Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

METODE ICE BREAKING UNTUK MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SD NEGERI 14 PEMULUTAN DESA SIMPANG PELABUHAN DALAM Gita Arinda; Rina Oktaviana
Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2024): Musyawarah: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/musyawarah.v2i1.1700

Abstract

Minat dalam belajar adalah kecenderungan seorang anak terhadap suatu pembelajaran yang berasal dari rasa suka atau ketertarikan terhadap pembelajaran yang tidak dipengaruhi oleh orang lain, cara paling efektif untuk membangkitkan minat terhadap mata pelajaran baru adalah dengan memanfaatkan minat siswa yang sudah ada. Adapun permasalahan siswa di SD Negeri 14 Pemulutan dari hasil observasi dalam proses pembelajaran masih kurang berkonsentrasi siswa pada proses pembelajaran masih belum begitu terfokus, ketertarikan akan materi pembelajaran belum menyeluruh pada siswa, rasa senang pada saat pembelajaran berlangsung belum begitu terlihat dan masih rendahnya keterlibatan siswa untuk bertanya atau merespon penjelasan guru. Metode ice breaking adalah sebagai salah satu teknik pembelajaran yang menarik minat siswa untuk mulai bersemangat dalam mengikuti pembelajaran yang berlangsung karena dengan adanya ice breaking ini dapat menarik perhatian anak agar dapat fokus dalam pembelajaran. Hasil pengenalan ice breaking yang penulis lakukan disambut baik oleh guru dan peserta didik dan menambah minat dalam belajar siswa.
PSIKOEDUKASI MEDIA PUZZLE UNTUK MENARIK PERHATIAN PADA ANAK KELAS B1 TK RIFANDA PALEMBANG Rina Oktaviana; Yunia Tabita Purba
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.40067

Abstract

Upaya dalam pemberian layanan Pendidikan bagi anak dilakukan dengan memberikan media pembelajaran yang dapat membantu anak dalam perkembangannya. Upaya tersebut adalah dengan memberikan psikoedukasi melalui media puzzle untuk menarik perhatian pada anak kelas B TK Rifanda. Metode yang dilakukan yaitu menggunakan media puzzle untuk melatih fokus pada anak. hasil pengabdian Masyarakat bahwa media permainan puzzle dapat menarik fokus perhatian anak. Terlihat dari sebelum dan sesudah pemberian puzzle dari pertemuan pertama sampai dengan pertemuan kelima. Pada akhirnya anak dapat Menyusun kepingan puzzle dan tetap memperhatikan satu objek puzzle yang ada didepannya hingga penyususunan selesai. Pemberian puzzle dengan gambar dan warna beragam juga dapat membantu menarik perhatian pada anak.
SOSIALISASI PEMAHAMAN MORALITAS TENTANG SEKSUAL PADA ANAK-ANAK DI SDN 17 TANJUNG BATU Rina Oktaviana; Kholifa Khoirunnisa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.42327

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi partisipasi. Hasil pengabdian Masyarakat yaitu kegiatan Sosialisasi Pemahaman Moralitas Seksual pada Anak-Anak di SDN 17 Tanjung Batu bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa kelas 3 dan 4 tentang moralitas seksual dan pentingnya pencegahan kekerasan seksual. Kegiatan ini dilakukan dalam dua pertemuan dengan metode ceramah, bermain peran, pemutaran mini movie, diskusi tanya jawab, dan bernyanyi bersama. Siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi, terutama saat menonton mini movie dan bernyanyi. Kuis yang diberikan juga mendapat respons positif, dengan banyak siswa yang aktif menjawab. Hasilnya, para siswa menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang disampaikan, dapat menjawab pertanyaan dengan tepat, dan mampu mereview materi dengan baik, yang menunjukkan tujuan penyuluhan tercapai dengan baik.
PEMBERIAN MODEL KONSELING UNTUK MENGATASI MASALAH SOSIAL SISWA SMK YPIP TALANG UBI PAL Rina Oktaviana; Nadia Putri
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 4 (2025): Volume 6 No 4 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i4.48830

Abstract

SMK YPIP Talang Ubi Pali memiliki peran strategis dalam mempersiapkan peserta didik agar mampu bersaing di dunia kerja dengan keterampilan yang aplikatif dan karakter yang tangguh Metode yang digunakan dalam pengabdian Masyarakat ini yaitu konseling untuk untuk mengidentifikasi dan mengatasai masalah sosial yang dialami siswa. Hasil pengabdian Masyarakat didapatkan hasil bahwa program magang berkontribusi positif dalam mengatasi masalah sosial siswa melalui penerapan model konseling. Siswa menghadapi berbagai persoalan seperti konflik interpersonal, perilaku menyimpang, dan pengaruh lingkungan negatif. Melalui pendekatan konseling individu, kelompok, psikoedukasi, dan expressive writing, terjadi perubahan positif pada siswa, termasuk peningkatan keterbukaan, pengelolaan emosi, dan interaksi sosial. Konseling yang fleksibel dan berbasis humanistik-kognitif terbukti efektif, didukung oleh kolaborasi guru dan pihak sekolah yang berkelanjutan
Implementasi Media Poster Mini sebagai Sarana Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual pada Anak di SDN 243 Palembang Rina Oktaviana; Patri Afrianti
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i3.1953

Abstract

The rapid development of information and communication technology has expanded access to information but has also increased the risk of sexual abuse against children, both through direct interactions and digital media. The method used in this program was an educational socialization session utilizing mini posters to provide students at SD Negeri 243 Palembang with knowledge on the prevention of child sexual abuse from an early age. The results showed that the educational program conducted by the Palembang Office of Women's Empowerment and Child Protection (DP3A) successfully implemented mini posters as an effective educational medium. The posters supported the delivery of information in a simple, engaging, and age-appropriate manner, making it easier for students to understand the material. Based on observations during the activity, students demonstrated a good understanding of the importance of personal safety, were able to recognize inappropriate behaviors, and understood the appropriate actions to take if they experienced or witnessed sexual abuse.
PSIKOEDUKASI TERHADAP ANAK PANTI ASUHAN SITI BALQIS USIA 8-15 TAHUN Fenny Nurhalyza; Rina Oktaviana
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i1.216

Abstract

Anak-anak yang tinggal di panti asuhan sering kali menghadapi tantangan psikososial kompleks yang menghambat kemampuan regulasi emosi mereka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan pengelolaan emosi pada 16 anak usia 8–15 tahun di Panti Asuhan Siti Balqis Palembang. Metode yang digunakan adalah psikoedukasi partisipatif yang terbagi dalam empat sesi, meliputi pengenalan emosi dasar, ekspresi emosional, latihan asertivitas melalui roleplay, dan teknik relaksasi pernapasan dengan dukungan media visual PowerPoint. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan literasi emosional yang signifikan, di mana peserta mampu mengidentifikasi emosi dasar dan mulai menggunakan kalimat asertif untuk menyatakan perasaan. Selain itu, tercipta pergeseran iklim komunikasi di panti asuhan, ditandai dengan peningkatan respon empatik dari pengasuh terhadap ekspresi emosi anak. Program ini menyimpulkan bahwa penggunaan media visual dan pendekatan interaktif efektif dalam membangun fondasi regulasi emosi pada anak dalam pengasuhan alternatif. Namun, keberlanjutan perubahan perilaku tetap memerlukan pendampingan berkelanjutan dari pengasuh sebagai model peran di lingkungan panti.  
Keluarga Tangguh: Komunikasi Efektif Orang Tua dan Anak untuk Meningkatkan Pemahaman Mengenai Perkembangan Psikologis Anak di Desa Tanjung Lago Safira Dwi Ramadhanti; Rina Oktaviana
JURNAL AKADEMIK PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 4 No. 1 (2026): Januari
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/japm.v4i1.8085

Abstract

This Community Service Program (KKNT) was conducted in Tanjung Lago Village with a focus on strengthening families through effective communication between parents and children. The background of the program is the lack of parental understanding of children's psychological development, especially during adolescence, which may lead to rigid and less adaptive parenting styles. The aim of this activity is to provide psychoeducation on the stages of child psychological development based on Piaget’s and Hurlock’s theories, as well as to train effective communication skills such as active listening and the use of I-Messages. The method used was an educational workshop with a participatory approach, supplemented by self-reading modules for parents. The results showed a significant increase in parents' understanding of adolescent developmental characteristics, a shift from instructive to dialogic parenting patterns, and the creation of more harmonious two-way communication. Additionally, the distributed modules successfully served as independent literacy instruments that supported program sustainability. It can be concluded that family-based psychoeducational interventions are capable of strengthening family resilience and supporting children's psychological well-being amidst the challenges of the Industry 4.0 era.
Implementasi Game Based Learning Menggunakan Media Role Play untuk Meningkatkan Perkembangan Kognitif Siswa SMA Negeri 5 Palembang pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Enjely Qurrotuaini; Rina Oktaviana
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i1.1759

Abstract

This community service aims to enhance students’ cognitive development through Game Based Learning (GBL) using Role Play in English lessons at SMA Negeri 5 Palembang. The Role Play method allows students to assume roles according to predetermined scenarios to train their understanding, thinking skills, and cognitive development. The results of the community service indicate that the implementation of GBL with Role Play effectively improves student participation, speaking confidence, collaboration, and learning motivation. These interactive activities, supported by evaluations through quizzes and self-reflection, strengthen both academic and psychological awareness while comprehensively developing students’ cognitive and affective competencies.
Implementasi Program Team Building Berbasis Cooperative dalam Upaya Mengatasi Stres dan Meningkatkan Kognisi Sosial pada Siswa Kelas XI di SMA Negeri 5 Palembang Sapri Yani; Rina Oktaviana
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i1.1763

Abstract

This community service program aimed to describe the implementation of a team-building program based on cooperative games as an effort to reduce academic stress and enhance social cognition among eleventh-grade students at SMA Negeri 5 Palembang. The methods employed in this community service activity included observation and interviews, supported by instructional media designed to strengthen students’ learning experiences during cooperative game activities. The results indicated that the cooperative games–based team-building program was implemented effectively, in a well-structured manner, and in accordance with its objectives. Activities emphasizing cooperation, active participation, and experiential learning created a more relaxed, enjoyable, and supportive learning environment, thereby helping to reduce students’ academic stress. Students demonstrated increased enthusiasm, focus, and openness in social interactions. Furthermore, the program had a positive impact on students’ social cognition by improving interpersonal communication, empathy, mutual trust, and shared responsibility, while also fostering more inclusive social relationships among students.
SOSIALISASI PENCEGAHAN STOP BULLYING VERBAL DAN CYBER BULLYING PADA SISWA SDN 243 PALEMBANG Rina Oktaviana; Sasta Meilani
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Inpress Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.60692

Abstract

Anak merupakan generasi penerus bangsa yang berhak memperoleh perlindungan, pendidikan, dan lingkungan yang aman. Namun, bullying verbal dan cyber bullying masih sering terjadi di lingkungan sekolah serta berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan psikologis anak. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai pencegahan bullying verbal dan cyber bullying sejak usia dini. Metode yang digunakan adalah sosialisasi kepada siswa kelas V SDN 243 Palembang melalui penyampaian materi edukatif, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan penggunaan media poster mini. Materi yang disampaikan meliputi pengertian, bentuk, dampak, serta cara mencegah dan melaporkan tindakan bullying. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sosialisasi berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai bullying verbal dan cyber bullying. Penggunaan media poster mini membuat penyampaian materi lebih menarik, mudah dipahami, serta mendorong partisipasi aktif siswa. Kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran siswa dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari bullying.