Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Film Animasi 2 Dimensi Cerita Rakyat Bali Berjudul I Ceker Cipak Benny Muhdaliha; Dewa Ray Dharmayana Batuaya
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2017
Publisher : Prahasta Publisher (manage by: DRPM Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v1i1.143

Abstract

Many factors can lead to moral irregularities by children, one of which is the number of impressions that are less culturally appropriate and less educational for children. Impressions adapted from folklore often become a strategic alternative as educational media. In general, the message conveyed in folklore is a guideline of behavior in social life, good and bad teaching, joy, sadness, and heroism. Positive moral messages contained are expected to control turbulent in emotion and character development in the process of forming a child's character, especially in the contemporary era. 2 dimensional (2D) animated film which delivering Balinese local content from folklore is done by this research. The 2D animation is entitled 'I Ceker Cipak'. The 2D animation form is chosen because it can explain complicated information to be more simple and interesting, so it can be easily to understood by the audience. 2D animated film is also a media that can be enjoyed by all ages and relatively cheaper and easy to use. Story I Ceker Cipak also convey the values ​​of justice, and humanity through the implementation of the law of karma phala. From the results of tests conducted on children SDN 1 Semarapura Middle students, Klungkung, found that elementary school children can easily understand the moral messages contained in the 2D animation folklore movie entitled I Ceker Cipak.
BENTENG GHAZWUL FIKRI MELALUI ILUSTRASI PADA INSTAGRAM HIJRANISM Deswari, Shavira Wahyu; Muhdaliha, Benny
Wacadesain Vol. 4 No. 1 (2023): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/wacadesain.v4i1.1062

Abstract

Perkembangan teknologi dan informasi yang begitu pesat mengakibatkan informasi mengalami globalisasi, dimana hal itu memiliki dampak positif dan juga negatif. Seperti yang terjadi pada usia 18-35 tahun yang mengalami ghazwul fikri atau perang pemikiran. Dimana generasi muda muslim dapat dengan mudah mengkonsumsi segala sesuatu yang tidak sesuai dengan ajaran Islam dan rentan terhadap invasi budaya dari luar. Salah satu upaya yang harus dilakukan untuk mencegah ghazwul fikri adalah dengan cara memperbanyak dan memperkuat ilmu Islam. Dakwah merupakan salah satu bentuk kegiatan komunikasi, komunikator yang baik adalah yang mampu memberikan pesan dengan mudah diterima dan pahami oleh komunikannya. Untuk mencapai dakwah yang efektif, maka diperlukan medium yang dapat dengan mudah pahami dan diterima oleh generasi muda dan juga menggunakan media yang dekat dengan keseharian mereka, seperti instagram dimana penggunanya sosial media ini terbesar di indonesia adalah kalangan generasi muda. Maka dari itu pencipta membuat akun media sosial instagram “hijranism” dan merancang konten edukasi islam yang terhubung dengan kehidupan generasi muda saat ini. Menggunakan metode pengolahan data secara kualitatif dan dipadukan dengan pendekatan visual secara ilustratif. diharapkan melalui karya ini edukasi tentang ajaran Islam dapat tercapai dan tepat sasaran.
Film Animasi 2 Dimensi Cerita Rakyat Bali Berjudul I Ceker Cipak Muhdaliha, Benny; Batuaya, Dewa Ray Dharmayana
Jurnal Bahasa Rupa Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Bahasa Rupa Oktober 2017
Publisher : Institut Bisnis dan Teknologi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31598/bahasarupa.v1i1.143

Abstract

Many factors can lead to moral irregularities by children, one of which is the number of impressions that are less culturally appropriate and less educational for children. Impressions adapted from folklore often become a strategic alternative as educational media. In general, the message conveyed in folklore is a guideline of behavior in social life, good and bad teaching, joy, sadness, and heroism. Positive moral messages contained are expected to control turbulent in emotion and character development in the process of forming a child's character, especially in the contemporary era. 2 dimensional (2D) animated film which delivering Balinese local content from folklore is done by this research. The 2D animation is entitled 'I Ceker Cipak'. The 2D animation form is chosen because it can explain complicated information to be more simple and interesting, so it can be easily to understood by the audience. 2D animated film is also a media that can be enjoyed by all ages and relatively cheaper and easy to use. Story I Ceker Cipak also convey the values ​​of justice, and humanity through the implementation of the law of karma phala. From the results of tests conducted on children SDN 1 Semarapura Middle students, Klungkung, found that elementary school children can easily understand the moral messages contained in the 2D animation folklore movie entitled I Ceker Cipak.
Pelatihan dan Pendampingan Pemanfaatan Daur Ulang Kertas untuk Produk Kreatif Berdaya Saing Muhdaliha, Benny; Putra, Dhika Purnama; Pusparani, Yori; Anissa, Jeannie; Rahayu, Diana Putri; Ardiansyah, Siti Najwa Maqbullah; Arifin, Galang Muhamad
Wacadesain Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Wacadesain
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Sanjaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51977/xcq0bd09

Abstract

ABSTRAK Pelatihan inovasi daur ulang kertas berfokus pada penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan keterampilan daur ulang kertas, desain, dan pemasaran digital yang sekaligus menjadi media pendidikan kreatif dan ekologis. Penerapan teknologi sederhana dalam produksi dan promosi karya memperkenalkan inovasi ramah lingkungan yang mudah diakses masyarakat. Kegiatan ini juga mendorong kesetaraan gender dan partisipasi pemuda, dengan membuka ruang peran seluruh masyarakat dalam proses produksi maupun pameran karya. Melalui pameran seni dan desain, masyarakat diajak memahami nilai tambah limbah sebagai produk kreatif, sehingga terwujud pemberdayaan komunitas yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan melaksanakan workshop daur ulang kertas, produksi karya kreatif, dan pameran edukatif untuk mendukung konsumsi berkelanjutan. Dengan kata lain, pelatihan branding, katalog digital, serta pemasaran kreatif memperkuat daya saing dan pendapatan komunitas, sejalan dengan pertumbuhan ekonomi inklusif. Mengajak Surat Sobek (SS) sebagai mitra untuk bersama-sama melakukan pelatihan. Mengingat kondisi SS yang memiliki keterbatasan, branding yang lemah, serta pemasaran yang terbatas. Kondisi ini menghambat potensi mereka dalam mengembangkan seni daur ulang kertas menjadi produk kreatif yang berdaya saing dan berdampak sosial-ekonomi. Bentuk kegiatan meliputi sosialisasi program, pelatihan daur ulang kertas dan desain, pendampingan produksi serta branding, pengembangan katalog dan pemasaran digital, pameran karya komunitas, serta evaluasi dan tindak lanjut untuk memastikan keberlanjutan program berbasis seni ramah lingkungan. Kata kunci: Daur Ulang, Branding, Pengabdian Kepada Masyarakat, Kertas.  ABSTRACT The paper recycling innovation training program focuses on strengthening human resource capacity through workshops on paper recycling techniques, design, and digital marketing, serving simultaneously as a medium for creative and ecological education. The application of simple technologies in production and artwork promotion introduces environmentally friendly innovations that are easily accessible to the public. This initiative also promotes gender equality and youth participation by opening inclusive roles for all community members in both the production process and the art exhibition. Through art and design exhibitions, the community is encouraged to understand the added value of waste as a creative product, enabling inclusive, competitive, and sustainable community empowerment. The program includes paper-recycling workshops, creative production, and educational exhibitions to support sustainable consumption. In addition, branding training, digital catalog development, and creative marketing strengthen the community’s competitiveness and income, aligning with inclusive economic growth. Surat Sobek (SS) is invited as a partner to collaborate in conducting the training, considering their current limitations in capacity, weak branding, and restricted marketing reach. These conditions hinder their potential to further develop recycled-paper art into competitive creative products with social and economic impact. The activities include program socialization, paper recycling and design training, assisted production and branding, digital catalog and marketing development, a community art exhibition, and evaluation and follow-up to ensure the sustainability of environmentally friendly, art-based initiatives. Keyword: Recycle, Branding, Community services, Paper.