Evaluasi kinerja kelompok tani merupakan langkah strategis dalam menjamin keberlanjutan agribisnis persuteraan di Kabupaten Wajo. Kelompok tani berperan sebagai kelembagaan utama dalam mengelola produksi, meningkatkan produktivitas, serta menjaga partisipasi anggota dalam usaha persuteraan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja kelompok tani sutera di Kabupaten Wajo dengan menggunakan pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) dan Objective Matrix (OMAX), dengan Desa Pasaka sebagai lokasi studi kasus representatif. Metode AHP digunakan untuk menentukan prioritas aspek kinerja berdasarkan penilaian pakar, sedangkan OMAX dimanfaatkan untuk mengukur capaian kinerja aktual kelompok dibandingkan dengan target ideal. Hasil analisis menunjukkan bahwa aspek manajemen usaha, produktivitas, dan partisipasi anggota merupakan faktor utama yang menentukan kinerja kelompok tani sutera. Nilai total OMAX sebesar 7,479 menempatkan kinerja kelompok pada kategori tinggi. Meskipun demikian, aspek inovasi teknologi dan ketahanan kelompok masih menunjukkan capaian yang relatif rendah dan memerlukan penguatan. Temuan ini menegaskan bahwa evaluasi kinerja berbasis metode AHP-OMAX mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi kelompok tani, sekaligus menjadi dasar perumusan strategi pemberdayaan yang lebih efektif dan berkelanjutan bagi pengembangan persuteraan di Kabupaten Wajo.