Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Dan Motivasi Melalui Edukasi Kesehatan Tentang IVA Test Pada Agreget Komunitas Ibu Usia Reproduktif Yunita Liana; Herlina Herlina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 1 No. 6 (2023): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v1i6.193

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkontrol dan penyebaran sel yang abnormal. Penyebab kematian pada wanita terbesar adalah Ca Serviks. Pencegahan kanker serviks salah satunya dengan cara melakukan pemeriksaan IVA (IVA-test) pada bagian serviks, hal ini merupakan anjuran pemerintah dalam mengurangi kasus kanker. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan dan motivasi peserta yaitu ibu-ibu usia reproduktif tentang IVA-test. Bentuk kegiatan pengabdian masyarakat melalui edukasi kesehatan. Sasaran kegiatan adalah  ibu-ibu usia reproduktif yang berkunjung di Posyandu Kasih Ibu Desa Sumber Baru Kecamatan Mesuji Raya Kabupaten OKI. Waktu pelaksanaan tanggal 24 Mei 2023. Media yang digunakan adalah leafleat. Metode evaluasi meliputi; pretest dan posttest mengenai pengetahuan peserta tentang IVA-test. Instrument untuk evaluasi adalah kuisioner yang dibagikan sebelum dan setelah kegiatan edukasi kesehatan. Data hasil evaluasi pretest dan posttest dianalisis secara deskriptif. Kegiatan pengabdian masyarakat melalui edukasi kesehatan yang telah dilaksanakan berdampak positif terhadap pengetahuan dan motivasi tentang IVA-test pada ibu-ibu usia reproduktif  di Posyandu Kasih Ibu Desa Sumber Baru Kec Mesuji Raya Kabupaten OKI. Diharapkan perserta dapat lebih meningkatkan kesadaran dan motivasinya dapat melakukan pemeriksaan IVA.
EVALUASI PROGRAM INDONESIA SEHAT DENGAN PENDEKATAN KELUARGA (PIS-PK) PADA INDIKATOR TB PARU DI MASA PANDEMI COVID-19 PUSKESMAS MULTI WAHANA PALEMBANG TAHUN 2021 Swara Abdi N; Yunita Liana; Hamyatri Rawalilah; Nani Sari Murni
Jurnal Kesehatan Bina Husada Vol 14 No 01 (2022): Jurnal Kesehatan Bina Husada
Publisher : Stikes Bina Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pencapaian penilaian kinerja Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga di Puskesmas Multiwahana pada indikator penderita TB paru berobat sesuai standar pada tahun 2018 mencapai 8,3 %, tahun 2019 mencapai 21% dan pada tahun 2020 mencapai 18,99% dimana masih jauh dari total coverage. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi Pelaksanaan PIS-PK Pada Indikator TB Paru di Masa Pandemi Covid-19 Puskesmas Multiwahana Palembang. Desain penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan deksriptif. Lokasi penelitian di Puskesmas Multiwahana Palembang. Pengumpulan informasi dilakukan pada tanggal 29 Juni s.d 14 Juli 2021. Informasi dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Informan penelitian berjumlah 5 orang terdiri dari 1 informan kunci (key informan) dan 4 informan lainnya. Hasil penelitian menunjukan bahwa kebijakan telah didasarkan pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 39 tahun 2016 tentang pelaksanaan PIS-PK, SDM sudah memadai, sarana dan prasarana telah memadai, namun roadmap sarana prasarana belum ada, sumber dana berasal dari BOK (Bantuan Operasional Kesehatan), kunjungan rumah telah dilakukan secara berkala, informasi dan edukasi sudah diberikan pada penderita pada saat kunjungan rumah dan pengobatan, skrinning sudah dilakukan, prosedur skrinning dan juknis belum ada, pengobatan telah dilakukan sesuai standar namun untuk sistem rujukan tidak ada, laporan kegiatan sudah dilakukan setiap bulan. Simpulan dari hasil penelitian ini adalah variable context sudah berjalan dengan baik, variable input dan proses masih terdapat kendala. Saran bagi Puskesmas agar pelaksanaan PIS-PK dijalankan walaupun pandemi Covid-19 sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19, SDM perlu dilakukan pelatihan, serta penambahan nakes yaitu perawat, sarana dan prasarana. Roadmap sarana dan prasarana agar dapat diperjelas. Prosedur skrinning dan juknis agar segera dibuat supaya lebih baik dan efisien dalam penjaringan, serta pencatatan dan pelaporan diharapkan adanya komunikasi dengan pemegang program agar tidak terlambat dalam membuat laporan.
Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keluarga dalam penggunaan obat tradisional sebagai swamedikasi di Desa Tuguharum Kecamatan Madang Raya Yunita Liana
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 4 No. 3 (2017): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v4i3.88

Abstract

Swamedikasi merupakan tindakan pemilihan dan penggunaan obat-obatan baik tradisional maupun modern. Adanya kecenderungan pola hidup kembali ke alam menyebabkan masyarakat memilih menggunakan obat alami yang diyakini tidak memiliki efek samping dan harga lebih terjangkau.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keluarga dalam penggunaan obat tradisional sebagai swamedikasi. Desain penelitian ini deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan di Desa Tugu Harum Kecamatan Madang Raya Kabupaten Ogan Komering Ulu, pada tanggal 27 Mei s.d 03 Juli 2017. Tekhnik pengambilan sampel purposive sampling,jumlah sampel 268. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner. Uji yang digunakan Uji Regresi Binnary Logistik. Hasil analisis univariat didapatkan sebagian besar responden menggunakan obat tradisional sebanyak 169 (63,1%), sebagian besar responden berpengetahuan baik sebanyak 142 (53%), sebagian besar responden percaya sebanyak 156 (58,2%), sebagian besar responden pendapatan tinggi sebanyak 151 (56,3%). Sebagian besar responden dekat dengan sarana kesehatan sebanyak 128 (68,4%). Hasil analisis multivariat didapatkan ada pengaruh pengetahuan terhadap penggunaan obat tradisional p value=0,000, ada pengaruh kepercayaan terhadap penggunaan obat tradisional p value =0,000, ada pengaruh jarak sarana kesehatan terhadap penggunaan obat tradisional p value=0,001, tidak ada pengaruh pendapatan terhadap penggunaan obat tradisional p value = 0,136. Faktor yang paling berpengaruh terhadap penggunaan obat tradisional adalah pengetahuan, kepercayaan dan jarak sarana kesehatan dengan nilai probabilitas 90,93%. Saran bagi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan mengenai gejala penyakit dan penggunaan obat tradisonal secara benar, bagi pelayanan kesehatan diharapkan memberikan informasi tentang obat tradisional yang telah teruji secara klinis sehingga obat yang digunakan efektif dan tidak memiliki efek yang membahayakan bagi tubuh.
Efektifitas pemberian ekstrak daun betadine (jatropha muitifida linn) terhadap ketebalan jaringan granulasi dan jarak tepi luka pada penyembuhan luka sayat tikus putih (rattus norvegicus) Yunita Liana; Yofa Anggriani Utama
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya Vol. 5 No. 3 (2018): Jurnal Kedokteran dan Kesehatan : Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universi
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32539/jkk.v5i3.103

Abstract

Luka adalah hilang atau rusaknya sebagian jaringan tubuh. Proses penyembuhan tidak hanya terbatas pada proses regenerasi yang bersifat lokal, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh oleh banyak faktor, salah satunya adalah jenis obatobatan. Penyembuhan luka adalah suatu bentuk proses usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi pada kulit. Salah satu tanaman yang berpotensi terhadap penyembuhan luka adalah tanaman betadine. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberian ekstrak daun betadine terhadap ketebalan jaringan granulasi dan jarak tepi luka sayat tikus putih (Rattus norvegicus). Desain penelitian studi eksperimental dengan menggunakan rancangan penelitian post test only control group design. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Biomedik Fakultas Teknik Kimia Politeknik Sriwijaya Palembang untuk pelaksanaan ekstraksi dan pembuatan salep ekstrak daun betadine, di Animal House Fakultas Kedokteran Unsri Palembang untuk pemeliharaan dan perlakuan pada tikus putih dan Laboratorium Patologi RSUP dr. Mohammad Hoesin Palembang untuk pemeriksaan jaringan kulit tikus putih. Jumlah sampel 30 tikus putih. Analisis statistik uji homogenitas antar kelompok dengan menggunakan levene test, Independent t-test, Uji One Way Anova untuk mengetahui jaringan granulasi dan jarak tepi luka dilanjutkan dengan uji post hoc multiple comparisons t-test games howel. Hasil uji statistik salep ekstrak daun betadine mempunyai efek yang sama dengan salep madecassol terhadap ketebalan jaringan granulasi dan jarak tepi luka pada luka sayat tikus putih. Dosis yang paling efektif adalah pada dosis 40% salep ekstrak daun betadine. Diharapkan perlu penelitian lanjutan tentang efek daun betadine terhadap protein-protein pada saat proses inflamasi toksisitas dari daun betadine.
The Impact Of Lullaby Music Therapy On Physiological Stability In Low Birth Weight Infants Yunita Liana; Ersita Ersita; Meta Nurbaiti; Romliyadi Romliyadi; Kardewi Kardewi; Oktia Putri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.47703

Abstract

Physiological instability, which encompasses fluctuations in body temperature, heart rate, respiration rate, and oxygen saturation, is a substantial concern for low birth weight infants (LBWI). Lullaby music therapy is a non-pharmacological treatment that assists in the stabilization of the physiological condition of neonates with extremely low birth weight. This study aimed to investigate the physiological status of low-birth-weight neonates in response to lullaby music therapy. This study was designed as a quasi-experimental pretest-posttest study that involved 20 low-birth-weight infants. A lullaby music treatment was administered for 45 minutes on each of the three consecutive days, with a frequency of 60-70 dB. The intervention was implemented through a speaker that was situated in close proximity to the infant's feet within the incubator. Before and during the treatment, the physiological parameters assessed were body temperature, heart rate, respiration rate, and oxygen saturation. The Wilcoxon signed-rank test was employed to analyze the data. Significant discrepancies were observed between pre- and post-therapy measurements for all parameters, including body temperature (Z = -2.591; p = 0.010), heart rate (Z = -2.765; p = 0.006), respiratory rate (Z = -3.930; p < 0.001), and oxygen saturation (Z = -3.934; p < 0.001). In hospital environments, lullaby music treatment has the potential to serve as an effective supportive intervention in stabilizing the physiological state of neonates with Low Birth Weight (LBWI) and significantly enhances their physiological condition.
Promosi Kesehatan Berbasis CERDIK dalam Pencegahan Penyakit Tidak Menular di Masyarakat Yunita Liana; Meta Nurbaiti; Kardewi Kardewi; Hili Aulianah; Ersita Ersita; Abu Bakar Sidik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 11 (2026): Januari
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i11.3811

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan masalah kesehatan utama yang prevalensinya terus meningkat di masyarakat, terutama akibat perilaku hidup tidak sehat dan rendahnya kesadaran terhadap pencegahan dini. Program CERDIK menjadi salah satu strategi promosi kesehatan yang menekankan perubahan perilaku sebagai upaya pencegahan PTM. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan PTM melalui promosi kesehatan berbasis CERDIK. Kegiatan dilaksanakan di RT 21 Kelurahan Pulokerto, Kecamatan Gandus, Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 01 Juli 2025. Metode pelaksanaan meliputi edukasi kesehatan dan diskusi interaktif yang dilakukan secara langsung kepada masyarakat. Sasaran kegiatan adalah masyarakat usia dewasa dan lanjut usia yang memiliki faktor risiko PTM. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk menilai perubahan tingkat pengetahuan masyarakat sebelum dan sesudah pelaksanaan edukasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko PTM serta pentingnya penerapan perilaku hidup sehat berbasis CERDIK dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, masyarakat menunjukkan respons positif dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Kegiatan ini menunjukkan bahwa promosi kesehatan berbasis CERDIK dapat diterapkan sebagai model pengabdian masyarakat di tingkat RT dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular
PENGARUH TERAPI MUSIC MOZART TERHADAP NYERI MUSKULOSKELETAL PADA LANSIA DI POLI GERIATRI RSUD KOTA PRABUMULIH Sanniyah Mei Sanyana; Mujahidin; Yunita Liana; Abu Bakar Sidika
Jurnal Kesehatan dan Pembangunan Vol 16 No 2 (2026): Jurnal Kesehatan dan Pembangunan
Publisher : LPPM STIKes Mitra Adiguna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52047/jkp.v16i2.472

Abstract

Musculoskeletal pain is a common complaint among the elderly and can affect functional ability and quality of life. Elderly individuals experiencing musculoskeletal pain tend to have limitations in daily activities, impaired mobility, and decreased independence. One non-pharmacological intervention that can be used to reduce pain is Mozart music therapy, which provides relaxation and distraction effects that help decrease pain perception. This study aimed to determine the effect of Mozart music therapy on musculoskeletal pain in elderly patients at the Geriatric Clinic of RSUD Kota Prabumulih. This study employed a pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 30 elderly respondents selected using purposive sampling. Pain intensity was measured before and after the administration of Mozart music therapy using a pain scale. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed a Z value of ?4.243 with a significance value of Asymp. Sig. (2-tailed) = 0.000 (p < 0.05), indicating a significant difference between pain intensity before and after Mozart music therapy. These findings suggest that Mozart music therapy is effective in reducing musculoskeletal pain among the elderly. In conclusion, Mozart music therapy has a significant effect on reducing musculoskeletal pain in elderly patients, and it can be considered an effective non-pharmacological nursing intervention for pain management in geriatric patients.
The effect of virgin coconut oil foot massage on peripheral neuropathy in type 2 diabetes: A pre-experimental study Yunita Liana; Raden Surahmat; Dedek Sartika; Yofa Anggriani Utama; Mareta Akhriansyah
Lentera Perawat Vol. 7 No. 1 (2026): January - March
Publisher : School of Health Sciences Al-Ma'arif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v7i1.636

Abstract

Background: Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by elevated blood glucose levels that can lead to diabetic peripheral neuropathy, presenting with pain, numbness, and foot ulcers. Foot massage therapy using Virgin Coconut Oil (VCO) may improve blood circulation, enhance nerve function, and support skin health due to its lauric and oleic acid content. Objective: This study aimed to examine the effect of foot massage therapy using virgin coconut oil on peripheral neuropathy scores among patients with type 2 diabetes mellitus. Methods: A pre-experimental one-group pretest–posttest design was conducted involving 30 patients with T2DM and peripheral neuropathy recruited through purposive sampling at a primary healthcare center. Peripheral neuropathy was assessed using the 10 g Semmes–Weinstein Monofilament Test before and after the intervention. Participants received three sessions of standardized foot massage using virgin coconut oil, each lasting 30 minutes. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test with a significance level of p < 0.05. Results: Data from 30 participants were analyzed. The median peripheral neuropathy score significantly decreased from 6.00 ± 2.18 before the intervention to 2.00 ± 1.46 after the intervention (Z = –4.83, p < 0.001). The calculated effect size (r = 0.88) indicated a large and clinically meaningful effect, reflecting an improvement from moderate to mild neuropathy severity. Conclusion: Foot massage therapy using virgin coconut oil significantly reduced peripheral neuropathy severity in patients with type 2 diabetes mellitus. This intervention is safe, low-cost, and well tolerated, and it may serve as an effective complementary therapy for diabetic peripheral neuropathy management, particularly in low-resource settings.
Pengaruh Terapi Massage Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Ruangan Penyakit Dalam RSUD OKU Timur Mujiani; Amalia; Romliyadi; Yunita Liana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 7 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i7.2294

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar dan berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas kardiovaskular di seluruh dunia. Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat yang besar dan berkontribusi signifikan terhadap morbiditas dan mortalitas kardiovaskular di seluruh dunia. Untuk mengetahui Pengaruh Terapi Massage Kaki Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi di Ruangan Penyakit Dalam RSUD OKU Timur. Penelitian ini dirancang sebagai Quasi Eksperimen (Eksperimen Semu), yang berarti satu kelompok pretest-postest, dengan pengukuran dilakukan sebelum pretest dan setelah posttest. Sampel dalam penelitian ini 24 orang. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 12 Januari sampai dengan 12 Februari 2026. Hasil penelitian Ada pengaruh terapi massage kaki terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi Nilai signifikansi tekanan darah sistolik sebesar 0,000 dan tekanan darah diastolik sebesar 0,000, yang keduanya lebih kecil dari batas kemaknaan statistik (p < 0,05). Rumah sakit disarankan memberikan edukasi kepada pasien dan keluarga mengenai manfaat terapi massage kaki sebagai terapi tambahan yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah. Edukasi ini dapat meningkatkan partisipasi pasien dalam pengelolaan penyakit hipertensi.
Edukasi Manajemen Nyeri Non-Farmakologis Berbasis Spiritual (Terapi Dzikir) pada Lansia Penderita Hipertensi Yunita Liana; Hili Aulianah; Kardewi Kardewi; Amalia Amalia; Ratna Sari; Yusri Juanda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 6 (2026): Agustus
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i6.4828

Abstract

Hipertensi merupakan masalah kesehatan utama pada kelompok lanjut usia (lansia) yang sering disertai keluhan sekunder berupa nyeri akut pada area tengkuk dan kepala. Tingginya risiko efek samping penggunaan obat analgesik jangka panjang pada lansia menuntut adanya intervensi komplementer yang aman dan aplikatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan dan kemandirian lansia dalam mengelola keluhan nyeri secara non-farmakologis melalui terapi relaksasi spiritual dzikir. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Kayu Agung pada 30 Mei 2026 dengan melibatkan 17 lansia penderita hipertensi yang dipilih menggunakan metode purposive sampling. Pelaksanaan program terdiri dari tahap persiapan, intervensi berupa edukasi interaktif dan demonstrasi praktik, serta tahap evaluasi. Mengingat keterbatasan fisik dan kognitif lansia, evaluasi keberhasilan diukur secara kualitatif melalui observasi partisipatif dan umpan balik verbal. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya antusiasme dan partisipasi aktif peserta. Terdapat peningkatan pemahaman kognitif lansia terkait mekanisme nyeri serta kemampuan melakukan teknik relaksasi dzikir secara mandiri dan presisi. Kesimpulannya, edukasi kesehatan berbasis spiritual terbukti menjadi mekanisme koping adaptif yang efektif dan humanis untuk memberdayakan lansia dalam memitigasi nyeri hipertensi secara mandiri.