Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Infeksi Menular Seksual pada Wanita Pekerja Seksual Puspita, Linda
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 2, No 1 (2017): June
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.004 KB) | DOI: 10.30604/jika.v2i1.30

Abstract

Abstrak: Infeksi menular seksual (IMS) ditularkan melalui koitus, anal dan oral dan digolongkan pada 5 kategori penyakit dewasa yang memiliki dampak besar pada kesehatan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui analisis faktor yang berhubungan dengan kejadian IMS pada Wanita Pekerja Seksual. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan Desain Analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah WPS di klinik VCT mobile Puskesmas Sukaraja Kota Bandar Lampung sebanyak 83 sampel dengan menggunakan teknik simpel random sampling. Analisis data yang digunakan analisis univariat, bivariat chi square dan multivariate (regresi logistic). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang bermakna antara umur (p=0,012; or=3.6), status pernikahan (p=0,035; OR=3.1), penggunaan kondom (p=0.001; OR=5.5). Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa penggunaan kondom merupakan variabel yang paling dominan berhubungan dengan IMS pada WPS di klinik VCT mobile Puskesmas Sukaraja dengan p value (p=0,002 dan OR=7.7). Petugas kesehatan disarankan dapat meningkatan intensitas VCT Mobile, meningkatkan penyuluhan kesehatan pencegahan IMS, meningkatkan sosialisasi kondom, dan menyediakan tempat dan waktu untuk penyuluhan kesehatan bagi WPS.  Abstract: Sexually transmitted infections (STIs) are transmitted through coitus, anal and oral and are classified into 5 categories of adult diseases that have a major impact on sexual health. This study aims to determine the factor analysis associated with the incidence of STIs in women sex workers. The type of this research is quantitative research using Analytic Design with cross sectional approach. Population in this research is WPS at VCT mobile clinic of Puskesmas Sukaraja Bandar Lampung City as many as 83 samples by using simple random sampling technique. Data analysis used univariate analysis, bivariate chi square and multivariate (logistic regression). The results showed that there was a significant relationship between age (p = 0.012; or = 3.6), marital status (p = 0,035, OR = 3.1), condom use (p = 0.001; OR = 5.5). The result of multivariate analysis showed that condom use was the most dominant variable related with STI in WPS at VCT mobile clinic of Puskesmas Sukaraja with p value (p = 0,002 and OR = 7.7). Healthcare workers are advised to increase the intensity of VCT Mobile, improve health education prevention of STIs, improve condom socialization, and provide premises and time for health education for WPS.
ASUHAN KEBIDANAN BERKELANJUTAN PADA NY. H, NY. A DAN NY. T DI PMB MERIYANI, S.TR.KEB Nita Aprina; Maulia Isnaini; Linda Puspita
Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH) Vol. 4 No. 3 (2023): Jurnal Maternitas Aisyah (JAMAN AISYAH)
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jaman.v4i3.1171

Abstract

Asuhan kebidanan komprehensif adalah asuhan kebidanan yang dilakukan mulai Antenatal Care (ANC), Intranatal Care (INC), Postnatal Care (PNC), Bayi Baru Lahir (BBL), dan Konseling Keluarga Berencana (KB) pada pasien secara keseluruhan. Angka pemberian ASI eksklusif di Indonesia pada tahun 2020 yaitu 69,62%, pada tahun 2021 yaitu 71,58% dan pada tahun 2022 cakupan ASI Eksklusif yaitu 72,04%, walaupun terjadi peningkatan namun angka ini masih terbilang rendah karena berada di bawah target nasional sebesar 80% (Kemenkes RI, 2022). Dalam laporan studi kasus ini penulis menggunakan asuhan kebidanan komplementer pada Ny. H, Ny. A dan Ny. T di PMB Meriyani, S.Tr.Keb yaitu meliputi asuhan kebidanan pada kehamilan, persalinan, bayi baru lahir, masa nifas, dan keluarga berencana dengan asuhan pelayanan komplementer masa nifas pemberian puding katuk terhadap ASI. Metode pengumpulan data penelitian bisa dengan studi kasus dan metode deskriptif dengan menggunakan teknik studi kepustakaan dan studi kasus melalui observasi dan wawancara. Penelitian ini menggunakan instrument seperti lembar pengkajian, checklist, dokumentasi. Populasi dalam studi kasus ini adalah ibu Nifas yang melakukan ANC secara rutin di PMB Meriyani S.Tr.Keb. Tulang Bawang pada trimester tiga pada bulan Oktober 2022 berjumlah 20 orang.Sampel dalam stadi kasus ini adalah ny. H G2P1A0 usia 29 tahun. Ny. A G2P1A0 usia 26 tahun dan Ny. T G2P1A0 usia 27 tahun. Berdasarkan pengkajian data subjektif dan objektif pada ketiga klien didapatkan keluhan pada Ny.H Ny.A dan Ny.T payudara ASI belum keluar lancar. Asuhan Kebidanan Berkelanjutan pada Ny.H, Ny. A, Ny.T, berdasarkan intervensi sesuai dengan jurnal/evidece based yang ada terbukti mampu mengatasi masalah ibu nifas yang dihadapai berdasarkan teori yang ada, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada kesenjangan berdasarkan dengan teori dan evidece based dengan fakta.
The Management of Midwifery Care on 19 Years Old GIP0A0 Gestational Age 11 Weeks 3 Days with Incomplete Abortion at Pringsewu Regional General Hospital Juwita Desri Ayu; Linda Puspita
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.432 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1636

Abstract

Incomplete abortion is bleeding from the uterus in less than 20 weeks of pregnancy, accompanied by some of the products of conception that have come out of the uterine cavity, and some are still left behind. Methods The research design is descriptive quantitative observational with the type of Case Report (CARE). This study aims to carry out the Management of Midwifery Care on 19 Years Old GIP0A0 Gestational Age 11 Weeks 3 Days with Incomplete Abortion at Pringsewu Regional General Hospital in 2017 by applying Varney's 7 steps and midwifery’s documentation done in the form of SOAP (Subjective, Objective, Assessment and Plan). Results in A case study was conducted with a diagnosis of incomplete abortion based on comprehensive anamnesis and physical examination data. Mrs.”H” came to the Pringsewu Regional General Hospital with the main complaint of bleeding in the form of spots from the birth canal since February 15th, 2022. Then, on February 16th, 2017, there was bleeding in the formation of clots from the birth canal. The patient looks weak, conscious composmentis, blood pressure 130/80 mmHg, pulse 80 beats/minute, respiratory 20 breaths/minute, body temperature 36.5ºC, fundal height two fingers above the symphysis pubis, Ostium Uteri Externum/ Ostium Uteri Internum is closed. Ultrasound examination with residual tissue impressions, anteflexed uterus, and Femur Length (-), it is possible that an incomplete abortion will occur. On Mrs."H," a curettage was carried out. On the first-day post curettage, the patient's condition began to improve, there was still bleeding from the vagina, and there was still tenderness in the lower abdomen, and no obstacles were found during the procedure. Conclusion Based on the results of a case study with Varney's 7 Step Midwifery Care Management and documentation in the form of SOAP used in the process of resolving obstetric problems that occurred in Mrs."H," it can be concluded that Mrs "H" was diagnosed with incomplete abortion and curettage was carried out as a form of management of incomplete abortion cases. Abstrak: Abortus inkomplit merupakan perdarahan dari uterus pada kehamilan kurang dari 20 minggu disertai sebagian hasil konsepsi telah keluar dari kavum uteri dan masih ada yang tertinggal. Metode Desain penelitian ini adalah observasional kuantitatif deskriptif dengan jenis Case Report (CARE). Penelitian ini bertujuan untuk melaksanakan Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Ny “H” 19 Tahun G1P0A0 Usia Kehamilan 11 Minggu 3 Hari Dengan Abortus Inkomplit di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu Tahun 2017 dengan menerapkan 7 langkah Varney dan pendokumentasian kebidanan dilakukan dalam bentuk SOAP (Subjective, Objective, Assessment and Plan). Hasil Studi kasus yang dilakukan pada Ny “H” dengan hasil diagnosis Abortus Inkomplit berdasarkan data anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan secara komprehensif. Ny “H” datang ke Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu dengan keluhan utama keluar darah berupa flek dari jalan lahir sejak tanggal 15 Februari 2022. Kemudian, pada tanggal 16 Februari 2017 terjadi perdarahan berupa gumpalan dari jalan lahir. Pasien tampak lemah, kesadaran komposmentis, tekanan darah 130/80 mmHg, nadi 80 kali/ menit, pernapasan 20 kali/ menit, suhu 36.5ºC, Tinggi Fundus Uteri 2 jari di atas simpisis pubis, Ostium Uteri Eksternum/ Ostium Uteri Internum tertutup. Pemeriksaan USG dengan kesan sisa jaringan, uterus antefleksi, Femur Length (-), sangat mungkin terjadinya abortus inkomplit. Pada Ny “H” dilaksanakan tindakan kuretase. Pada hari pertama post kuretase, keadaan pasien mulai membaik, masih terdapat pengeluaran darah dari vagina dan masih ada nyeri tekan pada perut bagian bawah dan tidak ditemukan hambatan pada saat pelaksanaan tindakan. Kesimpulan Berdasarkan hasil studi kasus dengan Manajemen Asuhan Kebidanan 7 Langkah Varney dan pendokumentasian dalam bentuk SOAP yang digunakan dalam proses penyelesain masalah kebidanan yang terjadi pada Ny “H”, maka dapat disimpulkan bahwa Ny "H" ditegakkan diagnosa abortus inkomplit dan dilakukan tindakan kuretase sebagai bentuk tatalaksana dari kasus Abortus Inkomplit.
PENYULUHAN DAMPAK STUNTING TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK DI DUSUN 02 SUMBERSARI PEKON KRESNOMULYO TAHUN 2023 Rohani, Siti; Desri Ayu, Juwita; Yolanda Umar, Mareza; Wahyuni, Rini; Kusuma Wardani, Psiari; Kumalasari, Desi; Puspita, Linda; Khusuma Sapitri, Lina; Armeli Zulfa, Mahda; Amelia Putri, Ira; Sri Rahayu, Mariya; Taufik, Taufik
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i3.1471

Abstract

Stunting adalah status gizi yang didasarkan pada indeks PB/U atau TB/U dimana dalam standar antropometri penilaian status gizi anak, hasil pengukuran tersebut berada pada ambang batas (Z- Score) <-2 SD sampai dengan -3 SD (pendek/ stunted) dan <-3 SD (sangat pendek / severely stunted). Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. (Rahmadhita, 2020). Berdasarkan data yang diperoleh di Desa Sumbersari Kecamatan Kresnomulyo terdapat 80 bayi dan balita, dan 6 balita yang mengalami pertumbuhan kurang (Stunting). Metode pada pengabidan masyarakat ini yaitu memberikan penyuluhan dengan mengumpulkan warga di salah satu rumah warga Desa Sumbersari Kresnomulyo dengan metode ceramah dengan materi Mengenal Stunting dan Perkembangan Pada Anak dan orang tua balita diberikan materi serta leafleat.
PENYULUHAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA DI PEKON KRESNOMULYO KECAMATAN AMBARAWA KABUPATEN PRINGSEWU TAHUN 2023 Yolanda Umar, Mareza; Juwita Desri Ayu; Rini Wahyuni; Psiari Kusuma Wardani; Siti Rohani; Desi Kumala Sari; Linda Puspita; Inggit Primadevi; Nopi Anggista Putri
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i3.1475

Abstract

Berdasarkan World Health Organization (WHO), Penggunaan kontrasepsi di seluruh dunia, proporsi wanita yang ber KB sedikit meningkat dari 73,6% pada tahun 2000 menjadi 76,8% pada tahun 2020. Dari 56 kelahiran per 1000 gadis remaja di tahun 2000 menjadi 41 di tahun 2020. (WHO, 2020). Menurut data Profil Kesehatan Indonesia 2017 Angka pencapaian akseptor KB di Indonesia pada tahun 2017 dari 37.338.265 Pasangan Usia Subur (PUS) sebanyak 23.606.718 telah menjadi akseptor KB aktif. Tujuan dari penyuluhan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur (WUS) dan pasangan usia subur (PUS) tentang pentingnya program keluarga berencana untuk menurunkan angga kelahiran guna memperhamban laju pertumbuhan penduduk. Bersama Wanita Usia Subur (WUS) dan Ibu RT Dusun 1 Pekon Kresnomulyo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Pringsewu, Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan secara tatap muka pada tahun 2023. Berdasarkan kesimpulan, di dapatkan bahwa penyuluhan tentang program keluarga berencana ini ini dapat meningkatkan kesadaran dan mengajarkan kepada wanita usia subur (WUS) dan pasangan usia subur (PUS) tentang pentingnya pengetahuan program keluarga berencana untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak.
Relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescent women Linda Puspita; Juwita Desri Ayu; Hamid Mukhlis
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No S1: Supplement
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (574.41 KB) | DOI: 10.30604/jika.v8iS1.1717

Abstract

Anemia is the ability of red blood cells to carry oxygen to other tissues is low (Onyeabo et al., 2017). The prevalence of adolescents in Lampung Province is 10.9% which is below the national prevalence (13.6%). The number of adolescents at SMPN 28 Bandar Lampung who had more Anemia was 64 students with HB less than 12 gr%, while SMPN 26 had fewer Anemia students with 26 students with HB less than 12 gr%. The purpose of this study was to determine the relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescents in Public Junior High School 28 Bandar Lampung in 2021. This type of research is quantitative with a cross sectional approach. Research subjects were young women at SMPN 28 Bandar Lampung, with a sample of 93 respondents. The object of research is nutritional status and the incidence of anemia. The research was carried out at SMPN 28 Bandar Lampung. Data collection was carried out using observation sheets. Data analysis was carried out univariately and bivariately (gamma test). The results of the study revealed that 71 respondents with normal nutritional status (76.3%), Respondents with no incidence of anemia were 53 (57.0%). There is a relationship between nutritional status and the incidence of anemia in adolescents at SMP Negeri 28 Bandar Lampung in 2021 (p-value = 0.000). It is suggested that health workers can provide counseling about balanced nutrition or PUGS through schools and how to choose healthy food and health knowledge regarding adolescent reproductive health needs to be given as early as possible. Abstrak: Anemia adalah kemampuan sel darah merah untuk untuk membawa oksigen kejaringan lain rendah (Onyeabo at al., 2017). Prevalensi remaja di Provinsi Lampung terjadi 10.9% berada dibawah prevalensi nasional (13.6%).  Jumlah remaja SMPN 28 Bandar Lampung yang Anemia lebih banyak sejumlah 64 siswa HB kurang dari 12 gr %, sedangkan SMPN 26 jumlah remaja yang Anemia lebih sedikit sejumlah 26 siswa HB kurang dari 12 gr % Tujuan penelitian ini adalah diketahui hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di Sekolah Menengah Pertama Negeri 28 Bandar Lampung Tahun 2021. Jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Subjek Penelitian remaja putri di SMPN 28 Bandar Lampung, dengan sampel sebanyak 93 responden. Objek penelitian status gizi dan kejadian anemia.Penelitian telah dilaksanakan di SMPN 28 Bandar Lampung. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi.Analisis data dilakukan univariat dan bivariat (uji gamma). Hasil penelitian diketahui reponden dengan status gizi normal sebanyak 71 (76,3%), responden dengan tidak kejadian anemia sebanyak 53 (57,0%). Ada hubungan status gizi dengan kejadian anemia pada remaja di Sekolah Menengah Pertama Negeri 28 Bandar Lampung Tahun 2021 (p-value = 0,000). Saran tenaga kesehatan dapat memberikan penyuluhan tentang gizi seimbang atau PUGS melalui sekolah dan cara memilih makanan yang sehat dan pengetahuan kesehatan mengenai kesehatan reproduksi remaja perlu diberikan sedini mungkin