Muhamad Akip
STAI Bumi Silampari

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Akhlak Guru Terhadap Murid Dalam Proses Pendidikan di Era Milenial Perspektif Imam Ghazali Muhamad Akip
El-Ghiroh : Jurnal Studi Keislaman Vol 18 No 2 (2020): September 2020
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/el-ghiroh.v18i2.242

Abstract

This study aims to describe and analyze the morals of teachers towards students in the educational process in the millennial era, the perspective of the ghazali imam in the book Ihya 'Ulumuddin, teachers are a noble profession so that people who become teachers are emulated by each student and teachers must have ethics towards their students (1) Shows the nature of affection for students. and treat him like his own son. (2) The teacher must carry out what has been conveyed to the student. (3) Teachers are not allowed to ask for favors or compensation from students (4) Giving knowledge systematically (5) Teachers are not allowed to rebuke their students (6) A teacher is responsible for one of the subjects. (7) The teacher must explain the lesson according to the understanding of the student. (8) Students who are slow in understanding lessons, should be given clear lessons or (remedial) so that patiently they will receive blessings and ta'zim their teachers. The concept of education put forward by Imam Ghozali is still very relevant to the laws that apply in this millennial era and serves as a bridge between the concept of Imam Ghozali and the Law which in the application process is not in accordance with the concept or law because of the moral position above science and knowledge. the average knowledgeable person can be seen from the morals of both fellow humans and other God's creations.
Konsep Pendidikan Akhlak Perspektif Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah Dan Bisri Mustofa Muhamad Akip; Ahmad Taufik
El-Ghiroh : Jurnal Studi Keislaman Vol 19 No 1 (2021): Maret 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/el-ghiroh.v19i1.278

Abstract

Islamic education is a human need as a pedagogical creature with the potential to be a caliph on earth. The method used in this paper is descriptive qualitative to describe the Moral Perspective education of Ibnu Qoyyim Al Jauziyyah and Bisri Mustofa and its current relevance. Various facts of Islamic education are not like training that will produce specialists but the process of education to form and direct a good person through habituation. The purpose of education in the view of Ibnu Qayyim tarbiyah is to maintain the purity or purity of human nature. Education given by Ibnu Qayyim and Bisri Mustofa is relevant until now it can restore the meaning of education as tarbiyah, ta'lim, ta'dib and tazkiya in line with Bisri Mustofa, namely nguwonke or humanize humans because in essence the highest knowledge is Morals.
Pola Dasar Penanaman Pendidikan Karakter Pada Anak Di Dalam Keluarga Azwar Rahmat; Muhamad Akip; Moch Iqbal
Jurnal Hawa : Studi Pengarus Utamaan Gender dan Anak Vol 3, No 2 (2021): Desember
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/hawapsga.v3i2.5859

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penanaman pendidikan sosial pada anak di dalam keluarga. Karena pendidikan sosial sangat berkaitan dengan pendidikan karakter maka penelitian ini akan membahas  (1) Bagaimana konsep pendekatan pendidikan karakter dalam keluarga. (2) Bentuk pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan dalam keluarga. (3) Untuk mengidentifikasi apa saja yang menjadi faktor penghambat yang dialami keluarga (orang tua) dalam penanaman pendidikan karakter pada anak. Jenis penelitian menggunakan studi lapangan, pengumupulan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian ini dilaksanakan di Dusun di Desa Tambangan Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba tahun 2020. Data penelitian dianalisis menggunakan analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsep pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan di dalam keluarga yaitu: pengajaran agama  yang  menekankan  pada  pembentukan  ahklak,  pengajaran  nilai-nilai  lokal, hidup dalam kesederhanaan  (tallasa kamase-mase), karakter anak sebagai salah satu penilain cerminan keluarga   dan  pengajaran langsung orang tua sebagai teladan. (2) Bentuk pendekatan pendidikan karakter yang diterapkan dalam keluarga yaitu, Kejujuran, Keteladanan, Kedisiplinan, Kesopanan. MendukungKegiatan Anak dan Cinta Anak-Anak (3) Penghambat pendidikan karakter, faktor internal yaitu keluarga dan faktor bawaan dan faktor eksternal  Lingkungan,  teman sebaya dan media masa.
Pengembangan Program Pembinaan Baca Tulis Al-Qur’an Bagi Mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Uin Raden Fatah Palembang Baldi Anggara; Farhil Huda; Muhamad Akip; Uswatun Hasanah
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 12, No 04 (2023): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v12i04.5346

Abstract

Kemampuan mahasiswa dalam membaca dan menulis al-Quran ditingkat FITK khususnya hasilnya belum memuaskan. Dalam Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) ditetapkan bahwa kualifikasi lulusan FITK sesuai Rumusan Capaian Pembelajaran (Learning Outcomes) mahasiswa wajib memiliki keterampilan umum di antaranya, yaitu mampu membaca dan menulis al-Qur’an dengan baik dan benar. Mahasiswa dapat membaca al-Qur,an dengan baik dan benar, kedua mahasiswa diharapkan dapat menulis al-Qur,an dengan baik dan benar. Penelitian yang digunakan adalah pengembangan program pengajaran. Model pengembangan yang dipakai model desain Research and Development (R&D). Dalam penelitian ini tujuh tahap yaitu penelitian dan pengumpulan informasi awal, perencanaan, pengembangan format produk awal, uji coba awal, revisi produk, uji lapangan, dan revisi produk akhir. Prosedur pengembangan mengembangkan produk dan memvalidasi produk. Hal ini dibukti dengan masih banyaknya mahasiswa ketika membaca dan menulis al-Quran masih belum lancar dan fasih serta menulis belum baik dan benar. Ketidaklancaran itu nampak ketika mahasiswa di uji dalam membaca al-Quran masih terbata-bata. Bahkan kekurangfasihan mahasiswa dalam melafalkan huruf-huruf al-Quran terlihat pada sulitnya mereka mengucapkan dengan fasih sesuai dengan kaidah ilmu tajwid atau tata cara membaca al-Quran. Menghasilkan program pembinaan baca tulis Al-Qur’an bagi mahasiswa di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Raden Fatah Palembang. Menghasilkan produk berupa buku kurikulum BTA, buku pedoman BTA mahasiswa, dan buku pedoman BTA dosen.
Internalisasi Budaya Religius Dalam Kegiatan Keagamaan Di MI Nur Riska Kota Lubuklinggau Sujarwo, Sujarwo; Akip, Muhamad; Hamidi, Ahmad; Mukhlas, Mukhlas
Edification Journal : Pendidikan Agama Islam Vol 5 No 2 (2023): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/ej.v5i2.469

Abstract

The purpose of this study is to determine the internalization of values, supporting and inhibiting factors as well as the contribution of internalization of religious culture through religious activities at MI Nur Riska Lubuklinggau. The approach in this study is qualitative with a type of case study research. Data collection techniques using observation, interview, and documentation methods. The results in the study suggest the internalization of religious cultural values in MI Nur Riska Lubuklingau through religious activities in accordance with expectations even though there are many cultural obstacles to globalization, the influence of friends and religious education from parents in addition to obstacles for supporters, namely support from parents and all teachers at MI Nur Riska Lubuklinggau, as well as the presence of students who are able to carry out Dhuha Prayers, Dzuhur and being a priest to his family and can be an example for other learners, and influence attitudes and traits can even increase emotional and spiritual intelligence.
Pengaruh Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas Vii Pada Mata Pelajaran PAI Di SMP-IT Nur Riska Lubukinggau Anggraini, Sela; Akip, Muhamad; Azman, Zainal
Edification Journal : Pendidikan Agama Islam Vol. 6 No. 2 (2024): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/ej.v6i2.605

Abstract

In this study entitled "The Effect of Learning Motivation on Learning Outcomes of Class VII Students in PAI Subjects at SMP-IT Nur Riska Lubukinggau". The formulation of the problem posed is How Learning Motivation Against Student Learning Outcomes in Class VII SMP-IT Nur Riska Lubuklinggau. What are the Learning Outcomes of Grade VII SMP-IT Nur Riska Lubuklinggau. Is there an influence of learning motivation on student learning outcomes in Islamic religious education subjects at SMP-IT Nur Riska Lubuklinggau. This type of research is a non-experimental quantitative study, taking the background of SMP-IT Nur Riska Lubuklinggau as the sample in this study. Data collection techniques were carried out by observation, interviews, questionnaires, and documentation. Data analysis was carried out by selecting and compiling the data obtained then processed and analyzed so that conclusions could be drawn, first after determining the placement of high, medium and low categories on learning motivation in class VII SMP-IT Nur Riska Lubuklinggau, that the high group consisted of 2 respondents with a percentage of 14.00%, the medium group consisted of 10 respondents with a percentage of 72.00%, while the low group consisted of 2 respondents with a percentage of 14.00%. Second, the high group has the highest percentage, namely 64.00% or about 9 respondents, the middle group has the second percentage, namely 22.00% or about 3 respondents, while the low group occupies the third percentage, namely 14.00% or about 2 respondents. . Thus it can be seen that the student learning outcomes in class VII SMP-IT Nur Riska Lubuklinggau, this means that the alternative hypothesis is accepted while the null hypothesis is rejected, with the result being t count (0.750) > t table (0.532).
Pendidikan Islam Sebagai Subsistem Pendidikan Nasional Akip, Muhamad; Rahmat, Azwar
El-Ghiroh : Jurnal Studi Keislaman Vol 20 No 01 (2022): Maret
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/el-ghiroh.v20i01.335

Abstract

This study was conducted to determine the subsystem of Islamic education in National Education, with the aim of looking at the existence and the basis of education for the implementation and recognition of Islamic education as a sub-system of national education which is assumed to be a product of dichotomy and discrimination. This type of research is a literature study with a qualitative description by analyzing and interpreting the data. Islamic education has the right to gain legitimacy to develop in meeting the educational needs of Muslims who are the majority in Indonesia and the State's appreciation of Islamic education that has been going on since the birth of Islam such as kuttab, halaqah, suffah, and madrasah, through Law No. 2 of 1989 and Law No. 20 of 2003, namely for the first time Islamic education became a national education subsystem and as a solution in responding to the challenges of the times and answering the problem of discrimination and the dichotomy between education under the auspices of the Ministry of Religion and the Ministry of Education and Culture although until now Islamic education is still feeling it, such as the refusal of ASN to PGMI Alumni at the Ministry of Education and Culture while PGSD Alumni can walk under the auspices of the Ministry of Religion.
NILAI AKHLAK DALAM PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF IBNU MISKAWAIH mukhlas, mukhlas; Akip, Muhamad
TA'LIM : Jurnal Studi Pendidikan Islam Vol 7 No 1 (2024): January
Publisher : Program Studi Pendidikan Agama Islam Fakultas Agama Islam Universitas Islam Darul 'Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/talim.v7i1.5376

Abstract

Abstrak. Pendidikan akhlak merupakan hal yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia dalam bermasyarakat. Sebab jatuh bangunnya seorang manusia itu tergantung pada akhlaknya. Apabia akhlaknya baik, maka sejahteralah lahir dan batinnya. Tujuan Penelitian untuk mengetahui nilai akhlak dalam penyelenggaraan pendidikan Islam Perspektif Ibnu Miskawaih yang hingga saat ini masir relevan digunakan pada lembaga pendidikan baik umum maupun agama. Metode dalam penelitian Library Research melalui pengeumpulan literature yang berkaitan tentang akhlak Ibnu Miskawaih yang meliputi karya pribadinya (Pustaka Primer), monografi, dan tulisan-tulisan khusus yang berkaitan dengan Ibnu Miskawaih (Pustaka Sekunder). pendekatan yang digunakan (1) Pendekatan Filosofis, (2) Pendekatan Holistik, (3) Sufistik metode pengolahan dan analisis data yang bersifat kualitatif dan diinterprestasikan ke dalam konsep yang bisa mendukung sasaran dan objek pembahasan Deduktif, Induktif dan komparatif. Hasil penelitian mengenai nilai akhlak dalam penyelenggaraan pendidikan Islam Perspektif Ibnu Miskawaih adalah Nilai pendidikan akhlak yang ditawarkan Ibn Miskawaih konsep manusia dan akhlak yang mana manusia memiliki daya bernafsu (an-nafs al-Bahimmiyyat) sebagai daya terendah, daya berani (an-nafs as- Sabu'iyyat) sebagai daya pertengahan, dan daya berpikir (an-nafs an- Nathiqat) sebagai daya tertinggi. melalui Pertama penyelenggaraan pendidikan Islam akan menghasilkan sikap batin yang mampu mendorong untuk melahirkan perbuatan yang bernilai baik, sehingga mampu memperoleh kebahagiaan yang sejati. Kedua, metode pendidikan akhlak. Ibn Miskawaih memiliki beberapa metode untuk mencapai akhlak yang baik, terus belajar dan menahan diri (al-'adat wa al-jihad) untuk mendapatkan akhlak sebagai keutamaan jiwa. Ketiga, materi pendidikan akhlak adalah perkara yang menjadi kebutuhan Jasmani dan rohani seperti shalat dan puasa serta perkara yang berhubungan dengan makhluk (pernikahan,saling mengingatkan dan). Keempat, lingkungan pendidikan akhlak dimulai dari rumah, sekolah dan lingkungan yang harus bekerja sama. Lingkungan ini secara akumulatif bepengaruh terhadap terciptanya lingkungan peelajar. Konsep Ibn Miskawaih ini telah ada dan diaplikasikan pada abad kesepuluh tersurat dalam karyanya Tahzib al-Akhlak yang selalu aktual dan dan tidak akan pernah musna dengan kemajuan zaman.Dalam penyelenggaraan pendidikan Islam pendidikan akhlak sangat diutamakan dan menentukan keberkahan dan keberhasilan, untuk berkemauan yang sungguh-sungguh untuk berlatih secara berkesinambungan dan menahan diri dari pebuatan tercela yang diajarkan dalam proses penyelenggaraan pendidikan Islam baik formal,nonformal maupun informal yang memiliki nilai Pertama kemauan yang tinggi (Terus Belajar meskipun Telah Pandai) kedua, menjadikan semua pengalaman sebagai pengetahuan serta orang lain sebagai cermin untuk tercapainya akhlak yang baik (akhlaqul karimah).
Peran Guru dalam Inovasi Pendidikan Anak Usia Dini Membangun Masa Depan Berkualitas Hidupi, Dasa Wisra; Zohro, Nailul Padhil; Akip, Muhamad
Bouseik: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 2 No. 2 (2024): November
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/bouseik.v2i2.836

Abstract

Inovasi dalam pendidikan melibatkan konsep-konsep seperti perubahan, pembaharuan, dan cara kerja baru untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan penelitian ini adalah peran guru dalam menciptakan inovasi pendidikan anak usia dini dapat berkontribusi dalam membangun masa depan yang berkualitas bagi generasi yang akan datang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru dalam menerapkan inovasi pendidikan untuk meningkatkan kualitas pendidikan sangat ditekankan. Guru tidak hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai fasilitator, penggerak transformasi, dan elemen kunci dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dan berkualitas. Guru berkontribusi dalam menghadirkan inovasi dalam proses pembelajaran melalui pemilihan model pembelajaran yang sesuai, yang memengaruhi pencapaian hasil belajar siswa. Guru memiliki tanggung jawab dalam menghadirkan inovasi dalam pendidikan inklusif, mengurangi penggunaan layar pada anak usia dini, dan menggalakkan aktivitas fisik dalam pendidikan. Peran guru dalam menerapkan inovasi pendidikan sebagai fasilitator, katalisator perubahan, dan penggerak transformasi menunjukkan betapa vitalnya peran guru dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang inovatif dalam masyarakat melalui inovasi pendidikan. Guru memiliki peran dalam meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperhatikan kebutuhan dan kepentingan siswa.
Keterkaitan Antara Pendidikan Agama Islam Dengan Pemahaman Konsep Kesehatan Mental Siswa Akip, Muhamad; Yunus, Muhammad; Sujarwo, Sujarwo
Edification Journal : Pendidikan Agama Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/ej.v7i2.997

Abstract

The purpose of the research is to determine the relationship between Islamic religious education and the concept of student mental health. The research method used in literature study is a qualitative approach. The results of this study show that Islamic Religious Education (PAI) has a significant contribution to students' mental health by introducing religious values that can strengthen their mental and emotional resilience. (1) Emotion Management through Islamic Values (spiritual), patience (patience), gratitude (gratitude), tawakal (surrender to Allah), ikhlas (sincerity), and tazkiyatun nafs (purification of the soul), are very effective in helping students manage emotions (2) The practice of worship as a means of relieving stress such as prayer, dhikr, and prayer has a significant calming effect on the soul. Through worship, students can relieve stress, improve mental well-being, and gain inner peace (3) Islamic Education as a Pillar of Mental Well-being that not only emphasizes the importance of religious understanding, but also teaches about mental health management through positive character development.