Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Analisis Makna Upacara Tolak Balak di Desa Talang Tengah II Kecamatan Pematang Tiga Kabupaten Bengkulu Tengah Zulyan Zulyan; Muslih Hasibuan
Equilibrium: Jurnal Pendidikan Vol 10, No 2 (2022): EQUILIBRIUM : JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.432 KB) | DOI: 10.26618/equilibrium.v10i2.7493

Abstract

Tradition is a habit of a group of people that is passed down from generation to generation, in which it contains the value of trust from the community itself. Each region has have different traditions, this shows that the Indonesian people are rich in culture, so the problem to be studied in this study is the analysis of the meaning of the rejection ceremony in Talang Tengah II village, Pematang Tiga District, Central Bengkulu Regency. In this study, a qualitative research method was used to describe the data regarding the ritual of the rejection ceremony in Talang Tengah II Village. To obtain correct information and data, the data collection technique in this study was carried out through interviews and direct observation of this ritual process. The validity of the data is checked, then the presentation and analysis of the data is carried out and then conclusions are drawn. The results of this study show that (1) The ritual of rejecting balance in Talang Tenga II Village has positive values, namely the value of trust, the value of togetherness and care for the environment. (2) The process of the rejection ceremony ritual is carried out at the village elder's house and led by a village elder who is trusted by the community, while the ritual equipment is prepared by the village maidens and the results of this ritual are distributed to the local community to be sprinkled on vehicles, plants and farm animals. (3) The form of preservation of the ritual of rejecting balance in Talang Tengah II village is carried out every year at the end of the year so that this tradition is maintained to this day.
PENTINGNYA PENDIDIKAN BAGI ANAK JALANAN Fetriani Fetriani; Zulyan Zulyan; Muslih Hasibuan; Eki Saputra; Amnah Qurniati
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 2 No. 1 (2022): Batara Wisnu | Januari - April 2022
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (280.789 KB) | DOI: 10.53363/bw.v2i1.69

Abstract

Everyone should get an education, whether rich or poor people. Education is one of the efforts that must be prepared to welcome a better future. The better the education we get, the better the lifestyle we feel. Unfortunately, there are still many Indonesian children who do not get an education. Poverty, lack of parental responsibility and laziness are factors that cause a child to not get an education. Not getting an education decided them to go down and make a living on the street. These children are what we usually called as street children. In this regard, it is important to conduct coaching activities for these children through counseling, by explaining the importance of education for street children
Sosialiasasi Perlindungan Hukum bagi Pengguna Pinjaman Online Wellyana Wellyana; Septina Lisdayanti; Muslih Hasibuan; Amnah Qurniati; Zulyan Zulyan
Batara Wisnu : Indonesian Journal of Community Services Vol. 2 No. 2 (2022): Batara Wisnu | Mei - Agustus 2022
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bw.v2i2.95

Abstract

The rapid development of technology and entering the 5.0 era has a very big influence on human life in various fields. Financial Technology is the use of technology in the financial system that produces new products, services, technology, and or business models and can have an impact on monetary stability, financial system stability, and/or efficiency, smoothness, security, and reliability of the payment system. One form of fintech is Peer to peer lending, which is an information technology-based lending and borrowing service between Recipients and Lenders, or online mutual cooperation funding, also known as online loans. The rise and proliferation of online loan companies indirectly makes people more tempted because the procedures offered are so easy even though the online loan interest is much higher than the bank. In connection with this, it is important to hold coaching activities for these community members through socialization or counseling. Explaining the socialization of legal protection for online loan users
Penyuluhan Dampak Negative Gadget Bagi Anak-Anak Fetriani Fetriani; Zulyan Zulyan; Eki Saputra; Muslih Hasibuan; Septina Lisdayanti
Jurnal Pemberdayaan Sosial dan Teknologi Masyarakat Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.677 KB) | DOI: 10.54314/jpstm.v2i1.872

Abstract

Abstract: The problem faced by the children of Bumi Sari village is the excessive use of gadgets. For this reason, one of the efforts that can be done is to conduct counseling on the Impact of Negative Gadgets for Children in Bumi Sari Village, Ujan Mas District, Kepahiang Regency. This is an effort that can be done so that children gain knowledge about the impact of excessive use of gadgets. This activity was carried out at the UMB Student Community Service Secretariat in Bumi Sari Village. This event is Followed by 20 participants consisting of children and adolescents. The counseling activity discussed the Negative Impact of Gadgets on the Development of Children's Language Skills. Discussion and Questions and Answers are a form of activity carried out during the extension. Participants had very high enthusiasm during this counseling event, from the beginning to the end of the event. Keywords: Counseling; children; gadgetsAbstrak: Permasalahan yang dihadapi oleh anak-anak desa Bumi Sari adalah penggunaan gadget secara berlebihan. Untuk itu salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah melakukan penyuluhan mengenai Dampak Negative Gadget Bagi Anak-Anak didesa Bumi Sari Kecamatan Ujan Mas Kabupaten Kepahiang. Ini merupakan upaya yang bisa dilakukan agar anak-anak mendapatkan pengetahuan tentang dampak penggunaan Gadget secara berlebihan. Kegiatan ini dilakukan di Sekre KKN Mahasiswa UMB di desa Bumi Sari. Diikuti sebanyak 20 peserta yang terdiri dari anak-anak dan remaja. Kegiatan penyuluhan membahas tentang Dampak Negatif Gadget Terhadap Perkembangan Kemampuan Berbahasa Anak. Diskusi dan Tanya jawab adalah bentuk kegiatan yang dilakukan selama penyuluhan berlangsung. Peserta memiliki antusias yang sangat tinggi selama mengikuti acara penyuluhan ini, mulai dari awal sampai akhir acara.Kata kunci: Anak-anak; gadget; penyuluhan
MENINGKATKAN LITERASI DAN NUMERASI SERTA MENUMBUHKAN RASA MINAT BACA SISWA-SISWI DI SD NEGERI 4 KOTA BENGKULU DENGAN KOTAK PENGETAHUAN DAN POJOK BACA Rishelia Ramadhanty; Amnah Qurniati; Zulyan Zulyan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v4i2.15644

Abstract

Program kampus mengajar angkatan 5 merupakan anak cabang dari program kampus Manager yang melibatkan mahasiswa di setiap kampus dari berbagai Latar belakang pendidikan maupun non pendidikan untuk membantu proses belajar mengajar di sekolah titik program kampus mengajar ini memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk mereka belajar dan mengembangkan diri melalui aktivitas di luar kelas perkuliahan. Program kampus mengajar angkatan 5 ini berlangsung selama 4 bulan, yang dimulai dari tanggal 22 Februari 2023 sampai dengan 12 Juni 2023. Pelaksanaan program kampus mengajar angkatan 5 ini berfokus pada peningkatan literasi numerasi asistensi mengajar dan adaptasi teknologi di sekolah sasaran yaitu SD Negeri 4 kota Bengkulu kegiatan program kampus mengajar ini diharapkan dapat membantu sekolah untuk meningkatkan literasi, numerasi asistensi mengajar dan adaptasi teknologi di sekolah bagi siswa siswi SD Negeri 4 kota Bengkulu, juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran siswa serta guru di sekolah dengan program bantuan pembelajaran dari mahasiswa yang lebih berinovasi dan kreatif dan program ini diharapkan dapat membuat siswa-siswi di seluruh Indonesia melek akan literasi
IMPLEMENTASI PROGRAM SEKOLAH RAMAH ANAK (SRA) DALAM PENCEGAHAN KEKERASAN PADA (STUDI KASUS DI SMA MUHAMMADIYAH 4 KOTA BENGKULU) Zulyan Zulyan
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 1 No. 1 (2021): JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program sekolah ramah anak (SRA) dalam pencegahan kekerasan pada (studi kasus di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu). Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif berbasis penelitian lapangan. Objek penelitiannya adalah sebagian warga SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu mulai dari guru, siswa dan pihak terkait. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, data display dan verification. Keabsahan data diperoleh melalui perpanjangan keikutsertaan, ketekunan/keajegan pengamat dan triangulasi.Hasil penelitian menyimpulkan bahwa implementasi program sekolah ramah anak (SRA) dalam pencegahan kekerasan pada (studi kasus di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu) yaitu 1) bentuk-bentuk kekerasan pada siswa di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu. 2) faktor-faktor penyebab terjadinya kekerasan pada siswa yang terdiri dari faktor lingkungan masyarakat, faktor lingkungan teman sebaya, faktor lingkungan sekolah dan faktor lingkungan keluarga. 3) Implementasi program sekolah ramah anak (SRA) dalam pencegahan kekerasan pada siswa di SMA Muhammadiyah 4 Kota Bengkulu Kata Kunci: Program sekolah ramah anak, kekerasan, pencegahan kekerasan
FAKTOR - FAKTOR PENYEBAB PERUBAHAN PERILAKU SOSIAL MASYARAKAT DITENGAH PANDEMI COVID-19 ( Studi Kasus di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu ) Zulyan Zulyan; Indah Septiani Setiawan
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 1 No. 2 (2021): JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab perubahan perilaku sosial masyarakat di tengah pandemi Covid-19 di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu. Dengan rumusan masalah, yaitu: bagaimana bentuk-bentuk perubahan perilaku sosial masyarakat akibat adanya pandemi Covid-19 di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu? dan faktor-faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya perubahan perilaku sosial masyarakat di tengah pandemi Covid-19 di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu ?. Penelitian ini bertempat di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu. Metode penelitian menggunakan pendekatan Kualitatif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan Bentuk-bentuk perubahan perilaku sosial masyarakat akibat adanya pandemi covid-19 di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu disebabkan oleh adanya perubahan alamiah dan perubahan terencana dan faktor-faktor menyebabkan terjadinya perubahan perilaku sosial masyarakat di tengah pandemi Covid-19 di Kelurahan Semarang Kota Bengkulu, antara lain: sikap, kebiasaan, kemauan, faktor sosial, faktor teknologi, dan faktor lingkungan. Kata Kunci: Perilaku sosial, Perubahan perilaku, Covid-19
Upaya Menghindari Konflik Sosial Dalam Konsep Ketahanan Nasional Dan Kegiatan Karang Taruna Talang Permai (KTTP) Talang Kering Pematang Gubernur Muslih Hasibuan; zulyan zulyan
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 1 No. 2 (2021): JUPANK (Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                        Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya menghindari konflik sosial dalam konsep ketahanan nasional dan kegiatan Karang Taruna Permai (KTTP) Talang Kering Pematang Gubernur. Penelitian ini merupakan penelitian studi kepustakaan. Sumber data utama dalam penelitian ini adalah data sekunder. Teknik dan instrumen pengumpulan data dalam penelitian atau kajian ini menggunakan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang diterapkan dalam penelitian atau kajian ini sendiri adalah dengan menggunakan teknik analisis data induktif, yang merupakan sebuah penarikan kesimpulan dari fakta nyata di lapangan sesuai dengan data sekunder yang diperoleh. Langkah-langkah yang dilakukan dalam penelitian ini adalah menggunakan reduksi data, model data, serta penarikan kesimpulan.                        Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertama, perlawanan bersenjata yang terdiri atas bala nyata yang merupakan kekuatan TNI yang selalu siap dan dibina sebagai kekuatan cadangan serta bala potensial, yaitu POLRI dan RATIH yang funmgsinya adalah sebagai WANRA. Kedua, perlawanan tidak bersenjata yag terdiri dari RATIH yang berfungsi sebagai TIBUM,LINRA,KAMRA DAN LINMAS. Ketiga, komponen pendukung perlawanan bersenjata dan tidak bersenjata sesuai dengan bidang profesi masing-masing dengan memanfaatkan semua sumber daya nasional, sarana dan prasarana serta perlindungan masyarakat terhadap bencana perang dan bencana lainnya. Jadi, ketahanan nasional merupakan sikap, maka khusus anak-anak Karang Taruna yang lebih efektif adalah melaksanakan upaya peningkatan proses belajar dan latihan kepemimpinan. Sehingga, akan membentuk karang taruna yang memiliki sikap partisipatif dalam menumbuhkan daya tahan bangsa. Kata Kunci: Konflik Sosial, Ketahanan Nasional, Karang Taruna
AKTUALISASI SILA PERSATUAN INDONESIA DALAM MEMBANGUN SOLIDARITAS SOSIAL MASYARAKAT DI TENGAH PANDEMI COVID-19 DI DESA GIRI KENCANA KECAMATAN KETAHUN KABUPATEN BENGKULU UTARA Halma Galistan; Zulyan Zulyan
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pancasila sebagai dasar negara bangsa Indonesia merupakan hal yang yang tidak bisa dilupakan begitu saja. Pancasila seharusnya menjadi pijakan kita bersama dalam berbangsa dan bernegara. Ini sudah menjadi rumusan yang tidak bisa diganti-ganti lagi, sebagaimana layaknya pergantian kurikulum di negara kita. Kedudukan pancasila sebagai dasar negara memiliki sifat imperatif atau memaksa bagi semua warga Indonesia, sebagai dasar negara Pancasila tidak terbentuk begitu saja, namun Pancasila mengalami sejarah yang panjang. Pada era sekarang seperti yang kita lihat disekitar kita banyak masyarakat yang acuh terhadap sesama, apalagi pada era globalisasi pada saat sekarang ini dimana, kita tidak boleh berkerumunan dan harus jaga jarak antar sesama, ditengah pandemi Covid-19.. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan tentang Aktualisasi Sila Persatuan Indonesia Dalam Membangun Solidaritas Sosial Masyarakat di Tengah Pandemic Covid-19. Penelitian ini bertempat di desa Giri Kencana Kecamatan Ketahun Kabupaten Bengkulu Utara, pengumpulan data dilakukan menggunakan metode observasi,wawancara dan dokumentasi. Metode yang digunakan untuk menganalisis data deskriptif melalui tiga langkah yaitu, reduksi,penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini untuk menujukkanAktualisasi Sila Persatuan Indonesia Dalam Membangun Solidaritas Sosial Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19di desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun, Kabupaten Bengkulu Utara sebagai berikut : Aktualisasi Sila Persatuan Indonesia di desa Giri Kencana seperti masyarakat melakukan kegiatan gotong royong, berkontribusi dalam membantu masyarakat yang terdampak covid-19, melakukan kegiatan penyemprotan disinfektan, saling menjalin komunikasi dalam menyelesaikan suatu kegiatan dari perangkat desa, kepala dusun dan masyarakat desa Giri Kencana, masyarakat masih sangat antusias dalam mengadakan perlombaan memperingati HUT Kemerdekaan RI, masyarakat giri kencana sangat menghargai perbedaan suku yang ada di desa Giri Kencana, tetapi mereka sangat melestarikan kultur budaya adat Jawa yang masih sangat kental di desa Giri Kencana. Upaya dalam membangun solidaritas Sosial masyarakat desa Giri Kencana, dengan melakukan kerja sama, gotong royong bahkan saling berkoordinasi untuk menjaga kesolidaritas masyarakat dan memberikan bantuan, dukungan moril kepada masyarakat. Kata Kunci : Aktualisasi, Pancasila, Solidaritas Sosial.
STRATEGI GURU PPKN DALAM MENANAMKAN KARAKTER SOPAN SANTUN KEPADA SISWA MAN REJANG LEBONG 2022 muhamad iqbal; Zulyan Zulyan
Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Pancasila dan Kewarganegaraan (JUPANK)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jupank.v3i1.3701

Abstract

Pendidikan adalah usaha sadar dan berencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan diri, masyarakat, bangsa dan negara. Maka persoalan yang hendak dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana strategi guru ppkn ddalam menanamkan karakter sopan santun kepada siswa di MAN Rejang Lebong 2022 Dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif untuk mendeskripsikan data mengenai bagaimana cara guru ppkn menanamkan karakter sopan santun kepada siswa MAN Rejang Lebong.Untuk memperoleh informasi dan data yang benar maka teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui wawancara dan observasi secara langsung. Data dilakukan pemeriksaan keabsahannya, lalu dilakukan penyajian sekaligus analisis data untuk kemudian dilakukan penarikan kesimpulan. Hasil ini menunjukkan bahwa (1) Di MAN Rejang Lebong guru mempunyai peran untuk selalu menanamkan karakter sopan santun pada siswa, guru menanamkan karakter sopan santun pada siswa sejak pertama mengajar sampai saat ini dan seterus nya tujuan guru di sini agar siswa mengetahui pentingnya karakter sopan santun terhadap orang yang lebih tua maupun ke sesama siswa lainnyan selain itu untuk menjadikan siswa sebagai manusia yang dapat di nilai baik oleh masyarakat agar berguna untuk dunia maupun akhirat”. (2) Strategi untuk menanamkan karakter sopan santun pada siswa yaitu dengan cara mencontohkan, menjadi tauladan dan materi-materi yang berhubungan dengan karakter sopan santun.