Alwafi Pujiraharjo
Staf Pengajar Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Malang.

Published : 38 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search
Journal : Rekayasa Sipil

Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Ketersediaan Air Baku Di Kabupaten Mojokerto Pujiraharjo, Alwafi; Rachmansyah, Arief; Wijatmiko, Indradi; Suharyanto, Agus; Zaika, Yulvi; Pudyono, Pudyono; Hasyim, M. Hamzah
Rekayasa Sipil Vol 8, No 1 (2014)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (619.72 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia dimana merupakan sumber daya alam yang harus dijaga ketersediaannya. Perubahan dan penggunaan lahan serta perubahan cuaca dapat menimbulkan perubahan pada kondisi sumber air. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi ketersediaan air. Kondisi saat ini di Kabupaten Mojokerto, terdapat beberapa mata air dan sumur yang mengalami penurunan kuantitas. Apabila tidak dilakukan usaha perlindungan dan perbaikan mata air, maka dapat menimbulkan kondisi dimana tidak ada sumber air yang dapat diambil lagi. Untuk lebih memahami masalah kesediaan air di Kabupaten Mojokerto, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi kesediaan air di Kabupaten Mojokerto. Penelitian akan dilakukan dengan mengumpulkan data-data dan informasi yang dapat digunakan dalam analisis keterssediaan air. Data yang diperoleh dapat berupa data primer dan sekunder. Data-data tersebut kemudian juga akan dianalisis dengan adanya pengaruh perubahan iklim. Akibat perubahan iklim debit banjir andalan dari aliran permukaan (run off) diperkirakan menurun drastis, begitu pula air hujan yang akan meresap menjadi air tanah. 
Kajian Pengembangan Pelabuhan Makassar Dalam Menunjang Arus Bongkar Muat Di Pelabuhan Makassar Firmansyah, Sy.; Anwar, M. Ruslin; Pujiraharjo, Alwafi
Rekayasa Sipil Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.492 KB)

Abstract

Pelabuhan Makassar merupakan salah satu Pelabuhan pintu gerbang di Indonesia. Sebagai Pelabuhan pintu gerbang, maka Pelabuhan Makassar telah menjadi pusat kolektor dan distributor barang ke Kawasan Timur Indonesia, khususnya untuk Propinsi Sulawesi selatan. Seringkali, waktu tunggu untuk berlabuh jauh lebih lama ketimbang waktu untuk berlayar. Melihat buruknya kondisi kinerja pelabuhan tersebut akibatnya distribusi barang antarpulau maupun ekspor-impor tersendat. Dari uraian tersebut maka dapat dilihat perlunya kajian pengembangan pelabuhan makassar dalam menunjang arus bongkar muat barang di Pelabuhan Makassar. Dalam penelitian ini Metode yang digunakan untuk mengukur kinerja Pelabuhan Makassar adalah analisis metode Important Performance Analysis (IPA) dan metode analisis SWOT untuk strategi pengembangan. Beberapa rekomendasi perbaikan seperti : pembangunan dermaga baru serta Eksisting Pelabuhan Makassar saat ini perlu dilakukan penataan pola operasional kapal dan barang, rekonfigurasi tata ruang sisi darat, pengoptimalan peralatan handling yang ada dan juga mendistribusikan sebagian kegiatan di pelabuhan Makassar ke kawasan pelabuhan lain (Garongkong dan Takalar) untuk membagi beban kepadatan transportasi pelabuhan Makassar dan kawasan di sekitarnya. 
Numerical Study of Tsunami Generation Mechanism Alwafi Pujiraharjo
Rekayasa Sipil Vol 4, No 1 (2010)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.292 KB)

Abstract

Tsunami can be gererated by seafloor deformation (fault), under water or sub-marine landslides, under water explosions, and asteroids impact. However, most of tsunami cases are generated by fault. Numerical study of tsunami generation mechanisms are investigated. Tsunami generation by faults are studied and focused on the effects of dispersion and nonlinearity on tsunami generation. Simulations included tsunami generation at deep, intermediate, and shallow water regions. Numerical simulation showed that at deep and intermediate water region the dispersion effect reduce the generated tsunami profile by shifting the profile into more than one wave while the nonlinearity effect does not important for this case. At shallow water, both dispersion and nonlinearity did not take effect to generated tsunami profile. Durations of seabed movement are also simulated to investigate the effect of fast and slow event generation of tsunami. For fast event tsunami propagation, generated tsunami profiles are similar to the profiles of bottom motion. 
Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Ketersediaan Air Baku Di Malang Raya Alwafi Pujiraharjo; Arief Rachmansyah; Indradi Wijatmiko; M. Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (745.711 KB)

Abstract

Air merupakan kebutuhan yang penting dalam kehidupan manusia dimana merupakan sumber daya alam yang harus dijaga ketersediaannya. Perubahan dan penggunaan lahan serta perubahan cuaca dapat menimbulkan perubahan pada kondisi sumber air. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi ketersediaan air. Kondisi saat ini di Malang Raya, yang meliputi Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang, terdapat beberapa mata air dan sumur yang mengalami penurunan kuantitas. Apabila tidak dilakukan usaha perlindungan dan perbaikan mata air, maka dapat menimbulkan kondisi dimana tidak ada sumber air yang dapat diambil lagi. Untuk lebih memahami masalah kesediaan air di Malang Raya, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui kondisi kesediaan air di Malang Raya. Penelitian akan dilakukan dengan mengumpulkan data-data dan informasi yang dapat digunakan dalam analisis ketersediaan air. Data yang diperoleh dapat berupa data primer dan sekunder, seperti data curah hujan, suhu, topografi, kondisi geologi dan geohidrologi serta kondisi pelayanan air di Malang Raya. Data-data tersebut kemudian juga akan dianalisis melalui perhitungan banjir rencana untuk mengetahui resiko banjir serta melalui perhitungan debit andalan untuk mengetahui resiko kekeringan dengan melihat adanya pengaruh perubahan iklim yang ditandai oleh perubahan suhu. 
Optimalisasi Biaya Pelaksanaan Konstruksi Jalan Dengan Metode Logika FUZZY FIS Takagi-Sugeno Pada Proyek Jalan Trans Kalimantan Provinsi Kalimantan Utara Febryan Nugraha; Alwafi Pujiraharjo; Ruslin Anwar
Rekayasa Sipil Vol 12, No 1 (2018)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (665.734 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil/2018.012.01.2

Abstract

National development requires infrastructure as one of the driving wheel of economic growth. One of the main parts of infrastructure development is the construction of highways. Road construction requires many factors to consider before the development process begins, such as factors of materials, equipment, labor, time and cost. In practice, accurate calculations are needed in determining the required amount of each factor, since a slight mistake can cause losses on the part of the contractor that impact the low quality of the highway. In this research used fuzzy logic (fuzzy logic) as decision maker. Because the workings of fuzzy logic represent the way of human thinking that appears from the outside and contained in the form of words. Fuzzy logic is a logic that has the value of vagueness or fuzzyness between right and wrong. In fuzzy logic theory a value can be true or false at the same time. Fuzzy itself in the language is interpreted as or vague.Fuzzy logic has degrees of membership in the vulnerable 0 to 1. Fuzzy logic used as a pointer to the extent to which the value is true and the extent to which the value is wrong, in contrast to classical logic, a value has only two the possibility of being a member of the set or not. Fuzzy logic can also be used as an alternative decision-making as an easy modern control system. The fuzzy logic used is FIS Takagi-Sugeno because of its more efficient computing, works well for linear techniques, works well for adaptive optimization and ensures continuity of results. In this research will also be developed an application that aims to assist users in analyzing and forecasting the needs of what is required in making a highway construction. Using the Takagi_Sugeno FIS based FIS user interface generated in this research, the resulting performance using Fuzzy Logic is better than the manual calculation, it can be seen from the total cost generated from the calculation method. For calculations using Fuzzy Logic has a total cost of Rp.52.950.009.851 while the results of manual calculations of Rp. 54.840.926.051.
Studi Perencanaan Bangunan Utama Embung Guworejo Dalam Pemenuhan Kebutuhan Air Baku Di Kabupaten Kediri Alwafi Pujiraharjo; Suroso Suroso; Agus Suharyanto; Faris Afif Octavio
Rekayasa Sipil Vol 10, No 1 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.146 KB)

Abstract

Embung Guworejo direncanakan dibangun di desa Guworejo, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kabupaten Kediri adalah salah satu daerah di Privinsi Jawa Timur dengan perkembangan yang cepat baik dari pertambahan jumlah penduduk maupun dalam pertumbuhan pertanian dan ekonomi. Namun perkembangan tersebut masih menemui hambatan-hambatan yang dapat mengganggu jalannya proses tersebut, yaitu adanya permasalahan kekurangan air pada saat musim kemarau untuk kebutuhan irigasi dan permasalahan banjir pada musim penghujan. Salah satu upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan membangun embung (bendungan) yang dapat memberikan solusi pemanfaatan air permukaan dari daerah hulu yang dapat berfungsi sebagai tampungan air pada saat musim penghujan. Dalam kajian ini dilakukan analisis perencanaan tubuh utama embung, stabilitas rembesan, stabilitas lereng dan simulasi embung tersebut. Analisis perencanaan tubuh utama embung dilakukan guna mengetahui dimensi embung yang akan direncanakan tersebut. Perhitungan stabilitas rembesan dilakukan guna mengidentifikasi faktor kehilangan air melalui tubuh embung, sedangkan stabilitas lereng dilakukan guna mengidentifikasi faktor keamanan tubuh embung dari bidang longsor yang potensial pada bagian hulu dan hilir. Dan simulasi embung adalah untuk mengetahui apakah embung tersebut layak dibangun atau tidak. Berdasarkan hasil desain tubuh embung sesuai dengan data penunjang yang didapat, maka didapatkan bahwa tubuh embung Guworejo aman terhadap bahaya yang mungkin ditimbulkan pada bendungan dan sesuai dengan hasil simulasi embung tersebut, embung Guworejo layak dibangun karena dapat menyalurkan ketersediaan air untuk kebutuhan irigasi. 
Analisis Multiple Resource Pada Proyek Konstruksi Dengan Metode Jumlah Kuadrat Terkecil (Studi Kasus: Proyek Pembangunan Gudang Barang Inventaris, Gedung Penunjang 3 lt, Pagar, Gapura dan Jembatan Penghubung di Jakarta) Gde Agus Yudha P. A.; Alwafi Pujiraharjo; Saifoe El Unas
Rekayasa Sipil Vol 6, No 2 (2012)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1011.098 KB)

Abstract

Pada proyek konstruksi sering dijumpai adanya fluktuasi pemakaian tenaga kerja yang disebabkan karena volume pekerjaan yang tidak merata sepanjang periode pelaksanaan proyek. Selain itu pada penjadualan banyak terjadi overlap antara aktivitas satu dengan aktivitas yang lainnya, sehingga menyebabkan kebutuhan puncak tenaga harian menjadi tinggi. Pada penelitian ini, dilakukan pemerataan terhadap tenaga kerja (resource leveling), dengan asumsi waktu penyelesaian proyek dibatasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh leveling suatu tenaga kerja terhadap tenaga kerja lainnya, leveling tenaga kerja yang memberikan optimasi biaya yang paling baik dan besarnya optimasi biaya yang dihasilkan. Leveling dilakukan dengan metode jumlah kuadrat terkecil. Tenaga kerja yang di-leveling yaitu pekerja, tukang batu dan tukang kayu. Hasil leveling kemudian dibandingkan dengan hasil leveling program software Primavera Project Planner (P3) yang digunakan sekaligus sebagai alat bantu pemrosesan dan visualisasi hasil leveling. Hasil analisis menunjukkan bahwa hasil leveling metode jumlah kuadrat terkecil dan software P3 keduanya memberikan solusi penggunaan tenaga kerja yang lebih baik pada leveling tukang batu dibandingkan pada leveling pekerja dan tukang kayu. Besarnya optimasi biaya yang dihasilkan pada kasus penelitian ini adalah 4,9 % dibandingkan dengan biaya pada schedule awal, sedangkan software P3 mampu melakukan leveling secara simultan (multiple resource) dengan hasil efisiensi biaya sebesar 9,3 %. Jadi leveling yang dilakukan pada schedule awal dapat memberikan penghematan biaya tenaga kerja. 
Analisis Dinding Pasangan Batu Bata Terhadap Respon Beban Berulang dengan Menggunakan Metode Elemen Hingga Christin Remayanti; Sri Murni Dewi; Alwafi Pujiraharjo
Rekayasa Sipil Vol 5, No 2 (2011)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.585 KB)

Abstract

Perilaku mekanik dari dinding pasangan batu bata atau masonry batu bata dipengaruhi oleh perilaku mekanik bahan penyusunnya yaitu batu bata dan spesi yang dapat diperoleh dengan melakukan penelitian di laboratorium. Selanjutnya hal tersebut dapat digunakan untuk mengetahui perilaku mekanik dinding pasangan batu bata secara komputasi. Salah satu cara untuk mengetahui perilaku masonry batu bata secara komputasi adalah dengan menggunakan metode elemen hingga. Teknik pemodelan dengan metode elemen hingga terdiri dari dua jenis model yaitu model makro dan model mikro. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan bentuk model mikro dan model makro pada analisis dinding pasangan batu bata terhadap respon beban berulang, mengetahui pengaruh penggunaan bracing pada dinding pasangan batu bata dan pengaruh penggunaan bambu sebagai bahan alternatif bracing bila dibandingkan dengan menggunakan bracing dari bahan baja. Penelitian dilakukan pada model makro dan mikro secara numerik sehigga didapatkan perpindahan, regangan dan tegangan yang terjadi akibat beban berulang. Penelitian ini menunjukkan bahwa model makro lebih sederhana daripada model mikro dan juga menunjukkan bahwa dengan penambahan bracing baik dari bahan baja maupun bambu pada dinding pasangan batu bata dapat meningkatkan kekuatan dan kekakuan dinding terhadap respon beban berulang. 
Pengaruh Aspek Hidrolika Dalam Teknologi Membran Untuk Penyediaan Air Bersih Di Daerah Bencana Yatnanta Padma Devia; Alwafi Pujiraharjo; Cahyo Adhi P
Rekayasa Sipil Vol 10, No 3 (2016)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (450.362 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil.2016.010.02.08

Abstract

Kekurangan dan kualitas air bersih yang menurun menjadi dampak dari suatu daerah bencana. Penanganan yang ada selama ini dengan pengiriman truk tangki namun seringkali terkendala karena jumlah dan akses terbatas. Untuk itu perlu suatu alternatif yang lebih mudah, murah, terjangkau dan tepat guna. Salah satunya adalah teknologi membran dalam proses forward osmosis (FO). Penelitian awal ini untuk mengkaji kemungkinan pemakaian teknologi forward osmosis di daerah bencana ditinjau dari sisi hidrolika. Penelitian ini merupakan eksperimen di laboratorium dan analisis data dikaji dengan menggunakan konsep hidrolika dan analisis kimia. Hasilnya adalah kecepatan aliran optimum 0,25 m/detik yang menghasilkan bilangan Reynold 2039 pada air baku dan 2620 pada larutan penyeimbang dimana termasuk jenis aliran transisi atau turbulen rendah. Pada kecepatan ini fluks air yang dihasilkan lebih tinggi 30% dari kecepatan 0,17 m/detik yakni 8,4 L/m -jam. Untuk penyisihan kontaminan tertinggi dicapai pada kecepatan 0,25 m/detik dimana penyisihan nitrit, nitrat dan kalium permanganat secara berurutan adalah 51,22%, 95,11%, 97,03%. 
Karakteristik Antrian Kapal Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Waktu Tunggu Kapal (Waiting Time) Di Pelabuhan Tanjung Perak Frizky Andrian Perdana; Alwafi Pujiraharjo; Indradi Wijatmiko
Rekayasa Sipil Vol 11, No 3 (2017)
Publisher : Department of Civil Engineering, Faculty of Engineering, University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1617.258 KB) | DOI: 10.21776/ub.rekayasasipil/2017.011.03.1

Abstract

Economic growth in Indonesia especially in East Java and Eastern Indonesia has caused the number of ship visits in Tanjung Perak Port to increase. These conditions resulted in a higher ship queue that will linearly cause the waiting time of the ship (waiting time) in the port which is getting longer. Therefore it is necessary to study about the average of ship waiting time, the characteristics of ship queue, the factors that affect the waiting time of the ship, the direction of improvement. This study uses the Queue Analysis Method, Multiple Regression Analysis and SWOT Analysis. The analysis shows that the average waiting time at Tanjung Perak Harbor is the longest in the northern and western emerald terminal of 46.20 hours, and the smallest is in the diamond terminal 29.94 hours and the terminal of 29 , 94 hours. From queuing characteristics, the percentage of server usage of northern and western emerald terminal terminal has exceeded the capacity of 124.44%, while the southern emerald terminal is 94.40%, Diamond Terminal is 70.56%, Multipurpose Terminal is 84.31%, and Mirah terminal 85.24%, From the simulation of North and West Jamrud Terminal requires at least 7 servers. The most influential factor on (waiting time) is the Availability of Pier (X4) of 13.25% and then the effect of the Production of Loading and Unloading (X1) of 12.11% with the regression model obtained is Y = 403.914-8.198 X1-6.551X2- 4,874 X3-6,409 X4-6,909 X5. The Strategy must be done to decrease the waiting time of ships at Tanjung Perak Port by maximizing the performance of the loading and unloading force (TKBM), transferring the vessel to dock at the surrounding ports such as Lamong Bay Terminal and Manyar BMS Gresik Terminal and improving services and document processing procedures at the port to cope with the increase in the flow of goods. Developing Surabaya's West Sailing Channel (APBS) to revitalize the Sailing Flow and harbor pools, implement correct port regulation and maximize existing guidance to anticipate the increase in ship visits.