Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Expression of Brain-Derived Neurotrophic Factor in the Brain of Depressed Mice: Systematic Literature Review Nur Azizah AS; Lysa Veterini; Hafid Algristian; Hotimah Masdan Salim
Qanun Medika - Jurnal Kedokteran FK UMSurabaya Vol 5, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jqm.v5i2.6354

Abstract

Chronic stress exposure plays a role as a risk factor for depression. In chronic stress, there is prunning of nerve cell dendrites so that depression becomes irreversible. Depression is caused by low serotonin (5-HT2) neurotransmitters in the postsynaptic cleft. Recent findings in experimental animals indicate that serotonergic preparations are required to increase serotonin levels in the synapse opening, thereby triggering the formation of new dendrites to make depression reversible. The different results when these preparations create resistance in cases of chronic depression and actually increase the risk of uncomfortable and even fatal side effects with long-term use. This Systematic Literature Review uses the PubMed and Google Scholar databases for the period 2015-2020. A total of 322 articles at the beginning of identification and those that met the inclusion criteria in this study were six articles. The results of data extraction showed that the depression condition caused by various stressors resulted in BDNF levels in the hippocampus decreased significantly by p≤0.005. Based on the literature study, it was concluded that in depressive conditions, BDNF levels in the brain decreased.
Pencegahan Perundungan untuk Mendukung Zero Violance Education di Lingkungan Pondok Pesantren Hafid Algristian; Nur Azizah AS; Fifi Khoiru Fithriyah; Khamida Khamida; Nur Hidayah; Devy Yahya
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (815.99 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.809

Abstract

Beberapa kasus perundungan di pondok pesantren yang menjadi isu nasional ini menggambarkan bahwa pesantren bukanlah lingkungan pendidikan yang sepenuhnya bebas dari perilaku kekerasan. Pesantren dianggapsebagai pusat pendidikan keislaman yang seharusnya menjadi model zero violance education. Peran serta banyak pihak sangat dibutuhkan terutama untuk memberikan edukasi secara berkelanjutan guna mencegah kejadian serupa di kemudian hari. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di tiga pondok pesantren di Jawa Timur ini (PP. Al Hikam, Bangkalan; PP. KHA. Wahid Hasyim, Bangil; dan PP. Zaniul Hasan, Genggong) bertujuan memberikan edukasi tentang perundungan kepada santri pondok pesantren. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring melalui webinar. Dampak kegiatan ini dinilai menggunakan pre dan post test (google form) pada peserta. Pengumpulan pre dan post test membutuhkan waktu lebih lama karena santri menggunakan ponsel guru secara bergantian. Didapatkan peningkatan skor post test dibandingkan pre test. Disimpulkan bahwa wawasan santri tentang perundungan lebih baik dibandingkan sebelum diadakan webinar. Kegiatan ini dapat menjadi model edukasi di kemudian hari, sehingga diharapkan dapat menjadi upaya pencegahan perilaku perundungan, untuk mendukung terwujudnya zero violance education di lingkungan pondok pesantren.
Sosialisasi Program Vaksinasi COVID-19 untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi Kerakyatan di Pondok Pesantren Assalafi Al-Fitrah Surabaya Nur Azizah AS; Renata Alya Ulhaq
PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT UNIVERSITAS NAHDLATUL ULAMA SURABAYA Vol. 1 No. 1 (2022): Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat : Perguruan Tinggi Meng
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (961.71 KB) | DOI: 10.33086/snpm.v1i1.838

Abstract

Corona virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Tidak hanya kesehatan, pandemi COVID-19 ini berdampak juga terhadap ekonomi. Pondok pesantren merupakan center of exellence dalam aspek moralagama, moral-kesehatan, maupun moral-ekonomi bagi masyarakat sekitar ponpes. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini berfokus pada peningkatan pengetahuan tentang vaksinasi COVID-19 di lingkunganPondok Pesantren Assalafi Al Fithrah Surabaya. Kegiatan ini bertujuan mendukung pemulihan kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat di sekitar pondok pesantren yang tidak tersentuh programprogram pemerintah. Kegiatan ini dilaksanakan secara daring dalam bentuk webinar oleh tim Unit Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (UPPM) dan Departemen Ilmu Kedokteran Masyarakat-Kedokteran Pencegahan (IKM-KP) Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa para santri dan pengurus mendapat pengetahuan baru tentang urgensi vaksinasi COVID-19, efektivitas, efek samping vaksinasi COVID-19, dan mendorong masyarakat pesantren untuk mau melaksanakan vaksinasi COVID-19 untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
Pengaruh Edukasi Kesehatan Meditation Healing Exercise terhadap Peningkatan Pengetahuan Penderita Diabetes Mellitus dalam Upaya Menjadi Sehat Mandiri Rahmadaniar Aditya Putri; Nurul Kamariyah; Siti Nur Hasina; Iis Noventi; Nur Azizah AS
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (170.287 KB)

Abstract

Penderita Diabetes Mellitus memiliki kerentanan mengalami gangguan vaskular sehingga aliran sirkulasi darah tidak lancar, rentan mengalami gangguan ekstremitas kaki yang bermanifestasi menjadi sumbatan pada pembuluh  darah atau gangguan perfusi jaringan perifer,  ulkus  bahkan  amputasi sehingga perlu adanya pendidikan kesehatan dalam upaya pencegahan resiko gangguan perfusi jaringan perifer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh Pendidikan Kesehatan Terapi buerger allen exercise terhadap peningkatan pengetahuan penderita diabetes mellitus dalam upaya menurunkan resiko gangguan perfusi perifer. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jenis pre-eksperimental tipe one-group pretest-posttest dengan jumlah sampel sebanyak 68 orang yang diambil menggunakan Teknik total sampling. Hasil penelitian ini Tmenunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden pada penelitian ini sebelum diberikan intervensi didapatkan Sebagian besar 51,6% berpengetahuan kurang. Dan setelah diberikan Pendidikan Kesehatan didapatkan Sebagian besar 69,1% berpengetahuan baik. Hasil uji analisis Wilcoxon sign rank test didapatkan nilai p adalah 0,001. Terdapat pengaruh Pendidikan Kesehatan terapi Buerger Allen exercise terhadap peningkatan pengetahuan penderita Diabetes mellitus dalam upaya menurunkan resiko gangguan perfusi jaringan perifer. Pemberian Pendidikan Kesehatan sangat efektif diberikan bagi penderita Diabetes Mellitus terutama berkaitan dengan pencegahan komplikasi.
Diagnostic and Therapeutic Challenges in Schizoaffective Disorder with Schizoid Personality Comorbidity Putri Faradisa Kamila; Hafid Algristian; Nur Azizah; Nur Aida
Sinergi International Journal of Psychology Vol. 4 No. 3 (2026): August 2026
Publisher : Yayasan Sinergi Kawula Muda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61194/psychology.v4i3.986

Abstract

Schizoaffective disorder, depressive type, is a severe psychiatric condition characterized by the coexistence of psychotic symptoms and a major depressive episode, with substantial functional impairment and potential suicide risk. Diagnostic and therapeutic complexity may increase when the disorder co-occurs with schizoid personality disorder, particularly because social withdrawal, restricted affect, and anhedonia can resemble negative or depressive symptoms. This case report describes a 33-year-old woman diagnosed with schizoaffective disorder, depressive type, with comorbid schizoid personality disorder. Clinical assessment included psychiatric interviews, collateral information from family members, mental status examination, behavioral observation, reconstruction of symptom chronology, and review of psychosocial history. The patient developed auditory hallucinations and persecutory ideas approximately four weeks before admission, followed by prominent depressive symptoms and suicidal ideation after the sudden death of a primary support figure. Long-standing social detachment, preference for solitary activities, restricted emotional expression, and limited interpersonal relationships were present since early adulthood and preceded the psychotic episode, supporting the diagnosis of schizoid personality disorder. Inpatient management consisted of risperidone, sertraline, and low-intensity supportive psychosocial interventions adapted to the patient’s preference for limited interpersonal engagement. During approximately 14 days of hospitalization, hallucinations and suicidal ideation decreased and basic self-care improved. At two-week follow-up, no recurrent suicidal ideation was reported, although mild auditory hallucinations and social withdrawal persisted. This case emphasizes the importance of longitudinal assessment and collateral information in distinguishing enduring personality characteristics from state-related negative or depressive symptoms. Individualized treatment that combines pharmacological stabilization with appropriately paced psychosocial engagement may improve treatment acceptability and functional stabilization in complex psychiatric comorbidity.