Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Extension Course Filsafat ( ECF )

ETIKA PROTESTANTISME DAN REVOLUSI MENTAL DI BIDANG EKONOMI Rachmat, Agus
Extension Course Filsafat ( ECF ) No 1 (2015): ECF Filsafat Uang
Publisher : Extension Course Filsafat ( ECF )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

1. Sekularisasi: Weber mengantisipasi bahwa spiritual capital itu perlahan-lahan makinmenyusut berkat terjadinya sekularisasi. Fondasi kapitalisme modern bukan lagi EPmelainkan kemajuan dan terobosan di bidang Iptek. Akibatnya profit dan wealthmenjadi tujuan mutlak yang terlepas dari panduan etis religious. Ringkasnya, bahayamunculnya materialism dan hedonism: motif kenikmatan duaniawi menggesermotiuf Protestant tentang keselamatan surgawi.2. Kapitalisme global dewasa ini bertumpu pada prinsip maksimalisasi produksi &maksimalisasi konsumsi. Akibatnya terjadilah krisis ekologis yang paarah.3. EP menandaskan bahwa sukses financial seseorang itu tergantung dari watak dankebajikan moral masing-masing individu ybs. Akibatnya cenderung ada pandanganyang negative terhadap orang-orang yang dianggap tak produktif (khususnyamiskin & menganggur): Mereka sering dianggap sebagai orang yang kurangmempunyai mental dan moral yang baik. Padahal mungkin mereka adalah korbanstructural.
E. KUEBLER-ROSS : TANDA & TAHAP MENJELANG KEMATIAN Rachmat, Agus
Extension Course Filsafat ( ECF ) No 2 (2015): ECF Filsafat Kematian
Publisher : Extension Course Filsafat ( ECF )

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

EKB meneliti proses kematian dari para pasien yang mengalami “natural death”kibat usia tua dan penyakit terminal. Akibatnya, uraiannya mungkin tidak seluruhnya berlaku bagi  orang yang mengalami “violent death,” yakni para korban yang mati mendadak sebagai korban kejahatan, kecelakaan atau serangan fatal seketika penyakit tertentu. Tambahan lagi, para pasien yang diamati EKB itu mendapat perawatan medis dan bimbingan psiko-spiritual saat menempuh perjalanan akhir hidupnya. Mungkin tidak setiap orang bisa mendapoat fasilitas  dan keberuntungan semacam itu. Kendati demikian, uraian EKB trentang tanda & tahap kematian itu tetaplah berguna sebagai bahan refleksi pribadi kita dan panduan bagi interaksi kita dengan orang-orang yang berada di ambang maut, agar  merejka bisa meninggakl dengan tenang dan bermartabat.EKB juga menandaskan bahwa kelima tahap itu berlaku dan berguna bukan saja bagi orang yang dihadang oleh krisis kematian, melankan juga bagi memahami setiap krisis kehidupan yang dialami manusia pada umumnya. Krisis adalah “lifechanging events,” saat dan peristiwa yang membawa perubahan yang besar dalam cara hidup kita, misalnya: cacat, lumpuh, perceraian, patah hati, drop-out, PHK, bankrut, menopause, pensiun dan pikun etc. Dinamika bertahap yang serupa, dengan intensitas yang berbeda, mungkin bisa terjadi saat kita mencoba untuk bangkit dari aneka krisis semacam itu.