Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep IPA Siswa SMP E Ewisahrani; W Widia; F Fathurrahmaniah; A Arwan; A Haris; Muarif Islamiah
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 1, No 02 (2020): JP-IPA: November 2020
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.906 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas VII SMPN 02 Wera menggunakan model Project Based Learning pada materi pemanfaatan sumber energi alternatif. hasil tes pemahaman konsep aspek pengetahuan rata-rata pre-test 57.95 meningkat saat post-test 84.45 dengan n-gain score 0,93. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa perangkat dengan pembelajaran berbasis Project Based Learning layak digunakan untuk meningkatkan pemahaman konsep siswa kelas VII SMPN 02 Wera pada materi pemanfaatan sumber energi alternatif. 
Evaluasi Kompetensi Guru SMA di Manggelewa Dompu Didit Haryadi; Muarif Islamiah
JURNAL INOVASI DAN MANAJEMEN PENDIDIKAN Vol. 1 No. 2 (2021)
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1327.698 KB) | DOI: 10.12928/jimp.v1i2.5155

Abstract

Kualitas kompetensi guru dapat mempengaruhi kualitas pendidikan. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui Kompetensi Pedagogik (2) untuk mengetahui kompetensi sosial (3) untuk mengetahui kompetensi kepribadian dan (4) untuk mengetahui kompetensi profesional Guru di SMA Negeri 1 Manggelewa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian Evaluasi. Penelitian evaluasi di gunakan karena di dalam penelitian memuat evaluasi yang berkaitan kompetensi guru di SMA Negeri 1 Manggelewa. subjek penelitian adalah Guru di SMA Negeri 1 Manggelewa yang berjumlah 20 orang. Teknik pengumpulan data berupa Angket dengan skala likert 1 sampai dengan 4 dan dibantu wawancara untuk mendapatkan informasi awal atau kondisi empiris sekolah. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitaf dengan menggunakan analisa deskriptik atau statistik deksriptik. Cara menarik kesimpulan adalah dengan melihat hasil dari tiap komponen dan membandingkan dengan tabel presentase dari bukunya Prof. Sugiyono sehingga dapat ditarik kesimpulan tiap kompenen atau Kompetensi kurang baik atau sangat baik Dari penelitian dapat di simpulkan (1) Kompetensi Pedagogik di SMA Negeri 1 Manggelewa sangat baik berdasarkan deskripsi data yang sudah dilakukan dengan presentase 85 % (2) Kompetensi Sosial di SMA Negeri 1 Manggelewa sangat baik berdasarkan deskripsi data yang sudah dilakukan dengan presentase 88 % (3) Kompetensi Kepribadian di SMA Negeri 1 Manggelewa sangat baik berdasarkan deskripsi data yang sudah dilakukan dengan presentase 88 % (4) Kompetensi Profesional di SMA Negeri 1 Manggelewa sangat baik berdasarkan deskripsi data yang sudah dilakukan dengan presentase 85 %. Secara keseluruhan Kompetensi Guru di SMA Negeri 1 Manggelewa sangat baik.
Pengembangan Perangkat Pengukuran Variabel Cuaca Menggunakan Sensor Besaran Fisika Berbasis Internet of Things Muarif Islamiah; Neneng Triyunita; Nanang Suwondo
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 3 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v12i3.656

Abstract

Ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini telah berkembang dengan didukung oleh adanya sistem alat ukur dan kendali dengan komponen yang kompleks, sistem tersebut dibangun memanfaatkan sistem elektronik, optik, dan mekanik. Perkembangan dari teknologi dapat dijadikan sebagai media perantara dalam pelaksanaan pembelajaran. Salah satu faktor dari pengajaran baik diperlukan media pembelajaran menarik, sehingga bisa meningkatkan rasa ingin tahu, kognitif dan psikomotorik mahasiswa. Media pembelajaran untuk pengukuran variabel cuaca berbasis Internet of Things (IoT) belum ada pada mata kuliah ilmu kebumian dan instrumentasi fisika. Tahapan yang diterapkan dalam penelitian ini yaitu model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation). Data yang diperoleh akan divisualisasikan pada aplikasi Blynk yang dihubungkan dengan Arduino UNO dan ESP-01 sebagai Internet of Things. Alat peraga dan buku panduan yang dibuat sudah melalui tahap uji kelayakan media, uji kelayakan materi, dan uji kelayakan pengguna. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa alat peraga dapat mengukur seluruh variabel cuaca dengan menggunakan Arduino UNO dan ESP-01, proses pengambilan data dilakukan selama 2 hari, saat penelitian berlangsung terjadi hujan pada hari pertama sehingga alat curah hujan bisa menangkap adanya perubahan data setiap waktu diikuti dengan variabel cuaca lainnya yang mengalaminya juga. Penilaian yang dilakukan oleh ahli media dan materi memperoleh tingkat kelayakan alat peraga stasiun cuaca sebesar 91,4% dan tingkat kelayakan buku panduan sebesar 85,9%. Sedangkan, untuk respon pengguna (mahasiswa) diperoleh tingkat kelayakan sebesar 87,4%. Berdasarkan hasil validasi dari ahli media dan ahli materi, maka alat peraga serta buku panduan dari stasiun cuaca berbasis Internet of Things ini dikategorikan baik dan layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran pada matakuliah ilmu kebumian dan instrumentasi fisika.
Pengembangan Alat Praktikum Gerak Jatuh Bebas Menggunakan Phyphox Berbasis Smartphone untuk Siswa Kelas X Muarif Islamiah; Rostati Rostati; Neneng Triyunita
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i3.1203

Abstract

Siswa memiliki kemampuan atau gaya belajar yang beragam saat proses pembelajaran seperti visual, auditori dan kinestetik. Khususnya pada pembelajaran fisika sebagian besar materinya bersifat abstrak sehingga diperlukannya menentukan model pembelajaran yang sesuai untuk setiap materi, dan terdapat beberapa materi yang memerlukan praktikum dalam penyampaiannya sehingga telah banyak dikembangkan alat demonstrasi untuk menjelaskan konsep fisika yang abstrak. Pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi juga bersesuaian dengan pembelajaran abad 21, penerapan konsep fisika pada materi Gerak Jatuh Bebas dapat dilakukan melalui kegiatan praktikum sederhana untuk menentukan nilai percepatan gravitasi bumi. Metode penelitian yang digunakan Research and Development (R&D) dengan model 4D (define, design, develop dan disseminate). Berdasarkan analisis data diperoleh rerata percepatan gravitasi sebesar 9,82 m/s2 dan memiliki perbedaan nilai pada setiap ketinggian diakibatkan beberapa faktor eksternal. Uji kelayakan yang dilakukan oleh validator mendapatkan penilaian 84,2% untuk media dan 92,2% untuk modul praktikum termasuk dalam kategori layak digunakan dalam pembelajaran fisika, dan tingkat kepuasan siswa dalam penggunaan alat praktikum sebesar 88,9% termasuk dalam kategori sangat baik, siswa mampu memahami materi Gerak Jatuh Bebas melalui kegiatan praktikum. Sehingga pengembangan alat praktikum Gerak Jatuh Bebas dengan memanfaatkan aplikasi Phyphox dapat diterapkan sebagai alternatif juga dapat diterapkan pada kegiatan pembelajaran daring.
PENGEMBANGAN ALAT PRAKTIKUM PENENTUAN DEW POINT BERBASIS SMS GATEWAY Islamiah, Muarif; Triyunita, Neneng
Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (JP-IPA) Vol 3, No 1 (2022): JP-IPA: Mei 2022
Publisher : STKIP HARAPAN BIMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56842/jp-ipa.v3i1.96

Abstract

Pengetahuan dan teknologi yang berkembang mendukung sistem alat ukur dan kendali  sederhana dan kompleks, sistem dibangun menggunakan elektronik, optik, dan mekanik. Perkembangan teknologi dapat dijadikan perantara dalam pembelajaran. Pengajaran membutuhkan media pembelajaran yang menarik, mampu meningkatkan rasa ingin tahu mahasiswa. Metode pengembangan yang diterapkan pada penelitian ini adalah model ADDIE yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan titik embun dalam ruangan penyimpanan alat-alat optik. Alat praktikum dan modul yang dibuat juga melalui tahapan uji kelayakan media, materi dan pengguna. Setelah dilakukan pengambilan data hari pertama menujukkan keadaan suhu berada 21° C-22° C, titik embun berkisar antara 16° C – 17° C dan kelembaban berkisar antar 73%-78%. Sedangakan dihari kedua pada pukul 14:13-17:34 WIB keadaan kelembaban dalam ruangan mengalami penurunan 73% - 50% dikarenakan ruangan sedang digunakan dan AC dalam keadaan menyala sehingga suhu dan titik embun pun ikut mengalami penurunan. Setelah dilakukan uji kelayakan media, uji kelayakan materi dan uji kelayakan pengguna terhadap modul praktikum yang telah dibuat diperoleh hasil persentase nilai kelayakan sebesar 90.6 % , 91.3 % dan 86.8 % sehingga dapat dirata-rata sebesar 89.6%, Berdasarkan hasil validasi ahli media dan materi, maka alat dan modul praktikum layak digunakan untuk mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran.
Peran Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Pembelajaran Mendalam di SDN 19 Kota Bima Didit Haryadi; Muarif Islamiah
Jurnal Pendidikan dan Media Pembelajaran Vol. 5 No. 2 (2026): Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59584/jundikma.v5i2.147

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kepemimpinan kepala sekolah dalam mengembangkan pembelajaran mendalam di SDN 19 Kota Bima. Pembelajaran mendalam merupakan pendekatan yang menekankan pada pemahaman konseptual, berpikir kritis, dan penerapan pengetahuan dalam konteks nyata, bukan sekadar menghafal informasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan kepala sekolah, guru, dan observasi kegiatan pembelajaran, serta analisis dokumen sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah memainkan peran strategis dalam pengembangan pembelajaran mendalam melalui beberapa dimensi: (1) menciptakan visi dan budaya sekolah yang mendukung pembelajaran berkualitas, (2) memberikan dukungan profesional kepada guru melalui pelatihan dan supervisi yang berkelanjutan, (3) menyediakan fasilitas dan sumber belajar yang memadai, (4) membangun kolaborasi antar guru untuk berbagi praktik terbaik, dan (5) melibatkan orang tua dan masyarakat dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian mengindikasikan bahwa kepemimpinan instruksional kepala sekolah yang efektif berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di kelas, yang tercermin dari meningkatnya keterlibatan siswa, kemampuan berpikir kritis, dan hasil belajar yang lebih bermakna. Penelitian ini merekomendasikan pentingnya penguatan kompetensi kepemimpinan kepala sekolah dan pengembangan sistem pendukung yang berkelanjutan untuk mewujudkan pembelajaran mendalam yang optimal.
Pengaruh Penggunaan Video Animasi dalam Media Pembelajaran terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas III Pada Mata Pelajaran IPAS Fitri Heryani; Gemi Gustiani; Rukman Aca; Muarif Islamiah
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i2.3083

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis video animasi terhadap peningkatan hasil belajar siswa kelas III pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 27 siswa kelas III SDN Cikampek Kota. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan video animasi dalam pembelajaran dapat meningkatkan keterlibatan siswa, pemahaman konsep, dan nilai hasil belajar. Peningkatan nilai rata-rata siswa dari pre-test ke post-test menunjukkan efektivitas penggunaan media video animasi dalam pembelajaran IPAS. Media ini mampu memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, visual, dan kontekstual bagi siswa sekolah dasar.
PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL MENGGUNAKAN METODE DISCOVERY LEARNING PADA MATERI IPAS UNTUK GURU SDN 20 MANGGELEWA Muarif Islamiah; Fathurrahmaniah Fathurrahmaniah; Nita Rahmaniya; Asria Ayu Kusumawati
Journal of Community Empowerment Vol 4, No 3 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jce.v4i3.36783

Abstract

ABSTRAKKegiatan Pelatihan dan Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Wordwall Menggunakan Metode Discovery Learning pada pembelajaran IPAS di SDN 20 Manggelewa merupakan bagian dari program pemberdayaan sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran berbasis teknologi. Sebelum pelaksanaan kegiatan, sebagian besar guru dan civitas akademika SDN 20 Manggelewa masih memiliki keterbatasan pengetahuan, bahkan baru mengenal aplikasi Wordwall sebagai media pembelajaran interaktif. Melalui pelatihan dan pendampingan yang terstruktur, guru memperoleh pemahaman tentang pentingnya pemanfaatan Wordwall sebagai alternatif media pembelajaran yang inovatif dan menarik.Tujuan utama kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan guru tentang pemanfaatan aplikasi Wordwall dalam pembelajaran IPAS, meningkatkan keterampilan guru dalam memanfaatkan iptek sebagai media pembelajaran interaktif, serta meningkatkan aspek afektif guru dalam menumbuhkan rasa keingintahuan peserta didik. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui tahapan sosialisasi, pelatihan, pendampingan, hingga evaluasi dengan menerapkan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) yang melibatkan sekolah secara aktif pada setiap tahap.Subjek pengabdian melibatkan 15 orang guru dan penerapan pembelajaran pada 24 siswa SDN 20 Manggelewa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan minat belajar siswa dengan nilai N-Gain sebesar 0,7 pada kategori sedang. Dengan demikian, pengembangan media pembelajaran Wordwall berbasis Discovery Learning layak diterapkan untuk meningkatkan minat belajar, partisipasi aktif siswa, serta pencapaian target pembelajaran IPAS.Kata kunci: Media; Pembelajaran; Interaktif; Wordwall; IPTEK; Guru ABSTRACTThe Training and Mentoring Activities for Creating Wordwall Learning Media Using the Discovery Learning Method in IPAS lessons at SDN 20 Manggelewa are part of the school empowerment program to improve the quality of technology-based learning. Before the activities were carried out, most teachers and academic staff at SDN 20 Manggelewa still had limited knowledge and were only beginning to become familiar with the Wordwall application as an interactive learning media. Through structured training and mentoring, teachers gained an understanding of the importance of utilizing Wordwall as an innovative and engaging alternative learning medium. The community service subjects involved 15 teachers and the implementation of learning for 24 students at SDN 20 Manggelewa. Evaluation results showed an increase in students' learning interest with an N-Gain score of 0.7 in the moderate category. Thus, the development of Wordwall learning media based on Discovery Learning is feasible to implement to increase students' interest in learning, active participation, as well as the achievement of IPAS learning objectives.  Keywords: Media; Learning; Interactive; Wordwall; Science and Technology; Teacher.