Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

ANALISIS PENERAPAN RANTAI PASOK TERHADAP MANAJEMEN PEMBIAYAAN PROYEK KONTRUKSI BANGUNAN GEDUNG X DI JAKARTA MUKHAMAD RISA DIKI PRATAMA
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (238.837 KB) | DOI: 10.30998/lja.v4i1.9158

Abstract

Abstrak Pada proyek konstruksi bangunan gedung, waktu dan biaya berperan penting untuk memberikan berhasil tidaknya suatu proyek. Salah satu permasalahan saat ini pada proyek konstruksi  yang harus di perhatikan yaitu manajemen biaya. Hal tersebut membutuhkan beberapa cara untuk melancarkan proyek banguanan gedung tersebut. Material kurang tersedia, pencapaian yang sulit di tempuh hal ini tentu secara tidak langsung mempengaruhi berjalannya proyek konstruksi bangunan gedung. Penerapan rantai pasok yang efisien menunjukan keberhasilan proyek, waktu dan biaya akan berjalan seperti yang sudah direncanakan dan disetujui. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan mengkaji beberapa artikel yang relavan. Berdasarkan analisa tersebut beberapa faktor yang sangat terpengaruh diantaranya kesediaan material yang kurang, kesesuaian data, fasilitas penunjang dan mengadakan keselamatan.
ANALISIS KENYAMANAN VISUAL PADA RUANG STUDIO ARSITEKTUR GEDUNG 3 UNIVERSITAS INDRAPRASTA PGRI Muhammad Sega Sufia Purnama; Mukhamad Risa Diki Pratama; Dian Nugraha
Lakar: Jurnal Arsitektur Vol 5, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.579 KB) | DOI: 10.30998/lja.v5i1.12290

Abstract

Pencahayaan pada siang hari yang disebabkan oleh sinar matahari dapat di kontrol dengan penataan ventilasi yang tepat. Pencahayaan dapat mempengaruhi tingakat kecerahan pada suatu objek,  penataan ventilasi menjadi solusi dalam kecerahan pada ruangan. Penataan ventilasi dapat beberapa macam sesuai kebutuhan. Kajian ini dapat dijadikan acuan dalam memperbaiki desain interior studio yang sudah ada dan bisa menjadi sebuah pengetahuan untuk mahasiswa dalam memahami tentang pentingnya pencahayaan dalam sebuah desain. Tujaan penelitian ini untuk mengetahui intensitas di ruang studio sudah sesuai dengan standar SNI, juga untuk melihat persebarannya di dalam ruang studio dan pada akhirnya bisa memberikan masukan alternatif desain yang lebih baik. Metode penilitian ini di lakukan dengan pengamatan pada siang hari dengan software Dialux Evo 10. Hasil penelitian menunjukan bahwa terlihat nilai intensitas cahaya paling banyak ada di dekat jendela. Nilai lux mampu mencapai 1000 lux. Perlahan menjauh dari jendela, nilai intensitas menurun hingga paling dekat pintu adalah 400 lux, di bawah pas jendela insensitas rendah dan kolom sedikit mempengaruhi.
PERANCANGAN RUMAH SAKIT TIPE D DI DESA SIDOREJO, PONGGOK, BLITAR mukhamad risa diki pratama; Muhammad Sega Sufia Purnama
Jurnal PkM Pengabdian kepada Masyarakat Vol 5, No 5 (2022): Jurnal PkM : Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v5i5.14890

Abstract

D'tech Workshop & D'tech Shop adalah sebuah CV yang bergerak dibidang penjualan alat perkakas rumah tangga dan bengkel kerja. Didirikan tahun 2010 oleh Dedi Ardiansyah S. Kep. Perusahaan ini terletak di Jl. Raya Patok, Desa Sidorejo, Pancir, Sidorejo, Kec. Ponggok, Blitar, Jawa Timur. Dalam pelaksanaan pengabdian masyarakat terhadap permasalahan dan potensi yang sudah dijelaskan, kami sebagai tim pengabdi memikirkan bagaimana mendesain rumah sakit yang sesuai standar kesehatan dan juga baik secara visual. Proses desain rumah sakit dimulai dengan pencarian data mengenai apa saja standar-standar yang perlu diketahui tentang kelas dari rumah sakit. Lalu setelah standar didapatkan, arsitek akan mulai menganalisis lahan dimana rumah sakit akan dibangun. Berbagai aspek dianalisis, mulai dari sirkulasi, penataan bangunan, pencahayaan, penghawaan hingga akses ke dalam lahan. Bila sudah, langkah selanjutnya tim akan mencoba membuat konsep dari data-data yang ada. Konsep ini berhubungan dengan kebutuhan ruang, hubungan antar ruang, sirkulasi dalam bangunan dan dimensi setiap ruang. Sampai langkah ini, standar SNI tentang bangunan rumah sakit harus diterapkan agar rumah sakit dapat berfungsi optimal. Bila langkah di atas sudah dilakukan, maka akan dipikirkan bagaimana bentuk bangunan yang akan dibuat, bagaimana atapnya, bagaimana susunan bangunannya. Pada langkah ini, CV D’Tech sebagai pemilik proyek bisa menambahkan saran mengenai bentuk atau ornamentasi yang akan ada di fasad atau bentuk bangunan rumah sakit. Setelah saran dari pemilik proyek ditambahkan, masuk ke langkah selanjutnya yaitu, gambar kerja. Gambar kerja ini merupakan gambar yang dibuat untuk dikerjakan dilapangan. Diperlukan ketelitian dan kejelian dalam membuat gambar kerja, dibutuhkan pengetahuan tentang material dan struktur untuk mampu menggambar dengan benar. Hal ini karena apa yang tergambar akan dibaca oleh pelaksana sehingga gambar yang dibuat harus sesuai. Luaran yang diharapkan berupa hasil karya publikasi ilmiah terkait dengan kegiatan pengabdian yang dilaksanakan.
Desain Musala di Desa Sukaharja, Sukamakmur, Bogor Dian Nugraha; Muhammad Sega Sufia Purnama; Mukhamad Risa Diki Pratama
Jurnal PkM (Pengabdian kepada Masyarakat) Vol 6, No 2 (2023): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v6i2.16542

Abstract

terencana dan banyak hal lain membuat tempat tersebut kurang terawat. Musala di Desa Sukaharja adalah desa yang terletak di Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Berjarak lebih dari 60 km dari pusat kota Bogor. Kondisi Musala sudah tidak layak digunakan lagi. Hal ini tentu membuat peribadahan yang dilakukan akan mengurangi kekhusyuan. Melihat kondisi tersebut mitra memiliki keinginan untuk memugar bangunan musala tersebut akan tetapi tidak mempuyai tenaga ahli dalam perencanaan bangunan yang baik sehingga kami memberanikan diri melakukan diskusi dengan Kepala Desa untuk melakukan desain ulang terhadap musala. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dimulai dengan melakukan survei lokasi secara langsung. Kedua adalah  diskusi bersama mitra. Ketiga mendesain dibantu oleh mitra. Perspektif yang ingin diubah oleh tim adalah tempat beribadah yang estetis, menarik dan representatif dibutuhkan untuk membuat masyarakat tertarik untuk datang. Desain musala ini mencoba memberikan pemahaman kepada penggunanya bahwa sebuah bangunan yang terlihat baik dan indah haruslah berfungsi optimal dalam memberikan kenyamanan dan keamanan penggunanya. Jadi, keindahan itu bisa mencul dengan sendirinya saat elemen desain tersebut bisa berfungsi melindungi penggunanya. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah adanya tindak lanjut pembangunan musala tersebut agar dapat segera digunakan 
ANALISIS KENYAMANAN PADA BANGUNAN MASJID DITINJAU DARI SISI THERMAL DAN KEBISINGAN. Studi Kasus : Masjid Ukhuwah Islamiyah UI Depok Purnama, Muhammad Sega Sufia; Muhammad Sega Sufia Purnama; Mukhamad Risa Diki Pratama; Nurjannah Hamdani
NALARs Vol 23, No 1 (2024): NALARs Vol 23 No 1 Januari 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/nalars.23.1.69-76

Abstract

The mosque is a place of worship for Muslims. These activities need a comfortable situation. The selected case study is the Ukhuwah Islamiyah Mosque, located within the University of Indonesia. Has a building area of approximately 2608 m2. This mosque is always crowded with students from various majors. This study aims to measure the level of thermal comfort and noise, compare it with existing standards, and prove the theory of passive design in tropical buildings. The method used in this research is direct measurement in the field. The sequence of work is to determine the measuring point and then place the measuring instrument at that point; the reading will be compared with the standard and analyzed. As a result, the temperature reading in the main prayer area shows the temperature is above the comfort standard of 300 - 320 C while the comfort standard is at 220 - 280 C. Judging from the measurements in the field, the noise ranges from 51 - 54 dB when compared with the average of comfort in a building of worship, which is 55 dB or still within reasonable limits. In conclusion, ventilation and noise are factors of tranquility in worship. In this study, the ventilation could be more optimal. However, the noise is still within reasonable limits. The application of tropical building theory has yet to provide maximum comfort.Masjid adalah tempat beribadah umat Islam. Dalam melaksanakan kegiatan tersebut, dibutuhkan kedaan yang nyaman. Studi kasus terpilh adalah Masjid Ukhuwah Islamiyah yang berada di dalam komplek Universitas Indonesia. Mempunyai luas bangunan kurang lebih 2608 m2.  Masjid ini selalu ramai oleh mahasiswa dari berbagai jurusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kenyamanan termal dan kebisingan lalu membandingkan dengan standar yang ada serta untuk membuktikan teori tentang desain pasif di bangunan tropis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengukuran langsung di lapangan. Urutan kerjanya adalah menentukan titik ukur, lalu meletakan alat ukur di titik tersebut, pembacaan akan dibandingkan dengan standar dan di analisis. Hasilnya, Pembacaan suhu di daerah area shalat utama menunjukan suhu berada di atas standar kenyamanan yaitu 300 -  320 C sedangkan standar kenyamanan berada pada 220  -  280 C. Dilihat dari hasil pengukuran di lapangan, kebisingan suara berkisar antara 51 - 54 dB. Bila dibandingkan dengan standar kenyamanan dalam bangunan beribadah, yaitu 55 dB atau masih dalam batas wajar.  Kesimpulannya, Penghawaan dan kebisingan menjadi faktor ketenangan dalam melakukan ibadah. Dalam penelitian ini, penghawaan belum optimal namun, kebisingan masih di ambang batas wajar. Aplikasi teori bangunan tropis belum mampu memberikan kenyamanan secara maksimal.
Perencanaan Masterplan Markaz Rumah Tahfidz di Cimenyan Bogor Nugraha, Dian; Purnama, Muhammad Sega Sufia; Pratama, Mukhamad Risa Diki
Jurnal PKM: Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 4 (2024): Jurnal PkM: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/jurnalpkm.v7i4.23091

Abstract

Perancangan Pondok Pesantren Modern dengan Pendekatan Arsitektur Modern di Depok Pratama, Mukhamad Risa Diki; Ernawati, Atie; Yulistiana, Yulistiana
Jurnal Desain Vol 5, No 02 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1084.064 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v5i02.2222

Abstract

Mewujudkan pendidikan islami yang mandiri dan modern dengan tidak meningalkan nilai-nilai agama yang ada serta mengatasi keterbatasan akan sekolah berbasis Pondok pesantren dan juga menghindari paham-paham yang bertentangan dengan Islam. Memberi pemahaman pada masyarakat terutama pada orang tua untuk memasukan anaknya pada sekolah berbasis pondok pesantren sehingga menghindari hal-hal yang tidak di inginkan. Menghilangkan pemahaman pondok pesantren tentang adanya penyakit kulit dengan menciptaka ruang asrama yang lebih layak huni dan kamar mandi yang terletak didalam kamar santri. Metode penelitian yang digunakan adalah studi survei lapangan, dokumentasi, dan wawancara. Data yang di dapat nantinya akandigunakan untuk proses desain lebih lanjut.
Mapping Kindergarten Students' Behaviour towards Use of Learning Space Nugraha, Dian; Purnama, Muhammad Sega Sufia; Pratama, Mukhamad Risa Diki
International Journal of Built Environment and Scientific Research Vol 8, No 2 (2024): International Journal of Built Environment and Scĥientific Research
Publisher : Department of Architecture Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/ijbesr.8.2.133-140

Abstract

Sentra allow children to manipulate various objects, engage in role playing conversations with their friends, explore, interact physically, emotionally, socially and cognitively as well as other interesting varied activities. Sentra provide opportunities for children to play individually, in small or large groups and even classically. Children are allowed to choose activities that interest them and will eventually make children active and interactive learners. This research uses a descriptive qualitative method in the case of Al Azhar Kindergarten. The mapping results show that there is a tendency for students to use mattresses in carrying out activities. The lack of furniture makes students look for a comfortable position when doing activities. Space elements can create an atmosphere that suits the character of the child.  The use of soft foam mattresses as a base with bright colour can provide a sense of security because it suits the character of active children.
KAJIAN MATERIAL REFLEKSI DALAM PADA DINDING TERHADAP INTENSITAS PENCAHAYAAN ALAMI Purnama, Muhammad Sega Sufia; Pratama, Mukhamad Risa Diki; Nugraha, Dian; Lutvaidah, Ukti
Jurnal Arsitektur ARCADE Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Arsitektur ARCADE Juni 2023
Publisher : Prodi Arsitektur UNIVERSITAS KEBANGSAAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Natural lighting has been widely studied by measurement and simulation methods. Aperture is the factor under study associated with the intensity of light in the room. Reflective materials in their kind are walls and furniture. It also plays a role in determining the intensity of light in a room. This study aims to examine the various materials commonly used for walls and their effect on the intensity of light in a room. The research method used in this study is a quantitative method with a simulation using dialux Evo 8.6 software. Research begins by creating a model. The room model is made of 7 pieces in a row. After the model is finished, a window with a size of 1 x 1.3 m is created. Each room will be given a different wall material. The result is a room with wooden walls has the highest light intensity. The lowest intensity is in a room with walls of glass block material. The order from lowest to highest after red brick is rough plaster, followed by concrete, vinyl and then ceramic. This has to do with the condition of the surface of the material. The conclusion is that a room that has walls with a rough surface will experience a decrease in light intensity due to light diffraction. Color plays a role as an absorber of light. Even though the surface is smooth, if the color of the field is dark, the room will have low light intensity.Keyword: natural lighting, walls, inner reflection, light intensityAbstrak: Pencahayaan alami sudah banyak diteliti dengan metode pengukuran dan simulasi. Bukaan menjadi faktor yang diteliti dikaitkan dengan intesitas cahaya dalam ruangan. Material refleksi dalam jenisnya adalah dinding dan furnitur. Hal ini juga memainkan peran dalam menentukan intensitas cahaya dalam sebuah ruangan. Penelitian ini bertujuan mengkaji beragam material yang biasa digunakan untuk  dinding dan pengaruhnya terhadap intensitas cahaya dalam sebuah ruang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan simulasi menggunakan software dialux Evo 8.6. Penelitian dimulai dengan membuat sebuah model. Model ruang dibuat sebanyak 7 buah berjejer. Setelah model selesai maka dibuat jendela dengan ukuran 1 x 1.3 m. Setiap ruang akan diberikan material dinding yang berbeda. Hasilnya adalah ruang dengan dinding kayu mempunyai intesitas cahaya yang paling tinggi. Intensitas paling rendah ada pada ruangan dengan dinding material blok kaca. Urutan dari paling rendah ke lebih tinggi setelah bata merah ada pelster kasar disusul beton, vinyl lalu keramik. Hal ini ada hubungannya dengan kondisi permukaan material tersebut. Kesimpulanya adalah ruang yang memiliki dinding dengan permukaan yang kasar akan mengalami penurunan intensitas cahaya disebabkan terjadinya difraksi cahaya.Warna memainkan peran sebagai penyerap cahaya. Walau permukaannya halus bila warna bidang gelap maka ruang akan punya intensitas cahaya rendah. Kata Kunci: pencahayan alami, dinding, refleksi dalam, intensitas cahaya
Transformasi Ruang Ibadah: Kontribusi Pkm Dalam Pengembangan Desain Masjid Sang Cipta Rasa Ciamis Ernawati, Atie; Sajiman, Supardi Uki; Murodif, Atfal; Pratama, Mukhamad Risa Diki; Fernandy, Agung
Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2025): Edusight Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Meira Visi Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69726/edujpm.v2i4.210

Abstract

Masjid Sang Cipta Rasa di Ciamis menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan fungsi karena keterbatasan ruang dan kebutuhan akan fasilitas modern. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan solusi desain arsitektur yang fungsional, berkarakter lokal, dan berkelanjutan, serta mendokumentasikan proses kolaboratifnya. Metode yang digunakan adalah desain partisipatif dengan melibatkan pengurus DKM dan jamaah. Tahapan yang dilakukan meliputi survei lapangan, analisis kebutuhan melalui wawancara dan diskusi kelompok, perumusan konsep, hingga finalisasi desain. Hasil utama adalah dokumen desain bangunan tiga lantai yang mengintegrasikan fungsi ibadah dan sosial-ekonomi, dengan lantai 1 untuk salat, lantai 2 untuk salat wanita, dan lantai 3 sebagai rooftop café. Desain fasad mengusung pola lengkung yang mencerminkan nuansa Islami dan lokal, serta mengoptimalkan lahan parkir dan sirkulasi. Pengembangan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas fisik masjid, tetapi juga menciptakan model inovatif untuk kemandirian finansial melalui unit usaha di rooftop. menunjukkan kolaborasi dalam menciptakan fasilitas keagamaan yang berkelanjutan