Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

KOMPOSISI BOTANI DAN PRODUKSI HIJAUAN MAKANAN TERNAK MUSIM HUJAN PADA PADANG PENGGEMBALAAN ALAM DESA OESAO, KECAMATAN KUPANG TIMUR KABUPATEN KUPANG Daud Ndjuka Tana; Herayanti Panca Nastiti; Stefanus Tany Temu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 2 No 2 (2015): Desember 2015
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v2i2.768

Abstract

This research was conducted in the area of ​​gras land in the Oesao village, Sub- District of East Kupang , Kupang Regency. This study aims to determine and obtain data on botanical composition and forage production rain season forage on gras land, so it can support the improvement of livestock product so as to support increased productivity of livestock in the Oesao Village, Sub-District Of East Kupang, Kupang Regency. The method used in this research is the method of survey and direct measurements in the pasture. Measurement of forage production is done by using the " Estimate Actual Weight " by using the plots of 1 m x 1 m . The data the tabulated and calculated for the get average and percentage of the botanical composition and forage production. The results of data analysis showed that the composition of the botanical gras land in the in the Oesao Village, Sub-District Of East Kupang, Kupang regency the proportion of all plant based on the found summed Dominance Ratio (SDR) there were 89.77% grasses, 4.79% legumes and 5.44% weeds and the forage production was obtained in 1075,8 kg fresh materry/4 ha/ year during the rain season with a carring capacity of 0.14 AU /ha/year. Gras land in Oesao Village, Sub District of East Kupang Kupang Regency needs to be introduced with legume, improvement pasture and also arrangement livestock grazing. ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan pada areal padang penggembalaan di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi botani dan produksi hijauan makanan ternak musim hujan pada padang penggembalaan, sehingga dapat menunjang peningkatan produktivitas ternak di Kabupaten Kupang dan lebih khusus Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey serta pengukuran dan pengamatan langsung dilapangan. Pengukuran produksi hijauan dilakukan dengan menggunakan metode “Actual Weight Estimate” dengan menggunakan petak ukur 1 m x 1 m. Data yang diperoleh ditabulasi dan dihitung untuk mendapatkan persentase rata-rata komposisi botani dan produksi hijauan makanan ternak. Hasil analisis data menunjukan bahwa komposisi botani padang penggembalaan di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang di dominasi oleh rumput dengan nilai Summed Dominance Ratio (SDR) 89.77%, Gulma 5.44% dan leguminosa 4.79% dan hasil produksi hijauan makanan ternak di peroleh 1.075,8 Kg bahan segar/Ha/Tahun pada musim hujan. Dimana hasil rata-rata produksi hijauan makanan ternak pada padang penggembalaan di kawasan Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur mampu menampung 0,14 UT/Ha/Tahun. Padang penggembalaan di Desa Oesao, Kecamatan Kupang Timur Kabupaten Kupang perlu adanya introdusir leguminosa, perbaikan padang penggembalaan, penyadian air serta pengaturan penggembalaan ternak dan perlu adanya penelitian lanjutan.
PRODUKSI, KOMPOSISI BOTANI DAN KAPASITAS TAMPUNG HIJAUAN PADA PADANG PENGGEMBALAAN ALAM AWAL MUSIM KEMARAU (Production, botanical composition and carrying capacity of forage in native grassland at early dry season) Ventryan Haryanto Hae; Markus Miten Kleden; Stefanus Tany Temu
JURNAL NUKLEUS PETERNAKAN Vol 7 No 1 (2020): Juni
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/nukleus.v7i1.2299

Abstract

Grassland area must be managed and record existing condition doe to as a source of cheapest feed and easy to find out. The aim of this study was to measure production, botanical composition and carrying capacity of forage in native grassland area at early dry season. This study was carried out in Maubokul village, Pandawai sub district, district of East Sumba. Forage production measured by actual weight estimate method with 1m x 1m of frame as tool utilization. Data collected than analyzed to find out production, botanical composition and carrying capacity of forage in native grassland. Statistical analysis showed that the value of Summed Dominance Ratio (SDR) was 84.4% for grass, 15.6% for legume and 0% for weeds. Dry matter production was 1.866,8 kg/ha with carrying capacity value was 1.05AU/Ha/year. As a conclusion that grassland area at Maubokul village was dominated of grass and carrying capacity was high.
Pengaruh Pemberian Pupuk Cair Organik Top G2 terhadap Kandungan Protein Kasar dan Serat Kasar serta Mineral Kalsium (Ca) Rumput Gajah Mini Ursula Ristanti Reko; Herayanti Panca Nastiti; Stefanus Tany Temu
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 11 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v3i11.1247

Abstract

Pakan hijau buat makanan ternak umumnya berasal dari rumput, rumput yang paling sering digunakan oleh hewan ternak ruminansia yakni tipe rumput gajah mini ataupun secara umum kerap dikenal sebagai rumput odot. Tujuan penelitian untuk mencari tahu pengaruh dari pemberian pupuk cair organik TOP G2 dengan dosis yang berbeda terhadap kandungan protein kasar dan serat kasar serta mineral kalsium (Ca) rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott). Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 bentuk perlakuan dan 4 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pupuk cair organik Top G2 memiliki pengaruh signifikan terhadap kandungan protein kasar, serat kasar, dan mineral kalsium dalam rumput gajah mini. Pemberian pupuk cair organik Top G2 juga mampu menurunkan kandungan serat kasar dalam rumput gajah mini, memberikan implikasi positif terhadap kualitas pakan ternak. Selanjutnya, hasil penelitian menunjukkan bahwa kandungan mineral kalsium dalam rumput gajah mini juga dipengaruhi secara signifikan oleh perlakuan pupuk cair organik Top G2, dengan kandungan kalsium tertinggi pada perlakuan M3. Hasil ini menunjukkan potensi rumput gajah mini sebagai sumber pakan ternak yang kaya akan nutrisi, termasuk protein kasar dan mineral kalsium, yang dapat memenuhi kebutuhan ternak ruminansia. Dengan demikian, kesimpulan penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan pakan ternak yang berkualitas, serta memberikan informasi yang penting bagi peternakan sapi dalam meningkatkan produktivitas dan kesehatan ternak.
Komposisi Botani dan Produksi Hijauan Pakan serta Kapasitas Tampung Padang Rumput Alam di Desa Praipaha: Botanical Composition and Forage Production and Capacity of Natural Grasslands in Praipaha Village Maria Oktavia Biso; Herayanti P. Nastiti; Stefanus Tany Temu
Jurnal Peternakan Lahan Kering Vol. 6 No. 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to collect information on forage composition, forage production, and capacity of natural grasslands inPraipah Village, which is located in Ngaha Ori Angu District, East Sumba Regency. Forage for natural pastures can befound in the natural meadows of Praipah Village, which is a place of study material. The research was conducted usinga survey approach, in addition to direct observation and measurements in the field. The "Actual Weight Estimat ion"approach and the Summed Dominance Ratio method were used in Praipaha village for the purpose of determininganimal feed production and botanical composition in the region. A 1x1 m quadrant frame is used for this purpose. Theinformation collected is entered into a spreadsheet, and then analyzed mathematically to determine the typicalpercentage of botanical composition, forage production and carrying capacity. The results showed that naturalgrasslands in the Praipaha Village area consisted of 88.12% grass, 0.54% leguminous and 11.34% weeds. There is acapacity of 0.90 UT per hectare annually, with fresh material production of 2,111 kg BS/Ha and dry matter productionof 1,519 kg BK/Ha respectively. It can be concluded that the types of grass included in the production group and thesuperior forage capacity dominate the grassland flora in Praipah Village. Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan informasi tentang komposisi hijauan, produksi hijauan pakan, dan dayatampung padang rumput alami Desa Praipaha yang terletak di Kecamatan Ngaha Ori Angu Kabupaten Sumba Timur.Makanan ternak padang rumput alam dapat ditemukan di padang rumput alam Desa Praipaha, yang merupakan tempatbahan kajian. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan survey, selain pengamatan langsung danpengukuran di lapangan. Pendekatan "Estimasi Bobot Aktual" dan metode Summed Dominance Ratio digunakan di desaPraipaha dengan tujuan untuk menentukan produksi pakan ternak dalam bentuk bahan segar (BS) dan bahan kering(BK), kapasitas tampung dan komposisi botani di wilayah tersebut. Bingkai kuadran 1x1 m digunakan untuk tujuan ini.Informasi yang dikumpulkan dimasukkan ke dalam spreadsheet, dan kemudian dianalisis secara matematis untukmenentukan persentase tipikal komposisi botani, produksi hijauan, dan daya dukung. Hasil penelitian menunjukkanbahwa padang rumput alami yang terdapat di wilayah Desa Praipaha terdiri dari 88,12% rumput, 0,54% leguminosa, dan11,34% gulma. Terdapat kapasitas 0,90 UT per hektar setiap tahunnya, dengan produksi bahan segar 2.111 kg B S/Hadan produksi bahan kering masing-masing 1.519 kg BK/Ha. Dapat ditarik kesimpulan bahwa jenis rumput yangtermasuk dalam kelompok produksi dan kapasitas hijauan mendominasi flora padang rumput di Desa Praipaha.  
Pengaruh Ketebalan Mulsa Organik Ki Rinyuh (Chromolaena Odorata) Terhadap Kandungan Mineral Rumput Mulato (Brachiaria Cv.Mulato) Panen Kedua Melinda Asrianti Mabilani; Dominggus B. Osa; Stefanus Tany Temu; Herayanti Nastiti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4194

Abstract

Penelitian ini menguji pengaruh ketebalan mulsa organik ki rinyuh terhadap kandungan mineral rumput mulato pada panen kedua. Penelitian ini menggunakan RAL dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan: M0= tanpa mulsa (perlakuan kontrol), M1= ketebalan mulsa 1 cm (520 gram/0,5625m2), M = ketebalan mulsa 3 cm (1560 gram/0,5625m2), M5= ketebalan mulsa 5 cm (2600 gram/0,5625 M2). Variabel yang diteliti adalah kandungan mineral kalsium, kandungan mineral kalium, kandungan mineral fosfor. Data dianalisis dengan sidik ragam (ANOVA). Kadar kalsium terendah ke tinggi yaitu M5=0,96%, M1=1,03%; kalium M0=1,07%; M1=1,16%; fosfor M5=0,45%, M1=0,89%. Hasilnya, ketebalan mulsa organik ki rinyuh berpengaruh tidak nyata ( P > 0,05 ) terhadap kandungan kalsium, kalium dan fosfor tanaman rumput mulato panen kedua. Kesimpulannya pemberian mulsa dengan ketebalan 1 cm ( 520 gram) adalah perlakuan terbaik karena menghasilkan kandungan kalsium, kandungan kalium dan kandungan fosfor tertinggi.
Efek Tinggi Pemotongan Terhadap Kadar Kalsium, Fosfor dan Kalium Rumput Gajah Mini (Penisetum purpuem cv. Mott) Sofronius Yudolfi Henrisal Tas’au; Dominggus B. Osa; Stefanus Tany Temu; Herayanti Panca Nastiti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4476

Abstract

Tujuan studi ini yakni untuk mengevaluasi efek ketinggian pemotongan terhadap kadar kalsium, fosfor, dan kalium pada rumput gajah (Pennisetum purpureum cv. Mott). Studi ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 15 unit percobaan dan lima perlakuan, yang diulang tiga kali. Perlakuan dipotong pada ketinggian 1, 5, 10, 15, dan 25 cm. Kalium, kalsium, dan fosfor yakni variabel yang diteliti. Data dianalisis menggunakan analisis variansi (ANOVA) dan uji lanjut Duncan. Hasil menampilkan perlakuan memberikan efek yang signifikan terhadap kadar kalsium (P < 0,05), tetapi tidak memberikan efek yang signifikan terhadap kadar kalium dan fosfor (P < 0,05). Uji Duncan lebih lanjut menampilkan interval perlakuan T1:T2:T3 tidak signifikan, sedangkan interval perlakuan T1:T2:T3:T4:T5 signifikan. Hasil ini menampilkan tinggi pemotongan rumput 25 cm dapat memenuhi kebutuhan kalium, kalsium, dan fosfor yang direkomendasikan dalam pakan ternak.
Pengaruh Tinggi Pemotongan Terhadap Kandungan Karbohidrat dan Energi Serta Selulosa Pada Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Yosua Rini; Edi Djoko Sulistijo; Stefanus Tany Temu; Herayanti Panca Nastiti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5565

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium lapangan Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana selama 4 bulan (Februari s/d Mei 2024). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh tinggi pemotongan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) terhadap kandungan karbohidrat, energi, dan selulosa. Metode yang digunakan dalam penelitian aSdalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan yaitu T1 = Tinggi pemotongan 5 cm dari atas permukaan tanah; T2 = Tinggi pemotongan 10 cm dari atas permukaan tanah; T3 = Tinggi pemotongan 15 cm dari atas permukaan tanah; T4 = Tinggi pemotongan 20 cm dari atas permukaan tanah; dan T5 = Tinggi pemotongan 25 cm dari atas permukaan tanah. Variabel yang diukur meliputi kandungan karbohidrat, kandungan energi dan kandungan selulosa. Nilai rata-rata kandungan karbohidrat (71,43% BK), energi (2.531,04 kkal/kg BK) dan selulosa (29,98% BK). Hasil analisis ragam menunjukkan perlakuan tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kandungan karbohidrat dan energi, namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan selulosa. Hasil uji lanjut menunjukan tinggi pemotongan 20 cm dan 25 cm mengandung selulosa lebih rendah dari 5 cm dan 10 cm. Disimpulkan bahwa tinggi pemotongan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) 25 cm dari permukaan tanah memberikan hasil lebih baik dibandingkan dengan perlakuan yang lain.
Pengaruh Tinggi Pemotongan Terhadap Neutral Detergent Fiber (NDF), Acid Detergent Fiber (ADF) Dan Lignin Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Nardiyanto Lobang; Stefanus Tany Temu; Dominggus Benyamin Osa; Herayanti Panca Nastiti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.5603

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di laboratorium lapangan Program Studi Peternakan Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana selama 4 bulan (Februari s/d Mei 2024). Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh tinggi pemotongan rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) terhadap kandungan Neutral Detergent Fiber, Acid Detergent Fiber dan Lignin. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) 5 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan yang dicobakan yaitu T1 = Tinggi pemotongan 5 cm dari atas permukaan tanah; T2 = Tinggi pemotongan 10 cm dari atas permukaan tanah; T3 = Tinggi pemotongan 15 cm dari atas permukaan tanah; T4 = Tinggi pemotongan 20 cm dari atas pemukaan tanah; dan T5 = Tinggi pemotongan 25 cm dari atas pemukaan tanah. Variabel yang diukur meliputi kandungan neutral detergent fiber, kandungan acid detergent fiber dan kandungan lignin. Nilai rata-rata kandungan neutral detergent fiber (68,33% BK), acid detergent fiber (36,98% BK) dan lignin ( 4,61% BK). Hasil analisis ragam menunjukkan perlakuan berpengaruh tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan neutral detergent fiber, dan acid detergent fiber, sedangkan perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan lignin. Disimpulkan bahwa dengan meningkatnya tinggi pemotongan sampai dengan 25cm dapat menurunkan kandungan Neutral Detergent fiber, Acid detergent fiber dan lignin.
Pengaruh Tinggi Pemotongan Terhadap Kandungan Mineral Kalsium (Ca), Fosfor (P), Kalium (K) Rumput Gajah Mini (Pennisetum Purpureum Cv. Mott) Panen Kedua Antonius E. Armin; Dominggus B. Osa; Stefanus Tany Temu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tinggi pemotongan terhadap kandungan mineral kalsium, fosfor dan kalium rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) panen kedua. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dan 3 ulangan sehingga di peroleh 15 unit percobaan. Perlakuan terdiri dari T1= 5 cm dari atas permukaan tanah, T2= 10 cm, T3= 15 cm, T4= 20 cm, dan T5= 25 cm. Variabel yang diteliti yaitu mineral kalsium, fosfor dan kalium. Data yang peroleh dianalisis dengan sidik ragam, dan uji jarak berganda Duncan. Hasil analisis menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kandungan kalsium, fosfor dan kalium. Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan antara T5:T4 berbeda sangat nyata (P<0,01), dan perlakuan T1:T2:T3 berbeda tidak nyata (P>0,05) terhadap kandungan mineral kalsium. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tinggi pemotongan yang berbeda dapat meningkatkan kandungan mineral kalsium, fosfor, dan kalium tanaman rumput gajah mini (Pennisetum purpureum cv. Mott) pada panen kedua. Sehingga tinggi pemotongan 5 cm rumput gajah mini dapat menghasilkan kandungan mineral yang tertinggi dengan kandungan kalsium 0,98%, fosfor 0,62%, dan kalium 1,19%