Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

STRATEGI DINAS PERINDUSTRIAN DAN TENAGA KERJA SURABAYA DALAM MENGURANGI PENGANGGURAN DI KOTA SURABAYA Dewi Utari, Rani; Widiyanto, M. Kendry; Puspaningtyas, Anggraeny
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 4 No. 02 (2024): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengangguran diartikan sebagai kondisi di mana individu dalam angkatan kerja berkeinginan memperoleh pekerjaan, namun belum berhasil mendapatkannya. Persentase TPT dari 5 Kota/Kabupaten tersebut ada sebanyak 4 Kota yang memiliki jumlah Tingkat Pengangguran Terbuka melebihi Tingkat Pengangguran Nasional yakni sebesar 5,43%, salah satunya adalah Kota Surabaya.Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis strategi Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya dalam mengurangi Pengangguran di Kota Surabaya. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yakni Analisis SWOT. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kota Surabaya berada pada posisi kuadran II yakni Diversity Strategi. Diversity Strategi dapat diterapkan di Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya dalam mengurangi pengangguran yang ada di Kota Surabaya. Diversity Strategi adalah strategi kekuatan dari organisasi untuk menghindari ancaman yang akan dihadapi. Artinya, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Surabaya mempunyai kondisi yang baik namun menghadapi sejumlah tantangan.
ANALISIS PENERAPAN GOOD GOVERNANCE PADA PELAYANAN PEMBUATAN AKTA KELAHIRAN DI KOTA SURABAYA Putri Sugiarto, Adelia; Puspaningtyas, Anggraeny; Soesiantoro, Adi
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 4 No. 02 (2024): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya persentase keluhan masyarakat kepada ombudsman terkait dengan pelayanan publik di pemerintah daerah, menunjukan bahwa pelayanan yang diberikan masih dapat dikatakan belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat atau buruk (Duhita, 2018). Dikembangkannya inovasi terhadap pelayanan kependudukan memberikan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat terkait efektifitas dan efisiensi dalam pelayanan kependudukan. Dalam hal ini masyarakat tidak lagi diharuskan untuk datang langsung ke kantor loket pelayanan di Dispendukcapil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mana nantinya akan menggunakan pendekatan deskriptif atau narasi dalam proses penyusunannya. Fokus penelitian pada penelitian ini yaitu mendeskripsikan dan menjabarkan secara detail mengenai analisis good governance pada pelayanan pembuatan akta kelahiran di Kota Surabaya. Hasil dari penelitian ini adalah pelayanan yang diberikan oleh dispendukcapil kota surabaya dalam permohonan pengurusan akta kelahiran telah sesuai dengan prinsip good governance yang ada namun masih ada beberapa kendala yang perlu diperhatikan dan diperbaiki untuk memastikan pelayanan administratif yang lebih inklusif dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, masyarakat juga dapat lebih berperan aktif dalam pemberian saran dan masukan bagi instansi terkait agar pelayanan publik dapat terjaga kualitasnya atau bahkan dapat ditingkatkan lagi.
MANAJEMEN REKRUTMEN APARATUR SIPIL NEGARA DALAM MEWUJUDKAN KESETARAAN BAGI DISABILITAS DI PEMERINTAH KOTA SURABAYA Honesti Ramadhani, Mumtahanah; Widiyanto, M. Kendry; Puspaningtyas, Anggraeny
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 4 No. 03 (2024): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini dilakukan dengan tujuan untuk meneliti terkait manajemen rekrutmen Aparatur Sipil Negara formasi khusus penyandang disabilitas pada lingkup instansi Pemerintah Kota Surabaya serta meneliti terkait kesuaian antara aturan yang berlaku dengan realita di lapangan yaitu kesetaraan penyandang disabilitas dalam mendapatkan pekerjaan. Analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika dilihat dari konteks kendala terdapat minimnya pelamar penyandang disabilitas dalam rekrutmen CASN, hal tersebut terlihat dari perbandingan jumlah pegawai Non ASN disabilitas dan ASN dengan disabilitas yang berbanding jauh sehingga menimbulkan perbedaan yang sangat signifikan. Perbandingan yang mencolok ini mencerminkan kesenjangan dalam kemampuan dan dukungan yang tersedia bagi penyandang disabilitas. Namun dalam aspek manajemen ASN yang diterapkan sudah sesuai dengan kebijakan yang berlaku, Pemerintah Kota Surabaya telah berupaya untuk membuka formasi ASN khusus penyandang disabilitas yang di umumkan secara terbuka melalui website dan media sosial dan ketentuan terkait jumlah formasi juga sudah sesuai kebijakan yang berlaku sebesar 2% dan dalam aspek lingkungan maupun fasilitas yang telah diberikan pada saat rekrutmen juga sudah sesuai dengan SOP dari K Kata Kunci: Kesetaraan, Disabilitas, Aparatur Sipil Negara, Sumber Daya Manusia.
EVALUASI KEBIJAKAN PENGENTASAN PERNIKAHAN DINI: (Studi Kasus di Desa Pangelen Kecamatan Sampang Kabupaten Sampang) Sari, Ayu Puspita; Soesiantoro, Adi; Puspaningtyas, Anggraeny
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 4 No. 04 (2024): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v4i04.1590

Abstract

Pernikahan dini merupakan sebuah fenomena sosial yang sering terjadi khususnya di Indonesia. Isu pernikahan dini menjadi perhatian penting bagi Indonesia sejak tahun 2008 pemerintah melalui lembaga Badan Pusat Statistik (BPS) dan United Nations Children's Fund (UNICEF) menjalin kerjasama dengan melakukan survei dalam kasus Pernikahan Dini. Dimana menurut pemerintah usia pernikahan yang dituangkan dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 Tentang batas usia perkawinan laki-laki dan perempuan harus berusia 19 Tahun (MPOC, 2020). Sejak Januari sampai Oktober 2021 Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Sampang, Madura Jawa Timur telah menerima permohonan dispensasi kawin sebanyak 27 kasus dan mayoritas perempuan tercatat di usia 16 Tahun. Untuk mengevalusi kebijakan pengentasan dini di Desa Pangelen menggunakan metode evaluasi kebijakan dari teori dari William N. Dunn dengan mengguankan enam parameter evalusai kebijakan yaitu efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, dan ketepatan. Dimana yang menjadi narasumber untuk keperluan data penelitian adalah perangkat desa Pangelen, Bidan Desa, dan juga warga Desa Pangelen. Dari hasil informasi kebijakan pernikahan dini yang terjadi di Desa Pangelen telah berlangsung dengan efisien, efektiv, cukup, rata, tapat, serta responsive. Sehingga dalam beberapa tahun terakhir angka pernikahan dini di wilayah tersebut menurun, hal ini karena kesadaran individu dan juga informasi dari berbagai media mengenai himbauan pernikahan dini, oleh karena itu Tingkat kehamilan dini berkurang.
EVALUASI KEBUTUHAN WIRA WIRI SUROBOYO SEBAGAI TRANSPORTASI PUBLIK KOTA SURABAYA Rumana, Mailani Zahro; Puspaningtyas, Anggraeny; Hariyoko, Yusuf
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 4 No. 04 (2024): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v4i04.1602

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis evaluasi kebutuhan Wira Wiri Suroboyo sebagai transportasi publik Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah evaluasi. Fokus penelitian ini adalah evaluasi kebijakan tentang program, karakteristik, pelaksanaan dan hasil program Wira-Wiri Suroboyo. Sehingga metode evaluasi yang cocok dengan jenis penelitian adalah metode evaluasi kualitatif dengan model yang digunakan adalah CIPP MODEL (Context, Input, Process, Product). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan teknik interview dan participan to observation ssebagai sumber data primer serta teknik document record sebagai sumber data sekunder. Informan pada penelitian yaitu tiga orang pengguna wira-wiri suroboyo rute, satu petugas wira-wiri suroboyo, dan dua narasumber dari dinas perhubungan Kota Surabaya. Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode interactive. interactive model. Hasil dan kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program Wira Wiri Suroboyo sesuai dengan keinginan masyarakat untuk modernisasi, kenyamanan, dan efisiensi biaya. Sistem pembayaran elektronik telah meningkatkan layanan dengan harga yang terjangkau, memberikan kenyamanan dan keamanan. Masyarakat puas dengan program ini, namun mengharapkan perawatan fasilitas dan penambahan fasilitas di beberapa halte. Masyarakat dapat menghubungi petugas atau layanan pelanggan untuk melaporkan masalah. Mereka juga menginginkan penambahan armada, jalur, dan halte, serta perbaikan fasilitas seperti kursi penumpang dan papan informasi. Implementasi program ini tidak sepenuhnya sesuai dengan teori evaluasi CIPP oleh Daniel Stufflebeam, terutama pada dimensi proses dan produk yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
REFORMASI PELAYANAN SURABAYA SINGLE WINDOWS (SSW) ALFA MENGGUNAKAN PENDEKATAN DYNAMIC GOVERNANCE DI KELURAHAN MENUR PUMPUNGAN KOTA SURABAYA Gaba, Florentina Virginia Bebhe; Widiyanto, Kendry; Puspaningtyas, Anggraeny
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 4 No. 04 (2024): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v4i04.1604

Abstract

Penelitian ini membahas tentang reformasi pelayanan publik di Kelurahan Menur Pumpungan, Kota Surabaya, melalui penerapan Surabaya Single Window (SSW) Alfa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak dan efektivitas SSW Alfa dalam mempermudah proses perizinan serta meningkatkan kesadaran teknologi informasi dan komunikasi di kalangan masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara mendalam dengan warga dan pejabat kelurahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SSW Alfa telah memberikan kemudahan signifikan bagi warga dalam mengurus perizinan tanpa harus mendatangi kantor kelurahan secara langsung. Warga merasa terbantu dengan adanya pelayanan digital ini, meskipun beberapa di antaranya harus menyesuaikan diri dengan sistem baru. Selain itu, evaluasi dan monitoring rutin dilakukan untuk memastikan efektivitas layanan dan kepuasan masyarakat. Peningkatan kualitas sumber daya manusia di kelurahan melalui pelatihan dan pemanfaatan teknologi juga berkontribusi pada kesuksesan reformasi ini. Kesimpulannya, penerapan SSW Alfa di Kelurahan Menur Pumpungan telah berhasil meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik, serta mendorong masyarakat untuk lebih melek teknologi.
EVALUASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM MENGURANGI KEMISKINAN DI DESA SUMBERREJO KABUPATEN PASURUAN Putra, Alvin Wahyu Tri Yudian; Puspaningtyas, Anggraeny; Soesiantoro, Adi
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 4 No. 05 (2024): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v4i05.1657

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Sumberrejo, Kabupaten Pasuruan, yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga penerima manfaat. Penelitian ini menggunakan jenis peneitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dengan fokus penelitian berdasarkan teori William Dunn yang menilai efektivitas, efisiensi, kecukupan, pemerataan, responsivitas, dan ketepatan program. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKH berhasil menurunkan jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari 720 pada tahun 2022 menjadi 503 pada tahun 2024, menunjukkan dampak positif dalam pengentasan kemiskinan. Namun, terdapat tantangan seperti keterlambatan penyaluran bantuan dan kesulitan verifikasi data. Untuk meningkatkan efektivitas program, diperlukan perbaikan dalam manajemen, koordinasi antarinstansi, dan pemutakhiran data secara berkala. Secara keseluruhan, PKH di Desa Sumberrejo telah berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga miskin, meskipun masih memerlukan beberapa perbaikan untuk mencapai distribusi yang lebih merata dan efisien.
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KECAMATAN SEMAMPIR KOTA SURABAYA Sa'adah, Alvira Tindi; Puspaningtyas, Anggraeny; Wahyudi, Eddy
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 4 No. 05 (2024): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v4i05.1658

Abstract

Riset ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis deskriptif. Fokus riset yakni menggali serta analisis informasi terkait implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Semampir. PKH merupakan alah satu program perlindungan sosial yang ditetapkan pemerintah Indonesia dengan tujuan utama untuk peningkatan kualitas hidup serta kesejahteraan masyarakat, terutama keluarga miskin dan rentan. Tujuan penelitian untuk mengetahui serta analisa implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Hasil riset membuktikan program telaah memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Standar dan tujuan PKH yang jelas, seperti yang tercantum dalam PERMENSOS nomor 1 tahun 2018, berhasil tercapai melalui implementasi yang komprehensif. Proses verifikasi dan validasi yang dilakukan oleh pendamping PKH memastikan bahwa bantuan tepat sasaran, memberikan dampak positif terutama dalam peningkatan akses pendidikan dan kesehatan bagi keluarga penerima manfaat.
IMPLEMENTASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI KECAMATAN KREMBANGAN KOTA SURABAYA Asyavira, Ariska Aulia; Puspaningtyas, Anggraeny; Wahyudi, Eddy
PRAJA observer: Jurnal Penelitian Administrasi Publik (e- ISSN: 2797-0469) Vol. 4 No. 06 (2024): ADMINISTRASI PUBLIK
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/praob.v4i06.1667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Krembangan, Kota Surabaya. Program ini merupakan upaya pemerintah dalam mengurangi tingkat kemiskinan dengan memberikan bantuan sosial bersyarat kepada keluarga miskin. Penelitian menggunakan jenis deskriptif demetode kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun program ini berhasil meningkatkan kesejahteraan penerima manfaat, masih terdapat beberapa kendala seperti data yang belum valid, proses verifikasi yang kurang baik, dan kedekatan hubungan antara kader dengan masyarakat yang mempengaruhi hasil pendataan.
PENTINGNYA KESETARAAN PENDIDIKAN BAGI DESA WISATA BEJIJONG DI KABUPATEN MOJOKERTO Handayani Sagita, Dini; Ari Nugraha, Fransiskus; Ramadhania, Tariza; Puspaningtyas, Anggraeny
ABDIMAS Vol 4 No 01 (2024): PENDIDIKAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v4i01.558

Abstract

Kelompok belajar (Kejar) adalah jalur pendidikan nonformal yang difasilitasi oleh Pemerintah untuk siswa yang belajarnya tidak melalui jalur sekolah. Kejar paket terdiri dari 3 paket yaitu kejar paket A, B, dan C. Kejar Paket A, B, dan C merupakan solusi bagi kita yang sudah berusia di atas usia sekolah namun ingin memiliki pengetahuan, kemampuan, dan ijazah setara dengan SD, SMP, dan SMA. melalui program kejar paket, siswa akan mendapatkan pelajaran setara sesuai dengan tingkatannya. Kegiatan pembelajaran kejar paket dilaksanakan secara fleksibel dibandingkan dengan sekolah formal artinya pembelajaran dilaksanakan tidak penuh dalam 1 Minggu melainkan hanya dilaksanakan 3 kali dalam seminggu. Berdasarkan hasil observasi dan survey pengabdi, Desa Bejijong merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Mojokerto memiliki berbagai potensi, mulai dari produk budaya nusantara yang kental, UMKM di bidang kerajinan yang dapat dikembangkan, dan sumber daya manusia (SDM). Permasalahan yang dihadapi saat ini dimana kondisi pendidikan formal di Desa Bejijong terdapat mengalami kelemahan, diantaranya terdapat masyarakat yang belum lulus tingkat Sekolah Dasar (SD) dan ada beberapa tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Berdasarkan capaian dari lingkup pendidikan di desa tersebut kurang mengalami peningkatan dikarenakan pengaruh lingkungan dan mindset kedaerahan yang masih kental. Seperti halnya banyak remaja Desa Bejijong yang lebih memilih untuk bekerja bukan karena kesulitan ekonomi, namun mereka lebih senang menghasilkan suatu berbentuk material.