Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Community Development Journal

PENYULUHAN PERSEPSI ROKOK PADA MASYARAKAT DISEKITAR AL- HIDAYAH NGAWI, JAWA TIMUR dr, Hafid Algristian; dr, Marselli Widya Lestari
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.544 KB)

Abstract

Indonesia adalah produsen tembakau terbesar kelima. Ini adalah salah satu dari lima produsen daneksportir rokok teratas. Indonesia adalah negara konsumen rokok terbesar keempat. Pada 2008, konsumsirokok di Indonesia adalah 225 juta batang rokok. Negara ini adalah konsumen rokok terbesar ketiga didunia. Berdasarkan analisis situasi diatas, peningkatan pengetahuan masyarakat tentang rokok sangatdiperlukan untuk mencegah dan menurunkan jumlah perokok dilingkungan sekitar pondok pesantren.Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode penyuluhan kepada masyarakat sekitar pondokpesantren. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat dihadiri oleh 99 orang masyarakat sekitar pondokpesantren. Kegiatan berjalan dengan lancar. Para peserta antusias untuk bertanya dan berdiskusi mengenaimateri penyuluhan yang disampaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan yang ingindisampaikan oleh kami berhasil ditangkap oleh peserta. Program ini diharapkan dapat dilakukan secaraberkala sehingga terus menambah wawasan masyarakat mengenai rokok.
PENYULUHAN GANGGUAN PSIKIATRIK TERHADAP SISTEM PENCERNAANPADA MASYARAKAT DISEKITAR AL-HIDAYAH NGAWI, JAWA TIMUR Satriya Wibawa, Sp.B, dr Dayu; dr., Sp.KJ, Hafid Algristian,
JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS Vol 2 No 1 (2018): August
Publisher : JURNAL PENGEMBANGAN KOMUNITAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.706 KB)

Abstract

Permasalahan psikologis yang menimbulkan dampak penyakit fisik oleh para klinisi disebut dengangangguan psikosomatis. Berdasarkan PPDGJ III (1993) psikosomatis dapat mengenai setiap sistem ataubagian tubuh yang mana pun, tetapi yang paling lazim adalah yang mengenai keluhan gastrointestinal.Kegiatan sehari-hari dipondok pesantren memang sangat padat sehingga seringkali membuat santrimengerjakan tugas sekolah secara terburu-buru yang menyebabkan badan menjadi pegal-pegal. Bebanpikiran ini seringkali menjadi sebuah “bibit” untuk penyakit psikosomatis, karena bila tidak segera ditanggapi maka beban pikiran tersebut akan semakin kuat berada di pikiran bawah sadar, yang perlahan-lahan mulai menunjukkan gejala-gejala sakit secara fisik. Berdasarkan analisis situasi diatas, peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gangguan psikosomatisasi sangat diperlukan untuk mencegah danmenurunkan jumlah penderita gangguan psikosomatis dilingkungan sekitar pondok pesantren. Pengabdianmasyarakat ini dilakukan dengan metode penyuluhan kepada masyarakat sekitar pondok pesantren.Pelaksanaan program pengabdian masyarakat dihadiri oleh 99 orang masyarakat sekitar pondok pesantren.Kegiatan berjalan dengan lancar. Para peserta antusias untuk bertanya dan berdiskusi mengenai materipenyuluhan yang disampaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan yang ingin disampaikanoleh kami berhasil ditangkap oleh peserta. Program ini diharapkan dapat dilakukan secara berkala sehinggaterus menambah wawasan masyarakat mengenai gangguan psikosomatisasi.
PENYULUHAN PERSEPSI ROKOK PADA MASYARAKAT DISEKITAR AL- HIDAYAH NGAWI, JAWA TIMUR Hafid Algristian dr; Marselli Widya Lestari dr
Community Development Journal Vol 2 No 1 (2018): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.544 KB) | DOI: 10.33086/cdj.v2i1.703

Abstract

Indonesia adalah produsen tembakau terbesar kelima. Ini adalah salah satu dari lima produsen daneksportir rokok teratas. Indonesia adalah negara konsumen rokok terbesar keempat. Pada 2008, konsumsirokok di Indonesia adalah 225 juta batang rokok. Negara ini adalah konsumen rokok terbesar ketiga didunia. Berdasarkan analisis situasi diatas, peningkatan pengetahuan masyarakat tentang rokok sangatdiperlukan untuk mencegah dan menurunkan jumlah perokok dilingkungan sekitar pondok pesantren.Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode penyuluhan kepada masyarakat sekitar pondokpesantren. Pelaksanaan program pengabdian masyarakat dihadiri oleh 99 orang masyarakat sekitar pondokpesantren. Kegiatan berjalan dengan lancar. Para peserta antusias untuk bertanya dan berdiskusi mengenaimateri penyuluhan yang disampaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan yang ingindisampaikan oleh kami berhasil ditangkap oleh peserta. Program ini diharapkan dapat dilakukan secaraberkala sehingga terus menambah wawasan masyarakat mengenai rokok.
PENYULUHAN GANGGUAN PSIKIATRIK TERHADAP SISTEM PENCERNAANPADA MASYARAKAT DISEKITAR AL-HIDAYAH NGAWI, JAWA TIMUR dr Dayu Satriya Wibawa, Sp.B; Hafid Algristian, dr., Sp.KJ
Community Development Journal Vol 2 No 1 (2018): Community Development Journal
Publisher : UNUSA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (98.706 KB) | DOI: 10.33086/cdj.v2i1.707

Abstract

Permasalahan psikologis yang menimbulkan dampak penyakit fisik oleh para klinisi disebut dengangangguan psikosomatis. Berdasarkan PPDGJ III (1993) psikosomatis dapat mengenai setiap sistem ataubagian tubuh yang mana pun, tetapi yang paling lazim adalah yang mengenai keluhan gastrointestinal.Kegiatan sehari-hari dipondok pesantren memang sangat padat sehingga seringkali membuat santrimengerjakan tugas sekolah secara terburu-buru yang menyebabkan badan menjadi pegal-pegal. Bebanpikiran ini seringkali menjadi sebuah “bibit” untuk penyakit psikosomatis, karena bila tidak segera ditanggapi maka beban pikiran tersebut akan semakin kuat berada di pikiran bawah sadar, yang perlahan-lahan mulai menunjukkan gejala-gejala sakit secara fisik. Berdasarkan analisis situasi diatas, peningkatan pengetahuan masyarakat tentang gangguan psikosomatisasi sangat diperlukan untuk mencegah danmenurunkan jumlah penderita gangguan psikosomatis dilingkungan sekitar pondok pesantren. Pengabdianmasyarakat ini dilakukan dengan metode penyuluhan kepada masyarakat sekitar pondok pesantren.Pelaksanaan program pengabdian masyarakat dihadiri oleh 99 orang masyarakat sekitar pondok pesantren.Kegiatan berjalan dengan lancar. Para peserta antusias untuk bertanya dan berdiskusi mengenai materipenyuluhan yang disampaikan. Hal tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan yang ingin disampaikanoleh kami berhasil ditangkap oleh peserta. Program ini diharapkan dapat dilakukan secara berkala sehinggaterus menambah wawasan masyarakat mengenai gangguan psikosomatisasi.