Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

AL-QUR’AN SEBAGAI SUMBER HUKUM UTAMA Abdul Latif
Jurnal Ilmiah Hukum dan Keadilan Vol. 4 No. 1 (2017): Hukum dan Keadilan
Publisher : LP3M STIH Painan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.43 KB)

Abstract

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat iman dan Islam kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul dalam pertemuan yang Insya Allah dimuliakan oleh-Nya. Shalawat dan salam semoga tetap terlimpah curah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW., kepada para sahabatnya, para Tabi’it Tabi’innya, dan semoga kepada kita selaku umatnya mendapatkan Syafa’atul udzma di Yaumil Jaza, amin. Sebelumnya kami mengucapkan banyak terima kasih kepada rekan dosen yang telah memberikan kami kesempatan menjelaskan Al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam yang pertama. Suatu kebanggaan bagi kami yang telah diberi kepercayaan oleh bapak pengampu untuk menjelaskan hal tersebut. Dalam penelitian ini terdapat beberapa pelajaran penting yang wajib diketahui oleh kami khususnya dan mahasiswa umumnya. Di antara materi yang akan dibahas diantaranya: Pengertian al-Qur’an. Kehujjahan al-Qur’an sebagai sumber hukum Islam yang utama, penjelasan al-Qur’an terhadap hukum dan al-Qur’an sebagai sumber hukum, sistematika hukum dalam al-Qur’an.
PESAN MORAL PENDIDIKAN ANAK DALAM SURAH LUQMAN MENURUT PENAFSIRAN HAMKA Suliyono, Suliyono; Has, Hamzah; Latif, Abdul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 3 No 1 (2023): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v3i1.464

Abstract

Tulisan ini bertujuan menggali muatan pesan moral dalam konteks pendidikan dan pengajaran anak dalam surah Luqman ayat 12-19. Salah satu interaksi edukatif ‎dalam al-Qur’an adalah kisah Luqman dengan anaknya. Melalui penceritaan sosok Luqman, al-Qur'an hendak memberikan pendidikan dan pengajaran kepada manusia. ‎Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan dengan menggunakan sumber data dari ayat-ayat al-Qur’an, kitab tafsir dan buku-buku yang relevan dengan permasalahan yang dikaji. Metode yang digunakan adalah tafsir tematik satu surah di mana penulis mengkaji dan memahami secara mendalam penafsiran Hamka terhadap ayat 12-19 surah Luqman. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa berdasarkan pada penafsiran Buya Hamka, didapati muatan pesan moral pendidikan yang mengarah pada 4 (empat) aspek hubungan, yaitu: 1) Pesan moral dalam hubungan hamba dengan Allah Swt; 2) Pesan moral dalam hubungan orang tua dengan anaknya. 3) Pesan moral dalam hubungan anak terhadap orang tua, dan 4) Pesan moral dalam hubungan dengan sesama manusia.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM FILM SERIAL ANIMASI SI ENTONG Nurhotimah, Siti; Kahfi, Ashabul; Latif, Abdul
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 7 No 2 (2024): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v7i2.674

Abstract

Dalam pendidikan agama Islam, nilai-nilai karakter merupakan hal yang harus ditanamkan kepada generasi muda. Film sebagai media pendidikan menjadi salah satu pilihan yang dapat digunakan para pendidik dan orang tua dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada diri anak. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui nilai-nilai pendidikan karakter dalam film serial animasi Si Entong. Jenis penelitian ini adalah kualitatif kepustakaan. Sumber data primer yang peneliti gunakan adalah 5 episode film serial animasi Si Entong dan sumber data sekunder menggunakan buku, jurnal, artikel, dan website yang relevan dengan penelitian. Kemudian, dalam pengumpulan data peneliti menggunakan teknik dokementasi. Adapun, teknik analisis datanya menggunakan content analysis. Penelitian ini menemukan bahwa dalam film serial animasi Si Entong terdapat unsur-unsur intrinsik yang meliputi tema, alur, tokoh dan penokohan, latar serta amanat yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter. Dari segi tema film serial animasi Si Entong memuat tentang layang-layang, lebaran, sunat, rindu kampung halaman, dan hadiah kambing. Kemudian, film berlatarkan lingkungan kampung, masjid, dan rumah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam 5 episode film serial animasi Si Entong terdapat 8 nilai-nilai pendidikan karakter religius, peduli sosial, kerja keras, cinta damai, toleransi, tanggung jawab, mandiri, dan rasa ingin tahu.
PENGARUH PENGGUNAAN TEKNOLOGI TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI MADRASAH TSANAWIYAH DAARUL MUQORROBIN PINANG KOTA TANGERANG Amalia, Dina; Arifin, Jaenal; Latif, Abdul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 4 No 2 (2024): alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v4i2.678

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana penggunaan teknologi memengaruhi motivasi belajar siswa di MTS Daarul Muqorrobin Pinang, Kota Tangerang. Analisis data menunjukkan bahwa siswa yang menggunakan teknologi memperoleh motivasi belajar yang signifikan. Hasil analisis data pada data SPSS versi 26 menunjukkan perbedaan antara siswa yang pengguna teknologi ini dan siswa yang tidak. Penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi berdampak besar pada keinginan siswa untuk belajar di MTs Daarul Muqorrobin Pinang, Kota Tangerang. Nilai "thitung" lebih besar dari "ttabel" (6,603 lebih besar dari 1,687) dan nilai Sig lebih rendah dari nilai ɑ (0,000 lebih rendah dari 0,05). Selain itu, besarnya pengaruh teknologi terhadap motivasi belajar siswa sebesar 65,5% dan 34,5% dipengaruhi oleh faktor lain diluar variabel yang diteliti.
STIMULUS SPIRITUAL SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENANGANAN CYBERBULLYING DI SEKOLAH Latif, Abdul; Novrizal, Novrizal
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 8 No 2 (2025): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v8i2.805

Abstract

Fenomena cyberbullying di kalangan pelajar telah menjadi tantangan kompleks dalam dunia pendidikan modern. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya terbatas pada penderitaan psikologis korban, tetapi juga mencerminkan krisis nilai, empati, dan moralitas pada pelaku. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas stimulus spiritual sebagai pendekatan pembinaan karakter dalam mereduksi perilaku cyberbullying di kalangan siswa. Melalui metode library research, kajian ini menghimpun dan merefleksikan berbagai temuan ilmiah terkait cyberbullying, pendidikan karakter, dan pembinaan spiritual yang berakar pada nilai-nilai religius. Hasil analisis menunjukkan bahwa stimulus spiritual, yang diwujudkan melalui pendidikan agama, keteladanan, bimbingan moral, dan penguatan nilai transendental, memiliki dampak signifikan dalam membentuk kesadaran etis, meningkatkan empati, serta menginternalisasi nilai-nilai luhur yang mampu menghambat kecenderungan agresif dan perilaku menyimpang. Selain itu, pendekatan spiritual terbukti lebih menyentuh aspek afektif dan psikologis siswa dibanding pendekatan hukuman semata. Kajian ini merekomendasikan integrasi stimulus spiritual secara sistematis dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, dan sistem pembinaan siswa sebagai bagian dari strategi preventif dan rehabilitatif terhadap perilaku menyimpang di lingkungan sekolah. Temuan ini menjadi dasar penting dalam merancang kebijakan pendidikan berbasis nilai.
PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PEMIKIRAN K.H HASYIM ASY'ARI Arifin, Mohamad Zaenal; Ghofur, Abdul; Latif, Abdul
Tarbawi: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam Vol 5 No 2 (2022): Tarbawi
Publisher : STAI BINAMADANI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/tarbawi.v5i2.400

Abstract

Pendidikan karakter bukan hal yang baru dalam sistem pendidikan Islam sebab roh atau inti dari pendidikan Islam adalah pendidikan karakter yang semula dikenal dengan pendidikan akhlak. Di antara tokoh yang concern dengan pendidikan karakter adalah K.H Hasyim Asy'ari. Dalam tulisan ini, penulis akan mengeksplorasi pemikiran-pemikiran beliau tentang pendidikan karakter, dengan menggunakan metode penelitian kualitatif kepustakaan dan pendekatan deskriptif analitis. Penulis mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan, selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa pemikiran K.H Hasyim Asy'ari tentang pendidikan karakter bermuara pada tiga hal, yakni: Pertama, Pemaknaan dan tujuan pendidikan karakter yang dipandang sebagai upaya memanusiakan manusia secara utuh sehingga menjadi manusia yang bertakwa kepada Allah Swt dan mencapai kebahagiaan dunia akhirat. Adapun tujuan yang hendak diraih adalah berkisar pada dimensi keilmuan, pengamalan, dan religius; Kedua, Urgensi pendidik. Kriteria pendidik dalam pandangan K.H Hasyim Asy’ari adalah harus menjaga akhlak dalam pendidikan; Ketiga, Peserta didik, harus memiliki adab dan karakter yang baik, seperti: memurnikan niat, bersikap tawadhu’, menghormati guru, berperilaku sabar, qana'ah, zuhud, wara', dan menghindari hal-hal yang kotor dan maksiat.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI PESANTREN DALAM PEMIKIRAN K.H ABDURRAHMAN WAHID Latif, Abdul
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2022): Alfikrah
Publisher : STAI Binamadani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v2i2.395

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengeloborasi pemikiran-pemikiran K.H Abdurrahman Wahid dalam kaitan perwujudan nilai-nilai pendidikan karakter di pesantren. Dunia pesantren sangat mendukung pendidikan karakter bangsa. Pendidikan yang selama ini mengedepankan ranah kognisi (pengetahuan) belaka diselenggarakan melalui menyeimbangkan pengetahuan dengan sikap dan keterampilan. Hal ini bertujuan agar pendidikan mampu melahirkan generasi yang cerdas dan bermoral. Pembahasan dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan, di mana penulis mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan. Data yang diperoleh selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Tulisan ini menghasilkan kesimpulan bahwa pesantren memiliki sistem pendidikan sendiri yang jauh berbeda dengan apa yang terdapat di luarnya. Setidaknya terdapat tiga nilai pendidikan karakter dalam pesantren, yaitu: Pertama, Sikap memandang kehidupan secara keseluruhan sebagai kerja peribadatan; Kedua, Kecintaan pada ilmu-ilmu pengetahuan agama. Kecintaan ini dimanifestasikan dalam berbagai bentuk, seperti penghormatan sangat dalam kepada ahli-ahli ilmu agama, kesediaan berkorban dan bekerja untuk menguasai ilmu-ilmu agama itu sendiri dan kesediaan untuk bekerja mendirikan pesantren sendiri sebagai tempat mengajarkan ilmu-ilmu itu; Ketiga, Keikhlasan atau ketulusan bekerja untuk tujuan-tujuan bersama. Menjalankan semua apa yang diperintahkan oleh kiai dengan tidak ada rasa berat sedikit pun, bahkan dengan penuh kerelaan
Strategi Pembelajaran Agama Islam Pada Motivasi Belajar Siswa Abdul Latif
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 3 No 02 (2020): Dirasah Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan wadah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia terkait dengan tingkat daya saing dalam memasuki era globalisasi. Oleh sebab itu kurikulum pendidikan selalu berubah bahkan sampai pada saat ini kurikulum sudah berorientasi pada siswa, yang berarti siswa lebih aktif berperan dalam proses pembelajaran. Siswa yang aktif akan ditandai dengan ciri-ciri seperti banyak bertanya dan selalu bertanya dan selalu memberanikan diri untuk mengeluarkan ide atau pendapat. Sekolah adalah salah satu faktor yang mempengaruhi motivasi belajar siswa, karena konten dalam benar-benar fleksibel dan responding terhadap tuntunan hidup manusia yang semakin maju dan modern dimata pelajaran PAI meluas di segala aspek kehidupan bidang IPTEK yang terus maju dan berkembang, sehingga perlu bersikap dan berkeyakinan bahwa IMTAK dan IPTEK dalam bersama-sama dalam membangun struktur kehidupan yang lebih baik dan menjadikan manusia yang berahklakul karimah.
Kesejahteraan Spiritual dan Dampaknya terhadap Profesionalitas Guru di Masa Pandemi Covid-19 Abdul Latif
Dirasah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Dasar Islam Vol 5 No 1 (2022): dirasah: Jurnal pemikiran pendidikan dasar islam
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/dirasah.v5i1.297

Abstract

Tulisan ini bertujuan mengetahui dampak kesejahteraan spiritual terhadap profesionalitas guru. Situasi pandemi covid-19 sekarang ini secara langsung mempengaruhi dunia pendidikan. Bukan hanya terhadap sistem pengajaran yang harus disesuaikan (dari tatap muka menjadi pembelajaran daring) atau pola relasi guru dan siswa, tapi juga terhadap profesionalitas guru. Banyak ditemukan, guru yang tidak siap dengan perubahan-perubahan tersebut mengalami tekanan emosi, psikis, dan spiritual. Akibatnya, hal tersebut mempengaruhi kualitas pembelajaran yang dilakukannya. Jenis penelitian ini adalah library research, dengan menggunakan pendekatan deskriptif analitis. Hasil pembahasan menyimpulkan bahwa guru yang memiliki kesejahteraan spiritual akan memiliki mindset positif terkait tugas keguruan dan kejadian pandemi covid-19. Dalam situasi pandemi Covid-19, kesejahteraan spiritual menuntun guru untuk tetap menjalankan pembelajaran dengan penuh semangat dan tanggungjawab, bahkan mampu menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri dan pembelajaran yang dilakukannya. Dalam interaksinya dengan siswa, kesejahteraan spiritualitas menuntun guru untuk tetap menjaga kualitas hubungan dan perlakuannya terhadap siswa.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DI PESANTREN DALAM PEMIKIRAN K.H ABDURRAHMAN WAHID Abdul Latif
AL Fikrah: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam Vol 2 No 2 (2022): Alfikrah
Publisher : Institut Binamadani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51476/alfikrah.v2i2.395

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengeloborasi pemikiran-pemikiran K.H Abdurrahman Wahid dalam kaitan perwujudan nilai-nilai pendidikan karakter di pesantren. Dunia pesantren sangat mendukung pendidikan karakter bangsa. Pendidikan yang selama ini mengedepankan ranah kognisi (pengetahuan) belaka diselenggarakan melalui menyeimbangkan pengetahuan dengan sikap dan keterampilan. Hal ini bertujuan agar pendidikan mampu melahirkan generasi yang cerdas dan bermoral. Pembahasan dalam tulisan ini menggunakan metode kualitatif kepustakaan, di mana penulis mengambil sumber data primer melalui penelusuran literatur-literatur kepustakaan. Data yang diperoleh selanjutnya dibahas secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik content analisis untuk menghasilkan kesimpulan. Tulisan ini menghasilkan kesimpulan bahwa pesantren memiliki sistem pendidikan sendiri yang jauh berbeda dengan apa yang terdapat di luarnya. Setidaknya terdapat tiga nilai pendidikan karakter dalam pesantren, yaitu: Pertama, Sikap memandang kehidupan secara keseluruhan sebagai kerja peribadatan; Kedua, Kecintaan pada ilmu-ilmu pengetahuan agama. Kecintaan ini dimanifestasikan dalam berbagai bentuk, seperti penghormatan sangat dalam kepada ahli-ahli ilmu agama, kesediaan berkorban dan bekerja untuk menguasai ilmu-ilmu agama itu sendiri dan kesediaan untuk bekerja mendirikan pesantren sendiri sebagai tempat mengajarkan ilmu-ilmu itu; Ketiga, Keikhlasan atau ketulusan bekerja untuk tujuan-tujuan bersama. Menjalankan semua apa yang diperintahkan oleh kiai dengan tidak ada rasa berat sedikit pun, bahkan dengan penuh kerelaan