Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Antena Mikrostrip Array untuk Aplikasi Radar Cuaca pada Frekuensi C-Band Menggunakan Metode Defected Ground Structure Hanny Madiawati; Asep Barnas Simanjuntak; Enceng Sulaeman; Marsani Shadra Ibnu Hibban
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 7, No 2: December 2022
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v7.i2.2022.181-188

Abstract

Antena mikrostrip telah digunakan pada berbagai macam aplikasi, salah satunya adalah aplikasi radar cuaca. Dalam sistem radar diperlukan antena yang memiliki kehandalan untuk memancarkan dan menerima gelombang elektromagnetik. Antena yang banyak dikembangkan saat ini adalah antena berbasis teknologi mikrostrip. Antena mikrostrip memiliki kelebihan yaitu mudah difabrikasi dan mempunyai dimensi yang relatif kecil. Disamping kelebihan tersebut, antena ini memiliki kelemahan yaitu bandwidth yang sempit dan nilai gain yang rendah. Untuk mengatasi masalah tersebut, pada penelitian ini digunakan metode Defected Ground Structure (DGS) untuk meningkatkan bandwidth antena mikrostrip. Sedangkan, solusi untuk meningkatkan gain adalah dengan menggunakan teknik pencatuan proximity coupled dan teknik array. Antena ini dibuat menggunakan bahan FR4 dengan konstanta dielektrik 2,64, ketebalan bahan 2 mm, dan tangent loss 0,0019. Penelitian ini menghasilkan antena mikrostrip dengan frekuensi 5261,5-5648,7 MHz, return loss lebih dari 10 dB, gain lebih dari 9 dBi, bandwidth lebih dari 200 MHz, dan pola radiasi unidirectional. Antena ini pun mengalami kenaikan bandwidth sebesar 6,58% dan penurunan nilai gain sebesar 6,86%.
Antena Mikrostrip Circular Patch untuk Aplikasi Radar Altimeter pada Frekuensi C-Band Menggunakan Metode Parasitik Siti Latifah; Hanny Madiawati
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol21no2.453

Abstract

Currently, human mobility and traffic between regions and between countries are increasing, this requires the world of aviation to grow as well. One of the developments in the world of aviation is radar altimeter technology as an aircraft navigation system that works in the frequency range of 4.2 - 4.4 GHz. In this research, the realization of a microstrip antenna with a circular patch on the C-band frequency has been carried out with the addition of parasitic elements and proximity coupled feeding to strengthen the gain and widen the bandwidth. The antenna is made using Rogers RT5870 material which has a relative permittivity of 2.33, a material thickness of 1.575 mm and a loss tangent of 0.0012. The measurement results show that the bandwidth of 300 MHz is 3.54% narrower than the simulation results, while the gain is 4.79% to 8.13 dBi and the radiation pattern is unidirectional.
Desain Band Pass Filter pada Frekuensi X-Band Menggunakan Metode Square Resonator untuk Aplikasi Radar Navigasi Trisa Mira; Sutrisno; Hanny Madiawati
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 21 No 2 (2022): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol21no2.456

Abstract

A bandpass filter is a component that can pass signals within a certain frequency range, bandpass filter will pass frequencies that are within the cut-off frequency range and reduce frequencies that are outside the cut-off frequency range. A bandpass filter can be used as a component in a navigation radar system in its application. The navigation radar works on X-band frequency, so we need a bandpass filter that can work at the X-band frequency, where in addition to passing the desired frequency and dampening unwanted frequencies, the bandpass filter can also prevent interference that can occur in the modulation process on the radar system. So in this study, a bandpass filter type filter that works at the X-band frequency with a center frequency of 9,1 GHz will be designed, where this filter will be created using the square resonator method, the advantages of this method in addition to its dimensions and simple circuit, the resonator with the shape square will have a suitable bandpass filter response. The final optimization filter that has been carried out produces parameters including the center frequency which is at 9,1 GHz, the bandwidth is 1.5 Ghz, S1.1 is 2,6 dB, and S2.1 is 14.4 dB.
Training on CCTV Use and Maintenance at SLB Purnama Asih Hertog Nugroho; Usman B Hanafiah; Hanny Madiawati; Taufik Irfan; Ferry Satria; Rifa Hanifatunnisa; Nila Novita Sari
REKA ELKOMIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 4, No 3 (2023): REKA ELKOMIKA
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaelkomika.v4i3.223-231

Abstract

SLB Purnama Asih is a Special Education School in the Ciwaruga area, just behind the Bandung State Polytechnic campus. There are now 49 students and eight teachers, including the Principal. With a huge number of students and the situation of children who require special monitoring, a monitoring system that can assist instructors in monitoring students in their activities and interactions at school is required. It is important to design and construct a Closed Circuit Television  (CCTV) security system at several school locations to address this. CCTV installation in schools can assist in increasing security and identifying possible threats or criminal activity. It can also assist the school in taking action in an emergency. The procedure that will be followed is installing and training the CCTV security system. The training strategy that will be used is to provide theoretical and practical information. The survey data from 12 respondents, using the Likert approach, revealed that this system was in the excellent range, with a percentage of 96.67%.
Optimasi Antena Mikrostrip 4 Elemen Untuk Aplikasi VSAT Dengan Pencatuan Proximity Coupled Pada Frekuensi Ku-Band Madiawati, Hanny; Simanjuntak, Asep Barnas; Senja, Fikri Purwana
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 9, No 1: June 2024
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v9.i1.2024.13-20

Abstract

Kebutuhan akan sistem komunikasi satelit dengan menggunakan frekuensi Ku Band mulai berkembang di Indonesia. Sistem komunikasi satelit pada kendaraan bergerak membutuhkan antena dengan ukuran yang kecil sebagai pengganti parabola untuk mengurangi massa keseluruhan sistem serta memiliki kinerja yang baik untuk memancarkan dan menerima gelombang elektromagnetik. Antena mikrostrip merupakan suatu perangkat yang dapat mendukung aplikasi mobile VSAT karena memiliki karakteristik antena low-profile, mudah dibuat, murah dan fleksibel. Namun, antena ini memiliki kelemahan yaitu nilai gain dan bandwidth yang rendah. Untuk mengatasi masalah ini maka digunakan metode proximity coupled dan desain antena array untuk meningkatkan gain dan bandwidth antena mikrostrip yang lebar. Aplikasi mobile VSAT dibutuhkan antena penerima yang dirancang dengan polarisasi circular agar saat digunakan pada kendaraan bergerak dengan tetap menjaga kelangsungan hubungan telekomunikasi selama bergerak. Penelitian ini berhasil melakukan optimasi antena mikrostrip 1x4 yang beroperasi pada frekuensi downlink Ku-band dan teknik pencatuan proximity coupled dengan meningkatkan parameter bandwidth sebesar 26% dari penelitian sebelumnya. Antena mikrostrip ini bekerja pada rentang frekuensi 11739 – 12550 MHz dengan bandwidth sebesar 811 MHz, memiliki gain 10,7 dB, pola radiasi directional, dan polarisasi circular.
Antena Mikrostrip Multilayer Parasitik pada Frekuensi C Band Radar Cuaca MADIAWATI, HANNY; RAHMANSYAH, RIDWAN; SIMANJUNTAK, ASEP BARNAS
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 11, No 4: Published October 2023
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v11i4.933

Abstract

ABSTRAKRadio Detection and Ranging (RADAR) merupakan teknologi yang berfungsi untuk mendeteksi, mengukur jarak dan memetakan objek. Salah satu jenis sistem radar adalah sistem radar cuaca yang mempunyai frekuensi C band dengan rentang 5.250 – 5.725 GHz. Komponen utama dalam sistem radar adalah antena. Antena mikrostrip memiliki ukuran kecil, tipis dan mudah diintegrasikan. Namun memiliki masalah bandwidth yang rendah yaitu sebesar 3-5%. Untuk meningkatkan bandwidth antena mikrostrip ini digunakan metode multilayer parasitik. Pada penelitian ini berhasil diperoleh peningkatan bandwidth pada hasil simulasi sebesar 7.1%. Sedangkan setelah realisasi diperoleh peningkatan bandwidth sebesar 39.6%. Pada hasil realisasi antena mikrostrip multilayer parasitik pada frekuensi C band radar cuaca diperoleh hasil pengukuran band frekuensi 5.187 – 5.912 GHz, bandwidth 725.8 MHz, gain 6.99 dB dan pola radiasi unidireksional.Kata kunci: Antena Mikrostrip, C Band, Multilayer, Parasitik, Radar Cuaca ABSTRACTRadio Detection and Ranging (RADAR) is a technology that functions to detect, measure distance and map objects. One type of radar system is a weather radar system that has a C band frequency with a range of 5,250 - 5,725 GHz. The main component in a radar system is the antenna. Microstrip antennas are small, thin and easy to integrate. However, it has a low bandwidth problem of 3-5%. To increase the bandwidth of this microstrip antenna, the parasitic multilayer method is used. In this study, an increase in bandwidth was successfully obtained in simulation results of 7.1%. Meanwhile, after realization, an increase in bandwidth of 39.6% was obtained. In the realization of the parasitic multilayer microstrip antenna at the C band frequency of the weather radar, the measurement results of the frequency band 5.187 - 5.912 GHz, bandwidth 725.8 MHz, gain 6.99 dB and unidirectional radiation pattern were obtained.Keywords: Microstrip Antenna, C Band, Multilayer, Parasitic, Weather Radar
Desain dan Implementasi Antena Mikrostrip VSAT Bergerak pada Frekuensi Downlink Ku Band MADIAWATI, HANNY; SURYANA, JOKO
ELKOMIKA: Jurnal Teknik Energi Elektrik, Teknik Telekomunikasi, & Teknik Elektronika Vol 4, No 2: Published July - December 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/elkomika.v4i2.160

Abstract

ABSTRAKKebutuhan sistem komunikasi satelit bergerak pada pita Ku sekarang ini mulai berkembang di Indonesia. Ku-band memiliki ketersediaan lebar pita yang besar dan memilikipanjang gelombang yang lebih pendek. Panjang gelombang yang pendek berpengaruh pada dimensi perangkat yang lebih kecil.Pada umumnya antena satelit untuk sistem yang bergerak menggunakan parabola namun penggunaannya pada kendaraanterkendalaberatnya masa keseluruhan sistem sehingga diperlukan sistem kendali motor dengan harga mahal. Oleh karena itu, penggunaan antena mikrostrip dengan metode antena susun (array) menjadi solusi yang dapat memungkinkan kendaraan tetap bergerak dengan baikdengan tetap menjaga kelangsungan hubungan telekomunikasi selama bergerak.Pada penilitian ini, suatu antena mikrostrip penerima dengan menggunakan metode array dengan jumlah patch2x16 yang mampu bekerja pada pita Ku-Band telah dirancang dan direalisasikan. Antena ini bekerja pada frekuensi 11,9 GHz dengan gain sebesar18,69 dB.Kata kunci: komunikasi satelit, Ku-Band, antena mikrostrip, antena mikrostrip array.ABSTRACTNeeds of mobile satellite communication system at Ku Band are currently being widely grown in Indonesia. Ku-band has a large bandwidth availability and has a shorter wavelengt. The short wavelength effect on the smaller device dimensions. In general, satellite antennas for mobile system uses parabolic antenna but if its use on vehicles the obstacle is weighing of the whole system so it takes motor control system with an expensive price. Therefor, the use of microstrip antenna by using antenna array is a solution that can allow the vehicle to keep moving well while maintaining the continuity of telecommunication links during the move. In this research, a microstrip antenna array receiver using the patch number 2x16 are able to work in the Ku-band has been design dan realized. The antenna work at 11.9GHz with a gain 18,69dB.Keywords: satellite communication, Ku-Band, microstrip antenna, array microstrip antenna.
Optimasi Antena Mikrostrip Multilayer Dengan Metode Parasitic U-Slot Pada Frekuensi C-Band Madiawati, Hanny; Nur Febriana, Liana; Ludiyati, Hepi; Sulaeman, Enceng
JTERA (Jurnal Teknologi Rekayasa) Vol 10, No 1: Juni 2025
Publisher : Politeknik Sukabumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31544/jtera.v10.i1.2025.25-32

Abstract

Antena mikrostrip merupakan antena yang mudah dirancang, ringan, dimensi yang kecil dan bahan substrat tidak mahal, namun antena mikrostrip memiliki kekurangan yaitu bandwidth yang sempit. Pada penelitian ini antena yang dirancang dan direalisasikan bekerja pada pita frekuensi C band dengan rentang frekuensi 5250-5725 MHz, untuk mengatasi permasalahan bandwidth tersebut sebelumnya telah dirancang antena mikrostrip dengan menggunakan metode multilayer parasitic dengan nilai bandwidth yang didapatkan sebesar 725 MHz, untuk mengoptimalkan penelitian sebelumnya pada penelitian ini dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip dengan metode multilayer parasitic dengan penambahan metode u slot dengan teknik pencatuan proximity coupled yang berfungsi untuk meningkatkan bandwidth. Hasil pengujian dari penelitian ini antena mikrostrip multilayer parasitic dengan penambahan metode u-slot berhasil memperoleh peningkatan bandwidth sebesar 47.5% dari hasil realisasi sebelumnya antena mikrostrip multilayer parasitc tanpa menggunakan u-slot, dan diperoleh hasil band frekuensi pengujian antena 4980 - 6050 MHz, bandwidth 1.070 MHz, gain 5.48 dBi dan pola radiasi unidirectional. Substrat yang digunakan pada perancangan antena ini merupakan Rogers RT5880 dengan konstanta dielektrik (εr) = 2.2, ketebalan bahan (h) = 1.575 mm, dan tangen loss (δ) = 0,0009.
Two Omnidirectional Antenna Models for Ship Hull Corrosion Detection Radar System Ludiyati, Hepi; Zharfani Ashlah, Aqiila Putri; Jayanti, Erika Dwi; Madiawati, Hanny; Sulaeman, Enceng
JURNAL INFOTEL Vol 16 No 4 (2024): November 2024
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v16i4.1213

Abstract

This paper discusses two modified monopole antenna models. These antenna models are designed to detect hull corrosion of ships, which is predicted to be the cause of hull leaks. The modification was carried out by adding a conical parasitic element aimed at widening the bandwidth and increasing the antenna gain. The conical parasitic on the first antenna is directed upwards, while the second is the opposite. The first model uses a cone with a larger diameter than the second model. The calculation of the cone diameter is based on half the wavelength of the frequencies generated by the antenna. With a smaller diameter, PTFE is added between the monopole and the parasitic cone to avoid short circuits. This configuration is intended to see the effective antenna model widen the bandwidth and increase the gain. Antenna performance testing was carried out using a vector network analyzer and software-defined radio. The test results show that both antenna models are omnidirectional in radiation. The first model operates at a frequency of 3904.7 - 7793.1 MHz with a bandwidth of 3888.4 MHz and a highest gain of 10 dBi. The second model operates at a frequency of 2282.4 - 3324.1 MHz with a bandwidth of 1041.7 MHz and a highest gain of 8dBi. Thus, the first antenna model has a higher bandwidth and gain than the first model, but both have met the requirements for ship hull corrosion detection antennas.
Antena Mikrostrip Dual-Band Menggunakan Metode Parasitik, Defected Ground Structure dan U Slot Madiawati, Hanny; Nastiti, Adisti
Prosiding Industrial Research Workshop and National Seminar Vol. 16 No. 1 (2025): Vol. 16 No. 1 (2025): Prosiding 16th Industrial Research Workshop and National
Publisher : Politeknik Negeri Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35313/irwns.v16i1.6640

Abstract

Antena mikrostrip memainkan peran penting dalam sistem komunikasi nirkabel, terutama untuk mendukung aplikasi Wi-Fi yang berada pada frekuensi 2.4 GHz dan 5.1 Ghz. Dalam penelitian ini, telah dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip dual band yang mampu bekerja secara optimal pada kedua frekuensi tersebut dengan metode parasitik dan slot berbentuk U pada patch utama serta tambahan DGS untuk memperluas bandwidth dan meningkatkan gain. Desain antena menggunakan bahan substrat Rogers Duroid 5880 dengan εr sebesar 2.2, h sebesar 1.575 mm dan tan δ yaitu 0.0009. Elemen parasitik ditambahkan di sekitar patch utama untuk menghasilkan resonansi dual band, sedangkan teknik pencatuan proximity coupled digunakan untuk meningkatkan bandwidth. Spesifikasi antena pada penelitian ini adalah band frekuensi 2.4 GHz dan 5.1 GHz dengan bandwidth ≥ 100 MHz, serta gain ≥ 5 dB di setiap frekuensi kerja. Hasil simulasi didapat bandwidth 309 MHz dan 171 MHz serta gain 5.266 dBi dan 8.695 dBi untuk masing – masing frekuensi. Sementara, hasil pengukuran memperoleh bandwidth masing – masing 388 MHz dan 388 MHz, serta gain 8.84 dBi dan 11.3 dBi.