Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi melalui Proyek Redesain Gedung Gereja di Bandung Agus Dody Purnomo; Agustinus Nur Arief Hapsoro; Yap, Angel Brielle; Kahagi, Chelsea Angelica; Ranteallo, Kezia
ABDISOSHUM: Jurnal Pengabdian Masyarakat Bidang Sosial dan Humaniora Vol. 3 No. 4 (2024): Desember 2024
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/abdisoshum.v3i4.4056

Abstract

Universities play an important role in advancing the nation. This role is described in the Tridharma of Higher Education, including: teaching, research, and community service. Each dharma has its own form and goal but is interrelated. Lecturers and students can collaborate in implementing the Tridharma of higher education. The aim of the paper is to examine the implementation of the Tridharma in higher education through collaborative projects. The method uses the design method with data collection, surveys, interviews, and measurements of existing buildings. The next stage is analysis and synthesis to drafting the design concept. The Efrata Baptist Church in Bandung acts as the target community. Design projects are interesting learning tools for students. Students are able to develop their potential and explore lecture material through real cases. Design is also related to research activities. Research provides knowledge for design while design provides insight for future problem solving. The results of collaborative projects between lecturers and students are concrete evidence of community service activities. The output result is a redesign preliminary drawing that will be used in carrying out the renovation of the church building.
IMPLEMENTASI ADAPTIF PADA DALEM WURYANINGRATAN Purnomo, Agus Dody; Amelia, Kiki Putri; Kynanti, Nanda Mega; Toni, Febri
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Arsitektur ARCADE Juli 2022
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Adaptive is a strategic step taken in conservation activities in heritage buildings. This strategy is considered to be wiser in to maintaining heritage buildings, that can also provide solutions for their sustainability. The adaptive strategy also applied to one of the heritage buildings in the city of Surakarta, Dalem Wuryaningratan. The building which has unique architectural and interior forms, considerate as a attraction for visitor of the Danar Hadi Batik museum. This study aims to determine conservation and transformation measures are applied to these heritage buildings. The research method used a qualitative descriptive method. The adaptive strategy is a solution in the conservation steps of Dalem Wuryaningratan. Not only improving the visual appearance of the building, but also for fullfill current building function. Through this paper, it is hoped that it can reminded to the public and policy makers the importance of preserving heritage buildings. The adaptive approach is a creative solution for designers and architects in accomodating sustainability issues in heritage building. Addaptive aproach can also be a source of inspiration for other cities in dealing with the conservation of their heritage buildings.Abstrak: Adaptif merupakan langkah strategis yang dilakukan dalam kegiatan konservasi pada bangunan heritage. Strategi tersebut dinilai lebih bijak dimana selain mempertahankan bangunan heritage tetap berdiri juga dapat memberi solusi untuk keberlanjutannya (sustainable). Strategi adaptif juga diterapkan pada salah satu bangunan heritage di kota Surakarta yakni Dalem Wuryaningratan. Bangunan dengan keunikan bentuk arsitektur dan interiornya menjadi daya tarik museum Batik Danar Hadi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui sampai sejauh mana langkah konservasi dan tranformasi yang diterapkan pada bangunan heritage tersebut. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Strategi adaptif menjadi solusi dalam konservasi Dalem Wuryaningratan. Tidak hanya memperbaiki tampilan visual bangunan tetapi juga menjawab kebutuhan akan fungsi bangunan pada saat ini maupun yang akan datang. Melalui tulisan ini diharapkan dapat menyadarkan kembali kepada masyarakat dan para pengambil kebijakan akan pentingnya pelestarian bangunan heritage. Pendekatan adaptif merupakan solusi kreatif bagi desainer dan arsitek dalam menjawab isu keberlanjutan. Pendekatan adaptif juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi kota-kota lainnya dalam menangani konservasi bangunan heritagenya. 
Penerapan Elemen Estetik Sebagai Identitas Budaya Lokal Pada Elemen Interior Terminal Penumpang B IJB Kertajati Purnomo, Agus Dody; Amelia, Kiki Putri; Dirayati, Safira
Waca Cipta Ruang Vol. 6 No. 1 (2020): Waca Cipta Ruang : Jurnal Ilmiah Desain Interior
Publisher : Program Studi Desain Interior Unikom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/wcr.v6i1.4194

Abstract

Bandar Udara Internasional Jawa Barat (BIJB) yang terletak di Kertajati, Kabupaten Majalengka merupakan pintu gerbang internasional daerah Jawa Barat. Sebagai pintu gerbang internasional tentu membutuhkan suatu identitas yang menguatkan bandar udara tersebut. Setiap daerah di Jawa Barat memiliki keragaman ornamentik lokal yang dapat diangkat menjadi identitas pada interior bandar udara internasional. Selain itu keindahan alam, kekayaan flora dan fauna di Jawa Barat dapat menjadi sumber inspirasi dalam berkarya desain dan arsitektur. Penulisan artikel ilmiah ini bertujuan untuk mengkaji penerapan elemen estetik sebagai identitas lokal pada interior terminal penumpang BIJB Kertajati. Metode yang dilakukan yakni metode deskripsi kualitatif. Diharapkan melalui tulisan ilmiah ini dapat menginspirasi desainer maupun arsitek untuk semakin mengenal keunikan dan keragaman potensi daerah setempat. Kekayaan budaya dan kearifan lokal dapat terus digali dan dikembangan.
ANALISIS WARNA DAN BENTUK PADA INTERIOR PRODIA CHILDREN’S HEALTH CARE TERHADAP PSIKOLOGI ANAK Laksitarini, Niken; Purnomo, Agus Dody
Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Vol. 18 No. 2 (2022): Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain
Publisher : Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/dim.v18i2.10174

Abstract

The use of color in the interior has a very important role. Color is a basic element of an interior space design. The use of the right color will be able to motivate or even reduce a human psychological condition. Especially if the health clinic has been identified by a small child with something scary, because it is often associated with needles, blood and disease. Prodia Children’s Health Care as a service provider in the field of health specializing in the services of young children, seeks to change that paradigm. Qualitatively, this study aims to identify the effect of the color used in the interior of Prodia Children, s Health Care on children's psychology. The findings obtained are expected to be input and consideration in the planning, design and development of special health facilities for children in the future.Keywords: color, interior, children
PERANCANGAN INTERIOR HOTEL BUTIK DI KAWASAN PECINAN KOTA BANDUNG Putri, Kharisma; Purnomo, Agus Dody; Sarihati, Titihan
eProceedings of Art & Design Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Bandung merupakan  kota wisata  yang menjadi unggulan provinsi  Jawa Barat saat ini. Salah satu kawasan di kota Bandung yang menjadi destinasi wisata kuliner adalah  area  Pecinan.  Kawasan  tersebut  juga  memiliki  bangunan  bersejarah  yang berkaitan  erat  dengan masyarakat  Tionghoa  di  Kota  Bandung  tempo  dulu  sehingga kawasan Pecinan menjadi destinasi wisata yang unik.   Berdasarkan hal tersebut perlu adanya  akomodasi hotel  yang memfasilitasinya  sesuai dengan  standar pada  kawasan tersebut. Tujuan perancangan interior hotel butik yakni menciptakan interior hotel butik yang mengangkat kekhasan kawasan Pecinan kota Bandung. Metodologi perancangan interior  hotel  butik  ini diawali dengan  pengumpulan  data  primer  dan  data  sekunder. Data-data tersebut kemudian dianalisis hingga menghasilkan sintesa dan pengembangan desain.  Untuk  perancangan  hotel  butik  ini  dilakukan  pendekatan  desain  lokalitas khususnya Pecinan dengan konsep perancangan Chinese Urban.  Implementasi desain pada perancangan hotel butik juga mengangkat elemen dekoratif China sebagai elemen interiornya.  Penerapan  elemen  dekoratif  China  dan  dimodifikasi  bentuknya  lebih sederhana  khas urban. Perancangan  interior hotel butik dengan pendekatan  lokalitas diharapkan dapat menjadi solusi  terkait akomodasi hotel pada kawasan Pecinan kota Bandung. Kata kunci: Bandung, hotel butik, interior, Pecinan
DE TJOLOMADOE - Implementasi Penggunaan Kembali Mesin eks Pabrik Gula: - Purnomo, Agus Dody; Agus, Cecep
Berkala Arkeologi Vol. 44 No. 1 (2024)
Publisher : BRIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55981/jba.2024.5528

Abstract

One concept for utilizing heritage buildings is adaptive reuse. It is applied to industrial heritage such as the Colomadu Sugar Factory. For a long time, the building was abandoned and unproductive. This study aims to examine the changes in the function of the ex-sugar factory machines and their role in the interior design of De Tjolomadoe. The research method uses qualitative methods to identify changes in the function of ex-sugar factory machines as current interior elements. The building is brought back to life with a new spirit. Machines from the former sugar factory are maintained and given new functions, which includes: as a supporting element of the sense of place, museum collections, aesthetic elements, and furniture design. The existence of ex-sugar factory machines is an important and unique interior element as well as authentic proof of the glory of the sugar factory.
KAJIAN GAYA EKLEKTIK PADA INTERIOR RUMAH TJONG A FIE Agus Dody Purnomo; Anisah Maulidya Hasibuan
Naditira Widya Vol. 17 No. 1 (2023): Naditira Widya Volume 17 Nomor 1 April Tahun 2023
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gaya eklektik merupakan gaya dalam bidang seni rupa dan desain yang berkembang pada pertengahan abadke-19 Masehi, dan muncul kembali pada akhir abad ke-20-an. Gaya tersebut menggunakan motif dari berbagai periodegaya yang digabungkan dengan gaya lainnya. Salah satu bangunan cagar budaya di Medan yakni rumah Tjong A Fiemenerapkan gaya eklektik. Beragam gaya pada rumah Tjong A Fie menjadi unsur penting dalam gaya eklektik sehinggamenjadi bangunan yang unik. Tujuan penelitian ini untuk memahami penerapan gaya eklektik pada interior bangunancagar budaya, termasuk mebel sebagai pelengkap interior. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatifdengan pendekatan deskriptif. Data yang diperoleh kemudian dianalisis terkait penerapan ambience dan gaya interiorbangunannya. Nama rumah Tjong A Fie diambil dari nama pemiliknya. Beliau adalah seorang mayor etnis Tionghoa danpengusaha yang dermawan yang beretnis Tionghoa. Gaya eklektik diterapkan pada pengolahan dinding, lantai,langit-langit, mebel, dan perlengkapan interior lainnya. Beberapa gaya dihadirkan dalam interior yang berbeda tema danambience. Hal ini menjadi suatu keunikan yang ada pada rumah Tjong A Fie. Gaya eklektik rumah Tjong A Fiemerefleksikan pemiliknya yang menghargai keberagaman dan berwawasan luas. Rumah Tjong A Fie sebagai bangunancagar budaya perlu adaptif terhadap tuntutan jaman, dan gaya eklektik menjadi alternatif untuk pengembangan desaininteriornya.The eclectic style is a fashion in art and design that flourished in the mid-19th century and resurged in the late20th century. The Tjong A Fie mansion is a cultural heritage building in Medan that implemented such a style whichmade it unique. This research aimed to understand the eclectic style application to the interior of cultural heritagebuildings. This research used a qualitative method with a descriptive approach. The discussion was concerned with theambience and interior design of the Tjong A Fie mansion. Results show that elements of styles of different themes andambience were recognized and applied to walls, floors, ceilings, interior fittings, and complementing furniture. Theeclectic style of Tjong A Fie mansion reflected the owner's appreciation of diversity and broad outlook on arts. Such style may also be an alternative solution in redesigning the interior of a revived cultural heritage building with altered functions.
KAJIAN ELEMEN ESTETIS DAN SIMBOLIS CANDRASENGAKALA PADA TAMANSARI GUA SUNYARAGI DI CIREBON Agus Dody Purnomo; Yasmin Adila Ramdan
Naditira Widya Vol. 16 No. 2 (2022): Naditira Widya Volume 16 Nomor 2 Oktober Tahun 2022
Publisher : National Research and Innovation Agency (BRIN)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Candrasengkala atau kronogram sudah dikenal oleh masyarakat di Jawa sejak zaman Hindu di Nusantara.Candrasengkala merupakan tetenger atau pengingat suatu peristiwa penting, seperti kelahiran, kematian, dan sebagainya. Dalam candrasengkala digunakan bentuk visual figur binatang yang diambil dari cerita pewayangan atau mitologi India. Binatang-binatang ditampilkan dengan pengolahan visual berupa gambar, relief, dan patung. Masing-masing figur binatang tersebut mengandung watak angka tahun dan makna simbolis. Hingga sekarang masih sedikit penelitian yang mengkaji candrasengkala di Tamansari Gua Sunyaragi di Cirebon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui elemen estetis dan simbolis figur binatang pada candrasengkala yang terdapat di Tamansari Gua Sunyaragi, di Cirebon, Jawa Barat. Penelitian ini merupakan kajian deskriptif terhadap aspek tangible Tamansari Gua Sunyaragi berupa figur-figur binatang yang dilandasi mitologi India. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa material batu dan batu karang diolah menjadi karakter-karakter figur gajah, burung garuda, dan ular, sehingga tampilan visualnya membentuk “candrasengkala”, sekaligus sebagai cuplikan kisahdari cerita pewayangan. Dengan demikian, dapat dipahami bahwa candrasengkala merupakan salah satu bentuk seni rupa Nusantara dan kreativitas kearifan lokal. Keberadaanya dapat menjadi sumber inspirasi dalam pengembangan karya seni rupa, desain, dan kriya Nusantara ke depan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi tentang kajian binatang-binatang mitologis dalam candrasengkala di Tamansari Gua Sunyaragi.   The Javanese are familiar with “candrasengkala” or chronogram which developed in Nusantara since the Hindu era.The “candrasengkala” is a “tetenger” or a reminder of important occurrences, such as birth, death, etc. “Candrasengkala” often uses visual forms of animal figures drawn from “wayang” stories or Indian mythology. Animals are featured with visual processing into depictions of figures, reliefs, and sculptures. Each animal figure contains disposition number of years and bears symbolic meanings. Until today there is little research that focuses on “candrasengkala” in Tamansari Gua Sunyaragi in Cirebon. This study aims to determine the aesthetic and symbolic elements of animal figures in “candrasengkala” at Tamansari Gua Sunyaragi, in Cirebon, West Java. This research is a descriptive study of the tangible aspects of Tamansari Gua Sunyaragi in the form of animal figures based on Indian mythology. The study resulted that stone and coral materials are processed into figures of elephants, eagles, and snakes, thus the visual appearance forms a "candrasengkala", as well as snippets of “wayang” stories. Therefore, it is understood that “candrasengkala” is a form of Nusantara art and creativity of local wisdom. Its existence can be a source of inspiration in the future development of Nusantara fine arts, designs and crafts. This research may be used as a reference for further studies of mythological animals in “candrasengkala” at Tamansari Gua Sunyaragi.