Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Penerapan metode resitasi dan Simulasi untuk Meningkatkan Kemampuan kognitif Siswa Muhammad Abdul Halim Sidiq; Taqwa Nur Ibad
Bidayatuna Vol 1 No 2 (2018): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/bidayatuna.v1i2.332

Abstract

Metode pemberian tugas belajar atau resitasi merupakan metode mengajar yang berupa pemberian tugas oleh guru kepada siswa, dan kemudian siswa harus mempertanggung jawabkan atau melaporkan hasil tugas tersebut sedangkan Metode simulasi sebagai metode mengajar merupakan kegiatan untuk menirukan suatu perbuatan. Menurut Abu Ahmadi simulasi (simulation) berarti tiruan atau suatu perbuatan yang bersifat pura-pura saja. Adapun fokus dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? 2) Apa saja kelebihan dan kelemahan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? 3) Apa saja kendala-kendala Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari? Adapun tujuan penelitian ini adalah 1) Untuk Mengetahui Kemampuan Kognitif Siswa Dengan Denggunakan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari 2) Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari 3) Untuk Mengetahui kendala-kendala Penerapan Metode Resitasi Dan Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Kognitif Siswa Pada Aplikasi Pembelajaran Tematik Di Kelas III MIS. Nurul Islam Mojosari. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang bersifat kualitatif karena peneliti mengumpulkan data dengan cara bertatap muka langsung dengan peserta didik dan guru kelas yang berada di MI Nurul Islam Mojosari Tahun Pelajaran 2017/2018 Kecamatan Sumbersuko Kabupaten Lumajang.
Understanding Algebra: (TELAAH KRITIS BUKU JENNIFER SUGGATE DALAM MEMAHAMI ALJABAR UNTUK TINGKAT SEKOLAH DASAR) Taqwa Nur Ibad; Muhammad Ardy Zaini
Bidayatuna Vol 2 No 2 (2019): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36835/bidayatuna.v2i2.441

Abstract

Today, many students are not familiar with algebra. They consider algebra to be a scary lesson. Not even a few who really hate this lesson. Starting from there, algebra material always tries to be presented in a more pleasing form. Appearances that feel new are indeed worth showing to increase the love of algebra. The concept of algebra, consciously or unconsciously, has actually been taught from an early age in kindergarten, Play Group. For example when studying while playing / singing accompanied by a knock on a table, chair or other object. By paying attention to the sequence of repeating beats, the teacher can simply explain the concept of algebra to the child according to his level of reasoning. One difficulty in solving problems is to explain the answers we try to find from the unknown. In algebra if they are numbers, they are often explained by letters such as 'a' or 'x'. This usually leads to misunderstanding. In arithmetic, letters are used as abbreviations for measurements, for example if the length of the garden is known to be 12 m. which means 12 meters. sometimes 3a + 4b which means '3 apples and 4 bananas'. In the context of algebra, 3a + 4b means 3 times a plus 4 times b, that is, a and b do not represent apples and bananas, they stand alone for unknown numbers. If ‘a’ is 5 and ‘b’ is 2 then 3a + 4b will be 3x5 + 4x2 = 15 + 8 = 23.
Model Belajar Synchronous dan Ansynchronous Dalam Menghadapi Learning Loss Moch. Mahsun; Taqwa Nur Ibad; Alfi Nurissurur
Bidayatuna Vol 4 No 1 (2021): April
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/bidayatuna.v4i1.1274

Abstract

The restrictions on educational activities were felt by Indonesia because of the Covid-19 pandemic and caused learning loss or failure of understanding in students, forcing the government to open schools again using a synchronous learning model, namely direct face-to-face learning and face-to-face indirect learning called ansynchronous. This research is a case study research that uses qualitative methods, the research object is Lumajang secondary education, the data obtained from observations, interviews and documentation are then analyzed using the triangulation analysis method. The learning model of MAN Lumajang uses a synchronous learning model using the E-Learning application, it's just that it is not optimal so that the impact such as learning loss is still very pronounced with the division of classes twice a week face to face. Meanwhile, SMAN 1 Lumajang uses a synchronous learning model using the MT (Microsoft Team) application, but it is not optimal, so the impact such as learning loss is still felt by dividing classes twice a week face to face. SMKN 1 Lumajang uses an asynchronous learning model using the Google Classroom application, its use is maximized so that the impact such as learning loss is still not felt by dividing classes once a week face to face.
Penggunaan Media Realia dalam Meningkatkan Pengalaman Belajar Siswa Taqwa Nur Ibad; Maisyatus Sarifah
Bidayatuna Vol 4 No 2 (2021): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/bidayatuna.v4i2.1303

Abstract

Education is an effort to foster and spread one's personality, both spiritually and physically. Learning experiences are several student activities carried out to obtain new information and competencies in accordance with the objectives to be achieved. Realia media are tangible objects that are often encountered by students and are easily found in daily activities that can be brought into learning situations or become media for teaching materials for students. These real objects can be used as realia media and these objects must be original and intact in form and also the actual size so that they can be recognized by students properly. Based on the above understanding, it is known that the use of the right realia media will improve the student's learning experience of the material to be studied. The use of realia media in thematic learning, especially in grade 4 MI Nurul Islam Sukosari. And the problem I encountered was that the media used by grade 4 teachers had not yet optimized the long-term learning objectives. This happens because the use of media is monotonous so that the process of learning activities is less memorable for students so that students are less experienced. Therefore, to improve the student learning experience, the researcher chose to raise the title "Use of Realia Media in Improving Student Learning Experience in Grade 4 Thematic Learning".
Refleksi Kritis Pancasila dalam Idealitas dan Realitas Pendidikan di Madrasah Ibtidaiyah Ahmad Shofiyuddin Ichsan; Taqwa Nur Ibad; Agus Riyan Oktori
Bidayatuna Vol 6 No 2 (2023): Oktober
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat - Islamic Institute of Syarifuddin Lumajang, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/bidayatuna.v6i2.2623

Abstract

This research aims to reveal in detail how Pancasila is used as the basis of Indonesian philosophy. Researchers studied two main studies, namely Pancasila which is understood in the context of ideals and realities of life, especially in basic education (Madrasah Ibtidaiyah). This research method uses a qualitative descriptive method with a type of library research using a pragmatic approach. Research data is taken from scientific work related to research. The analysis technique in this research uses content analysis. The results of the research show that there is a Project Movement for Strengthening the Pancasila Student Profile / Project for Strengthening Pancasila Students (P5) and the Rahmatan Lil 'Alamin Student Profile which is a unified spirit that mutually strengthens each other. Both adhere to the Pancasila philosophy and uphold diversity and human values. However, these ideals are not commensurate with the existing reality, so that the Pancasila philosophy in basic education has several challenges, including liberalism, individualism, pragmatism, hedonism and external religious ideologies.
Penguatan Sikap Nilai-Nilai Pancasila Melalui Metode Team Games Tournament Dengan Media Visual Berbasis Kurikulum Merdeka Taqwa Nur Ibad; Nur Laili Abida
Ta'limDiniyah: Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies) Vol 4 No 1 (2023): Oktober
Publisher : Prodi Pendidikan Agama Islam IAI Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metode pembelajaran Team Games Tournament sangat baik untuk di terapkan pada pembelajaran PKN kelas VI-B ini, adapun alasan penulis memilih metode Team Games Tournament berbantuan media visual tersebut adalah dengan pertimbangan bahwa metode dan media tersebut dirasa lebih efektif untuk peningkatan pembelajaran PKN dan mengurangi kejenuhan pada peserta didik sehingga peserta didik dapat termotivasi dalam pembelajaran yang dilakukan.Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses perencanaan, proses pelaksanaan, proses pengamatan dan proses refleksi metode Team Games Tournament dalam meningkatkan pembelajaran pengamalan sila-sila berbantuan media visual pada siswa kelas VI-B di MI Nurul Islam Selok Awar-Awar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang berlangsung dalam dua siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subyek Penelitian ini adalah siswa kelas VI-B MI Nurul Islam Selok Awar-Awar.Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Hasil belajar siswa mengalami peningkatan, pada siklus I pertemuan 1 mengalami ketuntasan klasikal sebesar 67,5%, pada siklus I pertemuan 2 mengalami ketuntasan klasikal sebesar 74,15%, kemudian pada siklus II mengalami ketuntasan klasikal sebesar 83,90%. (2) aktifitas siswa dalam pembelajaran PKN juga mengalami peningkatan, pada siklus I pertemuan 1 mendapat rata-rata 16,8 dan menjadi 20,6 pada siklus I pertemuan 2 kemudian mengalami peningkatan pada siklus II mendapat rata-rata nilai sebesar 26,3. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dan aktifitas siswa dalam pembelajaran PKN menggunakan metode Team Games Tournament berbantuan media visual meningkat.
Restoration of the Selo Gending Lumajang Site Following the Religious Dualist Controversy Nurhafid Ishari; Taqwa Nur Ibad; Muhammad Farid
Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 1 (2023): May 2023
Publisher : Asosiasi Dosen Pengembang Masyarajat (ADPEMAS) Forum Komunikasi Dosen Peneliti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/engagement.v7i1.1521

Abstract

The A traditional heritage site called Selogending Kandangan is situated in Krajan Hamlet, Kandangan Village, and Senduro District. While having immense potential, the Selogending Kandangan property is currently in terrible condition and unsuitable for domestic and international tourism use. A traditional village ritual known as the Unan-unan village activity, which is performed annually as well as every Hindu year or, to put it more simply, once every five years in the Christian calendar, is performed at the Selogending Kandangan location.The people of Kandangan did not realize this condition, so the Pokdarwis and Karang Taruna through our assistance tried to revive the cultural heritage of the Selogending Kandangan site. The initial step taken by Pokdarwis and Karang Taruna was to form an organizational structure which has not been working so far. The organizational structure has actually been formed several years ago, but there is no work application. Overall, the program implemented by the Pokdarwis and Karang Taruna was carried out according to plan, even though there were internal and external obstacles. The organizational structure that has been formed will propose to the village meeting that the selogending stable site is planned for next year.
Kurikulum dan Pendidikan: Kajian Konseptual Pembelajaran Science di Madrasah Ibtidaiyah Indonesia dan Sekolah Dasar Negara Maju Ibad, Taqwa Nur; Oktori, Agus Riyan; Wahidah, Finadatul; Prasetyo, Sigit
AR-RIAYAH: Jurnal Pendidikan Dasar Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29240/jpd.v7i2.8674

Abstract

Curriculum is the soul of education, to develop it as an effort for improvement and progress is a must and necessity for all educational institutions in Indonesia, especially those in Madrasah Ibtidaiyah (Islamic basic school). This research aims to examine the implementation of learning curriculum in Indonesia and in several developed countries which become a reference of innovation and answer to changes and challenges of the times. IPAS itself is an abbreviation of IPA (natural science) and IPS (social science) which is a new term designed by the government in the content of the current Merdeka Curriculum. In terms of content, IPAS is very close to nature and human interaction. Its learning needs to present a context that is relevant to the natural and environmental conditions around students. The research method used was a qualitative research method with a library research approach. Students’ need based learning is one of the author's findings in investigating science (IPAS) learning in the Merdeka Curriculum. Apart from that, today's digital era is an extraordinary challenge for an educator to be able to explore fun learning
ARAH BARU SISTEM PENDIDIKAN INDONESIA DAN FINLANDIA DALAM MENYIAPKAN GENERASI EMAS Wahidah, Finadatul; Ibad, Taqwa Nur
International Conference on Humanity Education and Society (ICHES) Vol. 3 No. 1 (2024): Third International Conference on Humanity Education and Society (ICHES)
Publisher : FORPIM PTKIS ZONA TAPAL KUDA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengusulkan pandangan baru terhadap sistem pendidikan Indonesia dengan mengadopsi beberapa prinsip yang telah terbukti sukses dalam sistem pendidikan Finlandia. Melalui perbandingan antara dua sistem pendidikan ini, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi elemen-elemen kunci yang dapat diterapkan dalam konteks Indonesia untuk mempersiapkan generasi emas di masa depan. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis perbandingan antara kebijakan pendidikan, struktur kurikulum, metode pengajaran, dan evaluasi pendidikan di kedua negara. Temuan penelitian menunjukkan bahwa adopsi prinsip-prinsip pendidikan Finlandia, seperti penekanan pada pembelajaran berbasis keterampilan, penghargaan terhadap profesi guru, kurikulum yang berfokus pada keberagaman, dan pendekatan evaluasi yang holistik, dapat memberikan arah baru bagi sistem pendidikan Indonesia. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya reformasi mendalam dalam sistem pendidikan Indonesia untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menghasilkan generasi yang berkualitas dan siap bersaing secara global. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan bagi para pengambil kebijakan pendidikan dalam merancang perubahan yang efektif dan berkelanjutan dalam sistem pendidikan Indonesia.
Peningkatkan Nilai Pendidikan dan Daya Tarik Wisata Sungai Ilmu Tumpak Selo Desa Petahunan Lumajang Ibad, Taqwa Nur; Anugrah, Yuli Dwi Yusrani; Masyhuri, Muhammad; Maya, Iklilah Arum; Mujib, Abdul; Qomaria, Lailatul
Khidmatuna: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): November
Publisher : Lembaga Penerbitan, Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) Institut Agama Islam Syarifuddin Lumajang Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54471/khidmatuna.v5i1.3262

Abstract

Pendidikan dan wisata merupakan dua aspek penting dalam menggali potensi suatu wilayah. Sungai ilmu Tumpak Selo memiliki peran yang signifikan dalam memadukan dua aspek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan nilai-nilai pendidikan dan daya tarik wisata melalui Sungai Ilmu Tumpak Selo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sungai ilmu, selain sebagai sumber air juga memiliki makna simbolis sebagai sungai pengetahuan yang kaya akan nilai pendidikan. Dengan memanfaatkan sumber daya alam sekitar program pendidikan yang terkait dengan lingkungan, keberlanjutan dan keanekaragaman hayati dapat dikembangkan. Selain nilai pendidikan, kawasan sekitar Tumpak Selo juga memiliki daya tarik wisata yang menarik. Keindahan alam, air yang jernih dan bersih ini memberikan pengalaman yang baik untuk para pengunjung. Pengembangan infrastruktur pariwisata yang berkelanjutan dapat meningkatkan daya tarik wisata Tumpak Selo sambil menjaga kelestarian lingkungan. Dengan menyelaraskan pendidikan dan wisata melalui sungai ilmu, dapat diciptakan model pengelolaan yang holistik. Peningkatan kesadaran masyrakat terhadap pentingnya pendidikan dan pelestarian alam dapat menjadi modal utama dalam mencapai tujuan ini. Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada peningkatan nilai- nilai pendidikan dan daya tarik wisata melalui sungai ilmu, khususnya Tumpak Selo