Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Perancangan Semarang Wedding Center Iga Kristy Cahyasari; Sumarwanto; Rizka Tri Arinta
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v14i2.164

Abstract

Salah satu kegiatan bisnis yang sangat banyak adalah bisnis di bidang jasa perlengkapan pernikahan. Maraknya bisnis dibidang pernikahan dapat di lihat dari semakin banyaknya pelaksanaan pernikahan di berbagai Gedung-gedung pertemuan. Namun beragam gedung pertemuan tersebut tidak ada yang memiliki yang fungsi utama sebagai tempat untuk melangsungkan pesta pernikahan. Seperti kita tahu bahwa di dalam pernikahan akan sangat banyak hal yang perlu dipersiapkan , mulai dari souvenir, undangan, tempat resepsi, gaun pengantin, catering dan sebagainya. Bahwa di kota Semarang sendiri masih belum ada tempat pada ruang kota yang menjadi pusat pelayanan jasa pernikahan yang di dalamnya menyediakan informasi yang lengkap dan tepat untuk para calon pengantin seputar persiapan pernikahan sampai terselenggaranya acara pernikahan. Selain daripada itu informasi-informasi seputar pernikahan yang masih tersebar dan belum terorganisir dengan rapi, serta masih bersifat tradisional sehingga para calon pengantin harus mengunjungi beberapa tempat untuk mendapatkan informasi tertentu. Penggunaan konsep Arsitektur Kontermporer pada desain untuk menampilkan citra bangunan sehingga penggunaan konsep tersebut memiliki fungsi dari bangunan Wedding Center dapat dicapai melalui citra visual dari bangunan dan dapat menjadi landmark pada lingkungan. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.
Tingkat Perilaku Pandemic Fatigue Pekerja dalam Mempengarui Okularsentrisme Desain Ruang Kantor pada Sudut Pandang Pandang Neuro-Architecture: The Level of Pandemic Fatigue Among Workers in Influencing Ocularcentrism of Office Space Design from a Neuro-Architectural Perspective Rizka Tri Arinta; Prasasto Satwiko; Robert Rianto Wijaya
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.811

Abstract

Ocularcentrisme menjadi sebuah kepercayaan yang didasarkan hanya pada yang dilihat. Kepercayaan ini membentuk persepsi–persepsi pada otak manusia pada setiap objek yang ada di sekitarnya. Pandemic fatigue di Indonesia adalah hal yang berdampak besar pada pembentukan mental dalam menghadapi pandemi. Gejala mental ini menjadi awal mula tingginya kasus burnout dan depresi yang terjadi saat bekerja. Sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan tingkatan perilaku yang terjadi pada seseorang dengan gejala pandemic fatigue dalam mempengaruhi pemikiran okularsentrisme pada satu desain ruang kantor yang akan digagas dalam sudut pandang neuroarsitektur. Penelitian ini dilakukan dalam koridor penelitian eksperimental dengan pengolahan data kuantitatif dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) menggunakan software SEM – PLS. dalam melihat kondisi pandemic fatigue saat bekerja terdapat 4 set variabel internal, dan 4 variabel (workload, workflow, work-conflict, dan work climate) dengan 4 sub variabel itu ruang aktifitas, waktu dan prokes yang dipengaruhi secara eksternal. Analisis stastistik dengan menggunakan SEM digunakan untuk mencari korelasi antara pengaruh eksternal terhadap internalnya. Hasil dari penelitian ini terdapat 5 tingkatan gejala kelelahan yang mempengaruhi dilihat dari nilai loading faktor > 0,5 yaitu mulai dari workclimate, workflow, workload, workconflict, hingga motivasi dan kemampuan diri. Hubungan tersebut diperjelas dengan hasil pembentukan okularsentrisme dari 10 stimulus desain ruang kerja yang diberikan. Sehingga temuan ini menjadi sebuah pembuktian bahwa dalam membuat desain ruang kerja terdapat 12 elemen ruang yang harus diolah. Dan satu tempat yang nyaman dan dan aman dari era pandemi adalah pada ruang kerja Pribadinya.
Perancangan Semarang Wedding Center Iga Kristy Cahyasari; Sumarwanto; Rizka Tri Arinta
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 14 No. 2 (2020): July 2020
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v14i2.164

Abstract

Salah satu kegiatan bisnis yang sangat banyak adalah bisnis di bidang jasa perlengkapan pernikahan. Maraknya bisnis dibidang pernikahan dapat di lihat dari semakin banyaknya pelaksanaan pernikahan di berbagai Gedung-gedung pertemuan. Namun beragam gedung pertemuan tersebut tidak ada yang memiliki yang fungsi utama sebagai tempat untuk melangsungkan pesta pernikahan. Seperti kita tahu bahwa di dalam pernikahan akan sangat banyak hal yang perlu dipersiapkan , mulai dari souvenir, undangan, tempat resepsi, gaun pengantin, catering dan sebagainya. Bahwa di kota Semarang sendiri masih belum ada tempat pada ruang kota yang menjadi pusat pelayanan jasa pernikahan yang di dalamnya menyediakan informasi yang lengkap dan tepat untuk para calon pengantin seputar persiapan pernikahan sampai terselenggaranya acara pernikahan. Selain daripada itu informasi-informasi seputar pernikahan yang masih tersebar dan belum terorganisir dengan rapi, serta masih bersifat tradisional sehingga para calon pengantin harus mengunjungi beberapa tempat untuk mendapatkan informasi tertentu. Penggunaan konsep Arsitektur Kontermporer pada desain untuk menampilkan citra bangunan sehingga penggunaan konsep tersebut memiliki fungsi dari bangunan Wedding Center dapat dicapai melalui citra visual dari bangunan dan dapat menjadi landmark pada lingkungan. Pengaplikasiannya dilakukan secara zoning, denah, sirkulasi, maupun fasad. Diharapkan rancangan ini berguna dan memberikan inspirasi bagi pembaca.
KONDISI KENYAMANAN THERMAL PADA DESAIN BANGUNAN PERUMAHAN BUKIT VIOLAN JAYA SEMARANG Arinta, Rizka Tri; Hapsari, Rahma Nindi
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Many housing hills are developed in Semarang, this location is far from urban areas, there is still a lot of green land, making this location quite attractive to many city people. Although in terms of accessibility it is far from the city center, but the environmental conditions still tend to be comfortable to live in. With a fairly steep slope of the land, there are many impacts on the quality of the building. There were many discrepancies in the planning process which later became a residential environment whose climatic conditions were still very comfortable, but then had to use a lot of energy to create cooler air conditioning. This practical effort is not in line with the architectural design of the building which makes researchers intend to see the condition of thermal comfort in the residential area of Violan Jay Aini Hill.With measurements taken directly at 10 houses with types 36, 45 and 65 the time range from 05.00 to 22.00 for several days in several houses by looking at 3 points on the part of the house, namely the terrace, family room, and bedroom.From research conducted on 10 residential houses in hilly areas that are comfortable to live in, looking at the thermal comfort of climatic factors as measured by Wind Speed, Air Humidity, Air Temperature and Radiation in December 2019, it can be seen that on the terrace of the house, bedroom, and family rooms tend to be optimally comfortable.Abstrak: perumahan perbukitan banyak dikembangkan di semarang, lokasinya yang cuku jauh dari perkotaan, masih banyaknya lahan hijau, menjadikan lokasi ini cukup diminati oleh banyak masyarakat kota. Meski dari sisi aksesibilitias jauh dari pusat kota, namun kondisi iklim perumahan masih cenderung nyaman untuk ditinggali. Dengan kemiringan lahan yang cukup curam, banyak dampak yang terjadi pada kualitas bangunan. Banyak ketidak sesuaian dalam proses perancangan pemukiman yang kemudian menjadi lingkungan perumahan yang kondisi iklimnya masih sangat nyaman, namun justru kemudian harus banyak menggunakan energi untuk menciptakan pengkondisian udara yang lebih sejuk. Upaya praktis ini yang tidak sejalan dengan desain arsitektural bangunan yang membuat peneliti bermaksud untuk melihat kondisi kenyamanan termal pada daerah perumahan bukit violan jay aini.Dengan pengukuran yang diambil langsung pada 10 rumah dengan tipe 36, 45 dan 65 rentang waktu pukul 05.00 hingga 22.00 selama beberapa hari di beberapa rumah dengan melihat 3 titik pada bagian rumah yaitu teras, ruang keluarga dan juga ruang tidur.Dari penelitian yang dilakukan pada 10 rumah perumahan di daerah perbukitan nyaman untuk ditinggali, melihat kenyamanan thermal dari faktor iklim yang diukur melalui Kecepatan Angin, Kelembapan Udara, Suhu Udara dan Suhu Radiasi pada bulan Desember 2019 lalu dapat dilihat bahwa di teras rumah, ruang tidur, dan ruang keluarga cenderung nyaman optimal.
Tingkat Perilaku Pandemic Fatigue Pekerja dalam Mempengarui Okularsentrisme Desain Ruang Kantor pada Sudut Pandang Pandang Neuro-Architecture: The Level of Pandemic Fatigue Among Workers in Influencing Ocularcentrism of Office Space Design from a Neuro-Architectural Perspective Rizka Tri Arinta; Prasasto Satwiko; Robert Rianto Wijaya
SARGA: Journal of Architecture and Urbanism Vol. 17 No. 2 (2023): July 2023
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/sarga.v17i2.811

Abstract

Ocularcentrisme menjadi sebuah kepercayaan yang didasarkan hanya pada yang dilihat. Kepercayaan ini membentuk persepsi–persepsi pada otak manusia pada setiap objek yang ada di sekitarnya. Pandemic fatigue di Indonesia adalah hal yang berdampak besar pada pembentukan mental dalam menghadapi pandemi. Gejala mental ini menjadi awal mula tingginya kasus burnout dan depresi yang terjadi saat bekerja. Sehingga dalam penelitian ini bertujuan untuk menghubungkan tingkatan perilaku yang terjadi pada seseorang dengan gejala pandemic fatigue dalam mempengaruhi pemikiran okularsentrisme pada satu desain ruang kantor yang akan digagas dalam sudut pandang neuroarsitektur. Penelitian ini dilakukan dalam koridor penelitian eksperimental dengan pengolahan data kuantitatif dengan menggunakan SEM (Structural Equation Modelling) menggunakan software SEM – PLS. dalam melihat kondisi pandemic fatigue saat bekerja terdapat 4 set variabel internal, dan 4 variabel (workload, workflow, work-conflict, dan work climate) dengan 4 sub variabel itu ruang aktifitas, waktu dan prokes yang dipengaruhi secara eksternal. Analisis stastistik dengan menggunakan SEM digunakan untuk mencari korelasi antara pengaruh eksternal terhadap internalnya. Hasil dari penelitian ini terdapat 5 tingkatan gejala kelelahan yang mempengaruhi dilihat dari nilai loading faktor > 0,5 yaitu mulai dari workclimate, workflow, workload, workconflict, hingga motivasi dan kemampuan diri. Hubungan tersebut diperjelas dengan hasil pembentukan okularsentrisme dari 10 stimulus desain ruang kerja yang diberikan. Sehingga temuan ini menjadi sebuah pembuktian bahwa dalam membuat desain ruang kerja terdapat 12 elemen ruang yang harus diolah. Dan satu tempat yang nyaman dan dan aman dari era pandemi adalah pada ruang kerja Pribadinya.
Sistem Deteksi Aktivitas Dan Sirkulasi Ruang Sebagai Upaya Efisiensi Ruang Dengan Menggunakan Pozyx Arinta, Rizka Tri; Purwanto, LMF; Saswitko, Prasasto; Sanjaya, Ridwan
Neo Teknika Vol 7, No 2 (2021): Vol 7 No 2 (2021) : Jurnal Neoteknika Volume 7 Nomer 2 Desember 2021
Publisher : Universitas Pandanaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37760/neoteknika.v7i2.1834

Abstract

Seperti tali yang tidak terputus, begitulah prinsip programan ruang dalam perancangan desain arsitektur. Aktivitas dan sirkulasi merupakan bagian dari pemrograman yang sangat penting dalam organisasi ruang. Indonesia harus melakukan upaya untuk menentukan standar besaran ruang yang efektif dan efisien, karena dalam catatan jejak ekologisnya, Indonesia membutuhkan 0,06 lahan untuk tempat tinggal dan infrastruktur lainnya lebih banyak dari lahan yang tersedia saat ini. Angka ini dapat ditekan dengan upaya menciptakan satu efisiensi ruang, dengan efisiensi ini ini diharapkan mampu menentukan standar minimal besaran ruang yang sesuai dengan karakteristik masyarakat di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan metode analisis deskriptif, dengan melihat penggambaran yang dilakukan melalui pengamatan studi preseden untuk mendeteksi aktivitas dan pola sirkulasi yang terbentuk. Studi ini lakukan agar dalam penelitian berikutnya mampu menjadi sebuah alat dalam merekam karaktistik aktivitas dan pola sirkulasi yang dibentuk oleh masyarakat Indonesia. Hasil dari membandingkan data yang telah dilakukan oleh pozyx ini, aktivitas yang terekam dapat membentuk semua pola sirkulasi ruang, dengan demikian perangkat ini mampu dijadikan sebagai alat yang digunakan untuk menganalisa efisiensi ruang. Ruang yang efisian adalah ruang yang ketepatan dan kedaya gunaan yang tinggi, untuk itu dibutuhkan satu perancangan yang tepat guna sesuai dengan karakteristik masyarakat di Indonesia. Jika efiensi ruang tercapai maka standar dimensi ruang juga dapat di efektifkan, dengan demikian Indonesia mampu menekan angka kebutuhan lahan yang diperuntukkan untuk hunian dan pembangunan. Kata kunci : Sistem Deteksi, Aktifitas, Sirkulasi Ruang, Efisiensi Ruang, Pozyx