Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

RANCANG BANGUN SISTEM INFORMASI PENGGAJIAN DENGAN DESAIN SISTEM BERORIENTASI OBJEK (STUDY KASUS : CV. ANGKUTAN AGUNG) Farabi, Nur Ali; Rosano, Andi; Wulandari, Nur Annisa Tri
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 3 No. 4 (2018)
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan Agung is a company engaged in expedition, which employs many employees, the employee payroll system is still used manually by writing in a record book. This manual system will invite errors therefore there is a need for a solution that is used to overcome the accuracy in payroll because in order to avoid errors in recording or recapping salaries. Therefore, a computerized system is needed in order to provide information to employees and other parties appropriately, quickly and accurately, based on the description above, the writer is interested in making an object-oriented payroll information system on CV Angkutan Agung. This system is made using object-oriented methodology with UML tools (Unified Modeling language). The concept of data for ERD (entity relational diagram) and logical record structure (LRS) models. With the Java Netbeen.8.1 programming language and Mysql database. The results to be achieved from this study is that the employee salary calculation application can provide information in ease of presentation, improve performance and data processing to be better, more precise, fast, and accurate, and accelerate in making employee salary reports.
Low Bit-Rate Parametric Coding Djadjat Sudaradjat; Sudaradjat, Djadjat; Rosano, Andi
Paradigma - Jurnal Komputer dan Informatika Vol. 24 No. 2 (2022): September 2022 Period
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/paradigma.v24i2.1391

Abstract

Abstrak - Dengan metoda pengkodean parametrik (parametric coding) sinyal suara manusia dapat menghasilkan kecepatan bit (bit-rate) yang lebih rendah dibandingkan dengan metoda pengkodean bentuk gelombang (wave form coding). Contohnya pada metoda pengkodean bentuk gelombang akan dibatasi oleh batas minimal frekuensi cuplik (sampling frequency) yang menurut teorema Shannon-Nyquist menyatakan agar tidak ada informasi yang hilang ketika pencuplikan sinyal, maka kecepatan pencuplikan harus minimal dua kali dari lebar pita sinyal tersebut. Dengan demikian pada pengkodean bentuk gelombang kecepatan bit terendah yang dapat dicapai adalah oleh system Modulasi Delta (Delta Modulation) yaitu sebesar 8 Kbit/detik. Sedangkan pada pengkodean parametrik sinyal dapat dicapai kecepatan bit yang lebih rendah yaitu sebesar 2,4 Kbit/detik oleh system LPC (Linear Predictive Coding). Dengan kecepatan bit yang rendah akan diperoleh penghematan penggunaan lebar pita (bandwidth) saluran transmisi dan memori.
Adaptive Delta Modulation Simulation and Analysis Using MatLab Sudaradjat, Djadjat; Rosano, Andi
Paradigma - Jurnal Komputer dan Informatika Vol. 25 No. 2 (2023): September 2023 Period
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/p.v25i2.2151

Abstract

The system for converting analog signals to digital signals has become a necessity, considering that the tools currently used are digital computers. One of the analog-to-digital conversion systems is the delta modulation system. In delta modulation, only one bit is used to encode each change in the input signal, where a rising signal is encoded into a one bit and a falling signal is encoded into a zero bit. This can save the bit rate which, when transmitted over the transmission channel, can save the transmission bandwidth, and when stored in computer storage media, can save storage space. However, if the slope of the signal rises and falls sharply, the delta modulation system cannot follow these signal changes, which is called slope overload. To overcome this problem, an adaptive delta modulation system was developed that has variable or adaptive pulse height for both one and zero bits. In this paper, a comparison between the delta modulation system and the adaptive delta modulation system using MatLab application will be simulated and analyzed. From the simulation results, it can be seen that the adaptive delta modulation system is able to overcome slope overload compared to the delta modulation system.
Implementasi IOT Dalam Sistem Monitoring Kualitas Air Menggunakan Platform Blynk Dan Googlesheet Hafish Ananda Putra; Andi Rosano
INSANtek Vol. 5 No. 1 (2024): Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v5i1.3209

Abstract

Data Badan Pusat Statistik tahun 2021 sebanyak 10.683 desa di Indonesia mengalami pencemaran air. Diperlukan pemantauan untuk mengantisipasi terjadinya pencemaran air dan juga memastikan sumber air memenuhi standar kesehatan yang berlaku. Bertujuan untuk menjaga sumber air di masyarakat mampu memenuhi kebutuhan masyarakat. Karena beresiko terjadinya krisis air bersih akibat banyaknya sumber air yang tercemar. Perancangan alat sistem monitoring kualitas air berbasis IoT dengan mikrokontroler ESP32 berdasarkan parameter tingkat kekeruhan, tingkat padatan yang terlarut dan tingkat keasaman atau basa dari air. Mekanisme sistem monitoring ialah dengan pengambilan data oleh sensor yang kemudian diproses oleh mikrokontroler dan dikirimkan ke server untuk ditampilkan secara online dan terekam riwayat pemantauan yang diakses dari smartphone. Hasil percobaan sensor dan komunikasi data yang dilakukan, menunjukkan bahwa sistem berjalan sesuai dengan rencana dan mampu melakukan pendeteksian secara akurat. Alat monitoring kualitas air mampu mendeteksi dengan tingkat error dibawah 10%. Data berhasil diintegrasikan terhadap platform Blynk dan Google spreadsheet dengan update data setiap 30 detik. Pada pengembangan selanjutnya Semakin banyak parameter yang dipantau maka tingkat keamanan dari sumber air semakin baik. Untuk meningkatkan performa pemantauan sumber air dilakukan dengan membuat beberapa titik pemantauan dalam jarak tertentu sehingga dapat dilacak area sungai yang terindikasi mengalami perubahan kondisi secara signifikan.
Audit Manajemen Energi pada Sistem Penerangan dan Tata Udara Masjid Muttaqien Cibadak Sukabumi Andi Rosano; Djadjat Sudaradjat
INSANtek Vol. 5 No. 2 (2024): November 2024
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v5i2.7129

Abstract

Dalam kehidupan sehari-hari masyarakat kita masih sangat jarang adanya pihak yang peduli akan penghematan energi. Audit manajemen energi adalah langkah penting dalam usaha peningkatan efisiensi energi. Masjid, sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial, seringkali memiliki kebutuhan energi yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan audit manajemen energi pada masjid dan mengidentifikasi adanya potensi  penghematan energi dan memberikan rekomendasi tindak lanjutnya. Objek audit manajemen energi ini ditujukan pada pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Muttaqien Cibadak Sukabumi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masjid ini memiliki potensi penghematan energi yang signifikan dan menghasilkan rekomendasi peluang konservasi energi yang bisa dilakukan dengan mengurangi penggunaan beberapa lampu dan sejumlah AC (Cir Conditioner). Didapatkan bahwa pemakaian tenaga listrik setelah peluang konservasi energi (ECO) sebesar 39.619,2 kWh/tahun dengan biaya listrik sebesar Rp 36.723.560/tahun, dengan nilai intensitas konsumsi energi (IKE) masjid sebesar 12,96 kWh/m2/bulan. Nilai ini termasuk dalam kategori konsumsi energi yang cukup hemat berdasarkan Peraturan Menteri Nomor 13 Tahun 2012 tentang Energi Listrik
Analisa Performa, Pengembangan Arsitektur dan Implementasi Ring Topologi PROFINET Redundant pada Sistem DCS CENTUM-VP Rendy Adithya; Andi Rosano; Djadjat Sudaradjat
INSANtek Vol. 6 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v6i2.10978

Abstract

Pada tahap perencanaan sistem Distributed Control System (DCS) jaringan PROFINET, biasanya dirancang dengan konfigurasi topologi yang ideal dan terstruktur. Namun dalam implementasinya di lapangan, berbagai faktor teknis seperti keterbatasan ruang fisik, jumlah perangkat aktual, perubahan konfigurasi, dan kebutuhan ekstensi seringkali menjadi penyebab pengembangan atau penyimpangan dari topologi awal yang belum ada analisanya. Perubahan ini berdampak langsung terhadap struktur jaringan, kompleksitas instalasi, serta performa dan keandalan komunikasi sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak adaptasi Central Lubrication Unit (CLU) pada topologi ring redundant PROFINET yang digunakan dalam sistem Distributed Control System (DCS) CentumVP di industri kertas, khususnya proses Wood Handling Processing. Latar belakangnya adalah kebutuhan integrasi CLU dengan switch Phoenix Contact FL di luar ring, yang dapat memengaruhi performa jaringan. Metode yang digunakan meliputi analisis teoretis berdasarkan standar PROFINET dan simulasi konseptual menggunakan Packet Tracer, dengan fokus pada konfigurasi switch FL di local panel CLU. Hasil analisis menunjukkan bahwa latensi meningkat dari 10 ms menjadi 25 ms pada beban 100%, throughput turun 5% menjadi 95 Mbps, dan keandalan menurun dari 99.9% menjadi 99.6%, sementara jitter naik dari 1 ms menjadi 6 ms. Faktor penentu meliputi beban data dan konfigurasi port. Rekomendasi mencakup penggunaan switch PROFINET-managed pada semua jalur utama, aktivasi penuh loop MRP, serta pembagian jaringan menjadi segmen logis untuk untuk menjaga performa dalam batas toleransi industri. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa adaptasi CLU dapat diterima dengan optimasi yang tepat, mendukung operasi kontinu di industri kertas.
Analisa Suhu dan Kelembaban Kandang Pintar Berbasisis IoT pada Peternakan Unggas di Kementerian Pertanian Muhamad Randy; Djadjat Sudaradjat; Harna Adianto; Andi Rosano
INSANtek Vol. 7 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/insantek.v7i1.12558

Abstract

Pemantauan kondisi lingkungan kandang unggas, khususnya suhu dan kelembaban, masih banyak dilakukan secara manual sehingga berpotensi menyebabkan keterlambatan dalam mendeteksi perubahan kondisi yang dapat memengaruhi kesehatan, kenyamanan, dan produktivitas ternak. Selain itu, perbedaan kebutuhan lingkungan antara unggas seperti ayam dan bebek memerlukan sistem pemantauan yang mampu memberikan informasi secara cepat dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis suhu dan kelembaban pada kandang pintar (Smart Cage) berbasis Internet of Things (IoT) yang diterapkan pada peternakan unggas di lingkungan Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian. Sistem menggunakan sensor DHT11 pada kandang bebek dan sensor DHT22 pada kandang ayam, dengan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai pengirim data ke platform IoT Blynk. Data suhu dan kelembaban yang diperoleh dianalisis menggunakan metode survei dan korelasi untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan pada kedua kandang. Hasil Uji korelasi antara variabel suhu (X) dari sensor DHT11 dan kelembaban (Y) dari sensor DHT22. Sensor DHT11 yang digunakan pada kandang bebek menunjukkan akurasi suhu yang cukup baik dengan nilai korelasi suhu 0,86 dan p-value 9.88 × 10⁻¹¹ (sangat signifikan), sedangkan sensor DHT22 pada kandang ayam nilai korelasi suhu -0,88 dan p-value 6.14 × 10⁻¹¹ signifikan secara statistik. Sehingga sesuai digunakan untuk lingkungan ternak yang membutuhkan kontrol kelembaban ketat. Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa sistem Smart Cage mampu melakukan pemantauan suhu dan kelembaban secara real-time sehingga memudahkan pengelolaan lingkungan kandang. Dengan demikian, penerapan teknologi IoT pada peternakan unggas dapat mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat, meningkatkan produktivitas, serta menjaga kesehatan dan kenyamanan hewan ternak.