Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

PENYULUHAN KESEHATAN TENTANG KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DAN BAHAYA KEHAMILAN DILUAR NIKAH DI SMA 2 GADINGREJO KABUPATEN PRINGSEWU LAMPUNG TAHUN 2020 Linda Puspita; Nopi Anggista Putri; Rini Wahyuni; Psiari Kusuma Wardani; Mareza Yolanda Umar; Putri Damayanti
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 2 No. 2 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa tingkat aborsi secara global yaitu 28 kasus dari 1000 kehamilan dalam 1 tahun. Presentase kasus aborsi yang dilakukan cara sengaja tanpa bantuan medis melonjak dari 44% menjadi 49%. Yang perlu diwaspadai penyebab utama wanita hamil didunia adalah aborsi yang tidak aman. Berdasarkan survey Demografi dan kesehatan indonesia SDKI (2012) membuktikan bahwa angka fertilitas remaja (ASFR) pada kelompok usia 15-19 tahun mencapai 48 dari 1000 kehamilan. Faktanya dari tahun ke tahun frekuensi kehamilan pada usia remaja semakin meningkat. Hal ini terjadi karena adanya kecenderungan prilaku seksual tidak sehat di kalangan remaja (PKBI, 2015), Pengabmas ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kesehatan reproduksi dan kehamilan remaja diluar nikah. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang kesehatan reproduksi dan bahaya kehamilan diluar nikah. Pengabmas ini diharapkan remaja mempunyai pengetahuan tentang bahaya sex bebas dan kehamilan diluar nikah.
EDUKASI LATIHAN ABDOMINAL STRETCHING UNTUK MENGURANGI NYERI HAID PADA REMAJA DI PONDIK PESANTREN DARUL HUFFAZ KABUPATEN PESAWARAN Linda Puspita; Mareza Mareza Yolanda Umar; Psiari Kusuma
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 2 No. 3 (2020): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dysmenorrhea primer akan dialami oleh 60 – 75% perempuan muda. Sedangkan dysmenorrhea sekunder terjadi karena adanya kelainan ginekologis (Salfingitis kronika, Endometriosis, Adenomiosis uteri, Stenosis servisis uteri, dan lain-lain). Terutama terjadi pada wanita usia 30 - 45 tahun (Widjanarko, 2006). Sifat rasa sakit sering berlangsung lebih lama dari kram normal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini berfokus pada remaja putri yaitu dengan melakukan senam abdominal stretching. Abdominal stretching exercise merupakan salah satu cara yang paling efisien untuk menurunkan nyeri dysmenorrhea primer. Dilakukan setiap pagi atau sore hari. Baik dilakukan 3 kali dalam seminggu selama 15 - 30 menit. Untuk remaja yang memiliki siklus menstruasi normal (28 – 30 hari) dapat melakukan abdominal stretching exercise 3 hari sebelum menstruasi dan untuk remaja yang memiliki siklus menstruasi yang tidak normal maka dapat dilakukan minggu ke-3 setelah menstruasi sebelumnya selama 4 – 5 kali seminggu. Dysmenorrhea primer merupakan sensasi nyeri seperti kram pada abdomen bawah sering bersamaan dengan gejala lain (Thermacare, 2010).
PENCEGAHAN STUNTING MELALUI 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN (HPK) Linda Puspita; Mareza Yolanda Umar; Psiari Kusuma Wardani
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 3 No. 1 (2021): Vol 3 No 1 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai kebutuhan gizi. Pencegahan Stunting Melalui 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) dengan metode ceramah dan diskusi/ tanya jawab. Alat dan bahan yang digunakan adalah flip card dan leaflet serta diadakannya contoh makanan bergizi untuk MP-ASI anak. Pelaksanaan Kegiatan penyuluhan ini dilakukan pada hari Kamis, 18 Februari 2021 pukul 09.00 WIB s/d selesai bertempat di Desa Wonodadi Kecamatam GadingRejo Kabupaten Pringsewu. Upaya intervensi gizi spesifik untuk balita pendek difokuskan pada kelompok 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu ibu hamil, ibu dengan anak usia 0—12 bulan, dan ibu dengan anak usia 13—24 bulan karena penanggulangan balita pendek yang paling efektif dilakukan pada 1.000 HPK. Bidan desa dan kader posyandu memiliki tugas penting untuk memperkenalkan dan menyampaikan program 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) kepada masyarakat, khususnya kepada ibu hamil, ibu menyusui dan ibu yang memiliki anak usia 0-2 tahun melalui berbagai kegiatan penyuluhan di masyarakat. Kata kunci: Stunting, Seribu Hari pertama Kehidupan
Exclusive Breastfeeding to Infant Nutritional Status Mareza Yolanda Umar; Linda Puspita
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 6 (2021): Special Issue GINC
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.462 KB) | DOI: 10.30604/jika.v6iS1.781

Abstract

Infancy starts from 0-12 months and is characterized by rapid growth and physical changes as well as changes in nutritional requirements. There is still a lack of breast milk as the baby's first meal. In fact, the reduction of child nutrition can lead to child malnutrition and underdevelopment (stunted growth). The purpose of this study is to determine the relationship between exclusive breastfeeding and infant nutritional status. The study used a cross-sectional design analysis and investigation method to study the success of breastfeeding on nutritional status. The object of the study is 7-12 months old babies, a total of 113 people. There is an association between exclusive breastfeeding and nutritional status, with a P value of 0.000 and an OR value of 5.938, which means that infants who are not exclusively breastfed have a 5938 times higher risk of being in a low nutritional status. Puskesmas should play an important role in supporting exclusive breastfeeding by actively providing counseling involving pregnant women, breastfeeding mothers, husbands and families about the importance of exclusive breastfeeding so that breastfeeding mothers can give exclusive breastfeeding to their children. The midwives are expected to play an active role in acting as breast milk counselors so that exclusive breast milk can be carried out.Masa bayi dimulai sejak umur 0-12 bulan yang ditandai dengan perkembangan dan perubahan jasmani yang cepat disertai dengan evolusi dalam keperluan zat gizi. pemberian ASI sebagai makanan kesatu bayi masih kurang. Padahal, penurunan gizi anak dapat mengakibatkan anak bergizi kurang sampai buruk dan tumbuh pendek (stunting). Tujuan riset ini ialah diketahuinya hubungan ASI khusus terhadap kedudukan gizi bayi. penelitian memakai metode Survey analitik memakai rancangan cross sectional, yang menganalisis keberhasilan ASI Eksklusif terhadap kedudukan gizi. Subjek riset ini ialah ibu yang mempunyai bayi umur 7–12 bulan dengan jumlah narasumber 113orang, Didapatkan hubungan antara ASI khusus dengan kedudukan gizi dengan P value 0.000 dan OR 5.938 yang berarti bayi yang tidak ASI Eksklusif berisiko 5,938 kali lebih banyak mengalami kedudukan gizi rendah. Hendaknya puskesmas berperan penting dalam menyokong pemberian ASI khusus dengan teknik berperan aktif menyerahkan penyuluhan yang melibatkan ibu hamil, ibu menyusui, suami dan keluarga mengenai pentingnya ASI eksklusif supaya ibu menyusui dapat menyerahkan ASI khusus kepada anaknya. Bidan desa diinginkan dapat berperan aktif dalam menjalani perannya sebagai konselor ASI supaya ASI khusus dapat terlaksana.
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPERHENSIF PADA NY. A DENGAN RESIKO TINGGI USIA KURANG DARI 20 TAHUN DI PRAKTIK MANDIRI BIDAN “MELIA INDARWATI S.ST.M.M”KECAMATAN PAGELARAN UTARA KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2021 Adelia; Desi Kumalasari; Mareza Yolanda Umar; Linda Puspita
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v3i2.576

Abstract

Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia masih tinggi. Guna mengurangi dampak kematian tersebut pemerintah berupaya dengan membuat program-program dengan pelayanan komprehensif yang mencakup penyediaan layanan terpadu bagi ibu dan bayi dari kehamilan, hingga persalinan, periode post natal dan keluarga berencana.Selain itu salah satu upaya untuk mengurangi AKI dan AKB ini adalah dengan melakukan Asuhan komprehensif dari kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, dan keluarga berencana. Upaya ini diharapkan mengurangi angka kematian ibu dan bayi. Tujuan peneliti melaksanakan asuhan asuhan kebidanan secara komprehensif ada ibu hamil, bersalin, nifas, BBL dan KB menggunakan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney yang dituangkan dalam bentuk SOAP, dengan didukung oleh peran nakes dalam mencari kesenjangan antara teori dan praktik. Laporan Tugas Akhir ini dalam bentuk studi kasus dengan menggunakan pendokumentasian metode SOAP. Subjek penelitian ini adalah Ny. A dari trimester III, bersalin, nifas, bayi baru lahir, hingga ibu dapat memutuskan metode KB. Dalam pengumpulan data, dilakukan dengan menggunakan anamnesa, pemeriksaan fisik, kasus diolah dan di analisis. Hasil penelitian diperoleh bahwa asuhan kehamilan yang diberikan fokus pada kesehatan ibu pada TM III yaitu anemia dan hasil akhir kehamilannya adalah ibu hamil fisiologis. Pada asuhan persalinan kala I, II, III, IV tidak ditemukan masalah. Hasil akhir persalinan diketahui bahwa ibu dalam persalinan fisiologis. Pada penanganan bayi baru lahir tidak ditemukan kesenjangan, keadaan bayi baru lahir fisiologis . Dilakukan asuhan masa nifas sebanyak 4 kali kunjungan, didapatkan hasil ibu dalam keadaan nifas fisiologis dan ibu sudah memutuskan metode kontrasepsi alami yaitu KB kalender. Pada nifas ini tidak terdapat kesenjangan antara teori dan praktik. Saran dari studi kasus ini bertujuan untuk meningkatkan asuhan kepada ibu hamil sampai bayi baru lahir agar dapat mencegah komplikasi secara dini sehingga upaya penurunan AKI dan AKB dapat tercapai.
HUBUNGAN ASI EKSKLUSIF DAN PEMANFAATAN PELAYANAN KESEHATAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN DI WILAYAHKERJA PUSKESMAS WAY NIPAH KABUPATEN TANGGAMUS Siti Rohani; Maenani; Linda Puspita; Maulia Isnaini
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 3 No. 2 (2022): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v3i2.577

Abstract

Stunting disebut sebagai sebuah kondisi ketika tinggi badannya berada jauh di bawah standar anak seusianya. Stunting adalah gangguan pertumbuhan kronis pada anak akibat kekurangan nutrisi dalam waktu lama.Banyak faktor yang menyebabkan tingginya kejadian stunting pada balita. Penyebab langsung adalah kurangnya asupan makanan dan adanya penyakit infeksi. Faktor lainnya adalah pengetahuan ibu yang kurang, pola asuh yang salah, sanitasi dan hygiene yang buruk dan rendahnya pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan ASI Eksklusif dan pemanfaatan pelayanan kesehatan terhadap kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Way Nipah Kabupaten Tanggamus Tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan survei analitikrancangan cross sectional,populasi dalam penelitian ini adalah balita usia 24-59 bulan di Wilayah KerjaPuskesmas Way Nipah Kabupaten Tanggamus bulan Desember 2021 sebanyak 455 responden. Sampel yang digunakan sebanyak 94 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Stratified random sampling. Analisis data penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,000 yang berarti p < α = 0,05 (Ho ditolak), maka dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan ASI eksklusif terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59. Hasil uji statistik diperoleh p-value = 0,001 yang berarti p < α = 0,05 (Ho ditolak), maka dapat disimpulkan bahwa ada Hubungan pemanfaatan pelayanan kesehatan terhadap kejadian stunting pada balita usia 24-59 di Wilayah Kerja Puskesmas Way Nipah Kabupaten Tanggamus.Disarankan untuk memberikan edukasi kepada ibu yang memiliki bayi/balita tentang pencegahan stunting yang meliputi pemberian ASI eksklusif dan pemanfaatan pelayanan kesehatan di Wilayah Kerja Puskesmas Way Nipah Kabupaten Tanggamusdan menerapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat memberikan penyuluhan atau promosi kesehatan tentang pencegahan stunting pada anak.
PENDIDIKAN DAN PEKERJAAN DENGAN PERILAKU IBU DALAM PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI PUSKESMAS GADING REJO Mareza Yolanda Umar; Linda Puspita
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.995 KB)

Abstract

ASI eksklusif merupakan pemberian air susu ibu saja kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya tanpa memberikan makanan tambahan cairan lain seperti susu formula, air jeruk, madu, airputih, serta makanan padat seperti pisang, biskuit, bubur susu, bubur nasi ataupun nasi tim. Tujuan penelitian adalah diketahuinya Hubungan Pendidikan dan Pekerjaan yang mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Gading rejo Kab. Pringsewu tahun 2017. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Pengumpulan data dengan kuesioner. Populasi adalah semua ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Gading Rejo dengan jumlah sampel sebanyak 95 orang, teknik sampling yang digunakan purposive sampling. Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi-square (X2). Hasil penelitian di peroleh ada hubungan pendidikan (p-value = 0,016 dan OR= 3,368), pekerjaan (p-value = 0,000 dan OR= 8,857), dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Gading rejo Kabupaten Pringsewu tahun 2017. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan informasi dan masukan bagi petugas kesehatan di Puskesmas dalam rangka meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian ini agar dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain.
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS X DAN XI TENTANG KEHAMILAN REMAJA DI LUAR NIKAH DI SMK DARUSY SYAFA’AH KOTA GAJAH TAHUN 2019 Linda Puspita; Iswatun Hasanah; Hikmah Ifayanti
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 1 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.469 KB)

Abstract

Pengetahuan remaja yang kurang dapat membawa remaja kedalam sikap negatif yang akan menentukan remaja dalam melakukan kegiatan yang tidak baik seperti melakukan kegiatan hubungan seksual di luar nikah yang akan berdampak pada kehamilan remaja di luar nikah. Kehamilan remaja akan memberikan dampak negatif baik dari segi fisik, pisikologis, sosial dan spiritual. Berdasarkan Data BKKBN (2015).Pernikahan dini di provinsi Lampung meningkat sekitar 30% hingga 50%, hamil diluar nikah menjadi faktor penyebab dominan pasangan menikah usia muda, yaitu sang wanita terlanjur hamil “kecelakaan”. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penyuluhan kesehatan reproduksi terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas X,XI tentang kehamilan remaja di luar nikah di SMK Darusy syafa’ah kota gajah tahun 2019. Metode penelitian ini bersifat eksperimen dengan desain pre eksperimen dan rancangan penelitian“one grup pretest posttest”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X dan XI yang berjumlah 44 orang. Instrumen penelitian adalah kuisioner dan hasil penelitian dianalisis dengan analisa uji wilcoxon. Hasil penelitian Diketahui tingkat pengetahuan pada siswa kelas X.XI dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05), yang artinya ada pengaruh pemberian penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan siswa. Diharapkan Perlu kerja sama petugas kesehatan dan guru untuk memberikan informasi, edukasi dan konsultasi mengenai kesehatan reproduksi tentang kehamilan remaja di lingkungan sekolah yang dilakukan tiap semester sekali.
Dukungan Keluarga dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif Mareza Yolanda Umar; Hikmah Ifayanti; Linda Puspita
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (712.66 KB)

Abstract

ASI eksklusif merupakan pemberian air susu ibu saja kepada bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya tanpa memberikan makanan tambahan cairan lain seperti susu formula, air jeruk, madu, airputih, serta makanan padat seperti pisang, biskuit, bubur susu, bubur nasi ataupun nasi tim. Tujuan penelitian adalah diketahuinya Hubungan dukungan Keluarga yang mempengaruhi perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Wates Kab. Pringsewu tahun 2019. Desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan crosssectional. Pengumpulan data dengan kuesioner. Populasi adalah semua ibu yang mempunyai bayi usia 6-12 bulan di Puskesmas Wates dengan jumlah sampel sebanyak 128 orang, teknik sampling yang digunakan Accidental Sampling. Analisis data dengan menggunakan uji statistik Chi-square (X2). Hasil penelitian di peroleh ada hubungan dukungan keluarga (p-value = 0,03 dan OR= 3,625), dengan perilaku ibu dalam pemberian ASI eksklusif di Puskesmas Wates Kabupaten Pringsewu tahun 2019. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai bahan informasi dan masukan bagi petugas kesehatan di Puskesmas dalam rangka meningkatkan pemberian ASI eksklusif. Hasil penelitian ini agar dapat dijadikan referensi bagi peneliti lain
HUBUNGAN TEKNIK MENYUSUI DENGAN PUTING LECET PADA IBU MENYUSUI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS WAY SULAN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN TAHUN 2019 Rini Wahyuni; Sutiyah; Linda Puspita; Mareza Yolanda Umar
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 1 No. 2 (2020): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.575 KB)

Abstract

Masalah yang sering terjadi pada ibu menyusui merupakan teknik menyusui yang tidak benar sehingga mengakibatkan lecet puting susu, dimana bayi tidak mengisap puting sampai ke areola payudara. Puting susu lecet sering terjadi pada ibu menyusui dan sering diakibatkan oleh teknik menyusui yang salah. Puskesmas Way Sulan cakupan pemberian ASI eksklusif tahun 2015 mencapai 44,86%, tahun 2016 mencapai 42,79%, dan tahun 2017 mencapai 45,13%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan teknik menyusui dengan puting lecet pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019. Metode penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah semua ibu menyusui wilayah kerja puskesmas Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan sejumlah 340 orang. Sampel 78 orang. Analisis bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan distribusi frekuensi responden teknik menyusuinya tidak tepat yaitu sebanyak 69 responden (70,4%), responden mengalami puting lecet yaitu 76 responden (77,6%). Ada hubungan teknik menyusui dengan puting lecet pada ibu menyusui di wilayah kerja puskesmas Way Sulan Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2019 (p value 0,001). Perlunya penyuluhan tentang teknik menyusui yang benar guna mencegah puting lecet oleh tenaga kesehatan kepada ibu dan ayah.