Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Jurnal Kedaymas

PENERAPAN HASIL PENGABDIAN MASYARAKAT PENJUALAN KONSINYASI PADA PENGAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN Pujiati, Diyah; Shonhadji, Nanang; Nahumuri, Joicenda; Samekto, Agus
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Vol 4, No 1 (2024) : Januari 2024
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v4i1.4298

Abstract

Masalah yang sering mucul pada penjulan konsinyasi yaitu karena hak milik atas barang yang berada pada pengamanat, maka barang konsinyasi harus dilaporkan. Barang konsinyasi tidak boleh diperhitungkan sebagai persediaan komisioner. Pada saat pengiriman barang konsinyasi tidak menimbulkan pendapatan dan tidak dipakai sebagai kriteria untuk mengetahui atau mengakui pendapatan, baik bagi pengamanat maupun bagi komisioner sampai dengan saat barang terjual pada pihak ketiga. Pihak pengamanat sebagai pemilik tetap bertanggungjawab sepenuhnya terhadap semua biaya berhubungan dengan barang barang konsinyasi. Pedagang UMKM kue di kampung rungkut ini masih kesulitan menentukan informasi persedian kue yang terjual dengan sistem penjulan konsinyasi yang sudah mereka lakukan,baik persediaan milik sendiri maupun persediaan yang merupakan barang konsinyasi, sehingga mereka tidak mengetahui secara akurat berapa rupiah penjualan yang diperoleh dari penualan kue mereka sendiri dan berapa yang bersal dari barang konsinyasi. Oleh sebab itu maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen, mahasiswa dan mitra UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dikuatkan dalam materi perkuliahan akuntansi penjualan konsinyasi pada mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan. Solusi yang diberikan adalah Laporan hasil penyesuaian catatan penjualan konsinyasi mitra dengan laporan penjualan konsinyasi yang telah diperbaiki dan sesuai dengan konsep akuntansi. Laporan analisa deskriptif atas usaha yang telah dilakukan untuk menyelesaikan permasalah mitra. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah desain kartu penjulan konsinyasi, desain kasus penjulan konsinyasi dan desain pembelajaran mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan dengan hasil pengabdian kepada masyarakat..
PENERAPAN HASIL PENGABDIAN MASYARAKAT PENJUALAN KONSINYASI PADA PENGAJARAN AKUNTANSI KEUANGAN Pujiati, Diyah; Shonhadji, Nanang; Nahumuri, Joicenda; Samekto, Agus
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2024): Vol 4, No 1 (2024) : Januari 2024
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v4i1.4298

Abstract

Masalah yang sering mucul pada penjulan konsinyasi yaitu karena hak milik atas barang yang berada pada pengamanat, maka barang konsinyasi harus dilaporkan. Barang konsinyasi tidak boleh diperhitungkan sebagai persediaan komisioner. Pada saat pengiriman barang konsinyasi tidak menimbulkan pendapatan dan tidak dipakai sebagai kriteria untuk mengetahui atau mengakui pendapatan, baik bagi pengamanat maupun bagi komisioner sampai dengan saat barang terjual pada pihak ketiga. Pihak pengamanat sebagai pemilik tetap bertanggungjawab sepenuhnya terhadap semua biaya berhubungan dengan barang barang konsinyasi. Pedagang UMKM kue di kampung rungkut ini masih kesulitan menentukan informasi persedian kue yang terjual dengan sistem penjulan konsinyasi yang sudah mereka lakukan,baik persediaan milik sendiri maupun persediaan yang merupakan barang konsinyasi, sehingga mereka tidak mengetahui secara akurat berapa rupiah penjualan yang diperoleh dari penualan kue mereka sendiri dan berapa yang bersal dari barang konsinyasi. Oleh sebab itu maka dilakukan kegiatan pengabdian masyarakat yang melibatkan dosen, mahasiswa dan mitra UMKM. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dikuatkan dalam materi perkuliahan akuntansi penjualan konsinyasi pada mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan. Solusi yang diberikan adalah Laporan hasil penyesuaian catatan penjualan konsinyasi mitra dengan laporan penjualan konsinyasi yang telah diperbaiki dan sesuai dengan konsep akuntansi. Laporan analisa deskriptif atas usaha yang telah dilakukan untuk menyelesaikan permasalah mitra. Luaran yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah desain kartu penjulan konsinyasi, desain kasus penjulan konsinyasi dan desain pembelajaran mata kuliah akuntansi keuangan lanjutan dengan hasil pengabdian kepada masyarakat..
Pelatihan Personal Branding: Menjadi Prima (Pribadi Mandiri) Dan Bertata Krama Melalui Pengembangan Mindset Suci, Nur; Suryani, Tatik; Delonix Renzina, Yudha; Pujiati, Diyah; Septama, Muhammad
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v6i2.5279

Abstract

Mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah siswa-siswa kelas XII pada Sekolah Menengah Atas Negeri 20 Surabaya. Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilatarbelakangi oleh kondisi yang menunjukkan (1) kurangnya pemahaman dan kesadaran siswa untuk berpikir dewasa dan bertindak secara mandiri, (2) belum terbiasanya siswa dalam menerapkan tata krama di lingkungan sekolah, dan (3) kurangnya kesadaran untuk mengoptimalkan waktu yang ada untuk mendukung keberhasilan studi dan mendukung keberhasilan masa depan. Adapun solusi yang ditawarkan adalah melakukan pelatihan kepada para siswa SMA Negeri 20 Surabaya mengenai cara mentrasnformasi mind set untuk mengembangkan kepribadian dengan membangun kemandirian dan berperilaku sesuai dengan tata krama yang berlaku melalui pemanfaatan waktu dengan time management yang efektif sehingga dapat mendukung personal branding. Hal ini relevan dengan program pengembangan profil pelajar Pancasila elemen 1 (berakhlak mulia) dan elemen 4 (Mandiri). Tahapan yang dilaksanakan dalam kegiatan PKM ini terdiri dari lima tahap, yakni: tahap identifikasi kebutuhan, tahap persiapan, tahap penentuan jadwal pelatihan, tahap pelaksanaan (edukasi) atau tahap pelatihan dan tahap evaluasi.
Workshop Penyusunan Laporan Keuangan Masjid dengan Aplikasi FoxPro dan ISAK 35 pada Pengurus Takmir di Surabaya Budisusetyo, Sasongko; Shonhadji, Nanang; Pujiati, Diyah; Samekto , Agus
Jurnal KeDayMas: Kemitraan dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 7 No. 01 (2026): Januari Volume 7 No.1
Publisher : Research Center and Community Services (PPPM) Universitas Hayam Wuruk "Perbanas" Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14414/kedaymas.v7i1.5527

Abstract

Workshop penyusunan laporan keuangan masjid dengan aplikasi FoxPro dilaksanakan di Masjid Ash-Shoobirin, Surabaya, pada 25 Oktober 2025 dengan melibatkan 68 peserta dari 37 masjid. Kegiatan ini bertujuan menjawab permasalahan utama pengelolaan keuangan masjid, yaitu pencatatan manual yang rentan kesalahan, minimnya literasi akuntansi, serta kurangnya penerapan standar ISAK 35. Metode pelaksanaan dilakukan secara terstruktur melalui pelatihan teknis, sesi narasumber, pendampingan langsung, dan diskusi kelompok. Narasumber terdiri dari akademisi, praktisi, dan pengurus masjid yang memberikan perspektif komprehensif mengenai integrasi teknologi akuntansi dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Hasil kegiatan menunjukkan transformasi signifikan: 90% peserta mampu menyusun laporan digital berbasis FoxPro, 85% memahami standar ISAK 35, dan seluruh peserta memperoleh pengalaman praktis dari sharing narasumber. Diskusi kelompok memperkuat komitmen bersama antar takmir untuk menerapkan good mosque governance dalam pengelolaan dana umat. Workshop ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat kesadaran akan pentingnya akuntabilitas, transparansi, dan keberlanjutan tata kelola masjid. Dengan demikian, kegiatan ini menjadi model pengabdian masyarakat yang mengintegrasikan teknologi, standar akuntansi, dan pemberdayaan komunitas.