Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Share : Journal of Service Learning

PEMETAAN KEBUTUHAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERPADU SINODE GEREJA-GEREJA KRISTEN JAWA Umi Proboyekti; Budi Susanto; Gloria Virginia; Restyandito Restyandito
Share : Journal of Service Learning Vol. 6 No. 1 (2020): FEBRUARY 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.28 KB) | DOI: 10.9744/share.6.1.32-37

Abstract

Pemetaan kebutuhan untuk mengembangkan MIS terpadu untuk gereja-gereja Kristen Jawa merupakan langkah berikut setelah penyusunan perencanaan strategis. Pemetaan ini bertujuan untuk mendapatkan profil gereja. Profil ini terdiri dari sumber daya manusia, infrastruktur yang didukung untuk TI, teknologi informasi terapan. Teknik elisitasi data yang digunakan adalah FGD dan kuesioner. Kuisioner online memiliki respons rendah karena kesenjangan teknologi dan ketidakbiasaan. Kuesioner berbasis kertas dikirim untuk menjangkau sebagian besar gereja. Sementara gereja-gereja menyelesaikan dan mengirimkan kembali kuesioner, tim memutuskan untuk mulai bekerja pada sistem informasi untuk Sinode dengan menjadwalkan FGD untuk elisitasi persyaratan. Tim belajar bahwa karakteristik organisasi memainkan peran penting dalam mengembangkan SIM terintegrasi.Requirement mapping for developing integrated MIS for Javanese Christian churches is the next step after composing the strategic planning. The mapping is aimed to get the profile of churches. The profile comprises human resources, supported infrastructure for IT, applied information technology. Data elicitation technique used was FGD and questionnaire. The online questionnaire had low responses due to the technology gap and unfamiliarity. Paper based questionnaire was sent to reach most of the churches. While the churches completing and sending back the questionnaires, the team decided to start working on the information system for Synod by scheduling a FGD for requirement elicitation. The team learned that the characteristic of the organization played a significant role in developing the integrated MIS.  
KESIAPAN GEREJA-GEREJA ANGGOTA SINODE GKJ DALAM PENERAPAN RENCANA OPERASIONAL SISTEM INFORMASI MANAJEMEN TERPADU Restyandito Restyandito; Budi Susanto; Umi Proboyekti; Gloria Virginia
Share : Journal of Service Learning Vol. 6 No. 2 (2020): AUGUST 2020
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.325 KB) | DOI: 10.9744/share.6.2.71-75

Abstract

Sinode GKJ menyadari bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pelayanan di Sinode, Klasis, maupun setiap Gereja-gereja Kristen Jawa. Seperti yang telah tertuang dalam dokumen Rencana Operasional (Renop) penerapan Recana Strategis Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Terpadu (Renstra SIMT) Sinode GKJ, pada periode 2019 telah ditetapkan untuk pembaruan infrastruktur dan web Sinode GKJ. Tim menyadari bahwa sumber daya manusia yang ada saat ini tidak mencukupi untuk melaksanakan Renop yang telah ditetapkan. Oleh sebab itu tahap awal dari penerapan Renstra Pengembangan SIMT adalah memetakan kondisi infrastruktur dan kesiapan gereja-gereja dan klasis di lingkungan Sinode GKJ. Berdasarkan hasil pemetaan tersebut tim dapat melakukan pelatihan dan pembekalan yang diperlukan agar penerapan Renstra Pengembangan SIMT dapat terlaksana dengan baik.  Hasil awal yang diperoleh dari 49 sampel gereja menunjukkan bahwa ukuran jemaat mempengaruhi kesiapan gereja. Juga ditemukan bahwa aksesibilitas ke teknologi informasi (seperti ketersediaan komputer dan internet) tidak mencerminkan kesiapan gereja karena yang diperlukan dalam memanfaatkan teknologi informasi adalah perubahan paradigma dalam perilaku organisasi dan kesiapan sumber daya manusia yang ada
PENDAMPINGAN UNTUK PENYEDIAAN SISTEM PELANGGAN PADA UNIT USAHA YAYASAN BERNADUS DIREKTORAT SEKOLAH SANJAYA Budi Susanto; Umi Proboyekti; Gloria Virginia
Share : Journal of Service Learning Vol. 8 No. 2 (2022): AUGUST 2022
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.885 KB) | DOI: 10.9744/share.8.2.208-215

Abstract

Direktorat Sekolah Sanjaya adalah lembaga dari Yayasan Bernardus yang bergerak dalam bidang pendidikan. Untuk mendukung bidang pendidikan, mereka menjalankan unit usaha berupa kedai kopi bernama Melcosh. Oleh karena unit usaha tersebut penting untuk mendukung pelayanan bidang pendidikan, maka menjadi penting untuk dikembangkan. Pengembangan layanan kepada pelanggan menjadi salah satu bentuk layanan penting bagi Melcosh. Dalam usaha untuk mencapai hal tersebut, dibutuhkan sistem manajemen pelanggan berbasis aplikasi mobile. Dalam rangka itulah, Yayasan Bernadus Direktorat Sekolah Sanjaya menjalin kerja sama dengan Fakultas Teknologi Informasi UKDW, dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah salah satu bentuk penerapan kerja sama tersebut. Dalam pengembangan sistem manajemen pelanggan tersebut, mereka membutuhkan pendampingan teknis dikarenakan mereka belum memiliki tenaga tetap yang khusus menangani pengembangan sistem informasi. Dalam pendampingan teknis tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan beberapa luaran, antara lain dokumen spesifikasi kebutuhan, dokumen desain sistem, dan juga purwa rupa aplikasi. Purwa rupa yang dapat dikategorikan sebagai high fidelity aplikasi Pelanggan Melcosh berbasis Android juga telah dihasilkan bersama. Purwa rupa ini diharapkan dapat digunakan untuk memberi gambaran kepada tim Melcosh terkait bentuk aplikasinya nanti. Pendampingan juga memberikan pertimbangan dalam rencana strategis pembangunan sistem berbasis teknologi informasi dan komunikasi bagi Yayasan Bernadus Direktorat Sekolah Sanjaya. Pertimbangan tersebut dinilai penting bagi Yayasan karena dapat dimanfaatkan untuk pengembangan organisasi secara berkelanjutan.