Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Kurios

Gereja metaverse: Memetakan tantangan dan peluang gereja di era post-digital Jessica Elizabeth Abraham; Junifrius Gultom
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.488

Abstract

Having a different world in virtual reality is nothing new. However, the rapid development of such a world, often known as the metaverse, has caught many peoples’ attention, including believers. Even in its earliest stage of development, the metaverse has already attracted many interested stakeholders and investors as it promises to open up many possibilities and offers many other opportunities. Of course, it does not come without any negative aspects. Yet, like any previous technological advancements, one should assess its weight to determine the appropriate response. This paper addresses whether the metaverse should be seen as a threat or an opportunity, especially by the church. The authors hope that this writing will help the church realize this coming world in the near future and prepare as soon as possible to anticipate this revolutionary disruption. Hopefully, The church can provide spiritual care for the “real” people behind and within this virtual reality. AbstrakKonsep tentang adanya dunia virtual bukanlah suatu hal baru. Kini, perkembangan yang pesat dari terwujudnya dunia virtual tersebut, yang sering dikenal dengan sebutan metaverse, telah menarik perhatian banyak orang termasuk orang percaya. Bahkan pada tahap awal pengembangannya, metaverse telah menarik banyak stakeholder dan investor karena janji akan banyaknya peluang dan kemungkinan lain yang terbuka. Tentu saja itu dunia ini tidak datang tanpa aspek negatifnya. Namun, seperti kemajuan teknologi sebelumnya, seseorang harus terlebih dahulu menilai bobotnya untuk menentukan respons yang tepat. Penelitian ini mencoba menjawab pertanyaan apakah metaverse perlu dilihat sebagai ancaman atau peluang khususnya oleh gereja Tuhan. Penulis berharap penelitian ini pada akhirnya akan menyadarkan gereja akan datangnya metaverse dalam waktu dekat sehingga dapat melakukan persiapan sebaik mungkin untuk mengantisipasi disrupsi revolusioner ini. Gereja diharapkan dapat memberikan pelayanan spiritual yang diperlukan oleh orang-orang "nyata" yang ada di belakang dan di dalam realitas virtual ini.
Gereja sebagai administrator misi keadilan sosial: Sebuah panggilan misional holistik Pentakostal Gultom, Junifrius
KURIOS Vol. 9 No. 2: Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i2.782

Abstract

This research aims to show the holistic mission of the Pentecostal perspective, which departs from the Christian concept of holistic mission, namely Missio Dei, where God initiates the mission. The trinitarian framework of sending becomes a biblical philosophical foundation for understanding the Christian mission centered on God rather than the church, a shift from an ecclesiocentric mission to a theocentric mission. The church's place is important as the administrator of God's work in the world. The method used is descriptive qualitative with a library research approach, which brings the concept of holistic Christian mission, in general, closer to the potential of Pentecostal pneumatic spirituality. Suppose the Pentecostal movement can continue to realize the potential of a friendly pneumatic spirituality (hospitality) and embrace all of creation. In that case, that solid mission drive will enable Pentecostals to present the church as an administrator of social justice. AbstrakTujuan dari penelitian ini untuk menunjukkan misi holistik perspektif Pentakostal yang bertolak dari konsep misi holistik Kristen, yakni Missio Dei, di mana Allah sebagai inisiator misi. Kerangka pengutusan trinitarian menjadi fondasi filosofis alkitabiah untuk memahami misi Kristen yang berpusat pada Allah ketimbang gereja, sebuah pergeseran dari ecclesiocentric mission ke theocentric mission. Tempat gereja menjadi penting sebagai administrator dari pekerjaan Allah di dunia. Metode yang dipergunakan adalah kualitif deskriptif dengan pendekatan library research yang mendekatkan konsep misi holistik Kristen pada umumnya dengan pontensi spritualitas pneumatik Pentakostal. Jika gerakan Pentakostal dapat terus menyadari akan potensi spiritualitas pneumatik yang ramah (hospitalitas) dan merangkul semua ciptaan, maka dorongan misi yang kuat itu memungkinkan orang-orang Pentakostal mampu menghadirkan gereja sebagai administrator keadilan sosial.Â