This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ecopsy
Marina Dwi Mayangsari
Program Studi Psikologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Lambung Mangkurat

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Hubungan perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi Nurhayati Nurhayati; Sukma Noor Akbar; Marina Dwi Mayangsari
Jurnal Ecopsy Vol 1, No 4 (2014): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.405 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v1i4.508

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi di SMAN 1 dan 7 Banjarmasin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif, dengan menggunakan teknik sampling jenuh dalam pengambilan sampel. Subjek penelitian adalah siswa akselerasi di SMAN 1 dan SMAN 7 Banjarmasin sebanyak 35 orang. Instrumen yang digunakan adalah Skala Perfeksionisme dan Skala Kesejahteraan Psikologis. Berdasarkan hasil analisis korelasi Pearson Product Moment diketahui r = 0, 587, yang berarti bahwa ada hubungan positif yang signifikan antara perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi di SMAN 1 dan 7 Banjarmasin. Sumbangan efektif perfeksionisme terhadap kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi sebesar 34,5%, sedangkan 65,5% dipengaruhi oleh faktor lain di luar perfeksionisme. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi perfeksionisme maka akan semakin baik kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi, sehingga hasil penelitian ini kurang sesuai dengan asumsi awal penelitian yang mengajukan bahwa kemungkinan terdapat hubungan negatif antara perfeksionisme dengan kesejahteraan psikologis pada siswa akselerasi di SMAN 1 dan 7 Banjarmasin. Kata Kunci: Perfeksionisme, Kesejahteraan Psikologis, Siswa Akselerasi The objective of this study was to find out the relationship between perfectionism and psychological well-being of accelerated students at SMAN 1 and 7 Banjarmasin. The study used a quantitative research method, using saturation sampling techniques. The subjects were 35 accelerated students of SMAN 1 and 7 Banjarmasin while the instruments were Perfectionism Scale and Psychological Wellbeing Scale. The results of Pearson Product Moment Correlation analysis showed that r = 0.587, which indicated that there was a significant positive relationship between perfectionism and psychological well-being of accelerated student at SMAN 1 and 7 Banjarmasin. The effective contribution of perfectionism to the accelerated students' psychological well being was 34.5 %, while 65.5 % was influenced by other factors other than perfectionism. Based on the results, it can be concluded that the higher the perfectionism, the better the psychological well-being of the accelerated students; therefore, the results were less consistent with the initial assumption suggesting that there might be a negative relationship between perfectionism and psychological well-being of the accelerated students at SMAN 1 and 7 Banjarmasin. Keywords: Perfectionism, Psychological Well-being, Accelerated Student
Hubungan kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit Islam Banjarmasin Ridha Wahyuni; Marina Dwi Mayangsari; Rahmi Fauzia
Jurnal Ecopsy Vol 3, No 3 (2016): JURNAL ECOPSY
Publisher : Psychology Study Program, Faculty of Medicine, Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.756 KB) | DOI: 10.20527/ecopsy.v3i3.2663

Abstract

Kecerdasan  spiritual  sangat  penting  bagi  perawat  agar  bersikap  humanis, menjaga  hubungan  yang  baik  terhadap pasien, dan menunjukkan  rasa  kepedulian perawat terhadap  pasien  agar  terjuwudnya  perilaku  prososial. Pencarian makna  bagi  perawat mampu  mengaitkan  pemberian  pelayanan  keperawatan  atas  dasar  ibadah  pada  Tuhan  dan pertolongan  bagi  manusia  yang  membutuhkan yaitu  pasien. Penelitian  ini  bertujuan  untuk mengetahui  hubungan antara  kecerdasan  spiritual  dengan  perilaku  prososial  perawat  di  Rumah  Sakit  Islam  Banjarmasin. Subjek  pada penelitian  ini  yaitu 34 perawat  Rumah  Sakit  Islam  Banjarmasin. Metode  pengumpulan  data  menggunakan  skala kecerdasan  spiritual dan  skala perilaku  prososial,  sedangkan  analisis  data  menggunakan  menggunakan  korelasi product  moment  dari  Karl  Pearson. Sebelum  dilakukan  uji  korelasi,  terlebih  dahulu  dilakukan  uji  normalitas. Uji normalitas menunjukkan bahwa data yang diperoleh berdstribusi normal dengan nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 yaitu kecerdasan spiritual sebesar 0, 200 dan perilaku prososial sebesar 0,200. Adapun hasil analisis korelasi dengan menggunakan 34 subjek  yaitu  r  =  0,575  dengan p  =0,000(p  <  0,05).  Dengan  demikian  penelitian  ini  membuktikan bahwa terdapat hubungan positif yang cukup kuat antara variabel kecerdasan spiritual dengan perilaku prososial pada perawat di Rumah Sakit Islam Banjarmasin.Kata Kunci : Kecerdasan Spritual, Perilaku Prososial, PerawatSpiritual intelligence is essential for nurses to be humane, to maintain a good relationship with patients, and to show a sense of caring to patients in order to manifest prosocial behavior. The searching for the meaning for the nurses is able to connect the provision of nursing services to the duty on the basis of worship to God and the help for people, patients, who need it. The aim of this study was to find out the relationship between spiritual intelligence and prosocial behavior in  nurses  at  Rumah  Sakit  Islam  Banjarmasin.  The  subjects  in  this  study  were  34  nurses  at  Rumah  Sakit Islam Banjarmasin.  Data  were  collected  using  a  scale  of  spiritual  intelligence  and  a  scale  of  prosocial  behavior  while  the data were analyzed using Pearson product moment from Karl Pearson. Before the correlation test was conducted, the normality test  was performed.The results of normality test showed that the distribution of the data was normal  with a significance value greater than 0.05, namely the spiritual intelligence value by 0.200 and prosocial behavior 0.200. The results of the correlation analysis on 34 subjects  indicated that r = 0.575,  with p = 0.000 (p < 0.05). Thus this study proved  that  there  was  a  fairly  strong  positive  relationship  between  spiritual  intelligence  variable  and  prosocial behavior variable in nurses at Rumah Sakit Islam Banjarmasin.Keywords : spiritual intelligence, prosocial behavior, nurses