Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI KADER ANTI HIPERTENSI (KIPER) DAN PENGENALAN RUMAH DESA SEHAT SEBAGAI UPAYA PENURUNAN HIPERTENSI DI KOTA GORONTALO Zulkifli B. Pomalango; Yuniar Mansye Soeli; Sitti Fatimah M. Arsad; Nirwanto K. Rahim; Rachmawaty D. Hunawa
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 1 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i1.1031

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular berupa meningkatnya tekanan darah. Prevalensi penderita hiperteni dari tahun ketahun terus meningkat dan Gorontalo termasuk daerah penderita hipertensi terbanyak. Peningkatan ini akan berdampak pada resiko komplikasi bahkan kematian. Dalam upaya pengurangan komplikasi ini perlu adanya peningkatan terhadap kepatuhan pengobatan. Namun seringkali hal in diabaikan. Oleh karena itu perlu adanya alternatif pemecahan masalah hipertensi salah satunya yakni pemberdayaan masyarakat. Selain itu, upaya lainnya yang dilakukan pemerintah adalah meningkatkan peran serta (pemberdayaan) masyakarat pada bidang kesehatan dan ekonomi. Pemberdayaan dalam bidang kesehatan menekankan pada potensi yang ada di lingkungan sekitar untuk mengatasi permasalahan yang terjadi. Salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yakni peningkatan pengetahuan masyarakat dan pembentukan kader anti hipertensi. Target kegiatan ini adalah unutk meningkatkan pengetahuan tentang hipertensi melaui penyuluhan dan mendorong masyarakat agar rutin dalam melakukan pengecekan tekanan darah melalui pembetukan kader. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini dengan melakukan Penyuluhan, pemeriksaan tekanan darah serta pembentukan kader kader anti hipertensi. Hasil : Dengan adanya Rumah Desa Sehat dan kesiapan kader anti hipertensi dapat memfasilitasi masyarakat khususnya penderita hipertensi untuk bisa mendapatkan informasi serta pelayanan terkait hipertensi sehingga hal ini menjadi upaya dalam penurunan hipertensi di Kota Gorontalo.
Peningkatan Kemampuan Anak Sekolah Melalui Latihan Asertif untuk Menurunkan Bullying di SMPN 1 Tapa, Kabupaten Bonebolango Yuniar Mansye Soeli; Nur Ayun R. Yusuf; Cindy Puspita Sari Haji Jafar; Rini Wahyuni Mohamad; Firmawati Firmawati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 5 No. 2 (2023): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v5i2.1282

Abstract

Fenomena bullying di Indonesia dapat dikatakan telah menjadi situasi yang menghawatirkan. Pada tahun 2018, Indonesia mendapatkan peringkat sebagai negara dengan jumlah kasus bullying tertinggi kedua di dunia setelah Jepang, dan Amerika Serikat berada dibawah peringkat Indonesia. Selain itu, Indonesia juga mendapatkan posisi pertama di ASEAN sebagai negara dengan jumlah tertinggi dalam kasus bullying. UNICEF melakukan riset pada tahun 2016 dan memberikan hasil data yang menunjukkan bahwa sebanyak 41 hingga 50 persen remaja di Indonesia dalam rentang usia 13 sampai 15 tahun pernah mengalami tindakan bullying sosial dan verbal. Dalam mencapai tujuan dari pengabdian ini, maka metode yang akan digunakan adalah ceramah melalui tatap muka. Ceramah untuk mengedukasi murid tentang Latihan Asertif untuk Menurunkan Bullying di SMPN 1 Tapa, dan Pelaksanaan kegiatan ini di lakukan luring, dengan metode ceramah dan diskusi. Dalam hal ini penyampaian pemateri secara luring di lakukan oleh 4 narasumber dari Universitas Negeri Gorontalo. Total murid yang hadir saat penyuluhan adalah sebanyak 89 murid dan 4 orang guru, selain itu ditambah 4 narasumber, dan 3 orang mahasiswa yang membantu dalam kegiatan pengabdian sehingga total keseluruah dalam kegiatan pengabdian ini sebanyak 100 orang.
An overview of the factors that influence coping mechanisms in hemodialysis patients Yuniar Mansye Soeli; Rachmawaty D Hunawa; Nirwanto K Rahim; Sitti Fatimah Meylandri Arsad
Jambura Nursing Journal Vol 5, No 2: July 2023
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v5i2.20561

Abstract

Patients undergoing hemodialysis face many stressors, especially physical problems due to kidney failure. These problems often weaken the patient's adaptability. Adaptive and maladaptive coping mechanisms of patients undergoing hemodialysis can be influenced by various factors, namely age, length of time undergoing hemodialysis, self-efficacy and family support. The aim of the study was to describe the factors that influence coping mechanisms in hemodialysis patients at Prof. Dr. Aloei Saboe Hospital. The design in this study uses a descriptive research design. The population in this study were all hemodialysis patients at Prof. Dr. Aloei Saboe Hospital. The sample in the study amounted to 64 respondents with a total sampling technique. The research instrument used a questionnaire. The results of this study indicate that the coping mechanism of hemodialysis patients is mostly maladaptive as many as 33 respondents (51.6%) and the factors that influence coping mechanisms based on the length of time undergoing hemodialysis are mostly low as many as 33 respondents (51.6%), self-efficacy factor is also low as many as 33 respondents (51.6%) and the factor of family support is mostly good as many as 33 respondents (51.6%). Suggestions for nurses through the provision of nursing care can be used to monitor and improve patient education about the patient's coping mechanisms while undergoing hemodialysis.
PEMBERDAYAAN MAHASISWA MELALUI PROGRAM PEDULI KESEHATAN DAN TANGGAP BENCANA DI LINGKUNGAN UNIVERSITAS NEGERI GORONTALO Mansye Soeli, Yuniar; B. Pomalango, Zulkifli; D. Hunawa, Rachmawaty
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu( ABDI KE UNGU) Vol. 3 No. 3 (2021): Vol 3 No 3 (2021): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Ungu ( ABDI KE UNGU)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/abdi.v3i3.393

Abstract

Pembangunan kesehatan harus dipandang sebagai suatu investasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, salah satunya adalah mahasiswa. Pembentukan forum mahasiswa peduli kesehatan dan tanggap bencana merupakan salah satu solusi dalam mewujudkan peningkatan kesehatan masyarakat dan wilayah yang rentan akan terjadinya bencana. Tujuan pelaksanaan KKN Tematik yakni terbentuknya forum mahasiswa peduli kesehatan dan tanggap bencana di Universitas Negeri Gorontalo. Program KKN Tematik dilaksanakan selama 60 hari, bersama Dosen Pembimbing Lapangan dan 24 orang mahasiswa, diharapkan dapat menjadi solusi alternatif yang ditawarkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat, khususnya dalam bidang kesehatan dan menciptakan sumber daya manusia yang terampil dan siap dalam menghadapi bencana. Hasil yang ditargetkan dalam program ini yakni meningkatnya produktifitas pengabdian dosen kepada masyarakat serta mendorong terwujudnya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, masyarakat dan civitas akdemik memiliki kesiapiagaan yang baik dalam menghadapi bencana, , sehingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat dan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana.
Overview Of Bullying Behavior Among Nursing Students In Gorontalo Province Soeli, Yuniar Mansye; Firmawaty, Firmawaty; Wulansari, Ika; Antu, Mihrawaty S; Rahim, Nirwanto K
Jambura Nursing Journal Vol 6, No 2: July 2024
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v6i2.25972

Abstract

One of the sources of problems in the educational environment is the presence of mild aggressive behavior among teenagers, such as teasing, hitting, pushing, or threatening each other. This behavior is known as bullying. There have been many cases of bullying in Gorontalo, as reported by various media, including Gorontalo Daily News. The purpose of this research is to describe the bullying behavior among nursing students in Gorontalo Province. The type of research used is descriptive research with a retrospective approach, examining the bullying behavior of nursing students in Gorontalo Province. The population in this study consisted of 1,403 students, while the sample size was 311 respondents. The results showed that the depiction of bullying behavior among nursing students in Gorontalo Province included 300 respondents in the low category, 142 respondents in the moderate category, and 1 respondent in the high category. Thus, the bullying behavior among nursing students in Gorontalo Province is classified as low. Therefore, it can be concluded that the bullying behavior among nursing students in Gorontalo Province is considered low.
CONCEPT ANALYSIS OF RESILIENCE UNIVERSITY STUDENT soeli, yuniar mansye; Daulima, Novy Helena Catharina; Mustikasari, Mustikasari; Martha, Evi
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 10, No 1 (2025): March
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v10i1.3083

Abstract

ABSTRACTUniversity student resilience is a crucial factor in academic success and psychological well-being. This study aims to explicate the concept of developing resilience among university students. Walker and Avant's concept analysis approach will be employed to analyze and clarify the understanding of resilience development. This concept analysis will help identify key attributes that support resilience development, such as coping skills, social support, optimism, and self-belief. The Walker and Avant framework will be used to construct a comprehensive framework for developing student resilience, encompassing intervention programs, assessment, and evaluation. The results of this concept analysis are expected to contribute to the development of effective programs to enhance student resilience, enabling them to better cope with academic and non-academic challenges
Analysis of Postpartum Depression Incidence in Gorontalo Ismail, Yulistian Husin; Soeli, Yuniar Mansye; Wulansari, Ika
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 6 No 3 (2024): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v6i3.3539

Abstract

The physiological and psychological processes experienced by mothers in the first week after giving birth affect the mother's mental health and increase the risk of postpartum depression. Mothers who have just given birth usually have symptoms of mild depression which will increase 2-5 days after giving birth and subside within 2 weeks. If detection is not done quickly and treatment is done too late, then depression that was initially mild will develop into postpartum depression. This study aimed to describe postpartum depression in postpartum mothers in Gorontalo. This research uses a quantitative descriptive research design. A total sample of 59 respondents was obtained using total sampling techniques. Data analysis used univariate analysis with the EPDS questionnaire instrument. The results of the study showed that the number of postpartum mothers who did not experience postnatal depression was 32 respondents (54.2%), and those who experienced postnatal depression were 27 respondents (45.8%). These results illustrate that the rate of postpartum depression in postpartum mothers in one of the Gorontalo areas is quite high.
GERAKAN NO STUNTING, REMAJA SEHAT, AKTIF DAN SELAMAT (NOTHING REHAT) REMAJA: ADAPTASI METODE WORLD CAFÉ Suhariyanto Suhariyanto; Tuti Afriani; Hanny Handiyani; Andi Amalia Wildani; Yuniar Mansye Soeli; Ichsan Rizany; Dara Ayu Wardhani; Suci Sari Pratiwi; Wiwik Sulistyaningsih Sulistyaningsih; Muthi'ah Najihah
Jurnal Abdimas Indonesia Vol 7, No 2 (2025): JURNAL ABDIMAS INDONESIA
Publisher : Universitas Muhammadiyah Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26751/jai.v7i2.3171

Abstract

Stunting merupakan permasalahan serius di Pemerintah Kota Depok, dengan prevalensi  14,3% tahun 2023. Faktor predisposisi kejadian stunting pada balita adalah ibu dengan riwayat anemia sejak remaja. Prevalensi anemia pada remaja putri di Kota Depok mencapai 26,5%, dan kondisi ini memiliki hubungan signifikan dengan asupan zat besi. Sehingga pencegahan dan penatalaksanaan anemia sejak remaja menjadi langkah penting dalam upaya pencegahan stunting. Tujuan pengabdian masyarakat adalah upaya perubahan pengetahuan, keterampilan dan perilaku hidup sehat remaja sebagai calon ibu di masa depan. Metode pengabdian masyarakat adalah melalui Pendekatan interaktif yang melibatkan remaja melalui metode world café, pemeriksaan kesehatan, edukasi interaktif, permainan, roleplay, demonstrasi, peer group teman sebaya dan pembentukan duta anti stunting. Materi pengabdian masyarakat berupa anemia, pencegahan stunting, perilaku sehat selamat, kesehatan reproduksi dan jiwa remaja. Pengabdian masyarakat ini dilakukan selama dua bulan di SMPN 30 Depok. Populasi 30 responden dengan kriteria inklusi remaja putri yang diberikan supervisi pengetahuan dan ketrampilan pre post. . Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar kerja yang telah divalidasi. Analisis data kuantitatif menggunakan uji t berpasangan. Hasil pengabdian masyarakat terdapat perbedaan sebelum dan sesudah pelatihan dengan world cafe learning program dalam peningkatan pengetahuan siswa sebesar 32 poin. Terdapat perbedaan praktik mengenal budaya sehat dan selamat pada remaja dengan nilai p = 0,001. Kesimpulannya adalah gerakan nothing rehat dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja mengenal sehat, selamat menciptakan generasi muda yang lebih sehat, aktif, dan siap menghadapi masa depan yang lebih baik. Rekomendasi dari hasil pengabdian masyarakat dapat digunakan sebagai pendidikan berkelanjutan, evidence base nursing dan upaya pencegahan stunting.
Comprehensive approaches to suicide prevention in undergraduate students: A scoping review of psychological, social, and institutional strategies Yuniar Mansye Soeli; Novy Helena Catharina Daulima; Mustikasari Mustikasari; Evi Martha
Jurnal Keperawatan Padjadjaran Vol. 13 No. 3 (2025): Jurnal Keperawatan Padjadjaran
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jkp.v13i3.2763

Abstract

Background: Suicide represents a significant mental health issue worldwide, particularly among undergraduate students, and is intensified by various psychological, social, and institutional stressors. Despite heightened awareness of the problem, existing prevention strategies frequently concentrate on discrete interventions while overlooking broader systemic and societal factors that influence student well-being. Objective: This scoping review seeks to investigate current suicide prevention methods aimed at undergraduate students by organizing these strategies into three main domains: psychological, social, and institutional. Methods: The research adhered to Arksey and O’Malley’s (2005) framework for scoping reviews as well as PRISMA-ScR guidelines. A comprehensive search was performed across numerous databases—such as PubMed, ScienceDirect, ProQuest, and Google Scholar—for studies published between 2010 and 2024. The inclusion criteria targeted interventions specifically designed for undergraduate populations utilizing either psychological or social approaches within an institutional context. Thematic synthesis facilitated the categorization of intervention types while descriptive statistics provided a summary of study characteristics. Results: Seventeen studies were included in this review that assessed suicide prevention initiatives across different levels. Psychological approaches like cognitive-behavioral therapy (CBT), digital mental health resources, along with peer support programs demonstrated considerable effectiveness in reducing suicide risk and improving overall mental wellness. Social elements such as family involvement,cultural sensitivity,and community-based programs were identified as vital contributors to emotional resilience enhancement. Institutional measures—including gatekeeper training sessions,crisis response policies,and adaptable academic accommodations were highlighted as essential components necessary for fostering supportive environments within universities. Importantly,“digital”mental health solutions are gaining traction; although they present scalable opportunities for improvement. Conclusion: The study emphasizes the need for a comprehensive approach to suicide prevention in university settings, involving psychological, social, and institutional strategies. Future efforts should focus on building digital-human hybrid models that strengthen early detection and empathetic engagement.