friksibilitas, dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga formula tersebut pada formula 2 dan formula 3 yang telah memenuhi persyaratan Farmakope Indonesi Edisi IV. Hasil uji aktivitas antioksidan tablet hisap ekstrak etanol daun cincau hijau bersifat aktif sebagai antioksidan dengan nilai IC50 pada formula I, II, dan III berturut-turut yaitu 52,536 ppm, 59,911 ppm, dan 71,151 ppm, sedangkan IC50 Vitamin C yaitu 8,622 ppm.
Antibacterial Activity Of Tangerine Powder (Citrus reticulata Blanco.) Against Caries-Causing Bacteria (Streptococcus mutans) Framesti Frisma Sriarumtias; Aji Najihudin; Nopi Rantika; Rita Nengsih
FITOFARMAKA: Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 10, No 2 (2020): FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33751/jf.v10i2.2198

Abstract

Dental caries is caused by Streptococcus mutans, which lives in the oral cavity and causes plaque on the teeth. Dental caries treatment involves restoration or filling of tooth tissue that has been perforated due to dental caries. The purpose of this study was analyze the effectivity of  tangerine juice powder in preventing the emergence of dental caries caused by Streptococcus mutans. The experimental method was used in this study started by making a powder from tangerine jiuce using freeze drying method, followed by testing the antibacterial activity using the disc diffusion method. In addition, the minimum inhibitory concentration (MIC) was also sought by measuring the diameter of the clear zone. The results showed that tangerine powder has antibacterial activity, with a minimum inhibitory concentration of 10%. The highest activity of tangerine powder to inhibit the growth of Streptococcus mutans bacteria was observed at   concentration of 25% with an inhibition zone diameter of 15.8 mm, and is classified as having moderate inhibitory power. According to the result of this study is that tangerine juice powder has a good antibacterial activity against Streptococcus mutans and can be developed into a pharmaceutical ingredients to prevent dental caries.
FORMULASI DAN PENENTUAN NILAI SPF SEDIAAN LOTION EKSTRAK SARI BUAH JERUK MANIS (Citrus x aurantium L.) SEBAGAI TABIR SURYA Nopi Rantika; Siti Hindun; Ajeng Siti Fauziyah; Framesti Frisma Sriarumtias; Aji Najihudin
JCPS (Journal of Current Pharmaceutical Sciences) Vol 4 No 1 (2020): September 2020
Publisher : LPPM - Universitas Muhammadiyah Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai formulasi sediaan lotion ekstrak sari buah jeruk manis (Citrus x aurantium L.) sebagai tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formula yang baik dan aman untuk digunakan bagi pemakainya. Pengujian tabir surya dilakukan dengan penentuan nilai SPF dengan spektrofotometer Uv – Vis. Pengukuran nilai SPF dilakukan dengan mengukur serapan sediaan spektrofotometer setiap 5 nm pada panjang gelombang 290 – 320 nm. Evaluasi sediaan Lotion meliputi organoleptik, homogenitas, pH, Viskositas, dan daya sebar selama 28 hari. Berdasarkan hasil evaluasi sediaan lotion relatif stabil. Lotion yang mengandung ekstrak sari buah jeruk manis (Citrus x aurantium L.) dengan konsentrasi 4% menghasilkan nilai SPF 24 yang berarti pada nilai SPF yang dihasilkan bisa melindungi kulit secara ultra
FORMULASI DAN EVALUAI STABILITAS FISIK PATCH TRANSDERMAL ALKALOID NIKOTIN DAUN TEMBAKAU (Nicotiana tobacum Linn) DENGAN VARIASI POLIMER DAN ASAM OLEAT Adi Nurmesa; Nurhabibah Nurhabibah; Aji Najihudin
Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan DELI HUSADA Deli Tua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36656/jpfh.v2i1.124

Abstract

Research on the tobacco leaves nicotine alkaloid (Nicotiana tobacum L) transdermal patch formulation has been carried out as a cigarette dependence therapy with variations in polymers and oleic acid as a penetration enhancer. The purpose of this study is to formulate a stable transdermal patch of nicotine alkaloid tobacco leaf and to see the effect of adding cellulose, PVP and oleic acid to the release of nicotine in vitro. Transdermal patch formulation consists of nicotine alkaloid tobacco leaf, PVP, ethyl cellulose, PVP, PEG 400, propylenglycol and oleic acid. In this study, 3 formulas were made with concentration variants of PVP: EC namely F1 = 1: 1, F2 = 1: 2, and F3 = 1: 3, where the variations in penetration enhancements in the form of oleic acid were F1: 0.10, F2: 0.15, and F3: 0.20. Evaluation of transdermal patch preparations includes organoleptic, matrix weight test, matrix thickness test, drying shrinkage percentage, moisture uptake, matrix fold resistance test, skin irritation test, patch matrix surface pH test, elongation percentage, frezee and thaw test, nicotine content test, and nicotine release (diffusion cell) test, based on physical stability test of all relatively stable transdermal patch formulas and kinetics of transdermal patch release kinetics following first order and the results of statistical analysis using Variant Analysis (ANOVA) showed differences in F1, F2 and F3, and based on the Korsmayer Peppas test following the non-fick law
Uji Aktivitas Ekstrak Daun Jeruk Manis (Citrus x aurantium L.) sebagai Antiinflamasi Framesti Frisma Sriarumtias; Muhammad Egi Ardian; Aji Najihudin
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.6541

Abstract

Sejak dahulu, nenek moyang bangsa Indonesia banyak memanfaatkan tanaman sebagai obat-obatan, salah satunya sebagai obat antiinflamasi. Obat antiinflamasi bisa bersumber dari bahan sintetik maupun bahan alam. Salah satu bahan alam yang memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi adalah jeruk manis (Citrus x aurantium L.). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak daun jeruk manis sebagai antiinflamasi. Daun jeruk manis diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan etanol 96% selama 3 hari. Ekstrak yang telah dihasilkan kemudian diuji aktivitas antiinflamasi dengan variasi dosis masing-masing sebesar 100, 150, dan 200 mg/kg BB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis efektif ekstrak daun jeruk manis sebagai antiinflamasi yaitu 100 mg/kg BB dengan rata-rata persen inhibisi sebesar 61,54%. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun jeruk manis memiliki efek antiinflamasi. 
FORMULASI DAN EVALUASI EMULGEL EKSTRAK ETANOL BUAH KARAMUNTING (MELASTOMA POLYANTHUM) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Hayatus Sa’adah; Aji Najihudin; Retty Handayani
Jurnal Ilmiah Farmako Bahari Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Farmako Bahari
Publisher : Fakultas MIPA Universitas Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (595.161 KB) | DOI: 10.52434/jfb.v9i1.638

Abstract

Buah karamunting (Melastoma polyanthum) dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan yang kuat. Antioksidan dapat dimanfaatkan sebagai kosmetik untuk perawatan kulit untuk mencegah pembentukan radikal bebas baru, menetralkan serta menghindari reaksi berantai sehingga memperlambat terjadinya penuaan dini akibat kerusakan kulit. Berdasarkan hal tersebut, tujuan dalam penelitian ini adalah menghasilkan formulasi emulgel ekstrak etanol buah karamunting sebagai antioksidan. Formulasi basis emulgel menggunakan Karbopol ETD 2020 sebagai gelling agent dengan variasi konsentrasi (0,5%, 0,75%, dan 1,0%). Variasi konsentrasi gelling agent bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi Karbopol ETD 2020 dalam menentukan stabilitas basis emulgel, serta mendapatkan area optimum dari formulasi emulgel ekstrak etanol buah karamunting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa basis emulgel yang mengandung Karbopol ETD 2020 0,5% stabil berdasarkan evaluasi organoleptik, homogenitas, viskositas, dan pH. Emulgel ekstrak etanol buah karamunting (Formula 3: ekstrak etanol buah karamunting 100 x IC50) stabil selama penyimpanan 28 hari secara organoleptik, homogenitas, freeze thaw, sentrifugasi, viskositas, pH, dan daya sebar, serta memiliki nilai aktivitas antioksidan yang kuat karena memiliki nilai IC50