Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

STRATEGI PREVENTIVE MAINTENANCE SEBAGAI LANGKAH MENURUNKAN RISIKO KERUSAKAN MESIN SHRINK DI PT. XYZ. prasetio, dian eko adi; lombardo, doddy; emra, devianita
Baut Dan Manufaktur Vol 7 No 1 (2025): Jurnal Baut Dan Manufaktur Volume 7 No. 1 Tahun 2025|April 2025
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/bautdanmanufaktur.v7i1.5031

Abstract

ABSTRAK Kerusakan mesin di PT. XYZ, produsen susu formula, menyebabkan hambatan produksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi komponen kritis pada mesin shrink dan merancang jadwal perawatan preventif guna meminimalkan downtime. Metode yang digunakan meliputi penentuan komponen kritis, perhitungan waktu kerusakan menggunakan Mean Time To Failure (MTTF) dan Mean Time To Repair (MTTR), analisis distribusi kerusakan, serta penentuan interval waktu penggantian dan pemeriksaan komponen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bearing, belt, dan gear adalah komponen paling kritis yang sering mengalami kerusakan. Berdasarkan analisis, ditemukan bahwa nilai MTTF terendah dimiliki oleh bearing (232,48 jam), menunjukkan frekuensi kerusakan yang paling tinggi. Sebaliknya, gear memiliki nilai MTTR tertinggi (4,33 jam), menandakan waktu perbaikan terlama. Dengan menerapkan preventive maintenance, waktu penggantian yang optimal untuk bearing adalah setiap 214 jam, belt 374 jam, dan gear 390 jam. Waktu pemeriksaan berkala yang disarankan adalah 73 jam untuk bearing, 70 jam untuk belt, dan 55 jam untuk gear. Penerapan jadwal perawatan preventif ini berhasil mengurangi total downtime rata-rata dari 3,487 jam/bulan menjadi 1,330 jam/bulan, yang berarti penurunan sebesar 61,86%. Hal ini menunjukkan bahwa penerapan preventive maintenance sangat efektif dalam meningkatkan waktu operasional mesin dan produktivitas perusahaan.
Community Service Program on the Implementation of Ergonomic Work Postures among Processed Food Workers to Reduce Muscle Fatigue Lutfi, Lutfi Ani; lemadi, gayuh; emra, devianita; lombardo, doddy
The IMPACT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam As-Syafiiyah Vol 2 No 1 (2025): The IMPACT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vo. 2 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/the impact.v2i1.5099

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the food sector play a vital role in supporting local economic growth, job creation, and the preservation of traditional culinary practices. However, issues related to occupational health and safety, particularly muscle fatigue caused by non-ergonomic working postures, remain inadequately addressed. This Community Service Program (PKM) was conducted at Belfii MSME, South Tangerang, involving 15 respondents. Data were collected through interviews, direct observations, questionnaires, and posture assessment using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method. Findings revealed that most workers experienced muscle fatigue in the waist, back, legs, and arms. REBA assessment indicated very high-risk levels, particularly during activities of lifting and lowering materials in the raw material warehouse, with a score of 14, requiring immediate corrective actions. Ergonomic interventions were implemented through awareness sessions and demonstrations on proper working postures, including squatting techniques when lifting materials, the use of worktables to minimize bending, and maintaining upright postures while lowering loads. Post-intervention evaluations showed reduced musculoskeletal complaints and increased worker awareness of ergonomics. The application of ergonomic principles was proven effective in minimizing physical strain, improving comfort, and enhancing productivity. This program recommends designing simple work aids, reorganizing workstations, and providing regular ergonomic training for sustainable improvements.
Community Service Program on the Implementation of Ergonomic Work Postures among Processed Food Workers to Reduce Muscle Fatigue Lutfi, Lutfi Ani; lemadi, gayuh; emra, devianita; lombardo, doddy
The IMPACT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Islam As-Syafiiyah Vol. 2 No. 1 (2025): The IMPACT : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vo. 2 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34005/the impact.v2i1.5099

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in the food sector play a vital role in supporting local economic growth, job creation, and the preservation of traditional culinary practices. However, issues related to occupational health and safety, particularly muscle fatigue caused by non-ergonomic working postures, remain inadequately addressed. This Community Service Program (PKM) was conducted at Belfii MSME, South Tangerang, involving 15 respondents. Data were collected through interviews, direct observations, questionnaires, and posture assessment using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) method. Findings revealed that most workers experienced muscle fatigue in the waist, back, legs, and arms. REBA assessment indicated very high-risk levels, particularly during activities of lifting and lowering materials in the raw material warehouse, with a score of 14, requiring immediate corrective actions. Ergonomic interventions were implemented through awareness sessions and demonstrations on proper working postures, including squatting techniques when lifting materials, the use of worktables to minimize bending, and maintaining upright postures while lowering loads. Post-intervention evaluations showed reduced musculoskeletal complaints and increased worker awareness of ergonomics. The application of ergonomic principles was proven effective in minimizing physical strain, improving comfort, and enhancing productivity. This program recommends designing simple work aids, reorganizing workstations, and providing regular ergonomic training for sustainable improvements.
Penentuan Interval Preventive Maintenance PSD Seal pada Mesin Portable Spot Welding Menggunakan Metode Reliability Centered Maintenance Gayuh Lemadi; Fuad Faisal; Doddy Lombardo
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9803

Abstract

Gangguan operasional akibat kerusakan mesin menjadi salah satu faktor yang dapat menurunkan efektivitas proses produksi pada industri manufaktur otomotif. Salah satu peralatan yang berperan penting dalam proses perakitan bodi kendaraan adalah mesin Portable Spot Welding (PSW), yang membutuhkan tingkat keandalan tinggi untuk menjaga kontinuitas produksi. Penelitian ini bertujuan menentukan interval preventive maintenance yang optimal pada komponen PSD Seal menggunakan pendekatan Reliability Centered Maintenance (RCM). Data penelitian diperoleh dari catatan historis kerusakan mesin PSW selama periode Juni–November 2025 yang mencakup 16 kejadian kerusakan dengan total downtime sebesar 637 menit. Tahap analisis dilakukan melalui identifikasi komponen kritis menggunakan diagram Pareto, evaluasi risiko kegagalan dengan Failure Mode and Effects Analysis (FMEA), pengujian distribusi probabilitas, serta perhitungan parameter keandalan menggunakan perangkat lunak Minitab 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PSD Seal merupakan komponen yang memberikan kontribusi downtime terbesar, yaitu 372 menit atau 58,4% dari total downtime. Analisis distribusi menunjukkan bahwa data Time Between Failure mengikuti distribusi Weibull dengan parameter β sebesar 2,7368 dan θ sebesar 193,11 jam, sedangkan data Time To Repair mengikuti distribusi Lognormal dengan nilai MTTR sebesar 0,2081 jam. Nilai MTBF yang diperoleh sebesar 233,79 jam dengan reliabilitas komponen sebesar 20,31% pada umur tersebut. Simulasi preventive maintenance menunjukkan bahwa interval pemeliharaan setiap 84 jam mampu mempertahankan reliabilitas di atas 94% serta menghasilkan potensi penghematan biaya lebih dari Rp200 juta dalam periode enam bulan. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan RCM dapat menjadi dasar yang efektif dalam penyusunan kebijakan pemeliharaan berbasis keandalan untuk meningkatkan kinerja operasional mesin PSW.