Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search
Journal : JURNAL PETIK

PERAN DAN KEDUDUKAN GURU DALAM MASYARAKAT Rahadian, Dian
JURNAL PETIK Vol 1, No 1 (2015): PETIK Vol 1 No. 1 Tahun 2015
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v1i1.56

Abstract

Dalam lingkungannya (masyarakat umum dan sekolah), guru merupakan teladan yang patutdicontoh dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini menuntut kemampuan sosial gurudengan masyakat, sebagai upaya mewujudkan proses pembelajaran yang efektif dan akanmempengaruhi hubungan sekolah dengan masyarkat lebih baik lagi. Namun, tidak sedikitstigma negatif dan bahkan melemahkan citra guru, baik sebagai opini maupun berita yangmuncul di media massa. Dalam kondisi seperti ini dibutuhkan sikap adil, baik dari gurumaupun masyarakat secara umum, yang menunjukkan identitas dan karakter guru sebagaiprofesional dan anggota masyarakat yang edukatif.Kompetensi sosial guru tidak bisa dipahami secara general, tapi lebih spesifik dantergantung kelompok sosial yang ada di masyarakat. Kompetensi sosial terintegrasi dalamprofesi guru. Guru profesional secara otomatis akan mampu mengembangkan kompetensisosialnya. Salah satu indikator kompetensi sosial guru adalah kemampuan guru dalammenunjukkan kedudukan dan perannya di masyarakat, baik dengan ketokohannya,hubungannyan dengan setiap level strata sosial yang ada di masyarakat sertaproduktivitasnya sebagai masyarakat intelektual.Untuk meningkatkan profesionalitas dan mengembangkan kompetensi sosial guru, perludipertimbangkan tugas guru untuk berperan lebih aktif dan produktif dalam lingkunganmasyarakatnya. Waktu untuk menjalankan kewajiban guru sebagai profesional tidakdihabiskan dengan tatap muka bersama peserta didik d ruang kelas, melainkan denganpenguatan kedudukan dan perannya di masyarakat.
Pengembangan Aplikasi Sistem Database Virtual Community Digital Learning Nusantara (VCDLN) Menggunakan Model Waterfall Dan Pemrograman Terstruktur Andri Suryadi; Deni Darmawan; Dian Rahadian; Dinn Wahyudin; Cepi Riyana
JURNAL PETIK Vol 8, No 1 (2022): Vol 8 No 1 Tahun 2022
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v8i1.1424

Abstract

 Abstract — Along with the development of today's era and technology, humans are required to make changes, especially in the field of education. The challenges that occur in education are very complex, especially during the current covid-19 pandemic. All learning is carried out online/PJJ (distance learning) to minimize the spread of the covid-19 virus. So, the impact that occurs is that all schools must change all knowledge strategies face-to-face to Online Learning (PJJ). Of course, this is not easy because several things include teachers' readiness, student, and technology resources. In addition, if learning is carried out remotely, there must be other supporting materials, one of which is quality content. Quality content must go through a review process first. However, no forum can meet the needs of the review process, so there is a need for a community-based system that can accommodate the content review process to produce quality content. In this study, a learning community database system application was developed related to developing quality content. The development of this database system application will use the waterfall method with structured programming. The stages are carried out using the waterfall method, starting from analysis, design, implementation, testing, and maintenance. Meanwhile, structured programming is used when designing applications and implementing the waterfall method. So that with the application of this database system, it is hoped that the quality of the content to be published, especially in the field of education, will be guaranteed. Students will get the material as expected with quality content, especially with distance learning during this pandemic.Keywords — content, database system, waterfalls, quality Abstrak — Seiring dengan perkembangan jaman dan teknologi saat ini, manusia dituntut untuk dapat melakukan perubahan terutama di bidang pendidikan. Tantangan yang terjadi di bidang pendidikan sangat kompleks terlebih pada saat pandemi covid-19 sekarang ini seluruh pembelajaran dilakukan secara daring/PJJ (pembelajaran jarak jauh) untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19 tersebut. Maka, dampak yang terjadi adalah seluruh sekolah harus mengubah seluruh strategi pembelajaran yang selama ini tatap muka menjadi PJJ. Tentu hal tersebut tidaklah mudah karena beberapa hal diantaranya kesiapan dari sumber daya guru, siswa, dan teknologi. Selain itu, jika pembelajaran dilakukan secara jarak jauh maka harus ada materi pendukung lainnya salah satunya konten yang berkualitas. Konten berkualitas tersebut harus melewati proses review terlebih dahulu. Namun pada saat ini belum adanya wadah yang dapat memenuhi kebutuhan proses review tersebut sehingga perlu adanya sebuah sistem berbasis komunitas yang dapat mewadahi proses review konten tersebut sehingga dapat menghasilkan sebuah konten yang berkualitas. Pada penelitian ini dikembangkan sebuah aplikasi sistem database komunitas pembelajaran terkait dengan pembangunan konten yang berkualitas tersebut. Pengembangan aplikasi sistem database ini akan menggunakan metode waterfall dengan pemrograman terstruktur. Tahapan yang dilakukan menggunakan metode waterfall mulai dari analisis, desain, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sedangkan pemrograman terstruktur dipakai pada saat melakukan desain aplikasi dan implementasi pada metode waterfall. Sehingga dengan adanya aplikasi sistem database ini, diharapkan konten yang akan dipublikasi terutama di bidang pendidikan akan terjamin kualitasnya. Dengan adanya konten yang berkualitas, maka siswa akan mendapatkan materi sesuai dengan yang diharapkan terlebih dengan pembelajaran jarak jauh di masa pandemi ini. Kata kunci — konten sistem database waterfall kualitas
Perancangan dan Penerapan Metode Pembelajaran Berbasis Praktikum Dengan Performance Assessment Untuk Meningkatkan Keaktifan Siswa Pada Mata Pelajaran TIK Di SMAN 6 Garut Dian Rahadian; Ikeu Suryani; Siti Husnul Bariyah
JURNAL PETIK Vol 6, No 1 (2020): Vol 6 No 1 Tahun 2020
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.663 KB) | DOI: 10.31980/jpetik.v6i1.750

Abstract

Permasalahan ini di latar belakangi atas permasalahan kurangnya keaktifan siswa kelas X SMA Negeri 6 Garut pada mata pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui : 1) perancangan penggunaan metode pembelajaran berbasis praktikum dengan performance assessment; 2) mengetahui implementasi metode pembelajaran berbasis praktikum dengan performance assessment; dan 3) untuk mengetahui hasil penerapan metode pembelajaran berbasis praktikum dengan performance assessment. Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian Mix Method, bahwa analisis data dilakukan dengan kualitatif dan kuantitatif dengan desain penelitian yang mengacu pada Model ADDIE (Anayisis, Design, Development, Implementation dan Evaluation). Model ADDIE ini digunakan untuk mengembangkan perangkat pembelajaran berupa RPP dengan pemilihan metode pembelajaran yang digunakan adalah metode praktikum dengan performance assessment. Untuk subjek penelitian yaitu kelas X MIPA 2 dengan jumlah siswa sebanyak 31 siswa. Data dikumpulkan dengan observasi/ penelitian secara langsung, penilaian kinerja (performance assessment), angket respon siswa dan observasi guru. Berdasarkan hasil penelitian, untuk implementasi metode pembelajaran berbasis praktikum dengan performance assessment terlebih dahulu merancang RPP sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. Setelah perancangan RPP selesai dirancang maka implemenatasinya di sesuaikan dengan rencana yang telah disusun/ dirancang. Untuk hasil penilaian kinerja (performance assessment) didapatkan 67,74% siswa dengan kategori sangat baik,  22,58% siswa dapat dikategorikan memiliki kinerja baik dan 9,68% siswa dikategorikan memiliki kinerja cukup, tidak ada siswa yang memiliki kinerja kurang atau rendah, dan rata-rata nilai penilaian kinerja (performance assessment) yaitu 79,07 menunjukan bahwa penilaian siswa pada Performance Assessment dalam kategori BAIK. Sedangkan, nilai rata-rata angket tanggapan siswa yaitu 83,61% yang termasuk pada kategori angket siswa BAIK / TERTARIK. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pembelajaran berbasis praktikum dengan performance assessment dapat meningkatkan keaktifan siswa, karena dengan penggunaan performance assessment siswa dituntut untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Kata kunci :Metode Pembelajaran Berbasis Praktikum, Performance Assessment, Keaktifan Siswa  Abstract    This problem is due to the lack of activeness of class X students of SMA 6 Garut in the subject of Information and Communication Technology. The purpose of this study is to find out: 1) the design of the use of practical based learning methods with performance assessment; 2) knowing the implementation of practicum-based learning methods with performance assessment; and 3) to find out the results of the application of practicum-based learning methods with performance assessment. The research conducted is a type of Mix Method research, that data analysis is done qualitatively and quantitatively with a research design that refers to the ADDIE Model (Anayisis, Design, Development, Implementation and Evaluation). ADDIE model is used to develop learning tools in the form of lesson plans with the selection of learning methods used are practical methods with performance assessment. For research subjects, class X MIPA 2 with a total of 31 students. Data were collected by direct observation / research, performance assessment (questionnaire), student questionnaire responses and teacher observation. Based on the results of the study, for the implementation of practicum-based learning methods with performance assessment in advance designing lesson plans in accordance with the needs and characteristics of students. After the design of the lesson plan is completed, the implementation is adjusted to the plan that has been prepared / designed. For the performance assessment results obtained 67.74% of students with very good categories, 22.58% of students can be categorized as having good performance and 9.68% of students are categorized as having sufficient performance, there are no students who have poor or low performance, and the average value of performance assessment (performance assessment) which is 79.07 shows that the assessment of students on Performance Assessment in the GOOD category. Meanwhile, the average value of the student response questionnaire was 83.61% which was included in the GOOD / INTERESTED student questionnaire. It can be concluded that the use of practical based learning methods with performance assessment can increase student activity, because by using performance assessment students are required to play an active role in learning. Keywords : Practicum Based Learning Method, Performance Assessment, Student Activity
Model Auditory Intellectually Repetition (AIR) Berbantuan Video Pembelajaran untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Yuniar Purwanti; Munira Habibah Putri; Dian Rahadan
JURNAL PETIK Vol 5, No 2 (2019): Vol 5 No 2 Tahun 2019
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.468 KB) | DOI: 10.31980/jpetik.v5i2.595

Abstract

Abstrak - Kemampuan siswa untuk memahami dalam mata pelajaran sejarah sangat diperlukan karena siswa perlu membangun pengetahuan baru dari pengalaman dan pengetahuan sebelumnya. Model Auditory Intellectually Repetition (AIR) berbantuan video pembelajaran dianggap sesuai untuk meningkatkan pemahaman siswa dalam Sejarah. Tujuan penelitian adalah 1) untuk mengetahui apakah ada peningkatan pemahaman siswa tentang mata pelajaran Sejarah setelah menerapkan model AIR dibantu dengan pembelajaran video dan 2) untuk mengetahui apakah peningkatan pemahaman siswa dalam mata pelajaran Sejarah menerapkan UDARA. video pembelajaran model video pembelajaran berbantuan lebih baik dibandingkan dengan yang menerapkan video pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Quasi Experimental Design yang melibatkan dua kelas Ilmu Sosial di SMAN 6 Garut sebagai kelas kontrol dan kelas eksperimen. Penelitian ini menunjukkan peningkatan pemahaman siswa tentang mata pelajaran sejarah baik di kelas kontrol dengan 25,86 dan di kelas eksperimen dengan 38,47 yang secara statistik berbeda nyata. Pemahaman siswa tentang mata pelajaran Sejarah berdasarkan Uji t menunjukkan bahwa kelas eksperimen meningkat lebih dari kelas kontrol. Pemahaman siswa tentang mata pelajaran sejarah menunjukkan peningkatan dalam menggunakan metode AIR dibantu oleh video pembelajaran dan video pembelajaran. Pemahaman siswa yang meningkat lebih baik pada model AIR yang dibantu dengan video pembelajaran.Kata kunci: Model Auditory Intellectually Repetition (AIR), video pembelajaran, pemahaman siswa
Pengembangan Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Baru Berbasis Web Di Smk Al-Halim Garut Risma Illa Alaih; Dian Rahadian; Kuntum An Nisa Imania
JURNAL PETIK Vol 6, No 2 (2020): Vol 6 No 2 Tahun 2020
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v6i2.860

Abstract

Abstract – Currently, the procedure for admitting new students at SMK Al-Halim Garut is considered less effective and efficient. Since the acceptance of new students is by means of prospective students who must fill out a form using the google forms provided by the school. This makes it difficult to share information with outsiders. After that, prospective students or parents must come to school to just see announcements or information and even submit documents related to the implementation of new student admissions. Therefore, it is necessary to develop a new web-based student information system at SMK Al-Halim Garut which can solve the problems so far. This development stage used the System Development Life Cycle (SDLC) method with the waterfall model and the need for a Unified Modeling Language (UML) which functions to make it easier to describe the system already made. The results showed that the Web-based Information System for New Student Admissions with PHP and SQL was able to manage the implementation of the New Student Admissions, such as registration, selection, announcement, and re-registration. In the feasibility test using a black box, it showed that this software was very feasible in terms of functionality.Keywords : information system, acceptance of new students, System Development Life Cycle (SDLC), Unified Modeling Language (UML).Abstrak - Saat ini prosedur penerimaan peserta didik baru di SMK Al-Halim Garut dinilai kurang efektif dan efisian. Karena penerimaan peserta didik baru dengan cara calon siswa harus mengisi lembaran formulir menggunakan google form yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Hal ini mengakibatkan sulitnya berbagi informasi dengan pihak luar. Setelah itu calon siswa ataupun orang tua siswa harus bersusah payah mendatangi sekolah untuk sekedar melihat pengumuman atau informasi dan bahkan mnyerahkan dokumen persyaratan yang berkaitan dengan pelaksanaan penerimaan peserta didik baru. Oleh sebab itu perlu adanya suatu pengembangan sistem informasi peserta didik baru berbasis web di SMK Al-Halim Garut yang bisa menyelasaikan permasalahan selama ini. Tahap pengembangan ini menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dengan model waterfall dan perlu adanya Unified Modeling Language (UML) yang berfungsi untuk mempermudah menggambarkan sistem yang akan dibuat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sistem Informasi Penerimaan Peserta Didik Baru Berbasis Web dengan PHP dan SQL ini mampu mengelola pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru yaitu pendaftaran, seleksi, pengumuman, dan pendaftaran ulang. Pada uji kelayakan yang mengggunakan black box menunjukkan bahwa perangkat lunak ini sangat layak dari aspek fungsional.Kata Kunci : sistem infromasi, penerimaan peserta didik baru, System Development Life Cycle (SDLC), Unified Modeling Language (UML).
PERGESERAN PARADIGMA PEMBELAJARAN PADA PENDIDIKAN TINGGI Dian Rahadian
JURNAL PETIK Vol 2, No 1 (2016): PETIK Vol 2 No. 1 Tahun 2016
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v2i1.60

Abstract

Terdapat tiga fungsi pendidikan tinggi menurutUndang-undang no.12 pasal 4 tahun 2012 tentang pendidikantinggi, yaitu (1) Mengembangkan kemampuan dan membentukwatak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangkamencerdaskan kehidupan bangsa; (2) Mengembangkan SivitasAkademika yang inovatif, responsif, kreatif, terampil, berdayasaing, dan kooperatif melalui pelaksanaan Tridharma; dan (3)Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi denganmemperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora. Untukmenjalankan ketiga fungsi tersebut di atas, perguruan tinggi harusmampu menyelenggarakan pembelajaran yang sangatmendukung terhadap pengembangan potensi setiap peserta didikdan pengajaran yang efektif. Perubahan paradigma pembelajaranterjadi dari paradigma berfokus pada guru/dosen menjadipembelajaran berfokus pada peserta didik atau mahasiswa. Padapendidikan tinggi dikenal Student-Centered Learning sebagaipembelajaran yang berfokus pada mahasiswa. Keterpaduanlembaga pendidikan dalam menghasilkan pembelajaran yangberkualitas yang dilakukan oleh dosen dan mahasiswa menjadibentuk yang utuh dalam pendekatan ini
Pembelajaran Darurat Selama Masa Pandemi Covid-19: Daring/E-learning Sebagai Solusi Kegiatan Pembelajaran dengan Berbagai Kelebihan & Kekurangannya Kuntum Annisa Imania; Siti Husnul Bariah; Dian Rahadian; Yuniar Purwanti
JURNAL PETIK Vol 7, No 2 (2021): Volume 7 no 2 Tahun 2021
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/jpetik.v7i2.1236

Abstract

Abstract - This study aims to describe the conditions of online learning during the emergency response period (covid-19), online learning activities certainly have advantages and disadvantages, especially during the Covid-19 emergency, where every educational institution and even the government does not have special preparations in the implementation of online learning, because The author mentions this condition is "learning in the Covid-19 emergency period" which happens to be learning carried out in the "online" concept. Various online-based media, such as WA, Zoom Meeting, and Google Classroom are used for learning with various advantages and disadvantages as long as they can support the continuity of learning activities. The literature study used by the author aims to search various written sources, whether in the form of books, archives, magazines, articles, and journals, or documents relevant to the problem being studied (literature). So that the information obtained from this literature study is used as a reference to strengthen the existing arguments.Keyword — Learning, Online Learning, Covid-19 Abstrak— Penelitian ini bertujuan menggambarkan kondisi pembelajaran daring selama masa tanggap darurat (covid-19), kegiatan pembelajaran daring tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan terutama ketika kondisi darurat covid-19, dimana setiap lembaga Pendidikan bahkan pemertintahpun belum memliki persiapan khusus dalam pelaksanaan pembelajaran daring, oleh karena penulis menyebutkan kondisi ini adalah “pembelajaran di masa darurat covid-19” yang kebetulan pembelajarannya dilaksanakan dalam konsep “daring”. Berbagai media berbasis daring, seeprti halnya WA, Zoom Meeting, dan Google Classroom dimanfaatkan untuk pembelajaran dengan berbagai kelebihan dan kekuranganya selama dapat menunjang keberlangsungan kegiatan pembelajaran. Studi literatur yang digunakan oleh penulis bertujuan untuk melakukan pencarian terhadap berbagai sumber tertulis, baik berupa buku-buku, arsip, majalah, artikel, dan jurnal, atau dokumen-dokumen yang relevan dengan permasalahan yang dikaji (literature). Sehingga informasi yang didapat dari studi kepustakaan ini dijadikan rujukan untuk memperkuat argumentasi-argumentasi yang ada.Kata Kunci — Pembelajaran, Daring, Online Learning, Covid-19
Teknologi Pendidikan: Kajian Aplikasi Ruangguru Berdasarkan Prinsip dan Paradigma Interaksi Manusia dan Komputer Dian Rahadian; Gina Rahayu; Risma Rahma Oktavia
JURNAL PETIK Vol 5, No 1 (2019): Vol 5 No 1 Tahun 2019
Publisher : Institut Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (866.59 KB) | DOI: 10.31980/jpetik.v5i1.489

Abstract

Abstract - This Ruangguru application study aims to determine the relevance of applicationfunctions based on the principles and paradigms of Human and Computer Interaction (HCI). In thisstudy, the aspects evaluated included aspects of human, technology, usability, and ergonomics. Theinterest in studying the Ruangguru application is based on several sources stating that Ruangguruis believed to be "Best Education Platform". So from that, it was examined several aspects todetermine the extent of the relationship between the Ruangguru application and the HCI principle.After the study was conducted, the Ruangguru application was assessed to have fulfilled theseaspects. So it's no wonder the Ruangguru application is used as an online learning center amongIndonesian students.Keywords- HCI, Ruangguru, Human, Technology, Usability, and Ergonomic.Abstrak — Kajian aplikasi Ruangguru ini bertujuan untuk mengetahui keterkaitan fungsi aplikasi berdasarkanprinsip dan paradigma Interaksi Manusia dan Komputer (IMK). Dalam kajian ini aspek yang dievaluasidiantaranya aspek human, technology, usability, dan ergonomic. Ketertarikan kajian aplikasi Ruangguru iniberdasarkan beberapa sumber yang menyatakan bahwa ruangguru dipercaya sebagai “Best EducationPlatform”. Maka dari itu dikaji beberapa aspek untuk mengetahui sejauh mana keterkaitan aplikasi Ruanggurudengan prinsip IMK. Setelah dilakukan kajian, aplikasi Ruangguru dinilai telah memenuhi aspek-aspektersebut. Jadi tidak heran aplikasi Ruangguru digunakan sebagai pusat belajar online di kalangan pelajarIndonesia.Kata Kunci— IMK, Ruangguru, Manusia, Teknologi, Kegunaan, dan Ergonomi.