Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

KAJIAN PENGARUH KANDUNGAN LEMPUNG TERHADAP PERMEABILITAS DAN POROSITAS BATUAN RESERVOIR: STUDI EKSPERIMENTAL DI LABORATORIUM Irmaya, Aisyah; Rena Juwita Sari; Enda Apriani
Petro : Jurnal Ilmiah Teknik Perminyakan Vol. 14 No. 4 (2025): Desember 2025
Publisher : Jurusan Teknik Perminyakan Fakultas Teknologi Kebumian dan Energi Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/petro.v14i4.24263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kandungan mineral lempung terhadap sifat petrofisika batuan reservoir, khususnya porositas dan permeabilitas, dengan memanfaatkan sampel singkapan Formasi Sambipitu dan Formasi Oyo di Kabupaten Gunungkidul sebagai analogi. Metode yang digunakan meliputi analisis petrografi, X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM) dengan EDS mapping, serta uji porositas dan permeabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis dan distribusi mineral lempung berperan signifikan dalam mengontrol kualitas reservoir. Kaolinit relatif mendukung porositas efektif karena cenderung tidak menghalangi jalur alir, sedangkan illit dan smektit menurunkan permeabilitas akibat mekanisme pengisian pori, bridging antarbutir, dan sifat ekspansif saat berinteraksi dengan fluida. Analisis integratif menunjukkan Formasi Sambipitu yang didominasi kaolinit dan fragmen fosil berpori memiliki kualitas reservoir lebih baik dibanding Formasi Oyo yang kaya mikrit, semen karbonat, serta illit. Nilai porositas yang diperoleh berkisar antara 7,03–20,80% dan permeabilitas 33,57–298,16 mD, dengan hubungan yang tidak selalu linier akibat pengaruh distribusi lempung. Simpulan dari penelitian ini adalah mineral lempung terbukti menjadi pengontrol utama kualitas reservoir, sehingga hasil studi dapat dijadikan dasar validasi model petrofisika serta referensi awal dalam mitigasi kerusakan formasi pada tahap eksplorasi dan produksi.
Evaluasi Surfaktan Alami dari Daun Sereh, Jeruk Nipis, dan Lidah Buaya terhadap Penurunan Tegangan Antarmuka Minyak–Air untuk Aplikasi Enhanced Oil Recovery Skala Laboratorium Aisyah Irmaya; Listriyanto; Sri Haryono; Rena Juwita Sari
Jurnal Migasian Vol 10 No 1 (2026): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v10i1.392

Abstract

Peningkatan kebutuhan energi global serta penurunan produksi dari reservoir minyak yang telah matang mendorong penerapan teknologi enhanced oil recovery (EOR) untuk meningkatkan perolehan minyak. Salah satu mekanisme utama dalam EOR kimia adalah penurunan tegangan antarmuka minyak–air melalui penggunaan surfaktan. Namun, penggunaan surfaktan sintetis seringkali dibatasi oleh biaya yang relatif tinggi serta potensi dampak terhadap lingkungan, sehingga diperlukan alternatif surfaktan yang lebih ramah lingkungan yang berasal dari bahan alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi potensi ekstrak tanaman alami sebagai surfaktan dalam menurunkan tegangan antarmuka minyak–air sebagai pendekatan awal menuju aplikasi green EOR. Penelitian difokuskan pada tiga jenis ekstrak alami yaitu daun sereh (Cymbopogon citratus), jeruk nipis (Citrus aurantifolia), dan lidah buaya (Aloe vera). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental pada skala laboratorium menggunakan sistem minyak mentah dan air suling. Ekstrak alami diperoleh melalui metode ekstraksi maserasi dan diuji pada beberapa variasi konsentrasi. Pengukuran tegangan antarmuka dilakukan menggunakan tensiometer laboratorium pada kondisi pengujian yang terkontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak alami mempengaruhi nilai tegangan antarmuka minyak–air. Ekstrak daun sereh menunjukkan kemampuan terbaik dalam menurunkan tegangan antarmuka dengan nilai minimum sekitar 2,85 mN/m pada konsentrasi 1%. Ekstrak lidah buaya menunjukkan pola perubahan yang fluktuatif pada berbagai konsentrasi yang kemungkinan dipengaruhi oleh kandungan polisakarida dan saponin yang mempengaruhi stabilitas antarmuka. Sementara itu, ekstrak jeruk nipis menunjukkan penurunan tegangan antarmuka yang relatif kecil dibandingkan ekstrak lainnya. Hasil penelitian ini menunjukkan potensi ekstrak tanaman sebagai surfaktan alami yang ramah lingkungan untuk aplikasi EOR serta memberikan gambaran awal mengenai kinerja komparatif beberapa ekstrak tanaman lokal sebagai kandidat biosurfaktan.
Kajian Pengaruh Kandungan Lempung Terhadap Permeabilitas Dan Porositas Batuan Reservoir di Laboratorium Aisyah Irmaya; Enda Apriani; Rena Juwita Sari
Jurnal Migasian Vol 9 No 2 (2025): Jurnal Migasian
Publisher : LPPM Institut Teknologi Petroleum Balongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36601/jm.v9i2.372

Abstract

Kualitas reservoir batuan sangat dipengaruhi oleh sifat petrofisika, terutama porositas dan permeabilitas, yang kerap menunjukkan hubungan tidak linier akibat keberadaan mineral lempung. Pada batuan karbonat seperti Formasi Sambipitu, potensi porositas yang relatif baik akibat keberadaan fragmen fosil berpori tidak selalu diikuti oleh permeabilitas yang tinggi, sehingga peran jenis dan distribusi mineral lempung perlu dikaji lebih mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kandungan mineral lempung terhadap sifat petrofisika batuan reservoir, khususnya porositas dan permeabilitas, dengan memanfaatkan sampel singkapan Formasi Sambipitu dan Formasi Oyo di Kabupaten Gunungkidul sebagai analogi. Metode yang digunakan meliputi analisis petrografi, X-Ray Diffraction (XRD), Scanning Electron Microscope (SEM) dengan EDS mapping, serta uji porositas dan permeabilitas. Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kualitas reservoir batuan karbonat pada Formasi Sambipitu dan Formasi Oyo secara dominan dikontrol oleh jenis dan distribusi mineral lempung, dengan illite dan smectite berperan utama dalam menurunkan permeabilitas akibat mekanisme pengisian pori, bridging antarbutir, dan sifat ekspansif saat berinteraksi dengan fluida, sedangkan kaolinite relatif mempertahankan porositas efektif karena cenderung tidak menghalangi jalur alir. Analisis integratif menunjukkan Formasi Sambipitu yang didominasi kaolinit dan fragmen fosil berpori memiliki kualitas reservoir lebih baik dibanding Formasi Oyo yang kaya mikrit, semen karbonat, serta illit. Nilai porositas yang diperoleh berkisar antara 7,03–20,80% dan permeabilitas 33,57–298,16 mD, dengan hubungan yang tidak selalu linier akibat pengaruh distribusi lempung.