Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

LOCAL INSTRUCTION THEORY PERBANDINGAN SENILAI DENGAN PENDEKATAN PENDIDIKAN MATEMATIKA REALISTIK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA Ni Kadek Desi Lia Sagita; Darhim Darhim; Tia Purniati
Journal on Mathematics Education Research (J-MER) Vol 1, No 1 (2020)
Publisher : Departemen Pendidikan Matematika, FPMIPA, UPI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/j-mer.v1i1.24573

Abstract

Kemampuan siswa menyelesaikan masalah perbandingan senilai berpengaruh pada kemampuan siswa pada konsep lainnya. Laporan Hasil Ujian Nasional menyebutkan bahwa kemampuan siswa menyelesaikan masalah perbandingan senilai masih rendah karena sebagian besar siswa hanya sekedar bisa mengerjakan perbandingan senilai dengan kalimat nominal sehingga ketika dikaitkan dengan permasalahan sehari-hari siswa kesulitan untuk menyelesaikannya. Seharusnya pembelajaran perbandingan senilai perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan mereka sendiri melalui sajian masalah yang bermakna dengan mempertimbangkan lintasan belajar siswa. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar perbandingan senilai yang sesuai dengan lintasan belajar menggunakan pendekatan pendidikan matematika realistik untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis. Adapun lintasan belajar yang dihasilkan berangkat dari local instruction theory perbandingan senilai. Upaya untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode penelitian design research dengan desain penelitian model ADDIE. Tahapan yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi 5 tahap yaitu tahap analysis, tahap design, tahap develop, tahap implementation¸ dan tahap evaluation. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari satu kelas uji coba yaitu kelas VII 4. Hasil pengolahan N-Gain menunjukan bahwa bahan ajar perbandingan senilai yang disusun sesuai lintasan belajar untuk meningkatkan kemampuan penalaran matematis dapat meningkatkan kemampuan penalaran matematis dengan nilai rata-rata sebesar 0,45 dengan kategori sedang. Mengacu pada KKM yang dimiliki oleh sekolah, maka kualitas peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa sebesar 0,32.
Analyzing the Mathematical Critical Thinking Skills of High School Students in Arithmetic: A Gender Differences Harahap, Putri Ardhanita; Dewi, Rivani Adistia; Purniati, Tia
Jurnal Pendidikan Progresif Vol 15, No 2 (2025): Jurnal Pendidikan Progresif
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpp.v15i2.pp1142-1156

Abstract

Analyzing the Mathematical Critical Thinking Skills of High School Students in Arithmetic: A Gender Differences. Objective: The purpose of this investigation is to evaluate the mathematical critical thinking abilities of senior high school pupils in the field of arithmetic in relation to gender. In particular, it examines the critical thinking patterns of male and female pupils at varying ability levels (high, medium, and low) using four primary indicators: interpretation, analysis, evaluation, and inference. Methods: A qualitative descriptive methodology was implemented. A purposive selection of six tenth-grade students was made from a pool of 31 participants based on the results of an initial critical thinking test. These six pupils represented all three ability categories and both genders. Critical thinking essay assessments, semi-structured interviews, and classroom observations were implemented to accumulate data. The data was analyzed using source triangulation, reduction, and categorization in accordance with Facione's indicators. Findings: The findings indicated that female students exhibited more systematic and circumspect approaches, which led to their success in interpretation and analysis. In contrast, male pupils were more responsive but less meticulous and reflective. In terms of evaluation, the majority of students in all categories did not assess their work, which suggests that they have inadequate metacognitive abilities. Despite the fact that their final answers were accurate, numerous students were unable to articulate explicit conclusions regarding inference. High-ability students exhibited strategic planning and reflective thinking, whereas low-ability students relied on procedural and rote-based methods. Conclusion: The study emphasizes the significance of instructional strategies that are responsive to ability and gender. Integrating mathematical communication, reflection, and explicit training in evaluation and inference are critical components of effective teaching strategies that promote the development of critical thinking. According to the results, female students are more structured and reflective, whereas male students are more evaluative but less quickly. The necessity of instructional designs that are consistent with the unique characteristics of students is suggested by the fact that these differences are influenced by cognitive styles, confidence levels, and learning patterns. Keywords: mathematical critical thinking skills, high school students, gender.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: KEMAMPUAN KOMUNIKASI MATEMATIS DITINJAU DARI SELF EFFICACY SISWA Azis, Rifka Fauziah; Purniati, Tia
SIGMA: JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA Vol. 15 No. 1: Juni 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/sigma.v15i1.10948

Abstract

Kemampuan komunikasi matematis meupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki siswa. Penelitian tentang kemampuan komunikasi matematis siswa di Indonesia menjelaskan terkait bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa meliputi pembahasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi komunikasi matematis siswa, salah satu faktornya yaitu dari self efficacy. Penelitian ini mengkaji dengan Systematic Literature Review (SLR) mengenai hubungan antara komunikasi matematis dengan self efficacy siswa. Kriteria literatur yang digunakan dalam penelitian ini yaitu berupa artikel jurnal atau prosiding konferensi terindeks Google Scholar dengan tahun publikasi maksimal 5 tahun terakhir (2019-2023). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi, meninjau dan menarik kesimpulan dari literatur terkait kemampuan komunikasi matematis ditinjau dari self efficacy. Berdasarkan hasil analisis data literatur yang menjadi data penelitian, terdapat hubungan antara kemampuan komunikasi matematis dengan self efficacy siswa siswa pada mata pelajaran matematika. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi mengenai hubungan antara kemampuan komunikasi matematis dengan self efficacy siswa serta peluang dalam melakukan penelitian mengenai self efficacy dan kemampuan komunikasi matematis.
ANALISIS KESALAHAN SISWA SMP DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA MATERI SISTEM PERSAMAAN LINEAR DUA VARIABEL BERDASARKAN PROSEDUR NEWMAN’S Rustandi, Salwaa Fadhiilah; Purniati, Tia
Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika) Vol. 8 No. 1 (2024): Jurnal PEKA (Pendidikan Matematika)
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37150/jp.v8i1.2760

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan masalah cerita pada materi SPLDV berdasarkan prosedur Newman. Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Data diperoleh melalui tes tertulis berupa soal cerita berdasarkan materi SPLDV, dan dilanjutkan dengan wawancara. Hasil temuan menunjukkan bahwa persentase siswa melakukan berbagai jenis kesalahan, mulai dari kesalahan membaca soal, kesalahan mentransformasikan soal, kesalahan keterampilan proses, hingga kesalahan penulisan jawaban akhir. Kesalahan terbesar sebesar 78,21% terjadi pada tahap kesalahan penulisan jawaban akhir dan kesalahan terkecil sebesar 26,92% terjadi pada tahap kesalahan membaca. Kesalahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kesulitan dalam memahami maksud soal, kurang teliti dalam membaca soal, terburu-buru dalam mengerjakan soal, kebiasaan tidak menuliskan informasi dari soal yang diberikan, kurang memahami konsep soal. SPLDV, kesulitan menerapkan konsep materi yang telah dipelajari, waktu mengajar terbatas, siswa tidak mengikuti prosedur yang benar, dan tidak menulis jawaban akhir secara sistematis. Temuan ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan mendalam bagi para pendidik dan guru dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih baik untuk meningkatkan pemahaman siswa.
Pengaruh Self-Efficacy terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik SMK pada Sistem Pembelajaran Kurikulum Merdeka Abubakar, Nazwa Maharani Putri; Purniati, Tia
JURNAL JENDELA MATEMATIKA Vol. 2 No. 02 (2024): Jurnal Jendela Matematika: Edisi Juli 2024
Publisher : CV. Jendela Edukasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57008/jjm.v2i02.789

Abstract

Salah satu kemampuan yang harus dikuasai oleh peserta didik ialah kemampuan pemecahan karena kemampuan tersebut termasuk ke dalam keterampilan yang erat hubungannya melalui ciri matematika. Kemampuan yang berupa pemecahan masalah juga memiliki hubungan yang erat dengan keyakinan peserta didik dalam menyelesaikan masalah yang diberikan atau disebut Self-Efficacy. Apalagi pada sistem Kurikulum Merdeka peserta didik cenderung diberi kebebasan dalam pembelajaran. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengukur, dan menganalisis bagaimana self-efficacy mempengaruhi kemampuan siswa untuk memecahkan masalah matematis. Penelitian ini mengikutsertakan 19 siswa yang berasal atas sebuah SMK Negeri pada Kabupaten Cipendeuy. Hasilnya menampilkan bahwasanya ada korelasi dengan signifikan diantara suatu kemampuan yang dimiliki siswa dalam memecahkan permasalahan matematis beserta Self-Efficacy mereka sendiri.
Seminar Multimedia Interaktif Tim Dosen Multimedia dan Mahasiswa untuk Guru Matematika Sudihartinih, Eyus; Purniati, Tia; Marwati, Rini; Rachmatin, Dewi; Usdiyana, Dian; Muftiyah, Salma; Sari, Asyifa Anggun; Fophin, Theodore Dwivaland; Novianingsih, Khusnul; Haryanto, Dwi
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 7, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v7i2.4231

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini yaitu untuk mendeskripsikan kegiatan PkM berjudul Seminar Multimedia Interaktif untuk Guru Matematika. PkM ini menggunakan model pelatihan Goad, yaitu 1) analisis kebutuhan pelatihan, 2) desain pendekatan pelatihan, 3) pengembangan materi pelatihan, 4) pelaksanaan pelatihan, dan 5) evaluasi dan pemutakhiran pelatihan. Bentuk kegiatan PkM ini, yaitu seminar untuk guru matematika SMP di Kota Bandung dan implementasi pada siswa kelas VIII. Tempat pelaksanaan PkM adalah SMP LabSchool UPI dan Program studi Pendidikan Matematika Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Pendidikan Indonesia. Instrumen yang digunakan pada seminar dalam rangka PkM ini adalah angket guru. PkM telah dilakukan melalui implementasi media pembelajaran Scratch pada siswa kelas 8 SMP dan seminar dengan 6 buah pengembangan materi, yakni Scratch, Google Form, model-model pembelajaran, Kahoot, Quizizz, dan Liveworksheets yang diikuti oleh kurang lebih 100 peserta. Hasil dari PkM ini, yaitu kegiatan berjalan baik dan bermanfaat bagi guru matematika serta diharapkan dapat diadakan secara rutin. Dengan demikian, perlunya program lanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru.
PENERAPAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN RESILIENSI MATEMATIS SISWA SMP Haryanti, Oktavia Indah; Sudihartinih, Eyus; Purniati, Tia
Differential: Journal on Mathematics Education Vol. 3 No. 1 (2025): Differential: Journal on Mathematics Education
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/differential.v3i1.557

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah dan resiliensi matematis siswa SMP melalui model Contextual Teaching and Learning (CTL) pada materi aritmatika sosial. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode penelitian quasi experiment dengan desain non-equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII di salah satu SMP Negeri di Kota Bandung tahun ajaran 2023/2024 dan teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling, diambil dua kelas yang digunakan sebagai kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing kelas terdiri dari 31 siswa. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes berupa soal kemampuan pemecahan masalah matematis dan instrumen non-tes berupa angket resiliensi matematis. Setelah dilakukan analisis data tes dan non-tes, diperoleh kesimpulan bahwa: 1) peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model CTL lebih tinggi secara signifikan daripada kemampuan pemecahan masalah matematis siswa yang mendapatkan model pembelajaran langsung; (2) resiliensi matematis siswa setelah mendapatkan model CTL lebih tinggi secara signifikan daripada resiliensi matematis siswa sebelum mendapatkan model CTL. Oleh karena itu, model pembelajaran CTL dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah dan resiliensi matematis siswa.
Unveiling the Geometry of Culture: An Ethnomathematical Exploration of Transformation Geometry in Cimahi Batik Motifs Purniati, Tia; suhaedi, Didi
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 26, No 4 (2025): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmipa.v26i4.pp2518-2541

Abstract

Mathematics played an essential role in daily life. However, mathematics learning in schools was often less connected to students' real-life contexts, so many of them struggle to understand mathematical concepts. Relating mathematics to everyday life was necessary for students to understand its relevance and benefits. This research aimed to explore the cultural values and concepts of transformation geometry embedded in Cimahi batik motifs. The method used in this study was ethnographic, with the research conducted in Lembur Batik, Cimahi, West Java, Indonesia. The research framework in ethnomathematics adopted four key questions to inform the framework used to facilitate research, “Where should observations be made from?, "How is the observation process carried out?” "What are the results of these observations?", and “What is the meaning of it?. The investigator served as the instrument in the data-gathering process and used triangulation involving interviews, observations, and literature review. Analysis occurred in three stages: data condensation, data display, and drawing of conclusion. The study found that Cimahi batik motifs embody cultural values that reflect the identity of the Cimahi community. Moreover, these motifs employed concepts of transformation geometry, such as translation, reflection, rotation, and dilation. The distinctive feature of these findings is the association between the motif beauty of Cimahi batik and the use of transformation-geometry concepts derived from local culture. This is what makes the batik motif from Cimahi a valuable context for learning mathematics, particularly geometry. This has significant implications for the growth of ethnomathematics, as it means that geometrical concepts can be incorporated into local cultural frameworks within situational mathematics learning grounded in indigenous cultural knowledge.     Keywords: culture, transformation geometry, ethnomathematics, Cimahi batik motif.