Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S
Departemen Kesehatan Masyarakat, Program Studi Kedokteran Program Sarjana Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Published : 14 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Tinjauan Faktor Penyebab Ketidaklengkapan Pengisian Formulir Informed Consent di RSUD Dr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin Ningsih, Eka Rahma; S, Ravenalla; Lestiani, Novia; anhar, Aus; Imam, Mohammad
Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati Vol 6, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Respati Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35842/formil.v6i1.351

Abstract

ABSTRACTCompleteness of filling in the informed consent sheet in the medical record file is very important because it will affect the legal aspects of the medical record and the quality of the medical record so that in filling in the completeness of the data in the informed consent sheet it is necessary to carry out maximum implementation .. RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin in 2012 showed that the level of incompleteness in the approval of medical treatment in the hospital room (surgery) was below 90% with the May period with a percentage of 46.7%. June with a percentage of 31.7% and 36.6%. The research objective was to determine the factors causing the incompleteness of filling out the informed consent form at RSUD DR. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin. Qualitative research method is descriptive survey. Respondents were 1 gynecologist, 1 head of medical records and 1 reporting officer for emdis records. Collecting data using interviews and observation of informed consent sheets. The results of the study identified the incomplete informed consent form by examining the patient identification component, the information content component, and the patient identification component. As well as identifying the availability of standard operating procedures (SOP) for approval of medical action. Based on the research results, it can be concluded that the informed consent form did not meet the national and standard filling standards in RSUDdr. H. Moch Ansari Saleh Banjarmasin because for the standard of completeness, the informed consent must be 100% complete. The filling of informed consent was not complete 100% in two components, namely the information content component (18.2% complete and 81.7% incomplete) and the patient's authentication component (90.7% completeness and 9.3% incomplete). The factor of incompleteness in filling out the informed consent based on the results of the research carried out was because the responsible doctor did not fill in the informed consent form again, both the content component and the patient authentication component) because he was busy providing services to other patients and there was no training related to filling the informed consent form. Keyword : informed consent, Factors Causing Incompleteness
NILAI SENSITIVITAS, SPESIFISITAS, POSITIVE PREDICTIVE VALUE DAN NEGATIVE PREDICTIVE VALUE SPHYGMOMANOMETER DIGITAL PADA SKRINING HIPERTENSI Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S1
JURNAL KEDOKTERAN Vol. 9 No. 1 (2021): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : jurnal 2019

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.189 KB)

Abstract

Berdasarkan data hipertensi terlihat bahwa hipertensi sendiri masih merupakan momok bagi kesehatan penduduk Indonesia. Pada tahun 2012 data PTM menunjukkan terdapat 554.771 kasus Hipertensi Esensial di Jawa Tengah. Data PTM Kabupaten Purbalingga khususnya untuk tahun 2012 menunjukkan bahwa kasus Hipertensi Esensial merupakan PTM dengan kasus terbanyak dengan total 7.440 kasus dan Hipertensi lainnya 3.616 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini penderita hipertensi di Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga, mengetahui sensitivitas, spesifisitas, PPV dan NPV dari sphygmomanometer digital yang digunakan. Penelitian ini merupakan uji diagnostic pada skrining hipertensi. Sasaran skrining adalah orang yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Purbalingga dengan umur di atas 30 tahun. Dasar perhitungan jumlah sampel mengacu kepada besar rumus besar sampel dari Burderer. Alat yang digunakan adalah sphygmomanometer digital serta sphygmomanometer air raksa (sebagai gold standart) sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan. Dari Hasil skrining menggunakan tensimeter air raksa didapatkan 53 responden menderita hipertensi, menggunakan tensimeter digital didapatkan 48 responden menderita hipertensi. Hasil skrining hipertensi di Puskesmas Purbalingga menunjukkan bahwa tensimeter digital yang digunakan memiliki sensitifitas 90,6%, spesifitas 100%,PPV 100% dan NPV 87,2%. Hal ini menunjukkan hasil yang tidak terlalu berbeda dibandingkan sphygmomanometer air raksa yang merupakan gold standart untuk pengukuran hipertensi
HUBUNGAN KEPATUHAN MINUM OBAT TERHADAP TINGKAT KEKAMBUHAN PASIEN SKIZOFRENIA DI POLI JIWA RSUD. DR. H. MOCH. ANSARI SALEH BANJARMASIN muliyani muliyani; Nazhipah Isnani; Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra Solihin
Jurnal Kajian Ilmiah Kesehatan dan Teknologi Vol 2 No 1 (2020)
Publisher : Politeknik Unggulan Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.559 KB) | DOI: 10.52674/jkikt.v2i1.32

Abstract

Penatalaksanaan pengobatan skizofrenia merupakan salah satu faktor utama keberhasilan penderita untuk sembuh. Pasien yang tidak patuh pada pengobatan akan memiliki resiko kekambuhan lebih tinggi dibandingkan dengan pasien yang patuh pada pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kepatuhan minum obat terhadap tingkat kekambuhan pasien skizofrenia di Poli Jiwa RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan pengambilan data secara observasional prospektif dan retrospektif. Populasi sampel adalah semua pasien skizofrenia yang menjalani pengobatan rawat jalan selama 12 bulan di Poli Jiwa Rawat Jalan RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin yang memenuhi kriteria inklusi. Jumlah subyek penelitian sebanyak 50 pasien. Hasil penelitian berdasarkan uju statistik Chi-square menunjukkan bahwa ρ-value = 0,01 lebih kecil dari nilai α = 0,05 yang menunjukkan bahwa H0 ditolak, maka terdapat hubungan antara kepatuhan minum obat dengan tingkat kekambuhan pasien skizofrenia di Poli Jiwa Rawat Jalan RSUD dr. H. Moch. Ansari Saleh
NILAI SENSITIVITAS, SPESIFISITAS, POSITIVE PREDICTIVE VALUE DAN NEGATIVE PREDICTIVE VALUE SPHYGMOMANOMETER DIGITAL PADA SKRINING HIPERTENSI Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (273.189 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v9i1.2859

Abstract

Berdasarkan data hipertensi terlihat bahwa hipertensi sendiri masih merupakan momok bagi kesehatan penduduk Indonesia. Pada tahun 2012 data PTM menunjukkan terdapat 554.771 kasus Hipertensi Esensial di Jawa Tengah. Data PTM Kabupaten Purbalingga khususnya untuk tahun 2012 menunjukkan bahwa kasus Hipertensi Esensial merupakan PTM dengan kasus terbanyak dengan total 7.440 kasus dan Hipertensi lainnya 3.616 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan deteksi dini penderita hipertensi di Kecamatan Purbalingga Kabupaten Purbalingga, mengetahui sensitivitas, spesifisitas, PPV dan NPV dari sphygmomanometer digital yang digunakan. Penelitian ini merupakan uji diagnostik pada skrining hipertensi. Sasaran skrining adalah orang yang tinggal di wilayah kerja Puskesmas Purbalingga dengan umur di atas 30 tahun. Dasar perhitungan jumlah sampel mengacu kepada besar rumus besar sampel dari Burderer. Alat yang digunakan adalah sphygmomanometer digital serta sphygmomanometer air raksa (sebagai gold standart) sesuai dengan prosedur yang sudah ditentukan. Dari Hasil skrining menggunakan tensimeter air raksa didapatkan 53 responden menderita hipertensi, menggunakan tensimeter digital didapatkan 48 responden menderita hipertensi. Hasil skrining hipertensi di Puskesmas Purbalingga menunjukkan bahwa tensimeter digital yang digunakan memiliki sensitifitas 90,6%, spesifitas 100%,PPV 100% dan NPV 87,2%. Hal ini menunjukkan hasil yang tidak terlalu berbeda dibandingkan sphygmomanometer air raksa yang merupakan gold standart untuk pengukuran hipertensi.
Relationship between Family History, Age, Obesity and Smoking Habit with Hypertension Occurrence at Public Health Center Region Pahandut Muhammad Syahibuddin Rifa’i; Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna; Agnes Immanuela Toemon; Trilianty Lestarisa; Austin Carmelita Bertilova
Berkala Kedokteran Vol 18, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v18i2.14497

Abstract

Hypertension is cardiovascular disease that affected 22% people in the total world population. In Indonesia hypertension prevalence according to riskesdas 2018 reaches 34,11%. Hypertension occurs insperable from its risk factor. The purpose of this study is to analyze the relationship between family history, age, obesity, and smoking habits with the occurrence of hypertension in the region of the Public health center, Pahandut. in 2022. This research method uses a cross-sectional approach, with large of 100 samples and use purposive sampling thecnique. Data Analyzed using Chi-square test. The results of the bivariate analysis obtained variables related to the occurrence of hypertension are family history (p-value= 0,000), age (p-value= 0,000), obesity (p-value= 0,048) and smoking habit (p-value= 0,001). This study concludes that there is a relationship between family history, age, obesity, and smoking habits with the occurrence of hypertension in the region of the Public health center, Pahandut. in 2022
Analisis Theory of Action (TRA) terhadap Niat Menggunakan Obat Tradisional Pada Masyarakat Kota Banjarbaru Aprillia Rahmadina; Muhammad Hafiz Anwari; Esty Restiana Rusida; Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S
Journal of Pharmascience Vol. 11 No. 1 (2024): Jurnal Pharmascience
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v11i1.18017

Abstract

Penduduk Indonesia, khususnya penduduk di wilayah Kota Banjarbaru memiliki persentase yang tinggi dalam pemanfaatan pelayanan kesehatan tradisional menggunakan pengobatan jenis ramuan, di mana hal ini dapat menjadi hal penting bagi industri farmasi dalam menentukan strategi pasar. Penelitian bertujuan menilai niat masyarakat Kota Banjarbaru dalam penggunaan obat tradisional yang diuji dengan Theory of Reasoned Action (TRA). Penelitian ini menggunakan desain potong lintang (cross sectional). Penelitian menggunakan 102 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner model Theory of Reasoned Action. Analisis yang dilakukan adalah uji validitas dan reliabilitas, uji asumsi klasik dan uji regresi linear berganda yang dilanjutkan dengan uji T dan uji F. Hasil penelitian menunjukan masyarakat Kota Banjarbaru memiliki sikap positif (95,10%), norma subjektif positif (94,14%), dan niat yang positif (99,02%) terhadap penggunaan obat tradisional. Terdapat hubungan pada kategori kuat dengan nilai R = 0,698 dan pengaruh sebesar 47,6% secara simultan dari sikap dan norma subjektif terhadap niat. Dari masing-masing variabel terdapat hubungan pada kategori sedang dengan nilai r1 = 0,405 dan pengaruh dari sikap (0,209), serta hubungan pada kategori rendah dengan nilai r2 = 0,378 dan pengaruh dari norma subjektif (0,176) terhadap niat. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh antara variabel sikap dan norma subjektif terhadap variabel niat dalam menggunakan obat tradisional pada masyarakat di wilayah Kota Banjarbaru. Kata Kunci: Proporsi, Pengobatan, Sikap, Norma, Konsumen The Indonesian population, especially the population in the Banjarbaru City area, has a high percentage of utilization of traditional health services using herb-type treatment, which can be important for the pharmaceutical industry in determining market strategies. The purpose of this study was to determine the intention of Banjarbaru city residents to use traditional medicine tested by the Theory of Reasoned Action (TRA). This research is an observational analytic study with a cross-sectional design. The study used 102 respondents who met the inclusion and exclusion criteria.. The “Theory of Reasoned Action” questionnaire model was used as an instrument. The nalyses performed included validity and reliability tests, classical assumption tests, and multiple linear regression tests, followed by t and F tests it continued. The results showed that the people of Banjarbaru City had a positive attitude (95.10 %), positive subjective norms (94.14%), and positive intentions (99.02%) toward the use of traditional medicine. There is a relationship in the strong category (R = 0.698) and the effect of 47.6% simultaneously from attitudes and subjective norms on intentions. From each variable, there is a relationship between the medium category (r1 = 0.405) and the effect of attitude (0.209), as well as a relationship in the low category (r2 = 0.378) and the effect of subjective norms (0.176) on intentions. The conclusion of this study is that there is an influence between attitude variables and subjective norms on the intention variable in using traditional medicine by the community in the Banjarbaru City area.
CLINICAL AND SOCIODEMOGRAPHIC FACTORS ASSOCIATED WITH QUALITY OF LIFE IN EPILEPSY PATIENTS AT DORIS SYLVANUS HOSPITAL PALANGKA RAYA Ariqah Ghaniyah Lembah; Ranintha Br. Surbakti; Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra Solihin; Farah Fauziyah Radhiyatulqalbi Ahmad; Nuch Sabunga
Magna Neurologica Vol. 4 No. 2 (2026): July
Publisher : Department of Neurology Faculty of Medicine Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/magnaneurologica.v4i2.2986

Abstract

Background: Epilepsy is a chronic neurological disorder that affects patients' physical, psychological, and social aspects, influencing their quality of life (QoL). Identifying clinical and sociodemographic factors related to QoL is essential for comprehensive management. Objective: To analyze the relationship between clinical and sociodemographic factors and the quality of life of epilepsy patients at the Neurology Polyclinic of RSUD dr. Doris Sylvanus Palangka Raya. Methods: This analytical observational study with a cross-sectional design involved 53 respondents selected through consecutive sampling. Data were collected using the QOLIE-31 to assess QoL, the MARS-5 to assess medication adherence, the MSPSS to assess social support, and a validated knowledge questionnaire. Relationships between variables were analyzed using the Spearman correlation test with a significance level of p < 0.05. Results: Most respondents were adults aged 19-45 years (83.0%), male (52.8%), and had secondary education. The mean QOLIE-31 score was 52.24 (SD 20.02), indicating moderate QoL. Significant correlations were found between seizure frequency (r = -0.506; p < 0.001), comorbidity (r = -0.368; p = 0.007), medication adherence (r = 0.483; p < 0.001), social support (r = 0.396; p = 0.004), and knowledge level (r = 0.587; p < 0.001) with QoL. Age at diagnosis (p = 0.119) and epilepsy duration (p = 0.397) were not significantly related. Conclusion: Quality of life in epilepsy patients is significantly associated with seizure frequency, comorbidity, medication adherence, social support, and knowledge level. Improving adherence and psychosocial support can enhance patients' overall well-being.
Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Orang Tua dalam Pencegahan Kekurangan Vitamin A pada Anak di Wilayah Kerja Puskesmas Kayon Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S; Trilianty Lestarisa; Astri Widiarti; Elisabeth Prihana Rotua Sitorus; Muhammad Andrean Syahridho; Paulus Aji Satriyo; Kasandra; Nafisy Apritis Sambo; Ni Putu Sri Danuantari; Aprillia Rahmadina
Health Research Journal of Indonesia Vol 2 No 4 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Edukasi kesehatan menggunakan media leaflet sangat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua dalam pencegahan kekurangan vitamin A pada anak. Kekurangan vitamin A dalam tubuh yang berlangsung lama dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berdampak pada meningkatnya resiko kesakitan dan kematian. Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Kayon, 53,3 % responden memiliki pengetahuan yang masih rendah mengenai pentingnya pemberian vitamin A. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dalam pencegahan kekurangan vitamin A pada anak di wilayah kerja Puskesmas Kayon. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental Design dengan bentuk rancangan One Grup Pretes-Posttest Design melibatkan 30 responden. Data dianalisis dengan dengan Uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dengan p-value = 0,000. Simpulan: Didapatkan ada pengaruh edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dalam upaya pencegahan kekurangan vitamin A pada anak, selanjutnya edukasi kesehatan ini diharapkan dapat dilaksanakan secara terjadwal terutama di wilayah kerja Puskesmas Kayon.
Pengaruh Pemberian Edukasi Kesehatan Terhadap Pengetahuan Orang Tua Terkait Pentingnya Pelayanan Posyandu Balita Dalam Rangka Peningkatan Mutu Kesehatan Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Menteng Ravenalla Abdurrahman; Trilianty Lestarisa; Astri Widiarti; Aprillia Rahmadina; Muhammad Alghifari; Veny Elizabeth; Tiyara Prahastika; Jeane Nadya Handriani
Health Research Journal of Indonesia Vol 3 No 1 (2024): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pendahuluan: Posyandu merupakan kegiatan rutin setiap bulan yang dirancang untuk melakukan pemantauan terhadap pertambahan berat badan balita dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS). Berdasarkan studi pendahuluan yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Menteng, Data cakupan penimbangan balita di Posyandu wilayah kerja Puskesmas Menteng yaitu terdapat 1355 jiwa bayi dan balita yang terdaftar di Poyandu dan rata-rata jumlah balita yang melakukan penimbangan di tahun tersebut sebanyak 388 (28,6%) balita, di mana target cakupan kunjungan Posyandu masih belum tercapai.  Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap terkait pentingnya membawa balita berkunjung ke Posyandu balita sebagai upaya meningkatkan mutu kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Menteng. Metode: Jenis penelitian menggunakan desain penelitian Pre Eksperimental Design dengan bentuk rancangan One Grup Pretes-Posttest Design melibatkan 30 responden. Data dianalisis dengan dengan uji paired sample t-test. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua dengan p-value = 0,001. Simpulan: Didapatkan ada pengaruh pemberian edukasi kesehatan terhadap pengetahuan orang tua terkait pentingnya membawa balita berkunjung ke Posyandu balita sebagai upaya meningkatkan mutu kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Menteng.
Hubungan Pendidikan dan Riwayat Merokok terhadap Kejadian TB Paru di Puskesmas Melati 2024 Dewintha Olivia Eka Puspitaningrum; Ravenalla Abdurrahman Al Hakim Sampurna Putra S; Hanasia; Arif Rahman Jabal; Jan Yanto Lydwines Purba
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 1 (2025): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i1.735

Abstract

Pendahuluan: Tuberkulosis (TB) paru ialah penyakit infeksi saluran pernapasan kronis yang diakibatkan oleh Mycobacterium tuberculosis. WHO menyebut TB sebagai penyebab kematian ke-13 di dunia dan kedua tertinggi akibat penyakit menular. Di Indonesia, 75% penderita TB berada pada usia produktif (15–54 tahun), pada akhirnya berdampak pada penurunan produktivitas kerja. Faktor risiko TB paru mencangkup sosial ekonomi, pekerjaan, pendidikan, usia, jenis kelamin, dan kebiasaan merokok.  Tujuan: Studi ini bermaksud untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan dan riwayat merokok terhadap kejadian TB paru di Puskesmas Melati Kuala Kapuas. Metode: Penelitian memakai metode observasional dengan desain potong lintang dan teknik purposive sampling. Analisis data memakai uji chi-square. Hasil: Hasil uji Fisher's Exact Test terhadap 105 responden memperlihatkan nilai p = 0,000, yang bermakna ada hubungan signifikan antara riwayat merokok dan kejadian TB paru. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dan riwayat merokok dengan kejadian TB paru di wilayah kerja Puskesmas Melati Kuala Kapuas.