Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Perancangan Seri Kartu Pos "Kirtimukha" Menggunakan Teknik Cetak Digital Fuji Xerox Iridesse Special Color Tegar Andito
Artika Vol. 6 No. 1 (2022): Juli 2022
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v6i1.463

Abstract

Popularitas hobi korespondensi kartu pos di Indonesia kembali meningkat sejak 2012 sejak munculnya Postcrossing.com. Selain kartu pos yang beredar di toko-toko cindera mata, setelah munculnya Postcrossing.com bermunculan kartu-kartu pos dengan tema-tema unik tentang Indonesia dengan berbagai macam teknik cetak. Salah satu tema yang populer di Indonesia adalah kartu pos bertema candi. Pada tahun 2019, mesin cetak laser Fuji Xerox Iridesse yang memiliki fitur toner dengan warna khusus diperkenalkan di Indonesia. Warna khusus yang dimaksud adalah warna Gold dan Silver, White, serta Clear. Warna Gold dan Silver merupakan toner berwarna metalik, White merupakan toner putih yang bermanfaat untuk menjadi dasaran toner CMYK pada permukaan gelap dan transparan, sedangkan Clear merupakan toner bening yang memberikan efek mengkilap pada permukaan kertas. Mesin ini dapat diset menggunakan dua di antara warna tersebut sebagai tambahan dari warna CMYK. Kehadiran Fuji Xerox Iridesse dengan fitur Special Color-nya merupakan hal yang relatif baru di Indonesia dan belum banyak dieksplorasi dalam perancangan karya desain grafis. Perancangan seri kartu pos “Kirtimukha” ini merupakan eksperimen untuk mengeksplorasi fitur warna khusus Gold dan Silver pada mesin cetak laser Fuji Xerox Iridesse untuk penciptaan karya desain grafis sekaligus respon dari fenomena populernya korespondensi kartu pos di Indonesia khususnya tema candi.
PIXEL ART STYLE CHARACTER DESIGN FOR “PANJI TALES” GAME FROM CHARACTERS DEPICTED IN JAVANESE TEMPLES BAS RELIEF Tegar Andito
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 3 No. 2 (2023): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v3i2.528

Abstract

Purpose: The purpose of this research is to design main characters for pixel graphics game entitled “Panji Tales” based on characters depicted in the scenes at Javanese temples’ bas relief. Research methods: General design methods is used for this research. This method consists of identification, analysis, synthesis, and evaluation. Findings: Result of this research are character design for four main characters of the game consist of turn around view for each character. Designed characters depicts their body shapes, clothing, jewelleries, and hairstyles derived from bas relief into pixel art form. In addition to depiction in pixel art form, designed characters also adjusted to make them possible to be animated. Also, for that purpose, walk cycle animations are made as example how the characters are animated. Implications: Finalized character design will be used as guidlines for main characters’ animation in game currently being developed.
AI ASSISTED FACIAL RECONSTRUCTION OF PANJI’S LOVER CHARACTER IN PENATARAN TEMPLE’S BAS RELIEFS USING SKETCH TO IMAGE METHOD Andito, Tegar
Journal of Aesthetics, Design, and Art Management Vol. 4 No. 1 (2024): Journal of Aesthetics, Design, and Art Management
Publisher : Yayasan Sinergi Widya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58982/jadam.v4i1.605

Abstract

Purpose: Purpose of this research is to realistically reconstruct face of Panji’s Lover character at 51st panel of Teras Pendopo structure’s bas relief in Penataran Temple complex as guide for concept art creation of Panji’s Lover character. Research methods: This experiment consists of two steps. First is manually drawing a sketch of the character and describing her facial features. The second step is image generation by artificial intellegence employing sketch-to-image method using created sketch as base image and the description as prompt. The used artificial intelligence (AI) program is Stable Diffusion 1.5 with ControlNet add on. The used AI models are Realistic Vision 5.1 and Dreamshaper 8. Findings: Images generated with Realistic Vision 5.1 model are closest to sketch and description of original bas relief. Implications: The results of this experiment can’t be used as final artwork but can be guide for concept art creation for both Candra Kirana and Galuh Ajeng character in any future visual art projects based on Panji Tales stories.
Perancangan Explainer Video Universitas Ma Chung Sebagai Inovasi Media Promosi Sultan Arif Rahmadianto; Tegar Andito
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 (5)
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v2i2.319

Abstract

Seiring dengan semakin ketatnya persaingan antar berbagai perguruan tinggi khususnya Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Sebuah perguruan tinggi harus memiliki branding yang baik dan selalu berusaha untuk meningkatkan dan mempertahankannya. Universitas Ma Chung merupakan PTS yang terletak di Malang Jawa Timur telah melakukan upaya peningkatan kegiatan promosi namun strategi yang dipilih masih tergolong umum. Penggunaan strategi promosi yang umum seperti yang dilakukan oleh universitas lain membuat positioning Universitas Ma Chung menjadi kurang kuat karena tidak ada sesuatu pembeda dengan universitas lainnya. Explainer videos adalah suatu media paling atraktif dalam menjelaskan tentang siapa atau apa yang dikerjakan dan mempromosikan sebuah bisnis dalam satu waktu. Melalui explainer videos Universitas Ma Chung akan dipermudah dalam kegiatan promosi dan branding. Metode perancangan explainer videos menggunakan pendekatan kualitatif meliputi discovery, script, storyboard, animation, dan delivery. Hasil perancangan menghasilkan alternatif media promosi berbentuk explainer videos dengan tujuan meningkatkan awareness Universitas Ma Chung.
Perancangan Motion Graphics Asal Usul Sepur Kluthuk Jaladara Tegar Andito
Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia Vol 3 No 1 (2019): Volume 3 Nomor 1 (5)
Publisher : Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat STMIK Asia Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32815/jeskovsia.v3i1.323

Abstract

Sepur Kluthuk Jaladara adalah salah satu daya tarik pariwisata yang relatif baru di kota Surakarta. Wahana wisata ini adalah sebuah rangkaian kereta api yang ditarik lokomotif uap C1218 yang melewati jalur st. Purwosari - st. Solo Kota (PWS-SLK). Lokomotif C1218 dan jalur di antara stasiun Purwosari dan Solo Kota/Sangkrah ini sebenarnya masing-masing memiliki latar belakang cerita menarik tersendiri. Cerita-cerita ini berpotensi menjadi daya tarik tersendiri yang menjadikannya nilai lebih bagi wahana wisata ini. Saat ini belum ada yang pernah merangkai dan mengekspos latar belakang cerita tersebut menjadi sebuah cerita utuh. Ada beberapa cara untuk menyampaikan cerita ini agar mampu memberikan ketertarikan secara maksimal kepada audiens. Salah satunya adalah dengan merancang audio visual berwujud motion graphics.
Eksplorasi Metode Penciptaan Seni Rupa Komunitas kentjingandjing Melalui Proyek Seni Rupa Unreasonableness” Di Kota Malang Nirwana, Aditya; Andito, Tegar
Studi Budaya Nusantara Vol. 1 No. 1 (2017)
Publisher : Studi Budaya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.sbn.2017.oo1.01.06

Abstract

ABSTRACT "Unreasonableness" art project conducted by starting from some problems faced by the Kentjingandjing, which is (1) The problems of an art exhibition management, which includes issues of funding, human resources, and infrastructure of the arts, (2) public view towards the "function"of art, and (3) artist awareness as a scientist. This projects conducted by implementing scientific methods of art creation, which consists of three stages: 1) Internalization and Incubation of Idea; 2) The formulation of the concept of Creation; and 3) Creation of Art. The conclusion that this activity has effectively become the solution of the issues surrounding the management of art, but to raise awareness of the arts in society, this activity still requires massification, or at least is sustainable activities in which various disciplines can be involved. Besides, the scientific method that implemented in this activity is effective by some of the artists, but some argue the use of methods that 'rigid' like this, would handcuff the idea of creation, in addition to the lack of flexibility for the fluctuations which may occur in the process of artistic creation.
Penerapan Psikologi Warna pada Background Animasi Kampanye Rajin Sikat Gigi untuk Membangun Mood Positif Anak Arrafi Gusti Pratama; Arif Sulistiyono; Tegar Andito
CITRAWIRA : Journal of Advertising and Visual Communication Vol. 7 No. 1 (2026)
Publisher : ISI Press Institut Seni Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/citrawira.v7i1.6606

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan aspek penting dalam mendukung tumbuh kembang anak. Sayangnya, rendahnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan gigi, seperti kebiasaan menyikat gigi secara teratur, masih menjadi masalah di kalangan anak-anak. Film animasi 2D Karies dirancang sebagai kampanye edukasi dalam meningkatkan kesadaran anak-anak tentang pentingnya kebiasaan menyikat gigi secara teratur. Penelitian ini berfokus pada analisis dalam implementasi warna cerah pada desain background animasi untuk kampanye rajin sikat gigi yang bertujuan untuk menarik perhatian anak-anak dan meningkatkan keterlibatan mereka dengan animasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan tinjauan teoritis mengenai psikologi warna dan persepsi visual dalam memahami iklan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan warna cerah secara signifikan meningkatkan daya tarik background, menumbuhkan suasana hati yang positif dan meningkatkan minat di kalangan anak-anak
Animasi sebagai Wacana: Reproduksi Realitas Sosial Budaya dalam Film Si Juki: Harta Pulau Monyet dalam Arus Industri Global Agnes Karina Pritha Atmani; Tegar Andito
Artika Vol. 9 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : Center for Research and Community Service, Institut Informatika Indonesia (IKADO) Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34148/artika.v9i2.1426

Abstract

Film animasi Si Juki: Harta Pulau Monyet dianalisis dalam makalah ini sebagai teks budaya yang mereproduksi dan menegosiasikan realitas sosial-budaya Indonesia dalam konteks industri animasi global. Pendekatan Analytical Critical Discourse Analysis (ACDA) dari Norman Fairclough, pada penelitian ini mengeksplorasi tiga dimensi utama, analisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial-kultural, untuk memahami animasi sebagai wacana ideologis yang terlibat dalam pembentukan identitas, nilai, dan relasi kuasa. Nilai gotong royong, keberagaman, dan solidaritas ditampilkan melalui visualisasi lokal seperti hutan tropis, logat daerah, serta simbol-simbol budaya tradisional, menjadikan lokalitas bukan sekadar latar, melainkan kekuatan naratif dan ideologis. Analisis dilengkapi dengan teori media capital dari Michael Curtin yang memposisikan Jakarta sebagai pusat produksi kultural di Asia Tenggara, serta perspektif poskolonial dari Shohat dan Stam yang melihat animasi ini sebagai bagian dari sinema Dunia Ketiga yang menghadirkan resistensi terhadap dominasi estetika dan narasi Barat. Film Si Juki juga dilihat sebagai bagian dari praktik diplomasi budaya melalui distribusi digital dan keterlibatannya dalam arena festival internasional, memperlihatkan bagaimana animasi lokal dapat menjadi medium soft power. Dengan memadukan nilai lokal dan strategi global, film ini menunjukkan potensi animasi sebagai arena kontestasi simbolik, ekonomi, dan ideologis dalam arus globalisasi budaya kontemporer.