Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Madani: Multidisciplinary Scientific Journal

Metode Ijtihad Ibnu Hazm Arip Purkon
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 2 (2023): Januari
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.279 KB)

Abstract

Ibnu Hazm dikenal sebagai salah seorang ulama dari mazhab al-Dhahiri. Ibnu Hazm sangat menentang taklid dan sangat menganjurkan untuk melakukan ijtihad. Salah satu metode ijtihad yang ditawarkan oleh Ibnu Hazm adalah al-dalil. Metode ini merupakan upaya untuk memperluas cakupan makna dari nash dan ijma yang dilakukan oleh para ulama. Dari sekian banyak rnacarn dalil yang diambil dari nash dan ijrnak, penerapan dalil yang· mengarah keumuman rnakna dan istishhab al-hal memiliki jangkauan yang terluas dalam ijtihad Ibn Hazm. Persoalan-persoalan hukum baru yang belum disebutkan secara tekstual oleh nash al-Qur' an, sunnah Nabi saw., ijmak sahabat dan tujuh bentuk dalil yang diambil dari nash, dan tiga rnacam dalil yang diambil dari ijmak, selain istishhab al-hal, akan dijawab melalui istidlal dengan istishhab al-hal.
Al-Quran Sebagai Sumber Hukum dalam Bacaan Kontemporer Muhammad Syahrur Arip Purkon
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 5 (2023): Juni
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the Koran as a source of law according to Muhammad Syahrur. The research conducted is a qualitative research with an ushul fiqh approach. The main data sources in this research are books written by Muhammad Syahrur. And secondary data sources in this study are scientific writings related to the themes discussed. This study concludes that according to Syahrur, the interpretation of the Koran must be carried out by people who are experts in their respective fields and in accordance with current scientific developments. Besides that, it is also necessary to sort out and re-select Islamic teachings from the Koran which is the object of ijtihad. Treatise verses are verses related to law or things that cannot be changed. The nubuwwah verses are verses whose interpretation is in accordance with the times. The Koran sets limits in establishing laws that cannot be violated.
Epistemologi Fiqih Islam (Ushul Fiqh) Arip Purkon
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 1, No 11 (2023): Desember
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.10451270

Abstract

Artikel ini membahas secara komprehensif pengertian dan fungsi ushul fiqh dalam konteks hukum Islam. Ushul fiqh, sebagai cabang ilmu hukum Islam, memiliki peran uang signifikan dalam menetapkan hukum berdasarkan sumber utama al-Quran dan Sunnah. Pengertian ushul fiqh dipaparkan sebagai metodologi untuk memahami, menafsirkan, dan mengaplikasikan nash (teks-teks hukum) secara sistematis. Sumber primer dalam penelitian ini adalah kitab kitab-kitab ushul fiqh yang ditulis oleh para ulama. Artikel ini menyimpulkan bahwa ushul fiqh tidak hanya memberikan landasan teoritis tetapi juga menjadi instrumen untuk mencapai keadilan, kemanfaatan, dan tujuan-tujuan utama hukum Islam. Pemahaman mendalam tentang pengertian dan fungsi ushul fiqh penting dalam merumuskan hukum Islam yang relevan dan adil dalam berbagai situasi dan zaman.