Hariadi Ahmad
Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH TEKNIK KONSELING REALITA TERHADAP SIKAP TANGGUNG JAWAB KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA SMP NEGERI 5 KOPANG KABUPATEN LOMBOK TENGAH Khopi Jaelani; Hariadi Ahmad; Nurul Iman
Lentera Pendidikan Indonesia: Jurnal Media, Model, dan Pengembangan Pembelajaran Vol. 4 No. 2 (2023): May
Publisher : Yayasan Lingkar Pena Mandiri Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/lpi.v4i2.125

Abstract

Permasalahan penelitian adalah kurangnya sikap tanggung jawab kemandirian belajar siswa di SMP Negeri 5 Kopang. Upaya menangangi permasalahan penelitian bisa dengan menerapkan konseling realita dimana menekankan sikap tanggung jawab kemandirian belajar siswa. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh teknik konseling realita terhadap sikap tanggung jawab kemandirian belajar siswa SMP Negeri 5 kopang kabupaten lombok tengah. Jenis penelitian merupakan penelitian kuantitatif. Rancangan penelitian menggunakan desain penelitian one group pree-test dan post-test design.Teknik sampling yang digunakan penelitian yaitu purposive random sampling. Populasi penelitian sebanyak 289 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket sebagai data primer sedangkan observasi, dan studi dokumentasi sebagai data sekunder. Teknik analisis data menggunakan rumus t-test. Hasil analisis data t-hitung sebesar 6,893 dengan nilai t-tabel pada taraf signifikansi 5% dengan db (N-1) = 18 sebesar 2,101. Nilai t-hitung lebih besar dari pada nilai t-tabel (6,893>2,101). Maka dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian signfikan yaitu ada pengaruh teknik konseling realita terhadap sikap tanggung jawab dalam kemandirian belajar siswa SMP Negeri 5 kopang kabupaten lombok tengah, sehingga hipoteis nihil (H0) ditolak, dan hiposesis alternative (Ha) diterima
PENGARUH KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) TERHADAP KONTROL DIRI SISWA KELAS XI DI SMA NEGERI 1 GERUNG Nanda Salsabilla Syaqinah; Hariadi Ahmad; M. Najamuddin
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15401

Abstract

ABSTRACT Self-control is an individual's ability to regulate thoughts, emotions, and behaviors in accordance with goals and applicable norms, which plays an important role in students' academic success and social adjustment. This study was motivated by the identification of several eleventh-grade students at SMA Negeri 1 Gerung who demonstrated low self-control, as indicated by frequent lateness to class, becoming easily angry when reprimanded, noncompliance with school rules, and conflicts with peers. This study aimed to determine the effect of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling on the self-control of eleventh-grade students. A quantitative approach with a one-group pretest-posttest design was employed. The research subjects were selected using purposive sampling based on the results of an initial assessment of self-control using a Likert-scale questionnaire. The intervention was conducted through group counseling using the REBT approach, consisting of problem identification, identification of irrational thoughts, challenging irrational beliefs, developing rational beliefs, changing emotional and behavioral responses, and practicing the acquired skills. Data were analyzed using the Shapiro-Wilk normality test and the Paired Sample t-Test with the assistance of SPSS. The results showed an increase in the mean self-control score from 103.67 in the pretest to 128.00 in the posttest. The Paired Sample t-Test yielded t = 17.541, df = 5, and p = 0.000 < 0.05. Therefore, group counseling using the REBT approach had a significant effect on improving students' self-control and can serve as an alternative guidance and counseling service in schools. ABSTRAK Kontrol diri merupakan kemampuan individu dalam mengatur pikiran, emosi, dan perilaku sesuai dengan tujuan dan norma yang berlaku, yang berperan penting dalam keberhasilan belajar dan penyesuaian sosial siswa. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ditemukannya siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gerung yang menunjukkan kontrol diri rendah, ditandai dengan keterlambatan masuk kelas, mudah marah ketika ditegur, kurang mematuhi tata tertib, dan terlibat konflik dengan teman sebaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) terhadap kontrol diri siswa kelas XI. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pretest-posttest. Subjek penelitian ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan hasil pengukuran awal kontrol diri menggunakan angket berskala Likert. Perlakuan diberikan melalui konseling kelompok dengan pendekatan REBT yang meliputi identifikasi masalah, identifikasi pikiran irasional, menantang keyakinan irasional, membangun keyakinan rasional, perubahan emosi dan perilaku, serta latihan dan praktik. Data dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk dan Paired Sample t-Test dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor kontrol diri dari 103,67 pada pretest menjadi 128,00 pada posttest. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t = 17,541, df = 5, dan p = 0,000 < 0,05. Dengan demikian, konseling kelompok dengan pendekatan REBT berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kontrol diri siswa kelas XI SMA Negeri 1 Gerung dan dapat menjadi alternatif layanan Bimbingan dan Konseling di sekolah.
PENGARUH TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING TERHADAP STRES AKADEMIK PADA SISWA SMP ISLAM ARROHMAN GERINTUK LOMBOK TENGAH PRAYA BARAT DAYA Suci Fatmawati; Hariadi Ahmad; Ani Endrian
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15440

Abstract

ABSTRACT Academic stress is one of the problems that can interfere with students’ learning processes and development; therefore, an appropriate intervention is needed to help students manage academic pressure and negative thoughts. This study aimed to determine the effect of the Cognitive Restructuring technique on the academic stress of students at SMP Islam Arrohman Gerintuk, Central Lombok, Southwest Praya, in the 2026/2027 academic year. This study employed a quantitative approach using an experimental method with a One Group Pretest-Posttest Design. The population consisted of 49 students, while the sample comprised 9 students who met the criteria for experiencing academic stress based on the initial assessment and were selected using purposive sampling. The research procedures included administering a pretest, implementing the Cognitive Restructuring technique, and administering a posttest. The data were analyzed using descriptive statistics, the Shapiro-Wilk normality test, and the Paired Sample t-Test. The results showed that the mean academic stress score before the intervention was 140.11 with a standard deviation of 7.66, while the mean score after the intervention decreased to 91.78 with a standard deviation of 10.91, indicating a mean reduction of 48.33 points. The Paired Sample t-Test resulted in t = 12.445, df = 8, with a significance value of 0.000 (p < 0.05). Therefore, there was a significant difference in students’ academic stress levels before and after the intervention, indicating that the Cognitive Restructuring technique had a significant effect on reducing students’ academic stress. ABSTRAK Stres akademik merupakan salah satu permasalahan yang dapat menghambat proses belajar dan perkembangan siswa, sehingga diperlukan upaya intervensi yang tepat untuk membantu siswa mengelola pikiran dan tekanan akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik Cognitive Restructuring terhadap stres akademik siswa SMP Islam Arrohman Gerintuk Lombok Tengah Praya Barat Daya Tahun Pelajaran 2026/2027. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen dan rancangan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi penelitian berjumlah 49 siswa, sedangkan sampel terdiri atas 9 siswa yang memenuhi kriteria mengalami stres akademik berdasarkan hasil pengukuran awal dan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tahapan penelitian meliputi pemberian pretest, pelaksanaan teknik Cognitive Restructuring, dan pemberian posttest. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan Paired Sample t-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor stres akademik sebelum perlakuan sebesar 140,11 dengan standar deviasi 7,66, sedangkan setelah perlakuan menurun menjadi 91,78 dengan standar deviasi 10,91, sehingga terjadi penurunan rata-rata sebesar 48,33 poin. Hasil Paired Sample t-Test menunjukkan nilai t = 12,445 dengan df = 8 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05). Dengan demikian, terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat stres akademik sebelum dan sesudah perlakuan, sehingga teknik Cognitive Restructuring berpengaruh signifikan terhadap penurunan stres akademik siswa.
PENGARUH KONSELING BEHAVIORISTIK TEKNIK MODELLING TERHADAP PERILAKU BULLYING SISWA SMA NEGERI 7 MATARAM Baiq Annila Alminasari; Hariadi Ahmad; Baiq Sarlita Kartiani
EDUCATOR : Jurnal Inovasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educator.v6i3.15498

Abstract

ABSTRACT Bullying behavior in the school environment is one of the problems that can interfere with students’ social and psychological development and create a less conducive learning environment. Therefore, appropriate guidance and counseling services are needed to help reduce such behavior. This study aimed to determine the effect of behavioristic counseling using the modelling technique on bullying behavior among students at SMA Negeri 7 Mataram. This study employed a quantitative approach with a pre-experimental design using a One Group Pretest–Posttest Design. The study began with a pretest administered to 105 students using a bullying behavior questionnaire consisting of 20 statements. Based on the pretest results, six students with the highest bullying behavior scores were selected using purposive sampling. The selected participants subsequently received treatment in the form of group counseling based on a behavioristic approach using the modelling technique for three sessions. After the treatment, a posttest was administered to determine changes in bullying behavior scores. The results showed a decrease in the mean bullying behavior score from 67.33 in the pretest to 46.50 in the posttest. The results of the Paired Sample t-Test showed a Sig. (2-tailed) value of 0.000 (< 0.05), indicating a statistically significant difference between the bullying behavior scores before and after the treatment. Thus, the findings indicate that behavioristic counseling using the modelling technique through group counseling was effective in helping reduce bullying behavior among students at SMA Negeri 7 Mataram. ABSTRAK Perilaku bullying di lingkungan sekolah merupakan salah satu permasalahan yang dapat mengganggu perkembangan sosial dan psikologis siswa serta menciptakan suasana belajar yang kurang kondusif. Oleh karena itu, diperlukan upaya layanan bimbingan dan konseling yang tepat untuk membantu mengurangi perilaku tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling behavioristik dengan teknik modelling terhadap perilaku bullying siswa SMA Negeri 7 Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental tipe One Group Pretest–Posttest Design. Subjek penelitian diawali dengan pemberian pretest kepada 105 siswa menggunakan angket perilaku bullying yang terdiri atas 20 butir pernyataan. Berdasarkan hasil pretest, dipilih 6 siswa yang memperoleh skor perilaku bullying tertinggi melalui teknik purposive sampling. Selanjutnya, subjek diberikan treatment berupa konseling kelompok dengan pendekatan behavioristik menggunakan teknik modelling sebanyak tiga kali pertemuan. Setelah treatment selesai, subjek diberikan posttest untuk mengetahui perubahan skor perilaku bullying. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan rata-rata skor perilaku bullying dari 67,33 pada pretest menjadi 46,50 pada posttest. Hasil uji Paired Sample t-Test menunjukkan nilai Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (< 0,05), yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor perilaku bullying sebelum dan sesudah pemberian treatment. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling behavioristik dengan teknik modelling melalui konseling kelompok efektif dalam membantu menurunkan perilaku bullying pada siswa SMA Negeri 7 Mataram.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Teams Games Tournament (TGT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Pada Siswa Kelas V SDN Wangunrejo Ulyatul Hasanah; Hariadi Ahmad
PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD Vol 1 No 2 (2022): PeDaPAUD: Jurnal Pendidikan Dasar dan PAUD
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada pembelajaran IPA kelas 5 SDN Wangunrejo motivasi dan semangat belajar siswa masih rendah, karena tidak ada keterlibatan aktif siswa selama proses pembelajaran sehingga berdampak pada hasil belajar siswa. Penilitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) materi sistem pernafasan manusia. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dengan 2 siklus perbaikan pembelajaran. Hasil penelitian pada siklus 1 presentase hasil belajar sebesar 53,33% sedangkan untuk observasi aktivitas siswa dengan presentase 52,62%. Pada siklus 2 diperoleh ketuntasan belajar dengan presentase 86,66% sedangkan observasi aktivitas siswa diperoleh dengan presentase 89,73%. Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) sangat efektif dan mampu meningkatkan hasil belajar serta aktivitas siswa pada mata pelajaran IPA materi sistem pernafasan manusia di kelas 5 SDN Wangunrejo