Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Eksplorasi Intervensi Stimulasi Kognitif terhadap Kemampuan Kognitif Dewasa Tengah Usia 50-60 Tahun Aniek Puspitosari; Zakiatul Wajihan; Ninik Nurhidayah
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 10, No 1 (2025): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.101733

Abstract

Latar Belakang: Gejala awal gangguan kognitif pada dewasa tengah usia 50-60 tahun seringkali diabaikan dan akan berdampak pada kelangsungan hidup individu disaat memasuki lansia. Gangguan kognitif berdampak pada seluruh aspek kehidupan dan dapat mengakibatkan kesulitan pada semua area fungsi okupasional. Intervensi yang dilakukan untuk mengatasi gangguan kognitif pada penelitian sebelumnya yaitu terapi gerak, terapi musik, berkebun dan olahraga. Cognitive Stimulation Therapy (CST) merupakan intervensi yang bertujuan untuk merangsang fungsi kognitif yang nantinya akan berdampak pada kemampuan kognitif mereka.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh CST terhadap kemampuan kognitif individu dewasa tengah usia 50-60 tahun.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif one group pre-post test. Lokasi penelitian di Kecamatan Baki, Sukoharjo, Jawa Tengah dengan jumlah sampel 27 dengan kriteria sampel berusia 50-60 tahun, skor MoCA-Ina minimal 10 dan tidak memiliki hambatan mobilitas fisik. Analisis data menggunakan Uji t-berpasangan (paired t-test).Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan kognitif dilihat dari perubahan rerata skor MoCA-Ina dari 17.41 menjadi 21.44. Hasil uji hipotesis nilai Sig. (2-tailed) < 0.05.Kesimpulan: Cognitive Stimulation Therapy berpengaruh terhadap kemampuan kognitif individu dewasa tengah usia 50-60 tahun
DARI LATIHAN KESEIMBANGAN KE PERFORMA OKUPASIONAL: PENGARUH LATIHAN KESEIMBANGAN TERHADAP MOBILITAS FUNGSIONAL LANSIA Aniek Puspitosari; Ninik Nurhidayah
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10055

Abstract

ABSTRACT Decline in balance among older adults is one of the main factors that increases the risk of falls and reduces functional mobility as well as independence in activities of daily living. Balance training in the form of Square Stepping Exercise (SSE) is one of the exercise interventions that has the potential to improve balance and movement coordination in older adults. This study aimed to analyze the effect of SSE balance training on the functional mobility of older adults. The study employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 24 older adults selected using a purposive sampling technique. Functional mobility, indicated by balance performance, was measured using the Berg Balance Scale (BBS) before and after the intervention. The SSE intervention was administered over 12 sessions within 6 weeks. Data were analyzed using the Wilcoxon test with a significance level of p < 0.05. The results showed an improvement in balance scores after the intervention, with a p-value of 0.000 (p < 0.05), indicating a significant effect of SSE balance training on the functional mobility of older adults. In conclusion, SSE balance training is effective in improving balance in older adults and has the potential to enhance functional mobility as well as independence in daily activities. ABSTRAK Penurunan keseimbangan pada lansia merupakan salah satu faktor utama yang meningkatkan risiko jatuh dan menurunkan mobilitas fungsional serta kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Latihan keseimbangan berupa Square Stepping Exercise (SSE) merupakan salah satu intervensi latihan yang berpotensi meningkatkan keseimbangan dan koordinasi gerak lansia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh latihan keseimbangan SSE terhadap mobilitas fungsional lansia. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sampel berjumlah 24 lansia yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran mobilitas fungsional lansia dengan indikator keseimbangan dilakukan menggunakan instrumen Berg Balance Scale (BBS) sebelum dan sesudah intervensi. Intervensi SSE diberikan selama 12 sesi dalam 6 minggu. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon dengan tingkat signifikansi p<0,05. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan skor keseimbangan setelah intervensi dengan nilai p=0,000 (p<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan pemberian latihan keseimbangan SSE terhadap mobilitas fungsional lansia. Latihan keseimbangan SSE efektif dalam meningkatkan keseimbangan lansia dan berpotensi meningkatkan mobilitas fungsional serta kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.