Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Jurnal Jatiswara

Tindak Pidana Dunia Maya Berupa Virus Dan Trojan Horse Menurut UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE Marco Orias
Jatiswara Vol 34 No 1 (2019): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.542 KB) | DOI: 10.29303/jatiswara.v34i1.186

Abstract

Kejahatan dunia maya atau kejahatan di dunia maya memiliki banyak bentuk,peretasan adalah kejahatan pertama, juga dilihat dari aspek teknis, peretasan memiliki kelebihan , pertama orang yang melakukan peretasan harus bisa melakukan bentuk lain cybercrime dengan kemampuan masuk ke sistem computer dan kemudian merusak sistem itu. Kedua, secara teknis kualitas hasil peretasan dari peretasan itu lebih serius jika dibandingkan dengan bentuk-bentuk cybercrime lainnya, seperti Virus dan Trojan Horse.Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana suatu pengaturan kejahatan Virus dan Trojan Horse dan bagaimana penegakan hukum yang menangani kejahatan Virus dan Trojan Horse.Pendekatan penelitian menggunakan yuridis normatif. Pendekatan ini mengarah pada hukum dan perilaku pelaku yang salah menggunakan teknologi dan informasi sebagai dukungan kongkrit untuk memperkuat analisis yuridis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penegak hukum dalam menangani kejahatan Virus dan Trojan Horse yang dilakukan selama ini masih sangat minim. Hal ini menyebabkan banyak hambatan yang ditemukan oleh penegak hukum, hambatan hukum yang ada, kendala penyelidikan ,dan perlawanan masyarakat itu sendiri.Yang paling penting adalah verifikasi sistem untuk mengatasi kejahatan Virus dan Trojan Horse melalui perbaikan atau revisi baru hukum yang ada, apakah UU No.11 Tahun 2008 dan Peraturan lain yang terkait dengan Kejahatan Virus dan Trojan Horse.
Linguistic Forensic Analysis On Car Rental Agreement At Private Car Rental Agency Orias, Marco; Kurniawan Zaenal, Hery
JATISWARA Vol. 39 No. 1 (2024): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jtsw.v39i1.591

Abstract

Linguistic forensics can be seen as an applied linguistic science because forensic linguistics uses the application of language analysis that can include phonetics, phonology, lexigramatika, semantic discourse, and other linguistic elements for the benefit of legal processes. In its increasingly dynamic development, language analysis in forensic linguistics has a unique dimension that requires special study. This research aims to discuss aspects in the dimension of language analysis used for forensic linguistics with the main variety of writing. The discussion of the variety is associated with the language used in the lease agreement as well as the context implied in it. The discussion is also enriched with references to several studies to display the potential that can be explored more deeply. The method used in this study is the qualitative descriptive method because this research focuses on the dimensions of language analysis that are typical in forensic linguistics i.e. comparative dimension, differentiator, and gauge. It is expected that this article can contribute insight into the development of forensic linguistics research.
Tindak Pidana Dunia Maya Berupa Virus Dan Trojan Horse Menurut UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE Orias, Marco
JATISWARA Vol. 34 No. 1 (2019): Jatiswara
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jtsw.v34i1.186

Abstract

Kejahatan dunia maya atau kejahatan di dunia maya memiliki banyak bentuk,peretasan adalah kejahatan pertama, juga dilihat dari aspek teknis, peretasan memiliki kelebihan , pertama orang yang melakukan peretasan harus bisa melakukan bentuk lain cybercrime dengan kemampuan masuk ke sistem computer dan kemudian merusak sistem itu. Kedua, secara teknis kualitas hasil peretasan dari peretasan itu lebih serius jika dibandingkan dengan bentuk-bentuk cybercrime lainnya, seperti Virus dan Trojan Horse.Adapun yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana suatu pengaturan kejahatan Virus dan Trojan Horse dan bagaimana penegakan hukum yang menangani kejahatan Virus dan Trojan Horse.Pendekatan penelitian menggunakan yuridis normatif. Pendekatan ini mengarah pada hukum dan perilaku pelaku yang salah menggunakan teknologi dan informasi sebagai dukungan kongkrit untuk memperkuat analisis yuridis tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penegak hukum dalam menangani kejahatan Virus dan Trojan Horse yang dilakukan selama ini masih sangat minim. Hal ini menyebabkan banyak hambatan yang ditemukan oleh penegak hukum, hambatan hukum yang ada, kendala penyelidikan ,dan perlawanan masyarakat itu sendiri.Yang paling penting adalah verifikasi sistem untuk mengatasi kejahatan Virus dan Trojan Horse melalui perbaikan atau revisi baru hukum yang ada, apakah UU No.11 Tahun 2008 dan Peraturan lain yang terkait dengan Kejahatan Virus dan Trojan Horse.