Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

PENGARUH PRD DAN KARAKTERISTIK MARSHALL PADA SERBUK KARET BAN TERHADAP CAMPURAN HRS - WC Moh Zulfi Ramadhan; Tommy Iduwin
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 4, No 1 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v4i1.5454

Abstract

Sarana transportasi darat memiliki peranan penting dalam perkembangan suatu wilayah terutama dari sektor ekonomi sehingga berdampak pada permintaan pembangunan infrastruktur jalan raya. Konstruksi jalan di Indonesia umumnya menggunakan jenis beton aspal campuran panas,salah satunya adalah Hot Rolled Sheet – Wearing Course (HRS – WC). Dengan upaya pemanfaatan serbuk karet ban yang berlimpah dengan maksud untuk mengetahui kinerja HRS – WC dengan penambahan serbuk karet ban, bahan tersebut diperoleh dari CV. Indo Sakura Ban. Pengujian ini dilakukan dengan pengujian PRD dan pengujian Marshall Immersion,dengan variasi penambahan serbuk karet ban 0%, 1%, 3%, 5%, dan 7%. Didapatkan kadar aspal optimum sebesar 7.2%. Dari hasil pengujian PRD didapatkan hasil Density,VIM,VMA, dan VFA semuanya memenuhi spesifikasi kecuali nilai VFA pada kadar 3% - 7% tidak memenuhi spesifikasi Bina Marga 2018. Pada pengujian Marshall Immersion nilai stabilitas optimum pada kadar 3% dengan waktu perendaman 30 menit sebesar 1682.07 kg. Nilai durabilitas Marshall pada kadar serbuk ban mengalami penurunan dengan nilai 97.63%, 95.71%, 94.70%, 93.60%, 85.40%.Kata Kunci : HRS – WC, Serbuk Karet Ban,Marshall Immersion, PRD
PENAMBAHAN ABU AMPAS TEBU DAN SERAT SABUT KELAPA TERHADAP ASPAL PORUS Dedy Maryunus Gea; Tommy Iduwin
Akselerasi : Jurnal Ilmiah Teknik Sipil Vol 3, No 2 (2022): Februari
Publisher : Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/aks.v3i2.4594

Abstract

Aspal Porus merupakan aspal yang memiliki porositas yang tinggi dengan tujuanaspal mampu mengalirkan air secara horizontal, maupun vertikal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik campuran aspal pours terhadap penambahan filler abu ampas tebu (AAT) dan pajang serat sabut kelapa. Syarat- syarat kareteristik dan metode pengujian aspal porus,berdasarkan spesifikasi Australian Asphalt Pavement Association (AAPA). Penentuan kadar aspal optimum (KAO) bedasarkan AAPA dan diperoleh menggunkan parameter yaitu; Catanbro Loss (CL), Void In Mix (VIM), dan Asphalt Flow Down (AFD) dengan menggunakan variasi kadar aspal 4%, 4.5%, 5%, 5.5%, 6% dengan syarat hasil KAO bekisar antar 4-6%. Bedarsarkan hasil penelitian diperoleh nilai KAO sebesar 5%, kemudian dibuat benda uji berdasarkan nilai KAO dengan penambahan filler AAT dengan variasi 0%, 3%, 5%, 7%, 9% dan serat sabut kelapa dengan kadar 2% dan panjang 2cm. Dari pengujian menggunkan bahan tambah, diperoleh hasil dengan nilai Vim menurun dan Nilai MQ meningkat serta nilai stabilitas semakin meningkat dengan nilai tertinggi pada kadar AAT 9 %688.17 Kg dengan nilai flow mengalami penurunan 11% dengan nilai 3.17 mm.Kata Kunci : Aspal Porus, Catanbro Loss (CL), Asphalt Flow Down (AFD)
Penggunaan Limbah Karet Ban Terhadap Kuat Tekan Dan Penyerapan Paving Block Dicki Dian Purnama; Tommy Iduwin; Pratiwi Setyaning Putri
FORUM MEKANIKA Vol. 12 No. 1 (2023): JURNAL FORUM MEKANIKA
Publisher : Sekolah Tinggi Teknik - PLN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33322/forummekanika.v12i1.1732

Abstract

Paving block adalah bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen portland atau bahan perekat hidraulis lainnya, air dan agregat dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya. Masalah lingkungan menjadi hal yang banyak diperhatikan belakangan ini. Pemanfaatan material limbah akan berdampak baik bagi lingkungan. Apalagi dalam penelitian ini penggunaan limbah digunakan untuk mereduksi sumber daya yang yang sulit diperoleh kembali jika telah habis yaitu pasir. Material limbah yang digunakan adalah ban karet. Pembuatan paving block yang digunakan pada penelitian ini dengan bahan subtitusi serbuk ban karet sebagai subtitusi agregat halus. Perbandingan bahannya adalah 1:4 dan 1:5 untuk semen dibandingkan dengan pasir. Variasi ban karet yang digunakan yaitu 0%, 5%, dan 10% untuk tiap perbandingan semen dan pasir. Pada umur beton 28 hari, hasil uji tekan terbesar diperoleh 19 MPa pada variasi 1. Sedangkan nilai terkecil sebesar 5,33 MPa diperoleh pada Variasi 6. Sementara prosentase penyerapan tertinggi diperoleh pada campuran perbandingan semen:pasir 1:4 sebesar 7,56%. Sedangkan prosentase nilai penyerapan terendah 3,26% diperoleh pada campuran perbandingan semen:pasir 1:5.
ANALISIS BAJA TIE ROD PADA PIER HEAD FALSEWORK DENGAN PENGGUNAAN BERULANG Putri, Pratiwi Setyaning; Hastanto SM; Dicki Dian Purnama; Tommy Iduwin
Jurnal Sipil Krisna Vol 9 No 2 (2023): Jurnal Sipil Krisna
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Krisnadwipayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61488/sipilkrisna.v9i2.420

Abstract

Reinforcing steel is a very important material in construction, it cannot be avoided considering that reinforcing steel is one of the determining factors in the strength or failure of reinforced concrete construction [1]. The use of steel in construction is not only used as a reinforcing concrete in the structure but also as a falsework. So there is a possibility in the field that tie rod steel will be used repeatedly as falsework to save construction costs. This study aims to determine changes in steel behavior with repeated loading. The test is carried out by performing a tie rod steel tensile test according to SNI 07-0371-1998 repeatedly with a loading equal to the yield strength of steel. The results of the tensile test showed a difference in the value of stress and strain between the first and second tensile tests. Changes also occur in the ultimate tensile strength. Repeated use of steel tie rods as flasework can be carried out by loading no more than the yield strength.
Experimental Study on The Infiltration and Compressive Strength of Porous Paving Blocks Composed of Fly Ash and Zeolite Mixture Mayasari, Devita; Yuhanah, Tri; Iduwin, Tommy
Journal of Civil Engineering Vol 40, No 1 (2025)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j20861206.v40i1.22001

Abstract

Maximizing the absorption of water into the soil to reduce puddles in developing areas can be done by using porous paving blocks as cover for soil reports with water escape capabilities. Paving block porous materials need to be considered qualified quality according to their use. Fly ash as one of the coal-burning wastes can be used as a substitution material for cement. Zeolite instead of gravel is a source of considerable mining material, structured hydrate aluminum silicate with a high specific surface area and has a great potential for use as an absorbent material that can pass through water. This study investigates the use of fly ash as substitute of cement and zeolite as aggregates in porous paving block. The research aims to identify optimal composition of fly ash and zeolite for achieving desirable compressive strength and infiltration. Porous paving block were manufacture using ratio 1 (segment): 4 (grains) of binder to aggregate. Fly ash waste used in a mixture of porous paving block materials varies by 10%, 20%, 30% and 40% using rough aggregates of zeolite. Compressive strength tests are performed at 7 days, 14 days and 28 days and for infiltration tests at 28 days. Research showed compressive strength values of 31.40 MPa, 36.75 MPa, 37.50 MPa, 32.42 MPa, and 32.67 MPa, respectively, can be used as a parakeet cover layer. The infiltration coefficients are 0.0611 cm/s, 0.4376 cm/s, 0.1218 cm/s, 0.0621 cm/s and 0.1012 cm/s, respectively, which are capable of passing water from the surface to the ground. This study highlights the potential of utilizing waste material fly ash and zeolite in quality of porous paving blocks, contributing to sustainable construction and stormwater management in urban areas.
PENGGUNAAN PEDOMAN KAPASITAS JALAN INDONESIA 2023 PADA SIMPANG TAK BERSINYAL SERTA SKEMA PERBAIKAN Sallido, Gufron; Prayogi, Galih Rio; Michael, Michael; Saputra, Cahyo Agung; Iduwin, Tommy; Miranda, Evan Febri
Jurnal Kajian Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2025): JURNAL KAJIAN TEKNIK SIPIL
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jkts.v10i2.8510

Abstract

Simpang merupakan suatu titik di mana jalur menjadi terpisah atau berbelok dari arah yang lurus. Pada simpang tiga tak bersinyal urip sumoharjo dan pahlawan yang merupakan kawasan pemukiman yang kemudian berkembang dengan aktivitas perdagangan dan jasa sering mengalami tundaan dikarenakan banyaknya aktivitas pengendara yang melewati simpang sehingga diperlukannya evaluasi simpang. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang dan memberikan alternatif perbaikan kinerja. Metode yang digunakan dalam penelitian beracuan dengan PKJI 2023. Simpang tiga tak bersinyal masih layak beroperasi pada tahun 2024 menurut PKJI 2023 karena memiliki nilai derajat kejenuhan kurang dari 0,85. Derajat kejenuhan diprediksi akan mengalami jenuh pada tahun 2025 dengan derajat kejenuhan yang didapatkan sebesar 0,92 di mana derajat kejenuhan ini melebihi ketentuan PKJI 2023 yaitu 0,85 sehingga diperlukan skema perbaikan. Skema yang diberikan pada penelitian ini berupa pelarangan belok kanan terhadap jalan minor dan pelebaran jalan. Skema perbaikan paling optimum merupakan perbaikan dengan menerapkan pelarangan belok kanan terhadap jalan minor dimana skema perbaikan ini memberikan hasil derajat kejenuhan sebesar 0,57 dan tundaan rata-rata simpang sebesar 10,75 det/SMP. Skema perbaikan dengan pelebaran membutuhkan pelebaran jalan terhadap jalan mayor dengan total pelebaran 3 meter dan memberikan hasil derajat kejenuhan sebesar 0,84.