Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

PENINGKATAN KETRAMPILAN MASYARAKAT DESA PAPUNGAN MELALUI PELATIHAN DIVERSIVIKASI OLAHAN PANGAN BERBAHAN BAKU IKAN Rini Rahayu Sihmawati; Tiurma Wiliana Susanti Panjaitan; Wardah Wardah; Harjo Seputro
ABDIMAS Vol 2 No 06 (2022): PEMBERDAYAAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Papungan Kecamatan Kanigoro Kabupaten Blitar merupakan desa yang memiliki ikan yang khas yaitu ikan mujair. Ikan mujair oleh masyarakat biasanya hanya dikonsumsi dengan cara digoreng atau dibakar saja. Karakteristik ikan yang mudah membusuk menyebabkan masyarakat harus segera menjual hasilnya dalam keadaan hidup atau segar saat dipanen. Keadaan tersebut dapat diatasi dengan melakukan proses pengolahan hasil ikan yang berlebih agar daya awetnya meningkat. Dalam usaha meningkatkan daya awet dan meningkatkan pendapatan, kendala yang dihadapi masyarakat adalah rendahnya pengetahuan dan ketrampilan dalam mengolah pangan asal ikan, terutama ikan mujair. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk memberikan pelatihan dan pendampingan kepada masyarakat yang membudidayakan ikan Mujair agar bisa mengolah hasil ikan menjadi produk lain yang mudah dilakukan serta diminati masyarakat. Metode yang digunakan dalam pengabdian ini adalah memberikan pelatihan dan pendampingan pengolahan ikan menjadi abon ikan dan ikan krispi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini adalah memfasilitasi teknologi tepat guna berupa peralatan serta pelatihan dan pendampingan sehingga dapat meningkatkan ketrampilan serta pendapatan masyarakat desa Papungan, khususnya masyarakat pembudidaya ikan mujair.
PENYULUHAN DAN PENDAMPINGAN BUDAYA KERJA BAGI SISWA SMK MULIA KECAMATAN KENCONG KABUPATEN JEMBER Dwi Agustiyah Rosida; Tiurma Wiliana Susanti Panjaitan; Amelia Nirmalawati
ABDIMAS Vol 3 No 02 (2023): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

SMK Muhammadiyah 5 (SMK MULIA) merupakan salah satu SMK yang menjadi mitra kerja Prodi Agroindustri Fakultas Vokasi Untag Surabaya dalam Program Pendampingan SMK Pusat Keunggulan (SMK PK). Salah satu program yang diwujudkan dalam kemitraan ini adalah penyuluhan dan pendampingan budaya kerja kepada para siswa dengan metoda diskusi . Melalui diskusi ini diharapkan dapat menciptakan komunikasi dua arah sehingga bisa didapatkan umpan balik (feed back) yang maksimal. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penyuluhan dan pendampingan budaya kerja organisasi dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan siswa terhadap budaya kerja organisasi sehingga sebagai salah satu SMK Pusat keunggulan (SMK PK) diharapkan SMK ini dapat memenuhi tuntutan dunia kerja maupun dunia industri. serta dapat menjadi tempat rujukan bagi sekolah lain yang ada di sekitarnya.
PEMBUATAN TEH HERBAL DENGAN BAHAN BAKU DAUN GINSENG JAWA (Talinum paniculatum), ROSELLA (Hibiscus sabdariffa) DAN SERAI (Cymbopogon citratus) Fajriyah, Maulidatul; Nirmalawaty, Amelia; Rosida, Dwi Agustiyah; Panjaitan, Tiurma Wiliana Susanti
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 1 (2024): Jurnal Agroteksos April 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i1.1100

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesukaan panelis terhadap teh herbal berbahan baku daun ginseng jawa, rosella dan serai. Komposisi daun ginseng jawa, rosella dan serai yang digunakan adalah : P1 (Daun Ginseng Jawa 100% : Bunga Rosella 0% : Serai : 0%); P2 (Daun Ginseng Jawa 50% : Bunga Rosella 50% : Serai : 0%), P3 (Daun Ginseng Jawa 50% : Bunga Rosella 0% : Serai : 50%) dan P4 (Daun Ginseng Jawa 50% : Bunga Rosella 25% : Serai :25%). Pengujian dilakukan terhadap 40 orang panelis meliputi rasa, warna dan aroma menggunakan uji organoleptik skala hedonik 1-5 dengan kategori penilaian sangat suka (5), suka (4), cukup suka (3), tidak suka (2) dan sangat tidak suka (1). Data dianalisis dengan analisis variansi. Tingkat pengukuran data hasil uji organoleptik masih dalam bentuk ordinal, sehingga ditransformasikan ke interval dengan metode suksesif interval (MSI) sebelum dilakukan analisis variansi. Pengujian dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil) jika terdapat perbedaan. Hasil penelitian menunjukkan komposisi daun ginseng jawa, rosella dan serai berpengaruh sanyat nyata terhadap kesukaan panelis pada rasa, warna dan aroma teh herbal (p=0.000). Perlakuan yang paling disukai adalah perlakuan P4 untuk semua parameter (rasa, warna dan aroma).
PELATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PRODUKSI SAYUR BLENDI BAGI MASYARAKAT YUMISARI DI DESA MINGGIRSARI BLITAR MELALUI TEKNOLOGI TEPAT GUNA Rahayu Sihmawati, Rini; Maduwinarti, Ayun; Wiliana Susanti Panjaitan, Tiurma
ABDIMAS Vol 4 No 02 (2024): PENDIDIKAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v4i02.966

Abstract

Program Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pada UKM yang ada di desa Minggirsari Kabupaten Blitar yaitu tentang pengawetan produk sayur Blendi Yumisari. Desa Minggirsari merupakan salah satu desa di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar yang memiliki Sumber Daya Alam dan Sumber Daya Manusia yang cukup kreatif dalam berinovasi. Di sektor kuliner, Desa Minggirsari telah memproduksi Blendi ‘Yumi Sari’ yang merupakan olahan kacang panjang khas Minggirsari. Blendi merupakan sebutan sayur bagi masyarakat Blitar dengan rasa pedas dan sedikit kering (tidak berair) Kacang panjang yang dipakai untuk sayur blendi merupakan kacang panjang organik hasil dari tanaman Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sekar Sari. Blendi yang dibuat sebenarnya bukan hanya dari kacang panjang melainkan juga menggunakan bahan lain seperti nangka muda maupun sayur-sayuran lainnya. Sayur blendi ini seringkali di cari oleh para perantauan orang Blitar , sehingga sering sekali disebut makanan kangen Blitar. Sayur blendi oleh masyarakat Blitar masih diolah secara tradisional, sehingga tidak bisa diproduksi dalam jumlah yang banyak karena terkendala dalam hal pengawetan.Kemasan sayur blendi di UKM ini biasanya menggunakan besek kecil yang menambah kekhasan sayur blendi tersebut. Kendala utama dalam produksi sayur blendi ini apabila dibuat dalam jumlah yang banyak adalah masalah pengawetannya. Solusi yang ditawarkan dan disepakati bersama dengan mitra yaitu pengadaan mesin vacuum sealer dan oven listrik. Hasil dari pengabdian kepada masyarakat ini berupa introdusir teknologi tepat guna sederhana berupa oven listrik dan pengemas vacuum sealer serta pelatihan penggunaannya untuk pengemasan sayur blendi.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN BUDIDAYA SAYURAN HIDROPONIK BAGI IBU-IBU PKK RT 02/RW 01 KELURAHAN TENGGILIS MEJOYO KOTA SURABAYA Nirmalawaty, Amelia; Wiliana Susanti Panjaitan, Tiurma; Agustiyah Rosida, Dwi
ABDIMAS Vol 3 No 06 (2023): PENDIDIKAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Warga di daerah perkotaan, seperti kota Surabaya seringkali mengalami kesulitan bila ingin melakukan penghijauan di sekitarnya. Hal ini disebabkan sempitnya lahan pekarangan yang dimiliki bahkan pada beberapa lokasi tidak memiliki lahan pekarangan. Salah satu upaya pemanfaatan lahan adalah budidaya tanaman dengan metode hidroponik. Ibu-ibu PKK RT 02/RW 01 Kelurahan Tenggilis Mejoyo Kota Surabaya pernah mendapat pelatihan budidaya sayuran hidroponik metode NFT yang merupakan salah satu program unggulan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dalam memasyarakatkan urban farming, namun penerapan hasil pelatihan kurang optimal akibat luas lahan pekarangan warga terbatas dan pemahaman budidaya sayuran hidroponik sangat kurang, khususnya dalam melakukan pembibitan tanaman dan pengukuran konsentrasi larutan nutrisi, oleh karena itu diperlukan kegiatan pelatihan dan pendampingan lanjutan. Hasil pelatihan dan pendampingan budidaya sayuran hidroponik yang dilakukan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu-Ibu PKK RT 02/RW 01 Kelurahan Tenggilis Mejoyo sehingga bantuan dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang dihibahkan kepada warga RT02/RW01 dapat dimanfaatkan secara optimal serta dapat mengoptimalkan pemanfaatan lahan berem untuk pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat.
PENYULUHAN TENTANG JAMINAN KEAMANAN PANGAN SERTA ZAT ADITIF PANGAN PADA SISWA SMKN I TULUNGAGUNG Rahayu Sihmawati, Rini; Panjaitan, Tiurma Wiliana Susanti; Rosida, Dwi Agustiyah; Wardah
ABDIMAS Vol 4 No 03 (2024): PENDIDIKAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v4i03.1578

Abstract

Ketersediaan pangan meningkat seiring dengan meningkatnya permintaan kebutuhan pangan. Sehubungan dengan hal tersebut, tuntutan konsumen terhadap pangan yang sehat dan aman dikonsumsi juga turut meningkat. SMKN 1 Tulungagung memiliki Konsentrasi Keahlian pada lingkup Pertanian, dua diantaranya adalah Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian dan Pengawasan Mutu Hasil Pertanian, yang menekankan kepada upaya pengolahan hasil pertanian maupun pengawasan mutu hasil pertanian, sehingga siswa siswi diharapkan menguasai pengetahuan tentang jaminan keamanan pangan serta bahan aditif pangan yang dijinkan sesuai standart keamanan pangan. Mengingat pentingnya pengetahuan tersebut, maka pihak sekolah merasa perlu untuk menambah wawasan siswa siswi dengan memberikan penyuluhan terkait jaminan keamanan pangan ini, selain pengetahuan didapatkan di kelas yang diberikan oleh guru sesuai kurikulum yang telah ditentukan. Kegiatan penyuluhan tentang Jaminan Keamanan Pangan dan Zat Aditif Pangan bagi siswa siswi kelas XII SMKN 1 Tulungagung dapat meningkatkan pemahaman dan wawasan siswa siswi tentang pentingnya jaminan keamanan pangan serta bahan tambahan pangan sebagai bekal siswa siswi untuk terjun dalam bidang industri pengolahan pangan sesuai kompetensi/keahliannya.
RESPON KESUKAAN PANELIS TERHADAP COOKIES DENGAN SUBSITUSI TEPUNG BIJI ALPUKAT (Persea americana mill) dan PENAMBAHAN BUBUK KAYU MANIS (Cinnamomun burmanni) Hasbiyah, Hasbiyah; Wulandari, Anita; Susanti P, Tiurma Wiliana; Rosida, Dwi Agustiyah
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 34 No 3 (2024): Jurnal Agroteksos Desember 2024
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v34i3.1221

Abstract

Avocado seeds have not been optimally utilized, despite containing a significant amount of starch, approximately 80.1%. This makes avocado seeds a potential alternative starch source ready to be processed into various products, such as cookies. However, the limitation of avocado seed flour lies in its slightly musty aroma, necessitating the addition of flavor enhancers like cinnamon. This study aimed to determine the panelists' preference for cookies with wheat flour substituted by avocado seed flour (ASF) and the addition of cinnamon powder (CP) as a product diversification effort. The formulation of wheat flour substitution with ASF and the addition of CP, comprising F0 (no substitution and addition), F1 (15% ASF substitution + 2% CP), F2 (20% ASF substitution + 3% CP), and F3 (25% ASF substitution + 4% CP). Cookies were evaluated by 30 panelists based on color, aroma, taste and texture using an organoleptic test five-point Likert scale (strongly like, like, somewhat like, dislike, strongly dislike). Results indicated that for the color parameter, F1 (56.7%) was the most preferred treatment by most panelists. For aroma, taste, and texture parameters, treatment F2 was the most preferred by the majority of panelists, with 46.7% liking the aroma, 50% liking the taste, and 63.3% liking the texture.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PENERAPAN PERTANIAN ORGANIK DI ASMAN TOGA DAN AKUPRESUR CLITORIA TERNATEA DESA WAGE – KABUPATEN SIDOARJO Nirmalawaty, Amelia; Panjaitan, Tiurma Wiliana Susanti; Pitaloka, Ayu Anggraeni Cahya; Rizaldy, Moch. Oktananda
ABDIMAS Vol 4 No 05 (2024): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v4i05.1766

Abstract

Kelompok Asuhan Mandiri Tanaman Obat Keluarga (ASMAN TOGA) dan akupresur merupakan kelompok masyarakat yang berupaya memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat serta mencegah dan mengatasi gangguan kesehatan ringan melalui pemanfaatan Toga dan akupresur. Kebun toga di Desa Wage tersebar di ketujuhbelas RW yang ada, namun kondisi kebun TOGA kurang terawat dan terdapat banyak gulma yang dapat menghambat pertumbuhan dan produksi tanaman karena keterbatasan dana pemeliharaan tanaman yaitu tingginya biaya pengadaan pupuk dan pestisida kimia yang selama ini digunakan. Disisi lain, keberadaan gulma akan menurunkan produksi biomassa dan kandungan metabolit sekundernya sehingga dapat menurunkan kualitas dari minuman herbal yang akan diproduksi. Saat ini, kelompok Asman Toga ini masih menerapkan budidaya tanaman secara kimiawi dalam memelihara tanaman obat di masing-masing kebun toga setiap RW. Penerapan budidaya tanaman berpengaruh terhadap produksi biomassa dan kandungan metabolit sekunder tanaman serta rentan terhadap akumulasi logam berat yang berasal dari penggunaan pupuk, pestisida maupun herbisida kimia yang berlebihan. Guna mengatasi kondisi tersebut perlu dilakukan pelatihan dan pendampingan budidaya secara organic yang ramah lingkungan, seperti probiotik, pupuk organic cair dan biosaka serta pengaplikasiannya pada kebun toga di masing-masing RW perlu dilakukan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa baik pengurus maupun anggota kelompok Asman Toga dan Akupresur Ciltoria Ternatea Desa Wage sangat antusias mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh tim Pelaksana PKM dari Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya dan telah mampu mengaplikasikan IPTEK yang dialihteknologikan. Pengurus kelompok mitra akan terus melakukan pendampingan dan monitoring penerapan IPTEK yang diberikan sebagai wujud keberlangsungan penerapan pertanian organic pada tanaman herbal.
Herbal Jelly Candy Mengkudu and Red Ginger Extract, Physicochemical and Organoleptic Properties Reviews Vera Amanda Putri; Richardus Widodo; Tiurma Wiliana Susanti Panjaitan; Dwi Agustiyah Rosida
Agricultural Science Vol. 8 No. 2 (2025): March
Publisher : Faculty of Agriculture, Merdeka University Surabaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55173/agriscience.v8i2.162

Abstract

Noni is a fruit that contains important nutrients such as vitamins A, C, niacin, and thiamine. Red ginger contains important compounds such as zingiberon, zingiberin, and zingibetol. Noni and red ginger can be used as jelly candy products. Jelly candy is a soft-textured confectionery that people love and is processed with the addition of hydrocolloid ingredients. This study aims to determine the effect of the combination of noni juice and red ginger on jelly candy's physicochemical and organoleptic properties. The design used was a one-factor Complete Random Design (RAL) with a comparison of noni juice and red ginger, namely P1 95:5, P2 90:10, P3 85:15, P4 80:20, P5 75:25. The results showed that the combination of noni juice and red ginger juice in jelly candy products did not have a real effect on the level of chewiness of the product. The combination of noni juice and red ginger juice in jelly candy has a very real effect on the product's moisture content and ash content, where the moisture content will increase as the concentration of noni juice increases and the concentration of red ginger juice decreases. In contrast, the ash content will increase as the red ginger juice concentration increases and the noni juice concentration decreases. The combination of noni juice and red ginger juice in jelly candy did not have a real effect on the level of color and aroma preference, but had a real effect on the level of taste and chewiness, where P4 was the most preferred by the panelists.
PENINGKATAN KUALITAS SIMPLISIA TANAMAN HERBAL DI ASMAN TOGA DAN AKUPRESUR CLITORIA TERNATEA DESA WAGE-KABUPATEN SIDOARJO Panjaitan, Tiurma Wiliana Susanti; Nirmalawaty, Amelia; Rosida, Dwi Agustiyah; Wulandari, Anita
ABDIMAS Vol 5 No 04 (2025): PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : COMMUNITY OF RESEARCH LABORATORY SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69957/abdimass.v4i06.2097

Abstract

Desa Wage memiliki Asman Toga dan Akupresur Clitoria Ternatea yang cukup berkembang dengan salah satu keunggulan Asman Toga ini adalah telah menerapkan system budidaya organik melalui pengaplikasian probiotik dan biosaka disamping aneka ragam olahan tanaman herbal. Proses pembuatan awetan kering (simplisia) tanaman herbal yang dilakukan masih dilakukan secara manual, yaitu menjemur simplisia di bawah paparan sinar matahari secara langsung yang memakan waktu relative lama, yaitu 3-7 hari. Akibatnya simplisia yang dihasilkan tidak higienis dan dapat menyebabkan terjadi penurunan kadar antioksidan. Solusi dari permasalahan ini adalah penggunaan alat pengering listrik bersuhu sedang yaitu Food dehydrator. Kelebihan dari alat ini adalah suhu pengeringan yang stabil dan memerlukan waktu 4 – 6 jam untuk menghasilkan simplisia dengan kadar air ± 10% serta mempertahankan kadar metabolit sekunder dalam tanaman toga/herbal yang sangat dibutuhkan sebagai obat keluarga. Pelatihan dan pendampingan tata cara pembuatan simplisia daun dan bunga dilakukan pada pengurus Asman Toga dan Akupresur Clitoria Ternatea di tingkat Desa dan 2 orang perwakilan anggota setiap RW. Setelah pelatihan, rata-rata pemahaman peserta tentang pengertian, proses pembuatan simplisia, penyimpanan simplisia dan operasional alat food dehydrator rata-rata meningkat 75%. Seluruh peserta pelatihan sangat antusias mengikuti pelatihan dan pendampingan dari tim PKM dan telah mampu menghasilkan sinplisia tanaman herbal dengan kadar air rata-rata10%.