Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

MEMBANGUN IMUNITAS MELALUI KETERCAPAIAN TARGET SASARAN VAKSINASI COVID-19 DI KOTA SEMARANG Durrotun Munafiah; Eni Kusyati; Sa’adah Mujahidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 3, No 1 (2021): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v3i1.809

Abstract

Bangsa Indonesia melalui keputusan Presiden RI Nomor 12 Tahun 2020 menetapkan bencana nasional non alam pada kasus  Penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) . Bencana nonalam ditetapkan karena  meningkatnya jumlah korban, meluasnya cakupan wilayah yang terkena bencana, kerugian harta benda, serta menimbulkan implikasi pada aspek sosial ekonomi yang luas di Indonesia. Suatu kebijakan normal baru agar dampak yang terjadi tidak menimbulkan krisis yang terus memanjang, pemerintah menetapkan kebijakan pemberian vaksinasi. Mengingat pentingnya  membentuk kekebalan kelompok di masyarakat, maka diperkirakan setidaknya 70% dari populasi masyarakat indonesia atau setara dengan 182 Juta jiwa harus mendapatkan Vaksin COVID-19 dengan dosis dua kali penyuntikan. Sumber Daya Manusia/Pelaksana Vaksinasi COVID-19 Meliputi jumlah tenaga kesehatan yang akan terlibat dalam proses vaksinasi dan kelompok prioritas yang akan menerima Vaksinasi COVID-19. Pengabdian ini membantu pemerintah kota semarang dalam mencapai target sasaran vaksinasi yang telah ditetapkan. Pelaksaan kegiatan ini dengan melibatkan diri menjadi tim vaksinator dari persiapan, pelaksanaan vaksin sampai pencatatan pelaporan data. Hasil kegiatan   target sasaran vaksinasi dosis 1 adalah 1.305.077 warga sudah menembus 1.319.451, sedangkan untuk dosis 2  telah mencapai 909.208 suntikan .  Jenis vaksin yang diberikan Sebagian besar adalah Sinovac dan sebagian kecil terdiri dari Moderna, Astra Zeneca dan Sinopharm 
PELATIHAN MANAJEMEN PERALATAN DAN ASISTENSI TINDAKAN BEDAH OBSTETRI GINELOKOGI DI LABORATORIUM UNIVERSITAS KARYA HUSADA SEMARANG Tri Ismu Pujiyanto; Durrotun Munafiah; M. Jamaluddin; Rizqitha Rizqitha; Sa’adah Mujahidah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sasambo Vol 4, No 1 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jpms.v4i1.1055

Abstract

Manajemen yang kompeten sangat penting untuk memberikan kualitas layanan laboratorium namun, hanya sedikit manajer laboratorium yang menerima pelatihan khusus pekerjaan di manajemen organisasi dan kepemimpinan. Laboratorium memerlukan pengelolaan yang terstandarisasi baik dalam hal pengelola maupun ketersediaan peralatan. Kegiatan ini untuk memberi pembekalan dan pemahaman tentang tata pengelolaan peralatan di laboratorium dan sistem pemantauan kinerja alat ukurnya, guna mendukung implementasi sistem mutunya. Pelatihan ini menggunakan pembelajaran campuran yaitu penyampaian materi secara daring dan ketrampilan simulasi secara luring. Dampak program dievaluasi melalui serangkaian penilaian sebelum dan sesudah laboratorium menggunakan ceklis proses perbaikan laboratorium bertahap menuju akreditasi, serta asesmen kompetensi peserta didik dengan kuis dan diskusi. Umpan balik dari peserta menunjukkan baik secara luring maupun daring, menunjukkan respon positif peserta terhadap kualitas kegiatan. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan memberikan manfaat bagi peserta, khususnya dalam bidang pengelolaan laboratorium. Peserta sangat setuju bahwa pembelajaran ini mampu meningkatkan operasi laboratorium yang nantinya dapat berkontribusi pada sistem manajemen laboratorium. Program ini mengajarkan teori kepemimpinan kepada pengelola laboratorium dan dosen Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Universitas Karya Husada Semarang, diperbolehkan mereka untuk menerapkan praktik manajemen di lingkungan laboratorium. Program seperti ini melengkapi program pelatihan manajemen mutu laboratorium yang sudah ada tersebut sebagai penguatan manajemen laboratorium menuju akreditasi.
OPTIMALISASI PELAYANAN POSYANDU DIFFABEL BALITA DI ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN ROWOSARI SEMARANG Indah Wulaningsih; Sa’adah Mujahidah; Dwi Kustriyanti; Witri Hastuti; Hermeksi Rahayu; Boediarsih; Rita Dewi S
WASATHON Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 02 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Klaten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61902/wasathon.v1i02.625

Abstract

Puskesmas Rowosari bekerja sama dengan kader kesehatan Kelurahan Rowosari membentuk wadah untuk anak-anak difabel ini melalui kegiatan Posyandu Balita Anak Difabel. Dalam posyandu ini anak-anak difabel diberikan ruang untuk mengekspresikan perasaannya sekaligus juga untuk mengubah stigma masyarakat tentang anak difabel. Namun dalam pelaksanaannya, posyandu anak difabel ini masih jauh dari sempurna. Peran kader yang belum pernah mendapat pelatihan tentang tumbuh kembang anak difabel sehingga dalam mengasuh anak-anak difabel ini hanya berdasarkan atas pengetahuan mereka saja. Selain itu sarana pra sarana dan alat bantu untuk stimulasi tumbuh kembang yang terbatas juga merupakan kendala yang dihadapi oleh para kader kesehatan di Kelurahan ini. Anak disabilitas memiliki hak yang sama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan dengan anak yang bukan disabilitas. Pelayanan kesehatan diawali dengan preventif, promotif dan rehabilitatif. Pencegahan disabilitas harus dilakukan sedini mungkin, namun jika disabilitas sudah terjadi diupayakan tingkat kemandirian seoptimal mungkin sesuai potensi yang dimiliki. Diperlukan sebuah terobosan berupa pendidikan dan pelatihan yang terstruktur yang bertujuan melatih kader baru yang dapat mengelola posyandu balita difabel yang lebih baik. Metode Pengabdian Masyarakat ini dilakukan dengan cara memberikan pendidikan dan pelatihan yang dikemas dengan menggunakan metode yang lebih interaktif, media yang dapat memberikan gambaran nyata pengelolaan posyandu.
Honey as an alternative wound healing therapy: a systematic review of clinical and preclinical evidence (2020-2024) Eni Kusyati; Dwi Indah Iswanti; Sa’adah Mujahidah; Dewi Mayangsari
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 15, No 2: June 2026
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v15i2.26951

Abstract

Wound management remains a significant global public health challenge, contributing to substantial morbidity, mortality, and healthcare costs. Honey has been increasingly investigated as a complementary wound care agent due to its antimicrobial, anti-inflammatory, and wound-healing properties. This systematic review aimed to synthesize and critically evaluate the current evidence on the use of honey as an alternative wound treatment. A systematic review was conducted following PRISMA guidelines. Six electronic databases (Scopus, Nature, ProQuest, EBSCO, SpringerLink, and ScienceDirect) were searched using predefined search terms for studies published between 2020 and 2024. Inclusion criteria encompassed human studies, mixed-methods or quantitative designs, and interventions using honey for wound care. Study quality was assessed using the Joanna Briggs Institute (JBI) critical appraisal tools. From 302 initially identified articles, 16 studies met the inclusion criteria after removing duplicates and screening. The included studies comprised randomized controlled trials, prospective controlled studies, case series, and in vitro investigations. Three themes emerged: i) Honey as a wound-healing therapy, demonstrating antimicrobial, anti-inflammatory, and biofilm-inhibiting properties; ii) Benefits of medical-grade honey (MGH), including accelerated epithelialization, reduced infection rates, and shorter recovery times; and iii) Recommendations for honey as a cost-effective, accessible alternative treatment. The evidence supports honey as a promising adjunctive therapy for wound management, particularly in resource-limited settings. However, the heterogeneity in study designs, honey types, and wound categories limits definitive conclusions. Future large-scale randomized controlled trials with standardized outcomes are needed to establish clinical guidelines for honey-based wound care.