Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Nasabah Kredit Pada Bank BJB KCP Gedebage Ai Nunung; Dian Candra Fatihah; Euis Hernawati; Fadhia Azka Savvana
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 2 (2023): Regular Issue
Publisher : UniSadhuGuna Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i2.176

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah kredit pada Bank BJB KCP Gedebage. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif verifikatif dengan pendekatan kuantitatif serta pengumpulan data melalui studi lapangan, kuesioner, dan studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh nilai koefisienkorelasi sebesar 0,828 yang menyatakan bahwa kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah kredit Bank BJB dikategorikan sangat kuat karena berada pada rentang 0,80 – 1,000. Hasil uji hipotesis t menunjukkan besarnya t hitung terhadap t tabel (9,888 > 0,288) yang berarti terdapat pengaruh antara kualitas pelayanan terhadap kepuasan nasabah kredit pada Bank BJB KCPGedebage. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi diperoleh R square sebesar 68,5% memiliki arti bahwa kepuasan nasabah kredit pada Bank BJB KCP Gedebage dipengaruhi oleh kualitas pelayanan sebesar 68,5%. Hambatan yang terjadi adalah kurangnya sosialisasi dari pihak Bank mengenai produk kredit sehingga kurangnya informasi yang didapat oleh debitur. Serta pelayanan yang diberikan Bank kurang cepat dan efisien mengenai permintaan nasabah. Solusi yang disarankan adalah sudah seharusnya karyawan Bank mempelajari serta memahami produk yang tersedia, agar nasabah mendapatkan informasi secaralengkap dan jelas. Serta karyawan Bank harus sering mengikuti pelatihan-pelatihan seperti pelatihan pelayanan prima, agar dapatmemberikan pelayanan yang terbaik kepada nasabah.
Corruption in the digital bureaucratic service system (media studies in disclosure of corruption cases) Ai Nunung; Latifah Latifah; Dian Candra Fatihah
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 4 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020243639

Abstract

Corruption still occurs even though the bureaucracy has transformed into a digital service system. Lately, the trend has become more rampant, involving all elements of service from the central to the regions, from high-ranking officials to field officers. Digitalization, which was initially implemented as a formula for preventing corruption, still opens wide gaps to be penetrated. The digital system that has been implemented has not been effective in preventing and eliminating the corrupt mentality of service delivery personnel. The digital era, which should be a moment of clean, open and responsible bureaucratic change, still has a long way to go. Based on that fact, this study aims to determine digitalization in bureaucratic services in preventing corruption. The method used in this study is descriptive qualitative, with media analysis studies to obtain data spread across three credible national online media networks. The results of the study show that corruption cases are still rife even though bureaucratic services have been transformed into a digital service system. In the implementation of the bureaucratic system, the media plays a very vital role as part of enforcing corruption laws and encouraging service personnel to act in a manner that is trustworthy, honest and responsible for their work.