Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S
Departemen Kesehatan Masyarakat, Program Studi Kedokteran Program Sarjana Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Efektivitas Edukasi Kesehatan Berbasis Video dalam Meningkatkan Pengetahuan tentang Hipertensi pada Pengunjung Pelayanan Kesehatan Primer Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S; Trilianty Lestarisa; Astri Widiarti; Aprillia Rahmadina; Ezra Eklesia; Fadilla Siti Syafira; Lydia Efilda Talenta Putri; Marta Eldina Larasati; Orsika Anugrahni Bassa
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 5 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i5.1376

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat karena tingginya angka kejadian serta risiko komplikasi yang ditimbulkannya. Edukasi kesehatan merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas edukasi kesehatan berbasis video dalam meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi pada pengunjung pelayanan kesehatan primer. Penelitian menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one-group pretest-posttest. Sebanyak 30 responden dipilih menggunakan teknik accidental sampling di UPTD Puskesmas Panarung Kota Palangka Raya. Tingkat pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sebelum dan sesudah pemberian edukasi berbasis video. Data dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kemaknaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 82,67 pada pre-test menjadi 97,00 pada post-test dengan selisih peningkatan sebesar 14,33 poin. Sebanyak 24 responden mengalami peningkatan skor pengetahuan, sedangkan 6 responden tidak mengalami perubahan skor. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan terdapat perbedaan yang bermakna antara skor pengetahuan sebelum dan sesudah intervensi (p < 0,001). Edukasi kesehatan berbasis video efektif dalam meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi pada pengunjung pelayanan kesehatan primer.
Tingkat Pengetahuan Remaja Putri tentang Perilaku Menjaga Kesehatan Reproduksi di SMAN 4 Palangka Raya Joanda Gracia Pauline; Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra; Natalia Sri Martani; Margaretha Yayu Indah Anugerahny; Sigit Nurfianto
Jurnal Ilmu Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 7 (2026): Volume 13 Nomor 7
Publisher : Prodi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jikk.v13i7.24042

Abstract

Remaja putri termasuk kelompok yang rawan mengalami masalah kesehatan reproduksi apabila tidak memiliki pengetahuan yang memadai mengenai cara menjaga kebersihan serta memahami perubahan biologis pada dirinya. Pengetahuan yang baik sangat diperlukan agar remaja mampu mengenali fungsi organ reproduksi, menjaga kebersihan diri dengan benar, serta menghindari risiko infeksi saluran reproduksi. SMAN 4 Palangka Raya, sebagai sekolah dengan jumlah remaja putri yang cukup besar, menjadi lokasi yang relevan untuk melihat bagaimana tingkat pengetahuan siswinya terkait perilaku menjaga kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan remaja putri mengenai perilaku menjaga kesehatan reproduksi di SMAN 4 Palangka Raya. Penelitian menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Sampel berjumlah 100 siswi yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner yang memuat pernyataan terkait kebersihan organ reproduksi, fungsi organ, konsep biologis, serta perilaku kesehatan reproduksi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menyajikan distribusi frekuensi dan persentase tingkat pengetahuan responden. Mayoritas responden berada pada rentang usia 15–16 tahun dengan persentase masing-masing 45% dan 41%. Sebagian besar pertanyaan terkait kebersihan dan fungsi organ reproduksi memperoleh persentase jawaban benar yang tinggi, yaitu antara 77% hingga 100%. Sementara itu, beberapa item mengenai konsep biologis dan perilaku seksual menunjukkan persentase jawaban benar lebih rendah, yaitu 26% hingga 53%. Secara keseluruhan, 73% siswi memiliki tingkat pengetahuan kategori baik dan 27% berada pada kategori cukup. Remaja putri di SMAN 4 Palangka Raya secara umum memiliki pengetahuan yang baik mengenai perilaku menjaga kesehatan reproduksi. Meski demikian, aspek yang berkaitan dengan konsep biologis dan pemahaman perilaku seksual masih perlu ditingkatkan melalui edukasi yang lebih intensif, terstruktur, dan interaktif di lingkungan sekolah.
Hubungan Ibu Melahirkan Saat Usia Dini Dengan Kejadian Stunting Pada Anak Usia 24–59 Bulan Di Wilayah Kerja Puskesmas Buntut Bali Kabupaten Katingan Clarisa O Fortuna; Adelgrit Trisia; Tri Widodo; Ni N S Yuliani; Ravenalla A A H S Putra S
Journal of Medicine and Health Vol 8 No 1 (2026)
Publisher : Universitas Kristen Maranatha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.28932/jmh.v8i1.12281

Abstract

Seorang anak dikatakan mengalami stunting jika tinggi atau panjang badannya kurang dari -2 SD pada kurva pertumbuhan WHO. Kondisi ini disebabkan oleh kebutuhan nutrisi yang tidak terpenuhi dan malnutrisi kronis. Kabupaten Katingan memiliki angka kejadian stunting tertinggi kedua di Kalimantan Tengah, yaitu 34%, menurut statistik SKI 2023. Karena tubuh dan sistem reproduksi mereka yang belum matang, remaja yang hamil memiliki risiko lebih tinggi membahayakan ibu dan janin. Akibatnya, anak-anak yang lahir sebelum usia 20 tahun lebih mungkin menderita stunting, dan ibu yang melahirkan berisiko mengalami masalah. Dengan menggunakan desain case-control dan teknik analisis observasional, penelitian ini melibatkan 92 anak berusia antara 24 dan 59 bulan (46 kasus dan 46 kontrol) yang dipilih secara khusus. Frekuensi stunting pada anak berkorelasi signifikan dengan perempuan yang melahirkan di usia muda, menurut analisis menggunakan uji chi-square (p = 0,000; OR = 24). Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa memiliki anak sebelum berusia 20 tahun secara signifikan meningkatkan kemungkinan terjadinya stunting.
Penyuluhan Kesehatan Sebagai Strategi Promotif Dalam Penguatan Pengetahuan Masyarakat Di Wilayah Kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S; Trilianty Lestarisa; Astri Widiarti; Dian Mutiasari; Aprillia Rahmadina; Sania Zahra; Dea Mura Epatni; Tania Chrislovenia Aritonang; Putri Adeli; Viviliani Anandita Dewani; Daniel Yuantara; Yossia W. Amit
Majalah Cendekia Mengabdi Vol 4 No 2 (2026): Majalah Cendekia Mengabdi
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/mcm.v4i2.1123

Abstract

Pendahuluan: Permasalahan kesehatan masyarakat baik penyakit menular maupun penyakit tidak menular masih menjadi perhatian di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya. Tingkat pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, tanda bahaya penyakit, serta upaya pencegahan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi status kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan promosi kesehatan melalui penyuluhan sebagai upaya promotif dalam memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai berbagai masalah kesehatan yang sering dijumpai di lingkungan masyarakat. Tujuan: Kegiatan penyuluhan kesehatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi kesehatan serta memperkuat pengetahuan masyarakat terkait berbagai permasalahan kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya, meliputi hipertensi, pendidikan kesehatan seksual pada anak dan remaja, myalgia, diare, keluarga berencana, pencegahan stunting, gastritis, serta tanda bahaya Demam Berdarah Dengue (DBD). Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui metode penyuluhan kesehatan menggunakan media leaflet dan diskusi interaktif. Kegiatan dilaksanakan secara tatap muka pada beberapa lokasi di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya, meliputi puskesmas, posyandu, dan panti sosial. Kegiatan penyuluhan terdiri dari delapan tema kesehatan yang dilaksanakan menyesuaikan karakteristik sasaran masyarakat. Hasil: Kegiatan penyuluhan kesehatan berjalan dengan baik dan mendapat partisipasi aktif dari masyarakat. Masyarakat menunjukkan antusiasme selama kegiatan berlangsung melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Penyampaian materi secara interaktif dengan media edukatif membantu masyarakat lebih mudah memahami informasi kesehatan yang diberikan.  Simpulan: Penyuluhan kesehatan sebagai strategi promotif dapat menjadi upaya efektif dalam memperkuat pengetahuan masyarakat mengenai berbagai masalah kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Kayon Palangka Raya. Kegiatan edukasi kesehatan yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan sesuai karakteristik sasaran masyarakat diharapkan mampu mendukung upaya promotif dan preventif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.