Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Analisis Pengaruh Hambatan Samping Terhadap Kinerja Ruas Jalan Wolter Mongisidi Kota Bitung Claudia S. Tege; Audie L. E. Rumayar; Meike M. Kumaat
TEKNO Vol. 22 No. 88 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i88.56961

Abstract

Ruas Jalan Wolter Mongisidi kota Bitung merupakan kawasan jalan yang terkenal dengan kawasan pertokoan, pasar tradisional, kantor pemerintahan, sekolah sehingga menjadi jalan utama bagi masyarakat dalam melakukan aktivitas. Peningkatan lalu lintas dan kepadatan penduduk di sekitar ruas jalan ini telah memunculkan hambatan samping yang berpotensi memengaruhi kinerja jalan. Penelitian ini mengambil data survey di lapangan berupa hambatan samping, volume lalu lintas, dan kecepatan kendaraan. Analisis kinerja lalu lintas berupa kapasitas ruas jalan, kecepatan arus bebas, derajat kejenuhan, kecepatan tempuh dan waktu tempuh. Kemudian kinerja ruas jalan disimulasikan dengan Simulation of Urban Mobility (SUMO). Parameter dari skenario eksisting yang terjadi, selanjutnya dibandingkan menggunakan program SUMO dengan kondisi tanpa hambatan samping. Hasil analisis yang diperoleh menunjukkan, volume lalu lintas tertinggi sebesar 971,2 smp/jam, dengan nilai derajat kejenuhan (Dj) sebesar 0.49 di dapat LOS C yaitu kondisi arus lalu lintas stabil, tetapi kecepatan dan gerak kendaraan dikendalikan. Nilai kapasitas ruas jalan (C) sebesar 1965,6 smp/jam, dengan kecepatan arus bebas (VB) sebesar 31,9176 km/jam. Nilai kecepatan tempuh (VT) sebesar 27 km/jam dan waktu tempuh (WT) sebesar 6,67 detik. Pengaruh hambatan samping terhadap kinerja ruas jalan sebesar 524,1/jam dikategorikan kelas hambatan samping tinggi.Hasil yang diperoleh menggunakan program SUMO dilakukan perbandingan kondisi hambatan samping tinggi dengan kondisi tanpa hambatan samping didapatkan pengaruh pada kinerja jalan sebesar 53% yang artinya telah terjadi penurunan sebesar 47% dari kapasitas yang seharusnya. Kata kunci: Hambatan Samping; Kinerja Ruas Jalan; Simulation of Urban Mobility.
Pengaruh Pasar Tradional Langowan Terhadap Kinerja Ruas Jalan Yoneri Wojongan; Meike M. Kumaat; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 22 No. 89 (2024): TEKNO
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35793/jts.v22i89.57433

Abstract

Para pedagang di Pasar Tradisiomal Langowan (Pasar Baru) yang menggelar barang dagangan di bahu jalan membuat ruas jalan menjadi sempit. Bahu jalan juga digunakan sebagai lahan parkir, dikarenakan lahan parkir yang disediakan oleh pengelola Pasar Tradisional Langowan (Pasar Baru) tidak mampu menampung jumlah kendaraan pengunjung pasar sehingga ruas jalan ini perlu diperhatikan terutama pada kelancaran arus lalu lintasnya. Oleh karena itu diperlukan penelitian tentang pengaruh Pasar Tradisional Langowan (Pasar Baru) terhadap kinerja ruas jalan. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kinerja lalu lintas dengan menghitung kapasitas jalan, derajat kejenuhan, tundaan, dan tingkat pelayanan jalan (LOS). Penelitian ini juga menganalisis pengaruh hambatan samping yang terjadi di ruas jalan Pasar Baru yang terletak di Langowan Kecamatan Minahasa. Analisis data dilakukan menggunakan metode Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI, 1997). Survey penelitian di lapangan dilakukan selama tiga (3) hari yaitu pada hari Selasa, 18 Mei 2021, hari Kamis 20 Mei 2021, dan Sabtu 22 Mei 2022 pada pukul 06.00 – 16.00 WITA dengan interval waktu 15 menit. Hasil analisis kinerja ruas jalan diperoleh volume lalu lintas (Q) tertinggi pada hari Sabtu, 22 Mei 2021 pada periode waktu 09.00 – 10.00 WITA sebesar 1099 smp/jam, nilai kapasitas (C) ruas jalan adalah sebesar 1882,32 smp/jam, dengan nilai derajat kejenuhan (DS) adalah sebesar 0,584 sehingga didapat tingkat pelayanan B. Kondisi ini menunjukkan arus masih dalam keadaan stabil, tetapi kecepatan arus mulai dibatasi oleh kondisi lalu lintas. Berdasarkan hasil analisis maka kinerja ruas jalan Pasar Baru Langowan tergolong masih dapat melayani kendaraan dengan baik. Namun dikarenakan aktivitas Pasar, penggunaan bahu jalan sebagai area parkir dan kondisi jalan yang masih banyak berlubang sehingga mengakibatkan kemacetan. Kata kunci: pasar tradisional, kinerja ruas jalan, hambatan samping