Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Implementasi MBKM melalui Pengembangan Kegiatan Mahasiswa dalam Mengatasi Permasalahan di Masyarakat Desa Hulawa Djuko, Rapi Us.; Napu, Yakob; Isa, Abd. Hamid
Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat) Vol 13, No 2 (2024): Jurnal Sibermas (Sinergi Bersama Masyarakat)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sibermas.v13i2.17812

Abstract

Real Work Lecture (KKN) is a form of student service to the community and a part of the Tri Dharma of Higher Education. By holding KKN, it is hoped that a student will become more mature with his scientific discipline. KKN also seeks to create a more effective education, education that is directly experienced by students. So it is not just material but more important is the application of the theories that have been obtained in college which must be applied in the community environment because sometimes the theories that have been obtained in college are not the same as the reality in the community environment. The implementation of the KKN program is packaged under the theme "MBKM-MD". Through this program and theme, it is hoped that students will be able to take part in directing the community in improving the quality of the village and making the village more radiant, more creative and prosperous. Independent Free Campus Real Work Lecture (KKN-MBKM) is a form of education by providing learning experiences for students to live in the community outside the campus, which directly together with the community identify potential and deal with problems so that they are expected to be able to develop village potential / area and concocting solutions to problems in the village. The general objective is to support and motivate all processes of the 2022 MD UNG KKN-MBKM Program activities to carry out an activity both in the form of outreach in the community around the village and to increase the name of the shining village, you can say the village which has the cohesiveness and welfare of the community in the district and district. The achievement of this activity is the implementation of skills development in the community. The level of community participation in this activity is relatively good.Kuliah Kerja Nyata (KKN) suatu bentuk pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat dan salah satu bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan diadakannya KKN, diharapkan seorang mahasiswa semakin matang dengan disiplin keilmuannya. KKN juga berupaya mewujudkan pendidikan yang lebih efektif, pendidikan yang langsung dialami oleh mahasiswa. Jadi tidak hanya sekadar materi tetapi yang lebih penting adalah aplikasi dari teori-teori yang telah diperoleh di bangku kuliah yang harus diterapkan dalam lingkungan masyarakat karena terkadang teori-teori yang telah didapat di bangku kuliah tidak sama dengan kenyataan yang ada di lingkungan masyarakat. Pelaksanaan program KKN dikemas dalam tema “MBKM-MD” (Merdeka belajar Kampus Merdeka-Membangun Desa). Melalui program dan tema ini, diharapkan agar mahasiswa dapat ikut andil dalam mengarahkan masyarakat dalam meningkatkan kualitas desa dan menjadikan desa lebih bersinar, lebih kreatif dan sejahtera. Kuliah Kerja Nyata Merdeka Belajar Kampus Merdeka (KKN-MBKM) merupakan suatu bentuk pendidikan dengan cara memberikan pengalaman belajar kepada mahasiswa untuk hidup di tengah masyarakat di luar kampus, yang secara langsung bersama-sama masyarakat mengidentifikasi potensi dan menangani masalah sehingga diharapkan mampu mengembangkan potensi desa/daerah dan meramu solusi untuk masalah yang ada di desa.Tujuan umum untuk mendukung dan memotivasi segala proses kegiatan Program KKN-MBKM MD UNG 2022 untuk melakukan suatu kegiatan baik dalam bentuk sosialisasi yang ada dilingkungan masyarakat sekitar desa dan meningkatkan nama desa bersinar bisa dikatakan desa yang memiliki kekompakan dan kesejahteraan masyarakat di lingkungan kecamatan dan kabupaten. Pencapaian kegiatan ini terlaksananya pembinaan keterampilan-keterampilan di Masyarakat tingkat paertisipasi masyarakat dalam kegiatan ini relatif cukup baik.
Pemberdayaan Kelompok Tani Melaluli Program Gabungan Kelompok Tani di Desa Wonggarasi Tengah Lahay, Rahmat; Rahmat, Abdul; Napu, Yakob; Ibrahim, Muhammad
Student Journal of Community Education Volume 4 No. 2: Februari 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v4i2.2856

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Program Gabungan Kelompok Tani Dalam Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Wonggarasi Tengah. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif, dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Serta analisis data menggunakan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan Program Gapoktan Desa Wonggarasi Tengah melalui (A) Pogram Gapoktan Dalam Pemberdayaan Masyarakat di Desa Wonggarasi Tengah yaitu, (1) penyedia input usaha tani seperti pupuk, obat-obatan, dan bibit; (2) Memberi penyokongan dan bimbingan dalam bentuk material dan non material, dimana gapoktan memfasilitasi pembiayaan atau permodalan usaha tani atau kelompok tani yang tergabung dalam gapoktan; (c) penyedia informasi, dimana gapoktan bekerjasama dengan balai Penyuluh Pertanian mengadakan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan untuk memberikan informasi melalui gapoktan; (B) Hasil dari pelaksanaan program gapoktan di Desa Wonggarasi Tengah, Indikator keberhasilan pemberdayaan dalam kegiatan masyarakat, pemberdayaan menunjuk pada kemampuan orang khususnya kelompok rentan dan lemah: (1) Memenuhi kebutuhan dasarnya sehingga mereka memiliki kebebasan dalam artian bukan saja bebas dari kelaparan akan tetapi bebas dari kebodohan dan kesakitan; (2) Menjangkau sumber-sumber produktif yang memungkinkan mereka dapat meningkatkan pendapatannya. Berdasarkan indikator diatas Gapoktan Desa Wonggarasi Tengah telah berhasil melakukan pemberdayaan masyarakat Desa Wonggarasi Tengah, hasil pemberdayaan sudah dirasakan oleh masyarakat Desa Wonggarasi Tengah yaitu (1) masyarakat mampu meningkatkan pendapatan dengan memanfaatkan suber daya yang ada dan menggali potensi mereka dengan pelatihan-pelatihan yang diikutinya; (2) masyarakat mampu memenuhi kebutuhan dasar seperti dapat mencukupi kebutuhan sekolah anak, merenovasi rumah, serta terpenuhinya kebutuhan gizi.
Deskripsi Metode Fonik Pada Pembelajaran Literasi Membaca Permulaan Anak Usia 5-6 Tahun Lulan Lalu; Yakob Napu; Yenti Juniarti
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 8 No 1 (2026): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v8i1.4054

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode fonik dalam pembelajaran literasi membaca permulaan pada anak kelompok B di TK Nusa Indah, Kecamatan Kabila, Kabupaten Bone Bolango. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode fonik telah diterapkan secara aktif dan konsisten oleh guru dalam proses pembelajaran, serta dinilai efektif oleh pihak sekolah karena mampu mempercepat proses pengenalan huruf dan kemampuan membaca awal pada anak. Meskipun demikian, guru menghadapi tantangan berupa perbedaan tingkat pemahaman dan kemampuan setiap anak, sehingga dibutuhkan pendekatan pembelajaran yang lebih individual dan adaptif. Keberhasilan penerapan metode fonik juga didukung oleh ketersediaan media pembelajaran yang relevan dengan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) dan dirancang sesuai dengan karakteristik anak usia dini. Selain itu, dukungan sekolah dalam penyediaan sarana dan strategi pembelajaran turut memperkuat efektivitas metode fonik. Secara keseluruhan, penerapan metode fonik terbukti memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kemampuan literasi membaca permulaan anak, meskipun diperlukan fleksibilitas dalam pelaksanaannya untuk mengakomodasi keberagaman kemampuan peserta didik.
Pelaksanaan Pembelajaran Mandiri Berbasis Modul pada Program Paket B di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Taman Pendidikan Kecamatan Sipatana Kota Gorontalo Stelawati Abay; Abdul Rahmat; Yakob Napu; Nurain Karnain
Student Journal of Community Education Volume 5 No. 1: Agustus 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v5i1.2236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai Pelaksanaa Pembelajaran Mandiri Berbasis Modul Pada Program Paket B Di PKBM Taman Pendidikan dengan menggunakan metode kualitatif. Dalam penelitian ini , peneliti melakukan pengumpulan menggunakan data observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pembelajaran mandiri berbasis modul yang dilaksanakan di PKBM tersebut dirancang dalam bentuk tugas mandiri yang harus dikerjakan oleh warga belajar. Pada proses belajar mandiri, tutor berperan sebagai fasilitator sehingga pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan orang dewasa. Warga belajar diberikan kebebasan untuk menentukan bahan belajar dan media belajar yang digunakan sehingga dapat menunjang pelaksanakan tugas mandiri.
Peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sorga Dalam Menanggulangi Anak Yang Bermasalah Napza Sri Rahmatia Hadji; Rusdin Djibu; Yakob Napu; Endah Setiyowati
Student Journal of Community Education Volume 5 No. 1: Agustus 2025
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v5i1.3228

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran pusat kegiatan belajar masyarakat (sorga) dalam menanggulangi anak yang bermasalah napza. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif. Tehnik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Pemilihan informan sebagai sumber data dalam penelitian adalah Ketua PKBM beserta tutor PKBM. Analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak napza banya yang tidak memiliki pendidikan, maka dari itu peran pusat kegiatan belajar masayarakat di PKBM SORGA memberikan pendidikan bagi anak yang bermasalah dengan mengikuti program yang ada pada PKBM Sorga. PKBM Sorga mempunyai dampak positif bagi anak yang mempunyai masalah agar mendapatkan pendidikan kembali. Saran dari hasil penelitian ini adalah meningkatkan kemajuan dan menunjukkan pada anak candu bahwa anak candu juga bisa mendapatkan pendidikan yang layak bukan hanya mendapatkan rehabilitasi sosial saja.
Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato Zekias Kiilo; Misran Rahman; Yakob Napu
Student Journal of Community Education Volume 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v5i2.2598

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pemberdayaan Kader Kesehatan dalam Pencegahan Stunting di Kecamatan Randangan Kabupaten Pohuwato. Jenis Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif, dan teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa untuk pemberdayaan kader kesehatan dalam pencegahan stunting di Kecamatan Randanagan Melalui tiga indikator yakni Mengadakan pelatihan dan penyuluhan kepada kader kesehatan (Enabling) melalui program refresing kader untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan stunting di tiap-tiap desa. Pada tahap ini kader kesehatan akan menjalani proses belajar (Empowering) tentang pengetahuan stunting, pengukuran tinggi badan, pengukuran lingkar lengan, pengukuran berat badan, makanan bergizi, air, sanitasi, dan lingkungan yang baik. (Protecting) dalam upaya meningkatkan kapasitas mereka sebagai kader tentu para kader membutuhkan bantuan dari bidan dan petugas puskesmas dalam pelayanan kesehatan yakni posyandu. Bidan dan tenaga kesehatan puskesmas harus selalu mensuport para kader agar kader bisa bekerja lebih baik dan lebih mandiri dalam penanggulangan stunting yang ada diwilayahnya masing-masing.
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Tingkat Pengangguran Pemuda di Desa Girisa Kecamatan Paguyaman Kabupaten Boalemo Provinsi Gorontalo Amin Lasibu; Mohamad Zubaidi; Yakob Napu; Rusdin Djibu; Muhammad Ibrahim
Student Journal of Community Education Volume 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : Jurusan Pendidikan Luar Sekolah Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/sjce.v5i2.4337

Abstract

Penelitian ini berfokus pada analisis berbagai faktor yang memengaruhi tingkat pengangguran pemuda di Desa Girisa. Pendekatan yang digunakan adalah analisis kuantitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui observasi, angket terbuka, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek yang paling banyak dipandang negatif oleh responden adalah besaran upah minimum (82%), diikuti oleh kesesuaian pekerjaan (56%), pasar kerja (56%), minat di sektor pertanian (56%), dan prospek pertanian (56%). Pandangan negatif ini menunjukkan bahwa mayoritas pemuda merasa pekerjaan yang tersedia tidak layak secara finansial dan tidak sesuai dengan kemampuan atau harapan mereka. Selain itu, rendahnya tingkat pelatihan keterampilan (16%) dan keterampilan yang dimiliki (26%) memperkuat temuan bahwa keterbatasan kapasitas individu turut mempengaruhi pengangguran. Sementara itu, Hanya 12% responden yang menganggap keterbatasan sumber informasi lowongan kerja sebagai tantangan, sehingga dapat disimpulkan bahwa akses informasi bukan merupakan faktor dominan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengangguran pemuda di Desa Girisa lebih disebabkan oleh masalah-masalah struktural, seperti rendahnya kualitas dan kuantitas pekerjaan yang tersedia, serta rendahnya daya tarik sektor pertanian. Diperlukan kerja sama yang sinergis antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan pemuda, memperluas peluang kerja, serta menghidupkan kembali sektor pertanian sebagai sumber mata pencaharian yang menjanjikan.