Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

KONSEP PENDIDIKAN ISLAM INTEGRATIF DALAM IDEOLOGI LIBERALISME Akhmad Zaini
Akademika Vol 15, No 1 (2021): Akademika
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/adk.v15i1.514

Abstract

Liberalization of education is an educational ideology that is student-oriented, so that the long-term goal of education is to preserve and improve the existing social order by teaching each student how to deal with problems in his own life effectively. The concept of liberalism on education implicitly leads to the concept of integrative education "in line with Islamic education", where educational liberalism emphasizes the principle of problem solving when referring to the main concept of educational liberalism, the expected goal is about integration between theory and practice. Specifically, the concept of integrative Islamic education in liberalism ideology is seen through several things such as; foundation, objectives, methods and evaluation.
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PEMBELAJARAN IPS DI SMP NEGERI 1 LASEM Akhmad Zaini; Agus Fathoni Prasetyo
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 12 No 2 (2018): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v12i2.26

Abstract

Tujuan umum IPS ialah mengembangkan cara berpikir kritis dan kreatif dalam melihat hubungan manusia dan lingkungan hidupnya. Jadi, mempunyai fungsi “membentuk sikap rasional dan tanggung jawab terhadap masalah yang timbul akibat interaksi antara manusia dengan lingkunganya”. Pendekatan integratif sesuai realitas kehidupan sosial dan pendekatan struktural yang mengenai penguasaan konsep. Objek IPS adalah gejala-gejala sosial yang teramati yang dapat mengungkap masalah-masalah sosial. Kegiatan pembelajaran IPS merupakan salah satu mata pelajaran yang strategis untuk menanamkan nilai-nilai moral kepada peserta didik. Kirschenbaum menegaskan, bahwa tujuan akhir dari studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) adalah diarahkan untuk tercapainya tujuan pendidikan moral. Tujuan utama IPS adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi warga negara yang memiliki sikap, ketrampilan, dan pengetahuan yang memadai sebagai bekal untuk berperan serta dalam kehidupan bermasyrakat yang demokratis. IPS sebagai program pendidikan atau mata pelajaran dalam kurikulum sekolah bertujuan untuk mempelajari kehidupan manusia dalam masyarakat dan hubungan antara sesama manusia atau dengan lingkunganya. Faktor pendukung penerapan pembelajaran IPS berbasis multikultural di SMP Negeri 1 Lasem tidak hanya karena aneka ragam agama dan budaya yang dimiliki siswa siswinya saja. Namun dengan adanya aneka ragam tersebut terciptalah rasa saling menghargai dan menghormati ditengah perbedaan yang dimiliki siswa SMP Negeri 1 Lasem. Sikap saling menghargai dan menghormati antar siswa tidak hanya dapat dijumpai dalam kegiatan belajar di sekolah saja. Namun, terlebih ketika ada perayaan hari besar agama ataupun bulan puasa Islam dapat terlihat jelas bagaimana kerukunan umat beragama saling menghargai dan menghormati dengan umat beragama yang berbeda.
PERENCANAAN PARTISIPATORI DALAM MEMBUAT PROGRAM DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN PENDIDIKAN Ninik Hidayati; Akhmad Zaini
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 11 No 2 (2017): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v10i2.40

Abstract

In the field of education, the planning process is one of the key factors in the effectiveness of the implementation of education activities to achieve the expected educational objectives for each level and type of education at the national, as well as local level. However, when viewed in reality everyday, elements of the process of education planning is still more used as a complement or elaboration of policy leaders, so often the goal set is not achieved optimally. One of the reasons is that educational planners still lack understanding of planning processes and mechanisms in a more comprehensive context. In addition, the position of the planning field is not a "key factor" of the existence of an educational institution, both at the macro and micro level, so that the contribution of education planning to the achievement of vision, mission, and educational goals has not been felt optimally.
PENGARUH PEMAHAMAN KURIKULUM, IKLIM KERJA, DAN MOTIVASI TERHADAP KINERJA GURU PADA SMK YPM 12 TUBAN Emi Fahrudi; Akhmad Zaini
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 13 No 2 (2019): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v13i2.68

Abstract

Kajian dalam penelitian ini, berusaha menjawab terkait bagaimana hubungan pengaruh pemahaman kurikulum, iklim kerja, dan motivasi kinerja guru yang bekerja di sekolah SMK YPM 12 Tuban. Selain itu, dalam penelitian ini, menjelaskan ada serta tidaknya pengaruh kurikulum terhadap kinerja guru. Hasil dalam penelitian ini, menjelaskan adanya pengaruh yang signifikan motivasi kerja, iklim kerja, terhadap kinerja guru di sekolah SMK YPM 12 Tuban.
PERANAN PERGURUAN TINGGI DALAM PENINGKATAN KEPEDULIAN SOSIAL MAHASISWA MELALUI PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN SOSIAL Dian Rustya; Akhmad Zaini
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 14 No 2 (2020): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v14i2.100

Abstract

Perguruan tinggi sebagai wadah belajar bagi mahasiswa memiliki peranan besar dalam membentuk sumber daya manusia mahasiswanya supaya menjadi pribadi yang tangguh. Mereka akan tumbuh sebagai pribadi yang memiliki empati tinggi, mengutamakan proses, menghargai orang lain, peduli, dan solutif. Oleh karena itu, perguruan tinggi bisa melakukan peningkatan kapabilitas mahasiswanya melalui pelatihan-pelatihan, salah satunya pelatihan kewirausahaan sosial. Dalam kewirausahaan sosial, mahasiswa akan belajar tentang bisnis sosial yang dekat dengan masyarakat. Diharapkan dengan mengembangkan bisnis sosial ini bisa menjadi solusi permasalahan yang ada di masyarakat. Peningkatan kepedulian sosial mahasiswa erat kaitannya dengan dampak yang diberikan. Perguruan tinggi diharapkan mampu menghasilkan impact entrepreneur yang mampu memiliki peranan dalam menyelesaikan permasalahan di masyarakat. Dengan mengikuti pelatihan kewirausahaan diharapkan mahasiswa bisa memiliki keberanian memulai usaha, mampu mencari pembeda dan value prepotition dari bisnisnya, melihat potensi, mengadopsi inovasi, dan pada akhirnya bisa mereplikasi keterampilan untuk diajarkan pada orang-orang di sekitarnya sehingga bisa menebar manfaat untuk lebih banyak orang lainnya.
UU PESANTREN NO 18 TAHUN 2019: KEKUATAN, KELEMAHAN, PELUANG, ANCAMAN BAGI PESANTREN DAN LEMBAGA PENDIDIKAN KEAGAMAAN DI KABUPATEN TUBAN Akhmad Zaini
Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam Vol 15 No 2 (2021): Tadris : Jurnal Penelitian dan Pemikiran Pendidikan Islam
Publisher : Program Studi PAI, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jt.v15i2.182

Abstract

Pesantren mempunyai peran dalam pendidikan masyarakat yang merupakan bagain dari lembaga pendidikan keagamaan. Lembaga pendidikan keagaman dan pesantren adalah bagian dari pembangunan nasional dibagian pendidikan. Lembaga Pesantren mampu memberikan pendidikan secara mandiri ditengah kehidupan masyarakat. Adanya UU Pesantren nomor 18 tahun 2019 mempunyai potensi dalam memaksimalkan pendiddikan mutu pesantren karena pemerintah memberikan ruang untuk pengembangan pesantren. Namum adanya UU Pesantren bisa jadi menjadi kekhawatiran sendiri karena bisa mempengaruhi independensi dan kekhasan pendidikan pesantran. Darisinlah penelitian ini melihat bagaimana UU Pesantren yang berperan dalam membangun pendidikan keagamaan dengan melalui analisa SWOT yang dilihat dari kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman pada pendidikan keagamaan di pesantren. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data dokumentatif yang kemudian dianalisa untuk memperoleh kesimpulan. Penelitian ini mencoba menganlisa eksistensi lembaga pendidikan kegamaan pesantren di kawasan kabupaten Tuban yang berkontribusi dalam meningkatkan pendidikan di masyarakat.
PENERAPAN NILAI-NILAI RELIGUS DALAM MEMBANGUN PENDIDIKAN ISLAM PADA SISWA DI MI NU HIDAYATUN NAJAH Akhmad Zaini
PREMIERE : Journal of Islamic Elementary Education Vol 4 No 1 (2022): PREMIERE: Journal of Islamic Elementary Education
Publisher : Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama Tuban

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51675/jp.v4i1.279

Abstract

Education is an effort made by someone with the aim of changing behavior, knowledge and character after taking it. Religious education is intended to increase religious potential and shape students to become human beings who believe and fear God Almighty and have noble character which includes ethics, character, and morals as the embodiment of religious education. Legislative values seen from this study at MI NU Hidayatun Najah include; the value of worship, the value of jihad, the value of morality, and the value of exemplary. The purpose of the study was to determine the forms of application of religious values to students. This study uses a qualitative approach research with a descriptive method which is to describe or interpret the situation regarding the conditions to be studied using words instead of numbers. The data collection technique in this study used observation and interview methods to observe the process of instilling the value of religiosity in students. The results of this study are shown in the pattern of application of religious values and the forms of application carried out in the environment by exposing the forms of worship values, jihad values, moral values, and exemplary values to students.