Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Kemacetan Lalu Lintas Pada Simpang Tak Bersinyal (Studi Kasus: Jl. Ahmad Yani – Jl. Wolter Monginsidi – Jl. Bethesda) Kezia G. Najoan; Semuel Y. R. Rompis; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan Jl. Ahmad Yani – Jl. Wolter Monginsidi – Jl. Bethesda di Kota Manado yang merupakan simpang tak bersinyal sering terdapat kemacetan lalu lintas. Ini disebabkan oleh tata guna lahan simpang yang merupakan area komersil yang padat akan kegiatan masyarakat umum terutama kegiatan restoran yang terkenal di Kota Manado, pertokoan, SPBU dan Rumah Sakit Umum Daerah. Penelitian ini menganalisis karakteristik simpang dan besarnya hambatan samping yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas pada simpang, kinerja jalan pada simpang serta memberikan alternatif penanganan solusi kemacetan yang ada. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan untuk hambatan samping tersibuk pada Simpang Jl. Ahmad Yani – Jl. Wolter Monginsidi – Jl. Bethesda masuk dalam kategori hambatan samping sedang dengan total kejadian 300 – 499 per jam, volume lalu lintas terbesar yaitu 3300 skr/jam, nilai kapasitas (C) 2719,176 skr/jam, nilai derajat kejenuhan (DJ) 1,214, nilai tundaan simpang (T) 43,769 det/skr dan nilai peluang antrian dalam rentang nilai 60,12% – 122,48% dengan tingkat pelayanan simpang didapatkan nilai E yaitu buruk dengan nilai tundaan 40.1 – 60 det/skr. Alternatif penanganan solusi kemacetan yang dilakukan yaitu penertiban hambatan samping, pelebaran geometrik jalam, dan penertiban hambatan samping & pelebaran geometrik jalan. Hasil tundaan dari PTV Vissim untuk nilai tundaan turun sebesar 34%, 13%, dan 43%. Kata kunci - simpang tak Bersinyal, kemacetan, PKJI 2014, PTV Vissim
Analisis Karakteristik dan Tingkat Pelayanan Arus Pejalan Kaki (Studi Kasus: Jl. Suprapto – Jl. Lembong) Ivana T. S. Kaontole; Audie L. E. Rumayar; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan kota Manado terus meningkat sejalan dengan perkembangan jumlah dan aktivitas penduduk. Khususnya Jl. Suprapto- Jl. Lembong yang merupakan jalan dengan aktivitas yang padat karena terdapat pertokoan, hotel, dan pelabuhan sehingga banyak pejalan kaki yang melewati ruas jalan tersebut. Pada Jl. Suprapto- Jl. Lembong, jalur pedestrian tidak berfungsi secara maksimal yang diakibatkan oleh pedagang kaki lima yang berjualan di trotoar, kondisi trotoar yang berlubang, trotoar yang dijadikan tempat parkir kendaraan bermotor, dan barang-barang penumpang kapal yang diletakkan diatas trotoar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pejalan kaki menggunakan metode linier Greenshield. Menganalisis tingkat pelayanan pejalan kaki menggunakan metode HCM 2000. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari pada hari Jumat tanggal 25 November 2022, Sabtu tanggal 26 November 2022 dan Senin tanggal 28 November 2022. Hasil analisis dari karakteristik pejalan kaki menggunakan metode Greenshield diperoleh hubungan antara kecepatan dan kepadatan S=64.705-94.617 D dengan nilai R2 maksimum pada hari Senin, 28 November 2022 pada pos 2 yaitu 0.567 dapat disimpulkan pengaruh variabel kepadatan terhadap kecepatan sebesar 56.7%. Tingkat pelayanan berdasarkan arus pejalan kaki di peroleh tingkat pelayanan untuk pos 1 yaitu 16 ped/menit/m (LOS A), pos 2 yaitu 17 ped/menit/m (LOS B), dan pos 3 yaitu 17 ped/menit/m (LOS B). Kata kunci: pejalan kaki, trotoar, karakteristik, level of service
Analisis Kapasitas Dan Indeks Tingkat Pelayanan Jalan (Studi Kasus : Jl. W.R.Supratman Depan Minimarket – Masjid Raya Ahmad Yani) Maranatha D. Siburian; Meike M. Kumaat; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kemajuan perkembangan dan aktivitas manusia yang semakin tinggi belum diimbangi dengan ketersediaan ruang yang cukup untuk prasarana lalu lintas khsusunya di jalan W.R.Supratman yang dibatasi dari depan Minimarket sampai depan Masjid Raya Ahmad Yani.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas dan indeks tingkat pelayanan dalam suatu ruas jalan. Analisa data pada penelitian ini untuk menghitung kapasitas dan indeks tingkat pelayanan jalan menggunakan metode PKJI 2014 dan pendekatan linear. Penelitian ini mengumpulkan data primer dan sekunder, untuk data primer yaitu volume, kecepatan, hambatan samping, dan geometrik jalan. Data sekunder yaitu jumlah penduduk dan denah lokasi penelitian. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu di hari Senin, Jumat dan Sabtu. Arus lalu lintas tertinggi yang didapat terjadi pada pukul 06.30 – 07.30 WITA yaitu dari arah Minimarket sebesar 1110,2 smp/jam untuk kapasitas di jalan tersebut adalah 1311,765 smp/jam dan nilai indeks tingkat pelayanan terbaik dari arah Minimarket – Masjid Raya Ahmad Yani adalah 0,735752 dengan nilai R2 = 0,8318, sedangkan untuk arah Masjid Raya Ahmad Yani – Minimarket nilai ITP terbaik adalah 3,117359 dengan nilai R2 = 0,8224. Kata kunci: Indeks Tingkat Pelayanan, kapasitas kalan, pendekatan linear
Analisis Kinerja Simpang Tiga Tak Bersinyal (Studi Kasus: Jalan Bethesda – Jalan Wolter Monginsidi – Jalan Piere Tendean) Micelly C. Sompie; Audie L. E. Rumayar; Sisca V. Pandey
TEKNO Vol. 21 No. 84 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang tiga tak bersinyal merupakan tipe simpang yang paling banyak ditemukan di perkotaan dan seringkali mengalami kemacetan lalu lintas seperti pada simpang Jl. Bethesda – Jl. Wolter Monginsidi – Jl. Piere Tendean di Kota Manado merupakan simpang yang berada pada area komersil yaitu jalan yang menuju atau dari pusat kota, kawasan pertokoan, perkantoran, dan pendidikan sehingga arus lalu lintasnya sibuk dan berpotensi terjadi kemacetan, antrian dan tundaan. Maka, diperlukan analisis karakteristik simpang dan kinerja simpang tiga tak bersinyal menggunakan metode PKJI 2014, menganalisis kinerja putaran balik dengan metode PPPB 2005, dan simulasi menggunakan aplikasi PTV VISSIM 2014. Data lalu lintas diambil dari hasil survei lapangan selama tiga hari yaitu pada hari Senin 28 November 2022, Rabu 30 November 2022, dan Sabtu 3 Desember 2022. Diambil data volume puncak tertinggi yaitu pada hari Senin. Dari hasil analisis diperoleh derajat kejenuhan yaitu 2,06 det/skr. Hasil analisis kinerja u-turn didapat rasio antrian tertinggi yaitu 1,43 artinya terjadi antrian. Nilai tundaan berdasarkan output dari simulasi aplikasi PTV VISSIM yaitu 93,59 det/skr, sehingga mengakibatkan waktu tunggu yang lama bagi pengguna jalan. Level of service (LOS) simpang tiga tak bersinyal tersebut berada pada level F, artinya performa simpang kurang memadai. Berdasarkan hasil analisis disarankan beberapa solusi alternatif untuk meningkatkan kinerja simpang tiga tak bersinyal, seperti penertiban hambatan samping, pelebaran geometrik jalan, pemasangan kamera untuk mememantau perilaku pengemudi dalam mematuhi rambu-rambu lalu lintas. Kata kunci: simpang tiga tak bersinyal, PKJI 2014, PTV Vissim
Analisis Kinerja Simpang Bersinyal Menggunakan Software PTV VISSIM (Studi Kasus: Simpang Jalan 17 Agustus – Jalan Babe Palar, Kota Manado) Dwight Timothie; Audie L. E. Rumayar; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Simpang empat Jalan 17 Agustus – Jalan Babe Palar merupakan simpang bersinyal yang bertempat di Kecamatan Wanea, Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara dimana di sekitar simpang tersebut memiliki perkantoran, sekolah, hotel, rumah makan, dan pemukiman yang berpengaruh terhadap tingginya volume lalu lintas, serta sering kali menimbulkan kemacetan pada jam tertentu. Penelitian pada ruas jalan ini bertujuan untuk menganalisis kinerja simpang. analisa kinerja simpang ini dengan menggunakan Software PTV Vissim dan metode Perhitungan Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2014 dengan memperhitungkan derajat kejenuhan, tundaan, dan level of service (LOS). Hasil kinerja simpang bersinyal Jalan 17 Agustus – Jalan Babe Palar pada jam puncak atau kondisi eksisting di hari selasa menggunakan PTV Vissim diperoleh panjang antrian 25,84 m, tundaan 39,21 det/kend, angka henti sebesar 1,19 dengan tingkat pelayanan D. Hasil analisis juga menunjukan rute pergerakan dari jalan pendekat Maengket adalah yang memiliki kondisi terburuk berdasakan semua hasil parameter kinerja simpang. Kata kunci: simpang bersinyal, analisis kinerja, PTV Vissim
Model Bangkitan Pergerakan Di Kecamatan Tuminting Kota Manado Winny M. Zougira; Semuel Y. R. Rompis; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi merupakan proses pergerakan atau perpindahan orang atau barang dari suatu tempat ke tempat lain. Proses ini dapat dilakukan dengan menggunakan kendaraan atau tanpa kendaraan. Tujuan transportasi untuk mewujudkan penyelenggaraan pelayanan transportasi yang aman, cepat, tertib dan nyaman serta menunjang pemerataan pertumbuhan dan stabilitas, sebagai pendorong, penggerak dan penunjang pembangunan nasional serta mempererat hubungan antar bangsa. Dalam kasus ini daerah yang diambil sebagai ruang lingkup penelitian adalah Kecamatan Tuminting. Untuk mengetahui pergerakan masyarakat Kecamatan Tuminting maka harus dibuat pemodelan regresi transportasi. Oleh karena itu perlu dilakukan survey pergerakan masyarakat di kecamatan Tuminting beserta faktor-faktor terjadinya pergerakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan analisa bangkitan perjalanan, dapat kita simpulkan bahwa rata rata setiap keluarga melakukan perjalanan 14 kali setiap harinya dan itu merupakan perjalanan terbanyak atau paling sering dilakukan setiap keluarga dengan rasio persentase yang di dapat 21%. Terdapat lima buah faktor dominan yang mempengaruhi bangkitan perjalanan di Kecamatan Tuminting yaitu jumlah anggota keluarga, jumlah anggota keluarga yang bekerja, pendidikan, jumlah kepemilikan kendaraan, dan jumlah pendapatan. Model analisa bangkitan perjalanan didaerah Kecamatan Tuminting adalah: Y = 1,365 + 0,849 X1 + 1,573X2 + 1,059X3 + 0,378X4 + 0,569 X5. Kata kunci: model bangkitan pergerakan, perilaku perjalanan, Kecamatan Tuminting
Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Simpang Jalan Perkotaan (Studi Kasus: Jl. Wolter Monginsidi - Jl. Sea Manado) William R. Jr. Timboeleng; Lucia I. R. Lefrandt; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 21 No. 85 (2023): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satu masalah besar yang selalu memperburuk kondisi lalu lintas adalah Hambatan Samping. Hambatan samping adalah dampak terhadap kinerja lalu lintas dari aktifitas samping segmen jalan, seperti pejalan kaki, kendaraan umum/kendaraan lain berhenti, kendaraan masuk dan keluar sisi jalan, dan kendaraan lambat. Hambatan samping sangat mempengaruhi tingkat pelayanan disuatu ruas jalan. Dari hasil analisis Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia 2014 (PKJI 2014) didapatkan hasil hambatan samping H = 753 bobot kejadian dan termasuk kelas yang tinggi. Untuk kemampuan ruas jalan malalayang - jl sea dapat membebaskan jumlah volume lalu lintas C = 1861 smp/jam. Ruas jalan tersebut mengalami masalah pada derajat kejenuhannya DJ = 0,97 dari arah utara dengan tingkat pelayanan D yang melebihi batas idealnya DJ, dan DJ = 0,46 dari selatan dengan tingkat pelayanan C yang berarti dalam kondisi normal. Dari hasil Analisis Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kecepatan menggunakan Analisis Regresi Linier didapat Koefisien determinansi sebesar R square = 0, 8957, hal ini menunjukkan bahwa perubahan variable kendaraan keluar masuk lokasi penelitian, kendaraan berhenti, pejalan kaki, penyebrang jalan, kendaraan lambat, secara bersama-sama mempengaruhi kecepatan kendaraan. Kata kunci: hambatan samping, PKJI 2014, kapasitas, derajat kejenuhan, analisis regresi linier
Analisis Karakteristik Dan Kebutuhan Parkir (Studi Kasus: Gedung Parkir Manado Townsquare 3) Guntur A. J. E. Rumboisano; Sisca V. Pandey; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 21 No. 86 (2023): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v21i86.52797

Abstract

Aktivitas ekonomi, sosial dan budaya akan terus meningkat bersama dengan kemajuan peradaban manusia, seiring dengan meningkatnya kegiatan ekonomi tersebut, permintaan akan fasilitas yang menunjang kegiatan tersebut juga semakin besar, salah satu dampak pembangunan fasilitas-fasilitas tersebut adalah meningkatnya kebutuhan akan sarana parkir yang memadai. Manado Townsquare sebagai salah satu swalayan terbesar di Kota Manado, telah menyediakan lokasi parkir (off street parking) untuk keperluan bisnis dan lain-lain. Data yang diambil di lapangan adalah data pelat nomor serta waktu kendaraan yang masuk dan keluar dari parkiran, serta data kuisioner, kemudian data diolah dengan Karakteristik Parkir, yaitu Akumulasi Parkir, Durasi Parkir, Volume Parkir, Parking Turnover, Kapasitas Parkir, Indeks Parkir, dan Penyediaan Parkir, setelah Karakteristik Parkir didapat, kemudian dihitung Kebutuhan Parkirnya. Akumulasi Parkir maksimum yang didapat adalah 110 kendaraan, Durasi Parkir rata-rata terlama adalah 3,5 jam, banyaknya Volume Parkir adalah 364 kendaraan, Parking Turnover terbesar adalah 0.23 kendaraan/jam/petak, Kapasitas Parkir tertinggi adalah 118 kendaraan/jam, Indeks Parkir tertinggi adalah 1,43, Penyediaan Parkir terbanyak adalah 1212 kendaraan, dan didapatkan Kebutuhan Parkir terbanyak yaitu 91 petak parkir. Berdasarkan perhitungan kebutuhan parkir, gedung parkir Manado Townsquare 3 masih bisa menapung kendaraan karena memiliki 124 petak parkir di lantai 1, dan 171 petak di lantai 2 dan lantai 3, hasil dari kuisioner menunjukan bahwa pengunjung tetap parkir di gedung parkir Manado Townsquare 3, walaupun tidak memiliki urusan di segmen Mantos 3, angka yang didapat tergolong menengah yaitu 37% dari total responden. Kata kunci: karakteristik parkir, kebutuhan parkir, gedung parkir
Analisis Kinerja Lalu Lintas Pada Ruas Jalan A. A. Maramis Kairagi Dua Manado Hanna Pongkorung; Audie L. E. Rumayar; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56805

Abstract

Manado sebagai ibu kota provinsi Sulawesi Utara memiliki masalah lalu lintas yang semakin meningkat dikarenakan pengaruh kebutuhan transportasi yang semakin tinggi, yang membuat kapasitas jalan tidak lagi mampu untuk menampung arus lalu lintas yang terus bertambah. Jalan A. A. Maramis merupakan salah satu jalan yang memiliki permasalahan lalu lintas dikarenakan adanya aktivitas hambatan samping yang tinggi. Penelitian ini mengambil data survey di lapangan berupa volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan hambatan samping. Analisis kinerja lalu lintas berupa kapasitas ruas jalan, kecepatan arus bebas, derajat kejenuhan, kecepatan tempuh, dan waktu tempuh didapatkan setelah dilakukan pengolahan data. Model pengaruh antara kecepatan dan hambatan samping juga didapat dengan melakukan analisa regresi. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan nilai kapasitas ruas jalan (C) sebesar 5353,776 smp/jam, dengan kecepatan arus bebas (VB) sebesar 45,9513 km/jam. Nilai derajat kejenuhan (DJ) tertinggi yang didapatkan sebesar 0,381 dan nilai kecepatan tempuh (VT) sebesar 31 km/jam serta nilai waktu tempuh (WT) sebesar 5,806 detik. Berdasarkan hasil pemodelan antara kecepatan dan hambatan samping dapat diketahui pengaruh hambatan samping memberikan kontribusi sebesar 51,61% terhadap kecepatan kendaraan pada hari Sabtu, 18 November 2023 arah Paal 2 – Paniki, dan 53,09% pada arah Paniki – Paal 2. Kata kunci: kinerja lalu lintas, hambatan samping, analisa regresi linier berganda
Analisis Kemacetan Lalu Lintas Di Jalan Raya Manado – Bitung, Kelurahan Girian Weru, Kota Bitung Jessica Siby; Audie L. E. Rumayar; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56941

Abstract

Jalan Raya Manado – Bitung, Kelurahan Girian Weru, Kota Bitung, menjadi salah satu titik kemacetan di Kota Bitung, terutama selama jam sibuk atau pada waktu puncak. Ini disebabkan oleh tata guna lahan yang merupakan area komersial yang padat akan kegiatan masyarakat umum. Area pendidikan, pasar tradisional, pertokoan, perkantoran ada disepajang jalan ini. Berdasarkan hasil analisis kinerja Jalan dengan menggunakan metode PKJI 2023 diperoleh nilai Volume lalu lintas (Q) sebesar 1538.8 smp/jam, nilai Kapasitas (C) sebesar 1713.6 smp/jam, nilai Derajat Kejenuhan (Dj) sebesar 0,897 smp/jam, nilai Kecepatan arus bebas (VB) sebesar 26,5608 km/jam, kecepatan tempuh) sebesar 24 km/jam, waktu tempuh sebesar 0,020833333 jam. Hal ini berarti tingkat kemacetan di Jalan Raya Manado – Bitung termasuk dalam kategori kemacetan yang tinggi dengan nilai Derajat Kejenuhannya yang sudah melebihi 0,8, dapat dilihat tingkat pelayanan di Jalan Raya Manado – Bitung adalah tingkat pelayanan E. Pada kondisi ini Arus tidak stabil, kecepatan kadang berhenti.. Untuk solusi mengatasi kemacetan yaitu pembuatan jembatan penyeberangan orang dan pelebaran geometrik jalan. Hasil analisis untuk solusi mengatasi kemacetan dengan pembuatan jembatan penyeberangan orang didapat kapasitas meningkat tingkat pelayanan menjadi C dan untuk hasil analisis solusi mengatasi kemacetan dengan melakukan peleberan jalan didapatkan tingkat pelayanan menjadi D. Dan untuk hasil simulasi SUMO didapatkan peningkatan kecepatan kendaraan menjadi 14.766 km/jam. Kata kunci: kemacetan, kinerja jalan, hambatan samping