Mohammad Nasir
Department Of Obstetrics And Gynecology, Faculty Of Medicine, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Published : 8 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Kelas Ibu Hamil dalam Rangka Pencegahan Stunting Muhammad Nasir; Rizki Amalia; Fatimah Zahra
Jurnal Abdimas UNU Blitar Vol 3 No 2 (2021): Volume 3 Nomor 2, Desember 2021
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28926/jppnu.v3i2.38

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis, salah satu faktor kondisi ibu/calon ibu, janin, dan bayi/balita, termasuk penyakit yang diderita selama masa balita. Dampak jangka panjang stunting adalah menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, kekebalan tubuh rendah, dan risiko potensi penyakit kencing manis, obesitas, jantung dan pembuluh darah, kanker, stroke, dan disabilitas pada usia tua, serta kualitas kerja yang menurun. Solusi yang dibutuhkan untuk mengatasi stunting diantaranya melalui intervensi gizi spesifik pada ibu hamil. Kelas ibu hamil merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan untuk menyebarkan informasi yang berkaitan dengan gizi dan kesehatan saat kehamilan untuk mencegah stunting. Tujuan pengabdian ini untuk menurunkan angka stunting di wilayah Kecamatan Paciran. Metode pelaksanaan koordinasi dilakukan dengan kepala desa, kepala Puskesmas untuk menyosialisasikan program kepada bidan desa. Maksud dari tahapan ini adalah menyamakan persepsi antara program dengan mitra. Setelah mendapat persetujuan dari kelurahan setempat, dilakukan sosialisasi dengan tokoh masyarakat dan sasaran program seminar dan workshop tentang kelas ibu hamil untuk penurunan angka stunting serta pembuatan media sosialisasi menentukan satu lokasi untuk pelaksanaan sosialisasi.
Sosialisasi Pentingnya Afirmasi Positif Guna Mempersiapkan Proses Lancar Laktasi Sejak Dini Melalui Media E-Konseling Ratna Ariesta Dwi Andriani; Rizki Amalia; Ika Mardiyanti; Mohammad Nasir
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Januari 2022
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v5i1.5369

Abstract

ABSTRAK Rendahnya prosentase pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Pemalang yaitu sebesar 36,4%. Kurangnya dukungan untuk menyusui menjadi salah satu faktor penyebab tidak tercapainaya angka cakupan pemberian ASI Eksklusif. Untuk itu perlu adanya usaha bagi ibu untuk menciptakan suatu kondisi yang positif sedini mungkin didalam diri ibu pribadi guna mendukung terlaksananya proses laktasi sejak dini yang nyaman. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan guna membantu meningkatkan pengetahuan para kader yang nantinya akan membantu Bidan dalam melakukan pendidikan kesehatan kepada para ibu hamil khusunya di masa pandemi ini untuk tetap bisa mendapatkan informasi kesehatan seputar persiapan proses laktasi. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan sosialisasi dalam bentuk pendidikan kesehatan kepada kader dengan tetap mematuhi protokol kesehtan di masa pandemi Covid-19 yaitu dengan pemberian e-konseling. Sosialisasi dilakukan kepada para kader kesehatan yang ada di paguyuban posyandu Kecamatan Randudongkal, Kabupaten Pemalang. Hasil yang diperoleh dari sosialisasi ini adanya peningkatan pengetahuan kader tentang pemberian afirmasi positif guna mempersiapkan proses lancer laktasi sejak dini, dimana sebagian besar kader memiliki pengetahuan yang baik yaitu sebesar 87,5%. Saran bagi para kader agar bisa memberikan pengetahuan yang didapat dalam sosialisasi ini kepada kader lain dan ibu hamil. Kata Kunci: Afirmasi positif, Hipnolaktasi, Hypnobreastfeeding, Menyusui  ABSTRACT The low percentage of exclusive breastfeeding in Pemalang Regency is 36.4%. The lack of support for breastfeeding is one of the factors causing the non-achievement of exclusive breastfeeding coverage. For this reason, it is necessary for mothers to create a positive condition as early as in the mother personally to support the implementation of a comfortable early lactation process. This community service activity is carried out to help increase the knowledge of cadres who will later assist midwives in conducting health education to pregnant women, especially during this pandemic so that they can still get health information about preparing for the lactation process. The method used is socialization in the form of health education to cadres by complying with health protocols during the Covid-19 pandemic, namely by offering e-counseling. The socialization was carried out to health cadres in the community posyandu, Randudongkal District, Pemalang Regency. The results obtained from this socialization were an increase in the knowledge of cadres about giving positive affirmations to prepare for a smooth lactation process from an early age, where most of the cadres had good knowledge of 87.5%. Suggestions for cadres to be able to provide the knowledge gained in this socialization to other cadres and pregnant women. Keywords: Positive Affirmations, Hypnolactation, Hypnobreastfeeding, Breastfeeding
Peningkatan Wawasan Kader Kesehatan dalam Menggunakan Alat Glukometer yang Baik dan Benar Gilang Nugraha; Ary Andini; Mohammad Nasir; Muhamad Damar Baskara; Atika Nur Laila
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 6, No 8 (2023): Volume 6 No 8 2023
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v6i8.10891

Abstract

ABSTRAK Desa Simoangin-angin merupakan salah satu desa di Kabupaten Sidoarjo yang memiliki kader kesehatan. Mengingat pentingnya peran Kader Kesehatan dalam pembangunan kesehatan di desa, program studi D-IV Analis Kesehatan Universitas Nahdlatul Ulama melakukan kolaborasi dalam upaya peningkatan pengetahuan penggunaan glukometer untuk menjaring warga yang diduga mengalami DM.  Meningkatkan wawasan Kader Kesehatan dalam menggunakan glukometer yang baik dan benar. Pengabdian masyarakat dilakukan dengan metode penyuluhan. Evaluasid dilakukan dengan penilaian hasil pre-test dan post-test sebelum yang kemudian dilakutkan uji statistik menggunakan Mann Whitney, nilai-P < 0,05 dinyatakan terdapat perbedaan hasil.  Penyuluhan di hadiri oleh 20 Kader Kesehatan, Jumlah kader yang mengikuti pre-test sebanyak 20 orang dan post-test sebanyak 13 orang. Nilai rerata pre-test 4,50 ± 2,14, sedangkan hasil post-test yaitu 9,24 ± 1,30. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan uji Mann Whitney, terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dengan post-test (P-value = 0,000). Penyuluhan mampu meningkatkan wawasan bagi para Kader Kesehatan di Desa Simoangin-angin terhadap penggunaan alat glukometer yang baik dan benar. Kata Kunci: Glukometer, Kader Kesehatan, Wawasan  ABSTRACT Simoangin-angin Village is one of the villages in Sidoarjo Regency which has health cadres. Given the important role of health cadres in health development in villages, the Study Program of Medical Laboratory Technology Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya collaborated in an effort to increase knowledge of the use of glucometers to screen residents suspected of having DM. Increase the insight of Health Cadres in using a good and correct glucometer. Community service is carried out by counseling methods. Evaluation was carried out by assessing the results of the pre-test and post-test prior to which a statistical test was carried out using Mann Whitney, a P-value <0.05 indicated that there was a difference in the results. Counseling was attended by 20 health cadres. The number of cadres who took part in the pre-test was 20 people and the post-test was 13 people. The pre-test mean value was 4.50 ± 2.14, while the post-test results were 9.24 ± 1.30. Based on the results of statistical tests using the Mann Whitney test, there is a significant difference between the pre-test and post-test scores (P-value = 0.000). Counseling was able to increase the knowledge of Health Cadres in Simoangin-Angin Village regarding the proper and correct use of a glucometer. Keywords: Insights, Glucometer, Health Cadres
EDUKASI GIZI MENGENAI ASAM URAT DAN PENGENALAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA SANTRI PONDOK PESANTREN HIDAYATULLAH AL-MUHAJIRIN BANGKALAN Dwimantoro Iman Prilistyo; Mohammad Nasir; Dini Setiarsih
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2023): Volume 4 Nomor 5 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i5.21848

Abstract

Latar belakang: Pengetahuan santri tentang gangguan kesehatan reproduksi dari hasil wawancara bahwa diantara banyaknya penyakit tentang reproduksi yang ada. Pola makan yang tidak sehat dengan mengkonsumsi makanan berprotein tinggi, terutama protein hewani yang mengandung kadar purin tinggi menyebabkan kejadian hiperurisemia semakin meningkat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai asam urat dan pengenalan Kesehatan Reproduksi pada Santri Putra dan Putri Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin Bangkalan. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan metode presentasi. Rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dimulai dari sesi persiapan yaitu pembuatan materi, pembuatan soal pre dan post-test, dan persiapan dokumen maupun administrasi lain. Hasil dan pembahasan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilaksanakan selama satu hari pada tanggal 17 Juni 2023 di PP. Hidayatullah Al Muhajirin Bangkalan. Acara dihadiri sebanyak 20 peserta. Hasil rata-rata nilai pre-test adalah 88, sedangkan nilai rata-rata post-test adalah 96. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata nilai sebesar 8% dari sebelum diberikan materi (pre-test) dengan setelah diberikan materi (post-test). Terdapat peningkatan pengetahuan santri mengenai asam urat dan pengenalan Kesehatan Reproduksi pada Santri Putra dan Putri Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin Bangkalan. Kesimpulan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah terlaksana dengan baik. Semua peserta hadir dan mengikuti acara dari awal hingga akhir, serta sangat antusias termasuk dalam sesi diskusi.
The Relationship between Area of Necrosis with Degree of Lymphocytes Infiltration in Breast Rattus norvegicus Induced by DMBA Ainiyah Fairus; Aufar Zimamuz Zaman Al Hajiri; Hidayatul Ulya; Syihabuddin Farid; Lysa Veterini; Mohammad Nasir
Sriwijaya Journal of Medicine Vol. 5 No. 1 (2022): Vol 5, No 1, 2022
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/SJM.v5i1.126

Abstract

Breast cancer is one of the leading causes of death in women in the world. According to WHO, the incidence of breast cancer is about 2.1 million. The high mortality rate is often influenced by various reasons, one of which is the prognosis in patients. The level of lymphocyte infiltration in tumor cell tissue has been shown to correlate with a better prognosis in patients, while necrotic tissue found in breast cancer often shows worse prognostic value. To determine the relationship between the area of necrosis with the degree of infiltration of lymphocytes in the breast of Rattus norvegicus induced by DMBA. Method: True experimental study with post-test only controlled group design method using 40 Wistar strains of female (Rattus norvegicus) mice 12-13 weeks old. The technique for taking uses simple random sampling. Examining 2 variables, namely the dependent variable area of necrosis and the independent variable degree of lymphocyte infiltration. The treated group is injected with subcutaneous DMBA 10 mg/Kg BW between the two lower nipples during the middle of the fifth week with a three-week interval of administration to reach 14 times the total administration. Cancer tissue is taken in the fifth week. Data are analyzed by the Spearman test. Results: This study shows no relationship (P> 0.05) between the area of necrosis with the degree of lymphocyte infiltration. Conclusions: There is no relationship the area of necrosis with the degree of lymphocytes infiltration in breast Rattus norvegicus Induced by DMBA.
KEHAMILAN DALAM ISLAM: PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI DAN KEHAMILAN PADA SANTRIWATI DI PP KHA WAHID HASYIM Mohammad Nasir; Hartatiek Nila; Yati Isnaini Safitri; Erla Syah Dilla Ailany; Muhammad Alif Haikal; Rosda Rodhiyana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.38786

Abstract

Latar Belakang: Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap permasalahan kesehatan reproduksi, termasuk kehamilan di bawah umur, yang berisiko tinggi bagi kesehatan ibu dan anak. Keterbatasan pengetahuan dan layanan kesehatan reproduksi di kalangan remaja, khususnya santriwati di pesantren, menjadi perhatian utama. Tujuan: Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santriwati tentang kesehatan reproduksi dan kehamilan melalui pendekatan islami, yang juga sejalan dengan nilai-nilai agama yang menghargai kesehatan ibu dan anak. Metode: Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah dan tanya jawab dengan materi kesehatan reproduksi serta persiapan kehamilan dalam perspektif Islam. Sebelum dan sesudah pelatihan, santriwati diminta mengisi kuesioner pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan. Hasil dan Pembahasan: Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pemahaman santriwati mengenai kesehatan reproduksi. Sebelum penyuluhan, hanya 10% santriwati yang memiliki pengetahuan baik, namun setelah pelatihan, angka tersebut meningkat menjadi 67,5%. Kesimpulan: Program ini menunjukkan efektivitas edukasi dalam meningkatkan pemahaman remaja tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, baik dari aspek kesehatan medis maupun agama. Pendidikan kesehatan reproduksi yang terpadu, terutama di lingkungan pesantren, menjadi langkah penting dalam mencegah kehamilan dini dan mempersiapkan generasi yang sehat sesuai dengan tuntunan agama.
Pendidikan Kesehatan Reproduksi dan Keluarga Berencana (KB) di Masyarakat melalui Penguatan Kemampuan Kader Surabaya Hebat Yati Isnaini Safitri; Siska Nurul Abidah; Lailatul Khusnul Rizki; Esty Puji Rahayu; Rizki Amalia; Mohammad Nasir
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i3.130

Abstract

Pendidikan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana (KB) di masyarakat melalui kader kesehatan di Surabaya masih perlu ditingkatkan, terutama dalam meningkatkan jumlah peserta KB baru, membimbing peserta KB aktif, serta pemahaman tentang Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) dan isu kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader melalui program “Penguatan Kader Surabaya Hebat”. Sebanyak 34 Kader Surabaya Hebat (KSH) berpartisipasi dalam pelatihan yang berfokus pada pemahaman metode kontrasepsi dan pentingnya edukasi kesehatan reproduksi. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan, serta evaluasi pengetahuan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana sebelum pelatihan terdapat 15 KSH (44,1%) dengan pengetahuan rendah, namun setelah pelatihan menurun menjadi 3 KSH (8,8%), sebaliknya, kategori pengetahuan tinggi meningkat secara signifikan. Program ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan KSH, tetapi juga diharapkan berdampak pada peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan reproduksi dan penggunaan kontrasepsi yang tepat. Melalui pendekatan berbasis kebutuhan lapangan, program ini memberdayakan kader agar lebih aktif dalam edukasi masyarakat serta mendorong partisipasi dalam program KB. Kegiatan ini berkontribusi pada pencapaian tujuan program KB dan peningkatan kualitas hidup masyarakat di wilayah Kedung Sroko RW II Kelurahan Pacarkembang, Surabaya. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan bagi KSH untuk menghadapi tantangan kesehatan reproduksi, serta menjadi dasar pengembangan program serupa di masa mendatang guna meningkatkan kesehatan reproduksi di Indonesia secara berkelanjutan.
Edukasi Literasi Kehamilan dan Pencegahan Gangguan Kesehatan Reproduksi pada Santriwati Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan Mohammad Nasir; Budi Santoso; Hermanto Tri Joewono; Retno Diah Putri Ekayanti; Indira Rahma Santo Fahdiarti; Azkia Zaafarani; Dinda Riska Oktavia; Galih Ahmad Irlyan; Firlana Dania Azzahra; Nabila Fitri Dwi Arini
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 6 No 5 (2026): JAMSI - September 2026
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.3256

Abstract

Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dalam kesehatan remaja, khususnya bagi santriwati yang memerlukan informasi tepat mengenai perubahan reproduksi, kehamilan, dan pencegahan gangguan kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai literasi kehamilan dan pencegahan gangguan kesehatan reproduksi melalui Program Healthy Islamic Boarding School. Kegiatan dilaksanakan pada 30 santriwati tingkat sekolah menengah atas di Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan. Edukasi berlangsung selama 30–40 menit melalui penyampaian langsung secara interaktif dengan media PowerPoint dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest berupa 10 soal pilihan ganda dengan skor 0–100. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 72,00 pada pretest menjadi 80,33 pada posttest, atau sebesar 8,33 poin, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p=0,029). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan segera setelah edukasi. Kegiatan dapat digunakan sebagai pendekatan promotif untuk memperkuat literasi kesehatan reproduksi santriwati, tetapi capaian yang dilaporkan terbatas pada perubahan pengetahuan dan belum menggambarkan perubahan sikap maupun perilaku jangka panjang.